KONTEKS UNGGAHAN STATUS DAN MEME PILKADA 2020 DI FACEBOOK YANG BERPOTENSI CYBER CRIME: ANALISIS WACANA HYMES

  • Robbi Gunawan Universitas Negeri Surabaya
  • Suhartono Suhartono Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Penelitian ini menggunakan data berupa status dan meme yang bersifat satu arah. Data diperoleh saat menuju pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 saat masa pandemi covid-19 di media sosial facebook. Media sosial tersebut digunakan penulis secara bebas untuk menyampaikan pendapat mengenai pilkada 2020. Namun, kebebasan tersebut dapat berpotensi menimbulkan kriminal cyber crime. Dikarenakan penggunaan bahasa penulis dapat bermakna merendahkan seseorang atau sekelompok orang. Penggunaan unsur wacana untuk membentuk makna yang utuh dalam status dan meme. Adanya fenomena tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan unsur latar dan suasana (setting and scene), unsur sarana (instruments), unsur hasil (ends), unsur amanat (act of sequence) dalam status dan meme di facebook menuju pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dari penelitian ini adalah status dan meme yang berisikan tulisan dan gambar-gambar mengenai calon kepala daerah, keadaan pilkada, dan pemerintahan. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik dokumentasi, teknik catat, dan teknik pustaka. Teknis analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik deskripsi dan analisis isi serta metode agih. Hasil penelitian ini berupa (1) unsur latar yang terbagi menjadi tiga, yaitu latar waktu, latar tempat, dan latar suasana; (2) unsur sarana, secara keseluruhan menggunakan media pengantar tulis dan penggunaan bahasa Indonesia, bahasa Indonesia dengan bahasa Jawa, bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia dengan bahasa Jawa dan bahasa Inggris; (3) unsur hasil yang ditemukan terbagi menjadi 5, yaitu dukungan terhadap calon kepala daerah, tidak mendukung calon kepala daerah, tidak mendukung pelaksanaan pilkada 2020, penghinaan terhadap partai politik, dan penghinaan terhadap pemerintah; dan (4) unsur amanat yang ditemukan terbagi menjadi 5, yaitu dukungan, kritik, penghinaan, pelecehan, dan permusuhan.

 

Kata Kunci: konteks wacana, status, meme, pilkada 2020

Published
2021-07-12