Bentuk Pertunjukan Teater Tradisional Sandhur Jawa Bromo Budoyo Dengan Lakon Pak Empang Ngangklang Di Desa Yungyang Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan

  • Erviana Dwi Agustya Universitas Negeri Surabaya
  • Welly Suryandoko

Abstract

ABSTRAK

Grup Sandhur Jawa Bromo Budoyo merupakan grup Sandur satu-satunya yang masih aktif hingga sekarang di Kabupaten Lamongan. Grup tersebut beralamatkan di Desa Yungyang Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan. Pada grup Sandhur Bromo Budoyo, penyajian bentuk pertunjukan  teater tradisional Sandur Lamongan selalu identik dengan peralatan jaranan yang diperagakan para pemain dalam pementasan. Dalam penelitian ini mendeskripsikan tentang bagaimana latar belakang berdirinya grup Sandhur Jawa Bromo Budoyo di Desa Yungyang dan mengkaji secara detail bentuk pertunjukan dari kesenian Teater Tradisional Sandur Lamongan oleh Grup Sandhur Jawa Bromo  Budoyo  di Desa Yungyang Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan kualitatif, menggunakan teknik pengumpulan data dengan dua pendekatan yaitu studi lapangan dan studi pustaka. Studi lapangan dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi  pada grup Sandhur Jawa Bromo Budoyo. Sedangkan studi pustaka dengan mempelajari pustaka- pustaka yang terkait dan relevan dengan data yang dibutuhkan dalam penelitian.

Hasil dari penelitian ini bahwa latar belakang grup Sandhur Jawa Bromo Budoyo mulai dari berdirinya grup Sandhur Jawa Bromo Budoyo hingga prestasi yang didapatkan oleh grup tersebut.  Selain itu membahasa tentang bentuk pertunjukan teater tradisional Sandhur Jawa Bromo Budoyo. Secara ringkas bentuk pertunjukannya diperankan oleh tujuh tokoh dengan satu germo. Diawali dengan pembagian peran, pementasan Sandur selalu diiringi dengan lagu-lagu khusus yang berhubungan dengan perannya dan lagu tersebut dilatunkan menggunakan bahasa jawa.

 

Kata Kunci : Sandhur Jawa Bromo Budoyo ,Bentuk Pertunjukan, Teater Tradisional

 

ABSTRACT

The Sandhur Jawa Bromo Budoyo Group is the only Sandur group that is still active today in Lamongan Regency. The group's address is Yungyang Village, Modo District, Lamongan Regency. In the Sandhur Bromo Budoyo group, the presentation of the traditional theatrical form of Sandur Lamongan is always identical to the jaranan equipment displayed by the players in the performance. This study describes the background of the establishment of the Sandhur Jawa Bromo Budoyo group in Yungyang Village and examines in detail the performance form of the Sandur Lamongan Traditional Theater by the Bromo Budoyo Java Sandhur Group in Yungyang Village, Modo District, Lamongan Regency.

The research method used is a qualitative approach, using data collection techniques with two approaches, namely field studies and literature studies. Field studies were conducted through observation, interviews, and documentation with the Sandhur Jawa Bromo Budoyo group. While literature study by studying related and relevant libraries with the data needed in research.

The result of this research is that the background of the Sandhur Jawa Bromo Budoyo group starts from the establishment of the Sandhur Jawa Bromo Budoyo group to the achievements of the group. In addition, it discusses the form of traditional theater performances Sandhur Jawa Bromo Budoyo. In summary, the form of the show is played by seven characters with one pimp. Beginning with the division of roles, Sandur's performances are always accompanied by special songs related to his role and the songs are sung in Javanese.

 

Keywords: Sandhur Jawa Bromo Budoyo, Performance Form, Traditional Theatre

 

Published
2021-07-30