MASKULINITAS TERHADAP MODEL KEPEMIMPINAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL KETIKA KEMENANGAN MENJADI KENANGAN : PERSPEKTIF RAEWYN CONNELL
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik sosial dan relasi kuasa maskulinitas dalam gaya kepemimpinan tokoh utama, Ali, pada novel Ketika Kemenangan Menjadi Kenangan karya Zetta Saja. Landasan teoretis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori maskulinitas dari Raewyn Connell. Metode yang diterapkan adalah kualitatif dengan jenis analisis teks novel. Data dikumpulkan melalui pembacaan novel secara mendalam serta penandaan bagian-bagian penting, yang kemudian dianalisis dengan memilah data dan menarik kesimpulan. Validitas data dipastikan melalui teknik triangulasi sumber dan teori. Hasil penelitian merumuskan dua temuan utama. Pertama berkaitan dengan model kepemimpinan yang berfokus pada proses Ali dalam memimpin. Kedua, karakter Ali mencerminkan empat jenis maskulinitas berdasarkan perspektif Connell. Empat jenis tersebut meliputi maskulinitas hegemoni yang menunjukkan pengaruh Ali, maskulinitas subordinasi yang mengedepankan strategi damai guna menghindari konflik fisik, maskulinitas komplisit berupa keuntungan sosial dari status rumah tangga dan bantuan rekan, serta maskulinitas marginalisasi yang ditunjukkan melalui kepercayaan masyarakat dan rekan terhadap Ali meski berada di pengasingan. Kesimpulannya, sosok pemimpin laki-laki ideal dalam novel ini tidak dilihat dari tindakan kasar atau agresif. Sebaliknya, kepemimpinan tersebut diukur dari kecerdasan berpikir, ketenangan batin, serta kemampuan untuk melindungi
Kata Kunci: Maskulinitas, Raewyn Connell, Model Kepemimpinan, Novel.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 1











