KOMPLEKSITAS KALIMAT PADA CERPEN KARYA ANAK DAN CERPEN KARYA REMAJA

  • Khoirotunnisa Nur Rokhmaningtyas Universitas Negeri Surabaya
  • Suhartono Suhartono Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan kompleksitas kalimat pada cerpen karya anak dan cerpen karya remaja. Kompleksitas kalimat dalam penelitian ini dilihat berdasarkan pola kalimat, kategori sintaksis, dan jumlah klausa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan berupa kalimat berproses sintaksis pada enam cerpen, dengan rincian, tiga cerpen karya anak, yaitu Dusun Bambu dan Tante Stella karya Stella Tracia Tabita Paggabean (10), Serunya Itikaf Bersama Teman-Teman karya Arva Haidar (11), Mobilnya Mogok karya Jihan Naulan Nadhifah (10), dan tiga cerpen karya remaja, Warna yang Selalu Kunanti karya Indira Anjanique (17), Manifestasi Pelangi karya Bima Saragih (17), dan Di Sudut Jalan Braga karya Vabila Magareta (16). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi dengan teknik baca dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode agih dengan teknik bagi unsur langsung (BUL). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) penggunaan pola kalimat majemuk dominan ditemukan pada cerpen karya anak maupun cerpen karya remaja daripada pola kalimat dasar. Pola kalimat majemuk yang ada pada cerpen karya anak yaitu SP-P, SP-PS, P-SPK, PKS-PO, SPO-POK, KSPK-PS, KSPO-KKSPPel, SP-PK, SP-PPel, SPO-PPel, PPel-SPO-KP, K-SPOK-P-KP, SPO-PO, SPO-POPel, KSPO-POK, SPO-PSK, KSP-KSP, SPOPel-SPOPel, dan KSP-P-PPel. Pola kalimat majemuk yang ada pada cerpen karya remaja yaitu  SP-P, KSP-P, SPO-PK, SP-SPO, PS-PSK, POPel-SPO, KSPO-POK, SPPel-KSPO, KSPPel-SPPel  KK-SKPO-SPK, PSK-PO, SPPel-PK, KSPPel-KSPO,  SP-PO, SP-POPel, SPO-PO, SPK-POK, SPK-SPO, SPOK-SP, dan SPPelKK-SPK, 2) kategori sintaksis yang memenuhi fungsi sintaksis baik pada cerpen karya anak dan cerpen karya remaja bervariatif, yaitu nomina, pronomina, verba, adjektiva, preposisi, adverbia (kata, frasa, dan klausa) yang memenuhi fungsi sintaksis, 3) penggunaan kalimat majemuk lebih dominan daripada kalimat tunggal, baik pada cerpen karya anak maupun cerpen karya remaja. Kalimat majemuk meliputi kalimat majemuk rapatan, kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, dan kalimat majemuk kompleks. Kalimat majemuk pada cerpen karya anak memiliki persentase 61,80%, sedangkan pada cerpen karya remaja memiliki persentase 65,02%.

Kata Kunci: kompleksitas kalimat, cerpen karya anak, cerpen karya remaja

Published
2021-07-12