KETIDAKSANTUNAN PRINSIP KESANTUNAN DALAM BERBAHASA PERTUNJUKAN SOTO MADHUREH

  • Yessicha Hima Silvia Universitas Negeri Surabaya
  • Diding Wahyudin Rohaedi Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Bahasa lisan maupun tulis merupakan piranti untuk berkomunikasi dalam menyampaikan sesuatu yang terlintas baik pikiran, gagasan, konsep, dan perasaan. Komunikasi dapat dikatakan baik apabila maksud dan tujuan dipahami mitra tutur untuk menjalin dan tercipta perasaan saling menghargai. Kesantunan merupakan prinsip awal untuk menjaga dan mempertahankan citra baik seseorang dalam berbahasa. Kesantunan dalam berkomunikasi diperlukan setiap kegiatan, terutama dalam komunikasi dengan orang sekalipun juga berlaku saat berdialog sebuah drama. Ketika proses berdialog berlangsung terdapat pihak antarpemain yang terlibat dalam komunikasi, yaitu penutur dan mitra tutur. Kesantunan berbahasa dalam dialog antarpemain pertunjukkan Soto Madhureh cenderung tidak santun. Hal itu disebabkan oleh penggunaan bahasa yang kurang tepat meskipun drama tersebut bergenre komedi. Kesantunan berbahasa dalam pertunjukkan Soto Madhureh menarik untuk diteliti, karena dialog antarpemain sering kali mengutarakan argument berbeda, perdebatan, dan tuturan yang tidak santun.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini disajikan dalam bentuk deskripsi data yang diperoleh melalui pengamatan peneliti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan masalah penggunaan kata-kata tentang ketidaksantunan prinsip kesantunan Leech dalam pertunjukkan Soto Madhureh. Sumber data penelitian ini adalah antarpemain dalam drama pertunjukkan Soto Madhureh. Data penelitian ini yaitu berupa kata, frasa, dan kalimat yang melanggar maksim-maksim kesantunan Leech dalam pertunjukkan Soto Madhureh. Teknik pengumpulan data penelitian ini, yaitu (1) teknik dokumentasi, (2) teknik simak, dan (3) teknik catat. Analissi data penelitian ini dimulai dengan penyeleksian data yang diduga bentuk tuturan antarpemain melanggar prinsip-prinsip kesantunan Leech. Kemudian data tersebut diklasifikasi berdasarkan tidak santun maksim-maksim kesantunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk ketidaksantunan berbahasa yang terdapat dalam pertunjukan Soto Madhureh mencakup enam maksim yaitu maksim kearifan ditemukan 3 tuturan, maksim kedermawanan ditemukan 3 tuturan, maksim pujian ditemukan 4 tuturan, maksim kerendahan hati ditemukan 2 tuturan, maksim kesepakatan ditemukan 3 tuturan, dan maksim kesimpatian ditemukan 2 tuturan.

Kata Kunci: prinsip kesantunan, pertunjukan soto madhureh, penelitian deskriptif

Published
2021-07-18