GIZI UNESA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA <h3>Jurnal Gizi Unesa ini merupakan jurnal online yang diterbitkan oleh Program Studi S1 Gizi UNESA. Jurnal yang terbit empat bulan sekali ini memuat hasil-hasil penelitian mahasiswa dan dosen di bidang gizi masyarakat, gizi klinik dan gizi layanan makanan. </h3> <h3>The Gizi Unesa is an online journal published by the UNESA Nutrition Undergraduate Study Program. This journal, which is published every four months, contains the research articles of students and lecturers in the fields of community nutrition, clinical nutrition, and foodservice nutrition.</h3> en-US choirulanna@unesa.ac.id (Choirul Anna Nur Afifah) alim_sumarno@yahoo.com (Alim Sumarno) Thu, 15 Jul 2021 13:43:30 +0000 OJS 3.1.1.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENGARUH PENURUNAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN MAHASISWA JURUSAN PKO UNESA SELAMA KULIAH DARING https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/41090 Terjadinya pandemi Covid-19 (coronavirus disease 2019) Indonesia mempengaruhi di banyak bidang sebagai contoh dalam bidang pendidikan yakni pelaksanaan perkuliahan secara daring (online) dapat menyebabkan perubahan pola aktivitas fisik dan kenaikan berat badan pada mahasiswa fakultas Ilmu Olahraga di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), namun tidak banyak perubahan aktivitas olahraga dari penelitian membahas mahasiswa yang dilakukan selama pandemi covid-19. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui perubahan aktivitas fisik dan perubahan berat badan pada mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) di UNESA sebelum dan selama pandemi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan non eksperimen. Data didapatkan melalui survei kuesioner online dengan menggunakan Google Form yang melibatkan sebanyak 110 mahasiswa. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Olahraga di UNESA dan sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa jurusan PKO angkatan 2017. Data penelitian di analisis dengan menggunakan uji t berpasangan atau paired t-test. Hasil pengujian t berpasangan menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan rata-rata berat badan dan aktivitas fisik mahasiswa PKO di UNESA kondisi sebelum perkuliahan daring dan kondisi saat ini (p= 0,001). Hal ini menunjukkan adanya pengaruh bermakna dari perkuliahan secara daring terhadap penurunan aktivitas fisik dan kenaikan berat badan mahasiswa PKO di UNESA. Adek Setia Wahyuneng Tyas, Rahayu Dewi Soeyono ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/41090 Wed, 14 Jul 2021 15:04:08 +0000 ANALISIS KANDUNGAN GIZI SMOOTHIES DARI PISANG AMBON, KURMA, DAN STROBERI SEBAGAI ALTERNATIF MINUMAN UNTUK HIPERTENSI https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/41102 Penyakit tidak menular menimpa masyarakat disaat ini salah satunya merupakan hipertensi, dengan penyembuhan farmakologi dan non farmakologi hipertensi dapat dikendalikan. Pengaruh konsumsi zat gizi dapat terjadi karena konsumsi pola makan yang kurang tepat, zat gizi kalium dan magnesium berfungsi pada tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat inovasi minuman fungsional yaitu smoothies pisang ambon, kurma, dan stroberi dengan menganalisis kandungan zat gizi kalium, magnesium dan uji tingkat kesukaan. Metode penelitian yaitu ekperimen murni dengan rancangan acak lengkap (RAL) tiga perlakuan, kemudian diujikan pada 35 panelis. Analisa data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan persentase dan statistik uji Kruskal Wallis untuk melihat terdapat tidaknya beda yang signifikan. Hasil analisis kandungan gizi smoothies dari pisang ambon, kurma dan stroberi formula terbaik F1 yaitu kandungan kalium sebesar 4,96 mg dan kandungan magnesium sebesar 16,86 mg dalam 100 ml smoothies. Berdasarkan hasil uji hedonik menunjukkan bahwa p>0,05, pada perlakuan (F1,F2, dan F3) tidak terdapat beda nyata terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur. Disarankan bagi masyarakat agar dapat memanfaatkan dan mengolah pisang ambon, kurma, dan stroberi menjadi suatu peluang usaha dalam menciptakan inovasi baru produk minuman yang bernilai gizi tinggi yaitu smoothies. Tyas Novia Damayanti ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/41102 Sat, 31 Jul 2021 00:00:00 +0000 GAYA HIDUP SEDENTARI, SCREEN TIME, DAN POLA MAKAN TERHADAP STATUS GIZI REMAJA SMAN 1 BOJONEGORO https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/41269 Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) memberi dampak yang besar terhadap sistem pendidikan di Indonesia. Adanya peraturan pemerintah untuk melaksanakan sistem pembelajaran daring atau belajar di rumah, menyebabkan siswa/siswi lebih jarang beraktifitas ke luar rumah. Sistem pembelajaran tersebut juga mempengaruhi gaya hidup sedentari, screen time, dan juga pola makan siswa ketika di rumah. Aktivitas fisik yang kurang dan meningkatnya waktu untuk melakukan sedentari juga dihubungkan dengan konsumsi makanan dan peningkatan Body Mass Index (BMI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup sedentari, durasi screen time, dan pola makan dengan status gizi siswa kelas XI di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bojonegoro ketika pandemi covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen penelitian kuisioner Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) dan Food Frequency Questionnaire (FFQ), serta pengukuran antropometri. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/siswi kelas XI di SMAN 1 Bojonegoro sejumlah 291 siswa, dengan jumlah sampel 75 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan analisis data menggunakan uji rank spearman. Berdasarkan hasil penelitian didapat data bahwa sebagian besar siswa/siswi dengan status gizi baik memiliki gaya hidup sedentari dan durasi screen time yang tinggi. Nilai signifikansi antara gaya hidup sedentari, durasi screen time, dan pola makan terhadap status gizi bernilai r>0,05 (r<0,05) yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara gaya hidup sedentari, durasi screen time, dan pola makan terhadap status gizi. Akan tetapi, arah hubungan bernilai positif sehingga semakin tinggi gaya hidup sedentari, durasi screen time, dan pola makan, maka akan meningkat pula status gizi pada remaja usia 16-17 tahun. Finandita Widia Andriani, Veni Indrawati ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/41269 Sat, 31 Jul 2021 00:00:00 +0000 GAYA HIDUP SEHAT MAHASISWA GIZI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA PADA SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19 https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/41296 Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan adanya perbedaan dalam hal penerapan gaya hidup sehat pada masa sebelum dan selama pandemi COVID-19. Penelitian terkait topik ini di Indonesia masih terbatas, khususnya gaya hidup sehat pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran gaya hidup sehat yaitu: pola makan, kualitas tidur, kebiasaan merokok, dan aktivitas fisik, pada mahasiswa Program Studi Gizi, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada masa sebelum dan selama pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari-Maret 2021 secara online dengan 141 mahasiswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Perbedaan pola makan terlihat pada sebelum pandemi, sebagian responden membeli makanan di warung makan atau restoran sebanyak 65,2%, dan selama pandemi 91,5% baru memasak makanannya di rumah. Pengurangan konsumsi fast food terdapat peningkatan menjadi 1-2 kali/minggu (92,2%) dan makanan dipersiapkan oleh ibu (73,8%). Responden mengalami kesulitan terlelap dalam waktu 30 menit sebanyak ≥3 kali dalam 1 minggu meningkat dari sebelum pandemi (14,2%) dan selama pandemi (26,2%). Durasi tidur responden meningkat pada jam tidur >8 jam/hari, mulanya hanya 0,7% sebelum pandemi, menjadi 15,6% selama pandemi. Kebiasaan merokok pada 4 responden masih sama seperti sebelum pandemi, bahkan 1 diantaranya meningkat. Responden cenderung melewatkan olahraga, bahkan sedikit meningkat saat pandemi (36,9% menjadi 38,3%). Gaya hidup sehat mahasiswa lebih baik dalam hal memasak makanan di rumah daripada membeli, mengurangi konsumsi fast food, dan lebih buruk pada berkurangnya frekuensi makan, melewatkan waktu makan, durasi tidur, kesulitan tidur, kebiasaan merokok, dan aktivitas fisik dibandingkan sebelum pandemi COVID-19. Anna Ichlasya Wibowo ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/41296 Sat, 31 Jul 2021 00:00:00 +0000 DAYA TERIMA DAN KANDUNGAN GIZI BISKUIT DAUN KELOR SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN SELINGAN BALITA STUNTING https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/41287 Stunting adalah salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai di Indonesia. Stunting disebabkan beberapa faktor, salah satu penyebab langsungnya adalah kurangnya asupan makan. Zat gizi yang berperan penting dalam stunting antara lain energi, protein, lemak dan zat besi. Zat gizi tersebut dapat diperoleh dari pangan lokal seperti daun kelor (Moringa oleifera). Penambahan daun kelor pada pembuatan biskuit diharapkan dapat meningkatkan kandungan gizi sehingga biskuit daun kelor dapat menjadi alternatif makanan selingan bagi balita stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan daun kelor terhadap daya terima biskuit dan kandungan gizi pada formula terbaik berdasarkan uji hedonik. Metode penelitian ini adalah eksperimental murni dengan melakukan penambahan daun kelor pada biskuit sebanyak 10 g, 15 g, dan 20 g yang kemudian dilakukan uji hedonik pada 30 panelis tidak terlatih. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan uji Kruskal Wallis, dengan uji lanjut Mann Whitney. Formula terbaik biskuit ditentukan dengan melihat nilai rata-rata daya terima tertinggi secara keseluruhan. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa biskuit yang paling disukai adalah F1, yaitu dengan jumlah penambahan daun kelor 10 g. Terdapat perbedaan yang signifikan pada penilaian warna, aroma, tekstur dan rasa (p < 0,05) yang artinya penambahan daun kelor berpengaruh terhadap daya terima biskuit. Kandungan gizi formula terbaik (F1) per porsi adalah E = 140,53 kkal, P = 5,28 g, L = 1,72 g, Fe = 1,25 mg. Disimpulkan bahwa biskuit daun kelor dapat digunakan sebagai alternatif makanan selingan balita stunting. Gias Anjar Sasmita Rustamaji, Rita Ismawati ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/41287 Sat, 31 Jul 2021 00:00:00 +0000 SILKY PUDDING SUSU KEDELAI DAN DAUN KELOR SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN SELINGAN BALITA STUNTING https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/41092 Stunting terjadi karena kurangnya asupan energi, protein, dan zat besi, serta status ekonomi yang rendah. Susu kedelai merupakan salah satu sumber protein. Daun kelor mengandung tinggi protein dan zat besi. Penggunaan susu kedelai dalam pembuatan silky pudding dengan penambahan daun kelor diharapkan mampu memenuhi kebutuhan makanan selingan balita stunting. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk daun kelor terhadap daya terima silky pudding dan kandungan gizi serta nilai ekonomi pada formula terbaik berdasarkan uji hedonik. Penelitian menggunakan metode eksperimen murni dengan penambahan bubuk daun kelor yaitu 3 g, 5 g, dan 7 g, yang kemudian diujikan pada 40 panelis tidak terlatih. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann Whitey (α=5). Formula terbaik silky pudding ditentukan dengan melihat nilai rata-rata daya terima tertinggi secara keseluruhan. Kandungan gizi yang dianalisis yaitu energi dengan metode Bonferroni; protein dengan metode Kjeldahl dan zat besi dengan spektrofotometri gelombang. Nilai ekonomi produk diperoleh dengan menghitung biaya produksi (food cost). Hasil penilaian daya terima menunjukkan bahwa silky pudding dengan penambahan bubuk daun kelor dapat diterima dengan kategori agak suka. Formula silky pudding dengan penambahan bubuk daun kelor yang paling disukai adalah silky pudding dengan penambahan 3 g bubuk daun kelor. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada penilaian warna, tekstur, rasa, dan keseluruhan (p>0,05), sedangkan pada aroma terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) yang berarti penambahan bubuk daun kelor mempengaruhi aroma tetapi tidak berpengaruh terhadap warna, tekstur, rasa, dan keseluruhan silky pudding. Formula terbaik memiliki kandungan 189,48 kkal energi, 8,88 g protein, dan 2,19 mg zat besi per porsi. Harga silky pudding formula terbaik adalah Rp 897,2/porsi. Sofi Tsuroyya Al Fatin ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/41092 Sat, 31 Jul 2021 00:00:00 +0000 KONSUMSI ENERGI, PROTEIN, AKTIVITAS FISIK, PENGETAHUAN GIZI DENGAN STATUS GIZI SISWA SDN DUKUHSARI KABUPATEN SIDOARJO https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/41342 Status gizi adalah gambaran yang berasal dari keseimbangan jumlah asupan makanan dan kebutuhan gizi. Status gizi dipengaruhi langsung oleh asupan makan sehari-hari dan penyakit menular atau infeksi. Selain itu, secara tidak langsung, aktifitas fisik dan pengetahuan gizi mempengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi energi, protein, aktivitas fisik dan pengetahuan gizi anak terhadap status gizi siswa kelas 4-6 SDN Dukuhsari II Kabupaten Sidoarjo. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan crossectional, dengan subjek anak sekolah dasar kelas 4-6 berjumlah 55 anak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner food recall 2x24 jam dengan metode wawancara, kuesioner Physical Activity Questionnaire for Children (PAQ-C), pengisian tes pengetahuan gizi dan pengukuran berat badan dan tinggi badan yang dilakukan secara langsung. Data selanjutnya dianalisis dengan korelasi rank spearman. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi energi (P=0,000, r=0,583) dan protein (P=0,000, r=0,569) dengan status gizi responden. Tidak terdapat hubungan anatara aktivitas fisik (P=0,926, r=-0,018) dan pengetahuan gizi anak (P=0,368, r=0,091) dengan status gizi anak responden Amanatuz Zuhriyah, Veni Indrawati, Veni Indrawati ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/41342 Sat, 31 Jul 2021 00:00:00 +0000 KAITAN KEBIASAAN SARAPAN DAN ASUPAN ZAT GIZI DENGAN STATUS GIZI MAHASISWA GIZI UNESA ANGKATAN 2017 https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/41388 Selama masa pandemi COVID-19, kebiasaan sarapan dan asupan gizi terutama bagi mahasiswa dapat berubah karena lebih banyak beraktivitas di rumah. Perkuliahan mahasiswa gizi Unesa angkatan 2017 fokus hanya skripsi dan magang secara online. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan kebiasaan sarapan dan asupan zat gizi dengan status gizi mahasiswa gizi Unesa angkatan 2017 selama masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional study. Penelitian dilakukan secara online melalui platform WhatsApp dan Google Form. Jumlah sampel sebanyak 27 mahasiswa. Instrumen penelitian adalah kuesioner karakteristik responden dan kuesioner food record. Hasil analisis uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan dengan status gizi (p>0,05). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan zat gizi dengan status gizi (p>0,05). Thalita Aulia Ramadhan ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/41388 Wed, 14 Jul 2021 14:59:54 +0000 POLA MAKAN, AKTIVITAS FISIK, DAN DURASI TIDUR TERHADAP STATUS GIZI MAHASISWA PROGRAM STUDI GIZI UNESA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/41499 Kebutuhan asupan zat gizi, aktivitas fisik, dan tidur yang cukup, dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan remaja, termasuk mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pola makan, aktivitas fisik, dan durasi tidur terhadap status gizi mahasiswa program studi gizi Universitas Negeri Surabaya. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian adalah mahasiswa program studi gizi Universitas Negeri Surabaya sebanyak 188 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan google form dan Whatsapp. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner identitas responden, kuesioner aktivitas fisik berstandar International Physical Activity Questionnare (IPAQ) formulir food record 3x24 jam, dan kuesioner durasi tidur. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji SpearmanRank. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan antara pola makan (energi (p-value=0.526), karbohidrat (p-value=0.913), protein (p-value=0.436), lemak (p-value=0.148)), aktivitas fisik (p-value=0.847), dan durasi tidur (p-value=0.769) terhadap status gizi. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan antara pola makan, aktifitas fisik, dan durasi tidur terhadap status gizi. Rosyidatul Mufidah, Rahayu Dewi Soeyono ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/41499 Sat, 31 Jul 2021 00:00:00 +0000 TINGKAT KESUKAAN DAN NILAI GIZI EGG ROLL DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TEMPE DAN TEPUNG DAUN KELOR https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/41503 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan tepung tempe dan tepung daun kelor terhadap uji kesukaan dan kandungan gizi (kadar kalori, kadar protein, dan zat besi ). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang diperoleh dari 6 jenis perlakuan yaitu F1 (5% : 5%) F2 (5% : 10%); F3 (10% : 5%); F4 (10% : 10%); F5 (15% : 5%); F6 (15% : 10%). Hasil uji Friedman, didapatkan hasil bahwa penambahan tepung tempe dan tepung daun kelor memberikan pengaruh pada aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa Egg roll. Hasil uji lanjut Wilcoxon (α = 0,05) menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan. Adapun untuk penilaian kesukaan dilakukan menggunakan uji hedonik yang dilakukan kepada 35 panelis anak-anak egg roll dengan perlakuan F3 (perbandingan tepung tempe : tepung daun kelor = 10% : 5%) paling disukai oleh panelis berdasarkan nilai rata-rata . Dan dengan hasil kandungan gizi dalam 100 gr yaitu kadar kalori (374,80 kkal), kadar protein (17,46 %), dan Zat besi (11,60 %). Mardiana Zardhari Mardiana Zardhari, Asrul Bahar, Asrul Bahar ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/GIZIUNESA/article/view/41503 Sat, 31 Jul 2021 00:00:00 +0000