https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JTE/issue/feed JURNAL TEKNIK ELEKTRO 2022-11-11T07:23:17+00:00 Farid Baskoro faridbaskoro@unesa.ac.id Open Journal Systems Jurnal Teknik Elektro ini merupakan jurnal online yang diterbitkan oleh Program Studi S1 Teknik Elektro UNESA. Jurnal yang terbit 3 bulan sekali yang memuat hasil-hasil penelitian di bidang Teknik Elektro https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JTE/article/view/48804 Rancang Bangun Sistem Kendali Water Level Berbasis IoT dengan Metode PID Controller 2022-10-05T08:19:23+00:00 Rizda Oktaviana rizda.18065@mhs.unesa.ac.id Puput Wanarti Rusimamto puputwanarti@unesa.ac.id Endryansyah Endryansyah endryansyah@unesa.ac.id Muhammad Syariffuddien Zuhrie zuhrie@unesa.ac.id <p>Air merupakan sumber daya alam yang sangat vital bagi kehidupan, khususnya bagi manusia. Meskipun air merupakan sumber energi terbarukan, cadangan air bersih dapat berkurang seiring dengan pertambahan waktu dan jumlah populasi. Luapan air pada tangki atas rumah, properti komersial, lembaga pemerintah atau pertanian yang dapat meningkatkan persentase pemborosan air dan energi pada pompa air yang terus menyala. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan sebuah sistem teknologi modern <em>water level control</em> yang dikendalikan menggunakan <em>PID controller</em> berbasis mikrokontroler esp 32 dengan sensor HC-SR04 sehingga menghasilkan sistem yang lebih stabil berdasarkan level air <em>setpoint</em> yang diinginkan. Apabila tangki air telah mendekati <em>setpoint</em> yang diinginkan, maka sensor akan memberikan sinyal dan mematikan pompa secara otomatis serta mengirimkan data ketinggian air pada LCD. Metode penelitian yang digunakan adalah metode perbandingan pengukuran secara telemetri dan pengukuran langsung pada tangki berkapasitas 18 liter. Parameter yang digunakan adalah Kp, Ki dan Kd yang telah ditentukan berdasarkan metode <em>trial error</em> karakteristik respon PID yaitu Kp = 30, Ki = 50 dan Kd = 20. Didapatkan pada penelitian bahwa menggunakan parameter tersebut menghasilkan respon lebih baik dengan rise time (41.3 s), settling time (7.3 s) dan time delay (23.5 s), sensor mampu mendeteksi ketinggian air minimal 3cm ketika mencapai setpoint pompa mati secara otomatis. Didapatkan error rata-rata dari pengukuran adalah 1,77%. Hasil pembacaan level air juga berhasil dimonitoring secara jarak jauh dengan aplikasi <em>blynk</em> pada <em>smartphone</em> sehingga lebih mudah dan praktis.</p> <p><strong>Kata kunci</strong> : water level, PID controller, sensor HC-SR04, Blynk.</p> 2022-07-27T05:25:20+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JTE/article/view/48829 Sistem Monitroring dan Pengukuran Pembangkit Listrik Surya dan Angin Berbasis Internet of Things (IoT) 2022-10-05T08:19:23+00:00 Ichwan Dwi Wahyu Hermanto ichwan.18028@mhs.unesa.ac.id Unit Three Kartini unitthree@unesa.ac.id Bambang Suprianto bambangsuprianto@unesa.ac.id Endryansyah Endryansyah endryansyah@unesa.ac.id <p>Seiring bertambah nya penduduk di Indonesia kebutuhan akan energi listrik terus meningkat. Hal ini sering kali berdampak pada daerah di Indonesia yang terbatas akan energi listrik. Dalam hal ini untuk mengurangi ketergantungan penggunaan energi listrik berbahan bakar fosil maka dari itu dibutuhkan pemanfaatan energi alternatif sebagai sumber energi listrik dan dapat di aplikasikan di berbagai daerah di Indonesia salah satu nya. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti membuat rancangan sistem monitoring dan pengukuran pembangkit listrik sel surya dan angin berbasis <em>Internet of Things (IoT) </em>untuk mempermudah penggunaan energi listrik dimana rancangan ini dapat mengetahui tegangan, arus dan daya dari pembangkit listrik melalui jaringan internet. Tegangan, arus dan daya yang dihasilkan pada pembangkit dideteksi oleh dua sensor, sensor tegangan DC dan sensor arus ACS712. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sebuah pemodelan pembangkit listrik <em>hybrid</em> sel surya dan angin berbasis IoT dimana data yang dihasilkan berupa tegangan, arus dan daya dari radiasi matahari dan angin yang diterima oleh panel surya serta turbin angin dapat di monitoring melalui aplikasi <em>Blynk</em>. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan perbandingan pengukuran multimeter. Pengujian alat dilaksanakan di Gedung A8 Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya. Dari pengujian alat ini didapatkan hasil tegangan hingga 18,2 Volt, arus 2074,3 mili Ampere dan daya listrik sebesar 37,75 Watt yang dihasilkan oleh panel surya dan hasil tegangan yang dihasilkan oleh turbin angin hingga 12,2 V, arus 322,23 mili Ampere dan daya listrik sebesar 3,6 W. Hasil data tersebut ditampilkan pada <em>smartphone </em>melalui aplikasi <em>Blynk.</em></p> <p><em><strong>Kata Kunci</strong>: energi listrik, energi alternatif, Internet of Things (IoT), panel surya, turbin angin</em></p> 2022-07-29T08:03:02+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JTE/article/view/48875 Peningkatan Penyerapan Panas Matahari Pada Prototipe Pembangkit Listrik Termoelektrik Generator Menggunakan Penghantar Panas Kuningan Dengan Pelapisan Warna Hitam 2022-10-05T08:19:23+00:00 Deo Dwi Cahya deooke11@gmail.com Joko Joko joko@unesa.ac.id Achmad Imam Agung achmadimam@unesa.ac.id Endryansyah Endryansyah endryansyah@unesa.ac.id <p>Energi terbarukan dibutuhkan untuk mengatasi sumber energi fosil yang semakin menipis, salah satu energi alternatif adalah energi matahari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelapisan warna hitam pada media kuningan terhadap penyerapan panas matahari sehingga penyerapan panas matahari dapat maksimal dan untuk mengetahui perbandingan daya antara termoelektrik dengan penghantar kuningan dan penghantar kuningan dengan pelapisan warna hitam. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Rangkaian yang digunakan pada termoelektrik adalah seri dengan jumlah 8 buah termoelektrik dan menggunakan beban resistor sebesar 22Ω. Hasil ketika menggunakan penghantar panas kuningan adalah daya sebesar 0,001892Watt, dan selisih suhu antara <em>heatsink</em> dengan kuningan paling tinggi sebesar 7,9ºC pada hari pertama pukul 12:00-13:00, dan pada penghantar panas kuningan berlapis warna hitam didapat hasil paling tinggi adalah daya sebesar 0,008574Watt, dan perbedaan suhu antara <em>heatsink</em> dengan kuningan paling tinggi sebesar 19,9ºC pada hari ke-3 pukul 12:00-13:00. Dapat disimpulkan bahwa pelapisan warna hitam pada penghantar panas kuningan sangat berpengaruh terhadap penyerapan panas matahari dan daya listrik lebih besar bila dibandingkan dengan penghantar panas kuningan tanpa pelapisan warna hitam. Penelitian ini sebagai referensi pilihan pembangkit listrik terbarukan yang memanfatkan energi matahari selain panel surya.</p> <p><strong>Kata kunci : </strong>energi, generator, terbarukan, termoelektrik</p> 2022-08-01T04:59:49+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JTE/article/view/48876 Prediksi Daya Listrik Jangka Sangat Pendek Pembangkit Photovoltaic Berbasis Internet of Things Menggunakan Feed Forward Neural Network 2022-10-05T08:19:23+00:00 Kukuh Eko Purwantoro kukuh.18004@mhs.unesa.ac.id Unit Three Kartini unitthree@unesa.ac.id Bambang Suprianto Suprianto bambangsuprianto@unesa.ac.id Achmad Imam Agung achmadimam@unesa.ac.id <p>Penggunaan daya listrik di kalangan masyarakat semakin meningkat seiring perkembangan teknologi pada zaman sekarang. Maka dapat dilakukan pemantauan dan prediksi daya listrik untuk mengatur ketersediaan baterai pada pembangkit <em>photovoltaic.</em> Penelitian prediksi daya listrik dilakukan dengan mengambil data dengan melakukan pengujian pemodelan <em>monitoring</em> daya listrik pembangkit <em>photovoltaic</em> berbasis IoT. Rumusan masalah berdasarkan latar belakang tersebut yaitu penggunaan daya listrik dapat dipantau dengan IoT dan diprediksi untuk jangka waktu satu jam sampai hari berikutnya serta, analisa akurasi <em>error</em> pada prediksi daya listrik yang dibandingkan dengan data pengujian untuk mendapatkan tingkat ketepatan terbaik. Bertujuan untuk pemantauan pemodelan yang dapat diakses melalui telepon pintar dan mendapatkan akurasi kesalahan terbaik pada prediksi daya listrik yang dibandingkan dengan data pengujian. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, dimulai dengan studi literatur, selanjutnya pengambilan data, dilanjutkan dengan analisis data, lalu membuat desain sistem peramalan, serta konfigurasi <em>neural network</em>, selanjutnya melakukan pembelajaran (<em>training</em>) dan pengujian (<em>testing</em>) pada <em>software </em>MATLAB. Kesalahan tertinggi prediksi sebesar 4,26% dan terendah pada sebesar 0,34 %. MSE pada<em> t</em><em>rain</em><em>gdx</em> sebesar 0.007844, Traincgb sebesar 0.043241 dan rata-rata MAPE &nbsp;pada <em>traingdx</em> sebesar 2.65% dan Pada <em>traincgb</em> sebesar 2.6%. Tingkat ketepatan prediksi daya terbaik didapat pada <em>traingdx </em>sebesar 97,45% dan terkecil sebesar 97,15% pada <em>traincgb</em> pula. Semakin banyak pola dan jenis pembelajaran (<em>train)</em> yang dilakukan semakin baik pula hasil <em>error</em> yang dihasilkan.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: daya listrik, &nbsp;<em>feedforward,</em> <em>internet of things</em>,<em> photovoltaic</em>, prediksi</p> 2022-08-01T04:42:28+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JTE/article/view/48940 Rancang Bangun Smart Tank Ikan Cupang Menggunakan Energi Terbarukan Solar Cell 2022-10-05T08:19:24+00:00 Yanuarius Kristian Wibisono yanuarius.18068@mhs.unesa.ac.id Unit Three Kartini, unitthree@unesa.ac.id Joko Joko joko@unesa.ac.id Achmad Imam Agung achmadimam@unesa.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Salah satu&nbsp;<a href="https://www.liputan6.com/on-off/read/4422142/hobi-ini-dapat-bantu-meredakan-stres?source=search">hobi</a>&nbsp;yang kini sedang naik daun adalah memelihara ikan cupang. Masalah yang sering terjadi dalam merawat ikan cupang adalah pemilik ikan malas untuk mengganti air. Penulis menciptakan alat yaitu <em>smart tank, </em>tujuan mendasar dari <em>smart tank</em> adalah mengganti air lama dengan air baru secara otomatis jadi pemilik tidak perlu membersihkan <em>aquarium</em>/<em>tank</em>, <em>tank</em> yang digunakan dedesain khusus agar kotoran ikan bisa keluar ke saluran pembuangan dan air baru dituangkan melalui saluran isi dengan menggunakan <em>solenoid valve</em> sebagai keran dan PLC sebagai sistem rangkaian.&nbsp; <em>Smart tank</em> ini merupakan alat pengembangan dari <em>smart tank</em> manual yang terdapat dipasaran dengan teknik analisis data kuantitatif penulis menggabungkan beberapa penelitian yang cara kerjanya dapat digunakan atau diadopsi pada penelitian ini. <em>Smart Tank</em> pun dirancang untuk pengaplikasian 3 susun rak dimana air diganti secara bergantian seperti sistem kerja lampu lalu lintas. Setelah dilakukan perbandingan antara pembersihan manual dengan pembersihan menggunakan <em>smart tank,</em> hasil dari penelitian ini adalah penggunaan <em>smart tank</em> mampu menghemat waktu hingga 57 Menit dengan tingkat kebersihan hingga 80%. Sebagai upaya penghematan energi listrik <em>smart tank</em> dibekali dengan sumber energi terbarukan yaitu <em>solar cell</em>. <em>Smart tank</em> ini dapat menjadi ide pembuatan alat alat lain yang berguna membantu pekerjaan dengan memanfaatkan energi terbarukan.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>Smart Tank</em> Sistem, <em>Solar Cell</em>, <em>Solenoid Valve</em></p> 2022-08-03T06:22:14+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JTE/article/view/48941 Simulasi Sistem Proteksi Motor Induksi Tiga Fasa Terhadap Gangguan Menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) Omron CP1H Berbasis Cx-Programmer 9.6 2022-10-05T08:19:24+00:00 Chandra Purianto Juwono chandra.18047@mhs.unesa.ac.id Joko Joko joko@unesa.ac.id Bambang Suprianto bambangsuprianto@unesa.ac.id Endryansyah Endryansyah endryansyah@unesa.ac.id <p>Pada era industri 5.0 perkembangan teknologi&nbsp; sangat pesat, penggunaan motor induksi tiga fasa di industri juga meningkat untuk menunjang pada industri, maka dari itu dibutuhkan sistem proteksi. Penelitian ini bertujuan membuat simulasi proteksi pada motor induksi tiga fasa menggunakan <em>Programmable Logic Controller</em> (PLC) sebagai kontrol, untuk terhindar dari gangguan-gangguan seperti suhu berlebih, arus berlebih, tegangan berlebih dan tegangan kurang yang dapat menyebabkan kerusakan pada motor induksi tiga fasa. Tujuan dari proteksi yaitu dapat meningkatkan kinerja dari motor induksi tiga fasa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen melalui simulasi&nbsp; yang menggunakan CX-Programmer sebagai pemrograman dan CX-Designer sebagai visualisasi. Teknik analisis dengan membandingkan hasil simulasi dengan perhitungan. Untuk memproteksi motor induksi tiga fasa dibutukan komponen yaitu <em>Temperature Controller</em> (TC), <em>Over Current Relay</em> (OCR) dan <em>Phase Failure Relay</em> (PFR). Batas maksimum atau minimum pada TC sebesar 50 ℃ , OCR sebesar 3,421 A dan PFR sebesar 399 V untuk tegangan maksimum, dan 342 V untuk tegangan minimum, jika melebihi atau kurang dari nilai tersebut maka komponen-komponen tersebut mengirimkan sinyal pada PLC ketika terjadi gangguan untuk mematikan motor induksi tiga fasa, hasil penelitian pada simulasi dijalankan, ketika besaran-besaran pada motor listrik melebihi dan atau kurang dari batas-batas yang ditetapkan maka motor listrik berhenti bekerja. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai referensi untuk merancang alat proteksi pada motor induksi tiga fasa.&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : PLC, CX-Programmer, CX-Designer, Motor Induksi Tiga Fasa, Proteksi</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> 2022-08-03T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JTE/article/view/48939 Antena Microstrip Triangular Array 2x1 untuk Aplikasi Wireless Fidelity (Wi-Fi) pada Frekuensi 5.4 GHz 2022-10-05T08:19:24+00:00 Harisone Gusti Arief Prahara harisone.18055@mhs.unesa.ac.id Nurhayati Nurhayati nurhayati@unesa.ac.id I Gusti Putu Asto Buditjahjanto, asto@unesa.ac.id Raden Roro Hapsari Peni Agustin hapsaripeni@unesa.ac.id <p>Antena mikrostrip identik dengan permasalahan gain kecil dan bandwith sempit. Penelitian ini mengusulkan desain Antena <em>Microstrip Array Triangular</em> 2x1 pada frekuensi 5.4 GHz yang dapat digunakan untuk aplikasi <em>Wireless Fidelity</em> (<em>Wi-Fi</em>) berdasarkan perbandingan kinerja 3 model berbeda. Antena dengan model array dipilih karena dapat mengamplifikasi gain dengan bandwidth yang lebih lebar. Pada penelitian sebelumnya, disimpulkan bahwa <em>patch</em> segitiga memiliki penekanan level side lobe yang baik dan karakteristik radiasi yang sama dan merata jika dibandingkan dengan <em>patch</em> konvensional. Pemilihan frekuensi 5.4 GHz mengacu pada standart IEEE 802.11a bahwa <em>Wi-Fi</em> bekerja pada frekuensi 5.1 GHz hingga 5.9 GHz. Pada penelitian ini disimulasikan 3 model <em>Microstrip Triangular Antenna</em> (MTA) yaitu MTA-A, MTA-B dan MTA-C.&nbsp; MTA-A adalah antena mikrostrip bentuk segitiga yang disusun <em>array</em> 2x1. Sedangkan model MTA-B dan MTA-C adalah hasil optimasi <em>groundplane</em> dan <em>patch</em> dari model MTA-A agar memiliki nilai <em>return loss, </em>VSWR dan <em>gain </em>yang diinginkan di frekuensi 5.4GHz dan <em>bandwitdh </em>yang lebar. Dari hasil simulasi dan optimasi desain MTA-A memiliki <em>return loss</em> terendah yaitu -32.099 dB. Model MTA C dapat mendekati 5.4 GHz dengan <em>return loss</em> -14.481 dB, VSWR (<em>Voltage Standing Wave Ratio</em>) 1.46 dan <em>gain </em>sebesar 2.68 dBi pada frekuensi 5.46 GHz dan memiliki <em>bandwitdh</em> sebesar 2.63 GHz.</p> <p><strong>Kata </strong><strong>K</strong><strong>unci</strong> <strong>:</strong> Desain antena, <em>Array</em>, Mikrostrip, <em>Triangular</em>, <em>Wireless Fidelity</em>, <em>Wi-Fi</em></p> 2022-08-05T01:46:36+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JTE/article/view/48943 Sistem Pengaturan Kelembaban Pada Prototype Budidaya Cacing Menggunakan Fuzzy Logic Berbasis Wemos D1 R2 2022-10-05T08:19:24+00:00 Akhmad Muchlis Musyafa' akhmad.18012@mhs.unesa.ac.id Puput Wanarti Rusimamto, puputwanarti@unesa.ac.id Endryansyah Endryansyah endryansyah@unesa.ac.id Muhammad Syariffuddien Zuhrie zuhrie@unesa.ac.id <p>Pengontrolan kelembaban tanah pada budidaya cacing tanah menjadi hal yang sangat penting bagi para pembudidaya agar tingkat produktifitas cacing tanah tinggi dan berkualitas baik. Tujuan penelitian ini adalah membuat alat yang dapat menggantikan pekerjaan secara manual menjadi secara otomatis melalui sistem pengaturan kelembaban. Sistem pengaturan kelembaban tanah ini&nbsp;berbasis IoT (Internet of Things). Metode yang digunakan untuk mengatur kelembaban adalah metode fuzzy logic, dengan pembacaan kelembaban menggunakan sensor soil moisture, dan untuk user interface dapat menggunakan aplikasi Blynk yang akan dihubungkan ke alat. Dengan adanya penelitian ini diharapkan pembudidaya cacing tanah dapat mengontrol kelembaban tanah dengan lebih efisien sehingga dapat meningkatkan perkembangan dan produktifitas cacing tanah menjadi lebih maksimal. Pembuatan alat dilakukan dengan merancang, membuat, dan menerapkan<br>komponen-komponen sistem meliputi pompa air, LCD, blynk, DS18B20, soil moisture, IC L298N, fuzzy logic dan modul I2C. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa alat dapat berfungsi dan dapat dikembangkan dengan baik.<br><strong>Kata Kunci:</strong> Kelembaban tanah, Logika fuzzy, Wemos D1 R2</p> 2022-08-09T02:58:48+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JTE/article/view/48972 Monitoring Level Air Pada Tambak Udang Dengan Sensor Ultrasonic Berbasis Internet Of Things (IoT) 2022-10-05T08:19:24+00:00 Akbar Tahir Kalbii akbar.18044@mhs.unesa.ac.id Unit Three Kartini unitthree@unesa.ac.id Nur Kholis nurkholis@unesa.ac.id Endryansyah Endryansyah endryansyah@unesa.ac.id <p>Untuk memonitoring permukaan tinggi air yaitu <em>water level control</em> dan penggunaan alternatif ini dapat menerapkan beberapa metode, tahanan geser, kawat resistansi, dan sensor ultrasonik. Penggunaan metode kawat resistansi, berikut adanya senyawa pada air bisa mengakibatkan perhitungan resistivitas yang berubah. Kekurangan kawat resistansi bisa korosi diakibatkan logam ditaruh dalam air saat proses pengukuran tinggi air dan bisa terjadi error pada hasil&nbsp; yang diakibatkan adanya dasar air yang berubah dangkal, sama dengan metode tahanan geser. Beda saat yang di gunakan adalah sensor ultrasonik, yang di peruntukan&nbsp; mengukur tinggi level air tanpa harus memasukan alat ke dalam air yang bisa mendapatkan hasil dengan metode eksperimen yang menghasilkan keakuratan dan daya tahan alat.pada eksperimen ini bertujuan juga menguji real team pada alat dan pada aplikasi monitoring otomatis dengan menggunakan <em>blynk</em>, Kerja sensor ultrasonik memanfaatkan kecepatan rambatan gelombang ultrasonik diudara yang baik di gunakan sebagai pengukur tinggi air pada tambak udang dengan menggunakan teknik sensor ultrasonic dengan perhitungan persentase error yang terjadi dengan rata-rata 0,1% dan teruji keakuratan <em>real time</em> pada alat ini. Dengan demikian pertimbangan tersebut dibuat dan di uji alat <em>automatic water level control</em> berbasis <em>Internet of Things</em> (IoT)&nbsp; menggunakan sensor ultrasonik dengan metode eksperimen memanfaatkan energi dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk energi yang cocok dipakai karena alat ini akan di tempatkan di luar ruangan yaitu di tambak udang.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Arduino IDE, Esp-32wroom-32, Internet of Things (IoT), Sensor Ultrasonik, Solar sel</p> 2022-08-08T07:45:36+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JTE/article/view/49071 Analisis Kelayakan Pemutus Tenaga Bay Trafo 2 Berdasarkan Hasil Uji Shutdown Measurement di Gardu Induk 150 KV Kenjeran Surabaya 2022-10-05T08:19:24+00:00 Dewangga Arsyi Saputra dewangga.18076@mhs.unesa.ac.id Joko Joko Joko@unesa.ac.id Achmad Imam Agung achmadimam@unesa.ac.id Subuh Isnur Haryudo subuhisnur@unesa.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemutus tenaga bay transformator 2 masih layak digunakan atau tidak. Standard besar nilai yang dihasilkan pada <em>shutdown measurement </em>sudah ditetapkan pada SKDIR 0520-2.K/DIR/2014 yaitu pada pengujian tahanan isolasi 1 KV sebesar 1 MW &nbsp;dan kebocoran arus yang diperbolehkan setiap 1 KV sebesar 1 mA, pada pengujian tahanan kontak tidak boleh melebihi 50 µΩ, dan pada pengujian keserempakan kontak nilai Δt tidak boleh melebihi 10 ms. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif. Survey dilaksanakan di Gardu Induk 150 KV Kenjeran Surabaya untuk melakukan dan mengambil data hasil <em>shutdown measurement </em>yang dilakukan pada PMT Bay transformator 2. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dengan cara membandingkan hasil dengan standart yang tertera didapatkan bahwa PMT Bay transformator 2 pada Gardu Induk 150 KV Kenjeran Surabaya masih dalam keadaan baik atau masih layak digunakan karena hasil analisis tahanan isolasi kebocoran arus 0,00007 mA - 0,0012 mA, hasil analisis tahanan kontak sebesar 32,25 µΩ – 33 µΩ, hasil analisis keserempakan kontak sebesar 0,1 ms – 2,05 ms. Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi PT. PLN (Persero) untuk mengetahui kelayakan pemutus tenaga.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Pemutus Tenaga, Gardu Induk, <em>Shutdown Measurement</em>.</p> 2022-08-10T07:51:01+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JTE/article/view/49288 Rancang Bangun Monitoring Arus Dan Tegangan Pada Plts Sistem On Grid Berbasis Internet Of Things (IoT) Menggunakan Aplikasi Telegram 2022-10-05T08:19:25+00:00 Deni Wijayanto deni.18069@mhs.unesa.ac.id Subuh Isnur Haryudo subuhisnur@unesa.ac.id Tri Wrahatnolo wrahatnolo@yahoo.co.id Nurhayati Nurhayati nurhayati@unesa.ac.id <h1>Abstrak</h1> <p>Diperlukan monitoring berbasis <em>Internet of Things</em> (IoT) agar dapat mempermudah dalam pemantauan arus<sup>1</sup>dan<sup>1</sup>tegangan<sup>1</sup>pada<sup>1</sup>Pembangkit<sup>1</sup>Listrik<sup>1</sup>Tenaga<sup>1</sup>Surya (PLTS). Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancang bangun monitoring PLTS sistem <em>On Grid</em> PLN berbasis IoT menggunakan aplikasi Telegram. Pada rangkaian ini terdapat sumber dari PLN sebagai sumber cadangan. Metode yang digunakan adalah jenis pendekatan eksperimen dengan pengumpulan data melalui pengujian arus dan tegangan secara manual menggunakan multimeter dan pengujian melalui monitoring menggunakan aplikasi Telegram. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian<sup>1</sup>tanpa beban<sup>1</sup>dan<sup>1</sup>pengujian<sup>.</sup>berbeban. Pada pengujian<sup>.</sup>tanpa<sup>1</sup>beban<sup>.</sup>diperoleh hasil data tegangan panel mendapatkan rata-rata tegangan sebesar 14,84V dan arus sebesar 0,908A. Pada pengujian berbeban dengan beban lem tembak elektrik 20W mendapatkan rata-rata tegangan sebesar 219,48V dan arus sebesar 0,08A. Hasil pembacaan arus tegangan sumber dan <em>output</em> inverter yang dibaca oleh sensor berdasarkan data Telegram dan alat ukur manual menggunakan multimeter tidak berbeda jauh. Nilai presentase rata-rata <em>error</em> antara multimeter dengan sensor arus dan tegangan didapatkan 0,14%, dan <em>Output</em> arus tegangan AC didapatkan 0,094%. Rancang bangun monitoring arus dan tegangan berbasis IoT sangat efektif karena dapat mempermudah dalam pemantauan PLTS.</p> <p><strong><em>Kata kunci:</em></strong><em> PLTS On Grid, Internet of Things, Telegram.</em></p> 2022-09-12T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JTE/article/view/49434 Perancangan Pembangkit Hybrid (Solar Cell-Thermoelectric Generator(TEG)) Berbasis Internet of Things (IoT) 2022-10-05T08:40:23+00:00 Achmad Reggal Readyansyah achmad.18013@mhs.unesa.ac.id Subuh Isnur Haryudo subuhisnur@unesa.ac.id Achmad Imam Agung achmadimam@unesa.ac.id Nur Kholis nurkholis@unesa.ac.id <p><em>Solar Cell</em> sebagai pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) diharapkan mampu mengatasi kebutuhan energi yang terus meningkat. Namun, kemampuan <em>Solar Cell</em> dalam menyerap energi dari radiasi cahaya Matahari terbatas hanya sebagian saja, sisanya berubah menjadi panas. Panas ini membuat efisiensi <em>Solar Cell </em>lama-kelamaan menjadi berkurang. Metode yang digunakan menggunakan metode eksperimen dengan pengembangan monitoring berbasis <em>Internet of Things</em> (IoT). Tujuan penelitian untuk merancang sebuah pembangkit <em>hybrid</em> antara<em> Solar Cell </em>dan<em> Thermoelectric Generator (TEG)</em> yang dimana memanfaatkan menyerapan panas sisa yang tidak dapat diserap <em>Solar Cell</em> guna meningkatkan efisiensi dalam penyerapan energi. Didapatkan hasil bahwa pembangkit <em>hybrid</em> ini dapat bekerja dengan baik karena pada pengujian data antara multimeter dan sensor saat <em>Solar Cell</em> sebelum di <em>hybrid</em> tanpa beban mendapatkan nilai tegangan sebesar 13,37 V serta Arus 0,8 A dengan tingkat error pengujian sebesar 1,65 % serta pengujian data setelah di <em>hybrid</em> dengan <em>Thermoelectric Generator (TEG)</em> tanpa beban mendapatkan tegangan sebesar 14,67 V dan arus sebesar 1,4 A dan nilai error sebesar 2,04 %. Pembangkit hybrid ini juga efisien karena pada pengujian efisiensi Solar Cell saat sebelum dan sesudah di <em>hybrid</em> dengan <em>Thermoelectric Generator (TEG)</em> terdapat perbedaan sebesar 1,7 % lebih tinggi saat di <em>hybrid</em>. Pembangkit hybrid ini dapat diaplikasikan pada pemasangan <em>Solar Cell</em> berdaya rendah di perumahan maupun pemasangan <em>Solar Cell</em> berdaya tinggi di lingkungan yang panas guna memanfaatkan kinerja alat yang mampu meningkatkan efisiensi penyerapan energi.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong><em> : </em>Energi <em>Hybrid, IoT, Solar Cell, Thermoelectric Generator (TEG)</em></p> 2022-10-05T08:40:23+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JTE/article/view/49394 Optimasi Sistem Monitoring Penghitung Produk Gula dengan Menggunakan SCADA Berbasis Distributed Control System (DCS) 2022-10-05T08:19:25+00:00 Muhammad Fahri Rizki Setiawan muhammadfahri.18026@mhs.unesa.ac.id Endryansyah Endryansyah endryansyah@unesa.ac.id Subuh Isnur Haryudo subuhisnur@unesa.ac.id Achmad Imam Agung achmadimam@unesa.ac.id <p><em>Distributed Control System</em><em> (DCS)</em> adalah sistem yang dapat mendistribusikan fungsi yang berbeda dan dapat digunakan untuk mengontrol suatu variabel proses dengan berbagai fungsi kontrol, seperti pemantauan dan optimasi dengan skala yang besar. Pada sebuah industri, penghitungan dan pencatatan produk barang yang keluar dari pengepakan&nbsp; akan disimpan ke dalam gudang merupakan proses yang sangat menyita banyak waktu serta tenaga, hal itu tentunya mempengaruhi tingkat efisiensi pada proses produksi. Pada salah satu industri gula yang dijadikan sebagai tempat penelitian, proses penghitungan dan pencatatan produk gula yang sudah di <em>packing</em> dan nantinya akan di simpan di dalam gudang saat ini masih dilakukan oleh tenaga manusia secara manual dalam pencatatannya. Dalam situasi tersebut, proses produksi akan terhambat, dan permintaan untuk proses produksi yang lebih cepat tidak akan terpenuhi. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan membahas tentang permasalahan tersebut dengan judul “Optimasi Sistem <em>Monitoring</em> Penghitung Produk Gula Dengan Menggunakan <em>SCADA</em> Berbasis <em>Distributed Control System</em><em> (</em><em>DCS)</em>”. Penelitian ini bertujuan agar dapat menigkatkan produktivitas dalam hal pencatatan dan pendataan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan dukungan <em>software ABB Compact Control Builder</em> sebagai media untuk melakukan proses simulasi. Dalam penelitian ini diperoleh hasil simulasi yang sesuai dengan apa yang diharapkan, serta sistem <em>monitoring</em> penghitungan produk gula bekerja dengan baik, mendapatkan data produksi gula paling banyak yaitu pada saat masa giling <em>Raw Sugar, </em>tanggal 23 Februari 2022, <em>Shift </em>3, yang berjumlah 6.109. Sedangkan data produksi gula paling rendah didapatkan pada tanggal 11 Oktober 2021, <em>Shift </em>2, yang berjumlah 3.897. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan mempermudah pekerjaan operator dalam melakukan pencatatan dan pendataan.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>ABB Compact Control Builder, DCS, Monitoring, SCADA</em></p> 2022-09-28T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JTE/article/view/49418 Rancang Bangun Sistem Kontrol dan Monitoring Dengan Pendeteksi Hujan Pada Instalasi Hidroponik NFT Tanpa Atap Berbasis Telegram BOT 2022-10-05T08:19:25+00:00 Andika Dwi Wibowo andika.18066@mhs.unesa.ac.id Nur Kholis nurkholis@unesa.ac.id Farid Baskoro faridbaskoro@unesa.ac.id Endryansyah Endryansyah endryansyah@unesa.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan membuat sebuah rancang bangun sistem kontrol dan memantau parameter nutrisi hidroponik serta dapat meminimalkan tercampurnya air hujan dengan air nutrisi pada instalasi hidroponik tanpa atap. Metode penelitian dilakukan mulai dengan <em>study</em> literatur dilanjutkan dengan perancangan <em>hardware</em> dan <em>software</em>, kemudian melakukan percobaan alat dan pengujian alat, yang terakhir melakukan analisis hasil dan pembahasan. Pada penelitian ini menggunakan mikrokontroler Arduino Uno dan NodeMCU ESP8266 serta menggunakan Bot API pada aplikasi Telegram sebagai sistem <em>interface</em> pengguna. Sistem dilengkapi dengan pendeteksi hujan yang dapat membuka kran output dari instalasi serta mematikan pompa utama pada hidroponik tanpa atap saat terjadi hujan. Dengan begitu air hujan yang masuk dan mengalir pada instalasi dapat terbuang dan tidak bercampur dengan air nutrisi hidroponik. Sistem mampu menjaga dan mempertahankan tingkat kadar nutrisi hidroponik dengan menambah dan mencampur air nutrisi jika air nutrsi berkurang dari bibir bak penampungan nutrisi. Sehingga dapat meningkatkan efisiensi dari penggunaan nutrisi hidroponik. Dari pengujian pada penelitian ini didapatkan hasil pembacaan pada sensor TDS memiliki nilai <em>eror</em> rata-rata sebesar 2.77 %. Pembacaan suhu air memiliki nilai <em>eror</em> rata-rata sebesar 1.50 %. Sedangkan hasil uji pembacaan pH air memiliki nilai <em>eror</em> rata-rata 1.74 %. Sistem <em>monitoring</em> berbasis Telegram Bot yang digunakan memiliki respon waktu pengiriman rata-rata tertinngi 84,5 detik dan respon waktu pengiriman tercepat 5,3 detik.</p> <p><strong>Kata kunci : </strong>Hidroponiik NFT, Sensor TDS, Sensor pH, Sensor Hujan, Telegram BOT</p> 2022-10-04T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JTE/article/view/49473 Analisis dan Efisiensi Kebutuhan Kapasitas Baterai 110 Volt DC Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 KV Wonokromo Surabaya 2022-10-11T06:17:54+00:00 Andrian Nuril Ihsan andrian.18046@mhs.unesa.ac.idandr Joko Joko joko@unesa.ac.id Bambang Suprianto bambangsuprianto@unesa.ac.id Tri Wrahatnolo triwrahatnolo@unesa.ac.id <p>Penyaluran energi listrik pada <em>Gas Insulated Switchgear</em> (GIS) memiliki dua sumber tenaga, yaitu sumber (AC) bolak balik dan (DC) searah. Salah satu sumber DC yang memiliki peran yang sangat penting adalah baterai 110 VDC. Baterai merupakan suatu sel listrik yang terdapat dua proses elektrokimia, yaitu proses <em>discharging</em> dan proses <em>charging</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengujian kapasitas dan efisiensi baterai. Standar efisiensi baterai sudah ditetapkan pada SKDIR 0520-2.K/DIR/2014 yaitu baterai yang memiliki efisiensi baterai &gt;80% dapat dikatakan sebagai baterai yang baik dan baterai yang memiliki efisiensi baterai &lt;60% dapat dikatakan sudah tidak baik (rusak). Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif. Survey dilaksanakan di GIS 150 KV Wonokromo Surabaya untuk melakukan dan mengambil data pengujian kapasitas dan pemeliharaan baterai. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dengan cara membandingkan hasil dengan standart yang tertera didapatkan bahwa baterai 110 VDC pada GIS 150 KV Wonokromo memiliki kapasitas baterai sebesar 83 Ah dan memiliki efisiensi baterai sebesar 26%, sehingga dapat disimpulkan bahwa baterai 110 VDC pada GIS 150 KV Wonokromo Surabaya sudah tidak layak digunakan karena hasil analisis efisisensi baterai 26% dibawah standar PLN yaitu 60%. Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi PT. PLN (Persero) untuk mengetahui kelayakan baterai.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> :&nbsp;Baterai 110 VDC, GIS, Pengujian Kapasitas Baterai</p> 2022-10-11T06:12:32+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JTE/article/view/49474 Analisis Arus Bocor Resistif Pada Sistem Proteksi Lightning Arrester Bay Kedinding Di Gardu Induk 150 KV Kenjeran Surabaya 2022-10-11T06:16:54+00:00 Afian Wahyu Ramadhani afian.18072@mhs.unesa.ac.id Joko Joko joko@unesa.ac.id Achmad Imam Agung achmadimam@unesa.ac.id Tri Wrahatnolo wrahatnolo@yahoo.co.id <p>Indonesia merupakan negara tropis yang kerapatan petirnya cukup tinggi, hal ini dapat membahayakan bagi peralatan penyaluran sistem tenaga di Gardu Induk. Maka dari itu Gardu Induk membutuhkan peralatan <em>lightning arrester</em>. <em>Lightning arrester </em>yang digunakan sekarang yaitu jenis ZnO. <em>Arrester </em>&nbsp;jenis ZnO dapat mengalami degradasi, hal ini dapat menimbulkan arus bocor resistif. Dengan mengukur arus bocor resistif menggunakan alat ukur <em>leakage current monitoring </em>dapat menunjukkan kondisi <em>lightning arrester. </em>Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana perhitungan arus bocor resistif dan perhitungan kondisi <em>lightning arrester</em> dengan membandingkan hasil dengan standart PLN dan bagaimana mencari galat kondisi antara perhitungan dan pengukuran. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode penelitian survei dengan pendekatan&nbsp; kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis arus bocor resistif pada Bay Kedinding di Gardu Induk 150kV Kenjeran Surabaya didapatkan perhitungan arus bocor resisitif yang dikoreksi bernilai 26 – 46 µA nilai tersebut masih dalam standart arus bocor maksimal yang ditetapkan PLN yaitu harus di bawah 150 µA, untuk hasil kondisi perhitungan didapatkan sebesar 17 – 31 % dan masih dalam standar PLN yaitu ≤ 90% sehingga ukur <em>leakage current monitoring </em>tahunan, sedangkan hasil galat kondisi antara perhitungan dan pengukuran sebesar 13%, hal ini dikarenakan adanya kesalahan pada saat menempatkan posisi field probe. Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi PT. PLN (Persero) untuk memperbaiki penempatan field probe sehingga tidak ada kesalahan nilai pada saat pengukuran arus bocor resistif <em>lightning arrester.</em></p> <p><strong>Kata Kunci :&nbsp;</strong>Arus Bocor Resistif, <em>Lightning Arrester</em>, <em>Leakage Current Monitoring</em></p> 2022-10-11T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JTE/article/view/49490 Perbandingan Penggunaan Kabel Isolasi Minyak (Paper Insulation In Oil-Filled Cable) Dengan Kabel Isolasi XLPE Terhadap Kemampuan Penyaluran Daya dan Efisiensi pada Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150kV Jawa-Bali 2022-10-14T07:47:19+00:00 Achmad Nashihuddin Akmal achmadnashihuddin.18078@mhs.unesa.ac.id Joko Joko joko@unesa.ac.id Achmad Imam Agung achmadimam@unesa.ac.id Tri Wrahatnolo wrahatnolo@yahoo.co.id <p>Kabel bawah laut adalah media untuk mentransmisikan tenaga listrik dari pusat pembangkit menuju pusat beban yang dibentangkan pada saluran dasar laut dan didesain untuk melindungi bagian dalam kabel dari air agar terciptanya penyaluran daya yang ekonomis dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan unjuk kerja jenis isolasi kabel laut three core (tiga inti) yang paling baik digunakan untuk mentransmisikan tenaga listrik mengacu pada nilai parameter listriknya. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode penelitian gabungan, studi literatur, dan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di <em>Cable Head </em>(CH) Ketapang Banyuwangi untuk melakukan pengambilan data konstruksi kabel dan spesifikasi kabel laut. Teknik analisis yang dilakukan dengan cara membandingkan hasil nilai parameter listrik yaitu; perhitungan tahanan arus bolak balik, kemampuan hantar arus (KHA), rugi daya, sisi terima kabel dan efisiensi transmisi antara kabel laut <em>three core</em> isolasi minyak dengan <em>three co</em>r<em>e</em> isolasi XLPE (<em>Cross linked polyethylene</em>). Hasil menujukan bahwa nilai parameter listrik pada kabel <em>three core</em> XLPE mempunyai nilai kemampuan hantar arus sebesar 790,77 A, daya sisi kirim sebesar 205,21 MW, daya sisi terima kabel sebesar 158,83 MW, dan efisiensi saluran transmisi sebesar 99,9951271 % yang lebih unggul dibandingkan dengan kabel <em>three core</em> isolasi minyak. Berdasarkan karakteristik &nbsp;dan nilai parameter listrik yang didapatkan bahwa kabel laut <em>three core </em>isolasi XLPE mempunyai keunggulan yang paling baik jika digunakan sebagai media penyaluran tenaga listrik pada Pulau Jawa - Bali.</p> <p><strong>Kata&nbsp; Kunci:</strong> Transmisi tenaga listrik, Isolasi Minyak, Kabel laut tiga-inti, XLPE.</p> 2022-10-14T07:45:26+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JTE/article/view/50018 Analisis Koordinasi Setting Relay Proteksi Pada Jaringan Distribusi 20 kV di PT. PLN UP3 Kediri Gardu Induk Pare 2022-11-11T07:23:17+00:00 Ganesha Ardha Ibrahmusa ganesha.18077@mhs.unesa.ac.id Joko Joko joko@unesa.ac.id Tri Wrahatnolo wrahatnolo@yahoo.co.id Achmad Imam Agung achmadimam@unesa.ac.id <p>Sistem proteksi sangat penting guna menjaga kelangsungan sistem distribusi. Selain itu, dengan adanya sistem proteksi dapat melindungi peralatan di sekitarnya, sehingga melindunginya dari gangguan yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis koordinasi <em>setting relay</em> proteksi pada penyulang Brenggolo apakah sudah benar dan tepat sesuai dengan standar IEC dan SPLN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode matematis dan simulasi dengan <em>software</em> <em>ETAP 12.6</em>. Analisis dilakukan dengan perhitungan arus hubung singkat sebagai dasar dalam menentukan <em>setting</em> relay kemudian mensimulasikan hasil perhitungan dengan <em>software</em> <em>ETAP 12.6</em> untuk mengetahui koordinasi <em>recloser, fuse</em>, <em>Overcurrent Relay</em> (OCR) dan <em>Groundfault Relay </em>(GFR) pada penyulang Brenggolo. Berdasarkan analisis ini, didapatkan hasil perhitungan <em>setting</em> OCR<em> outgoing</em> yaitu Ip = 0,825 A dan TMS = 0,44, <em>Setting </em>GFR OCR<em> outgoing</em> yaitu Ip = 0,181 A dan TMS = 0,259, <em>Setting </em>OCR<em> recloser</em> yaitu Ip = 0,07 A dan TMS = 0,18, <em>Setting </em>GFR<em> recloser</em> yaitu Ip = 0,0481 A dan TMS = 0,1. Hasil penilitian ini dapat disimpulkan bahwa koordinasi proteksi pada penyulang Brenggolo telah sesuai dengan <em>standard IEC 60255</em> dengan selisih waktu <em>recloser</em> dan OCR outgoing sebesar 0,4 detik dan tidak terdapat perpotongan kurva atau peralatan proteksi yang saling mendahului. Penelitian ini dapat digunakan sebagai PT. PLN UP3 Kediri untuk melakukan <em>resetting </em>OCR dan GFR di penyulang Brenggolo agar tetap terus terciptanya keandalan pada sistem jaringan distribusi.</p> <p><strong>Kata&nbsp; Kunci:</strong> Koordinasi Proteksi<em>, OCR outgoing, Recloser, </em>Setting Relay<em>.</em></p> 2022-11-11T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##