https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/issue/feed BAPALA 2024-07-18T01:20:57+00:00 Open Journal Systems <p>Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan kebahasaan.</p> https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/61752 KRIMINALITAS DALAM NOVEL AIR MATA API KARYA PITER ABDULLAH REDJALAM (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) 2024-07-03T00:17:17+00:00 Angga Wahyu Firmansyah angga.20089@mhs.unesa.ac.id Hespi Septiana hespiseptiana@unesa.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk dan faktor penyebab kriminalitas dalam novel <em>Air Mata Api</em> Karya Piter Abdullah Redjalam menggunakan teori bentuk kriminalitas Bonger dan faktor penyebab kriminalitas dari Widodo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah novel berjudul <em>Air Mata Api</em> karya Piter Abdullah Redjalam yang diterbitkan oleh PT. RajaGrafindo tahun 2020. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa kata, frasa, kalimat, dialog dan paragraf dari novel berjudul <em>Air Mata Api</em> karya P.A. Redjalam yang menunjukkan adanya bentuk-bentuk kriminalitas sesuai teori bentuk kriminalitas Bonger dan faktor penyebab kriminalitas dari Widodo. Teknik pengumpulan data menggunakan <em>library research</em> (teknik kepustakaan). Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bentuk-bentuk dan faktor penyebab kriminalitas sebagai berikut; 1) Terdapat bentuk-bentuk dan faktor penyebab kriminalitas kejahatan ekonomi berupa pencurian, pemalakan, dan penyuapan. 2) Terdapat bentuk-bentuk dan faktor penyebab kriminalitas kejahatan kekerasan berupa pembunuhan, perkelahian, penyiksaan, dan pencemaran nama baik. 3) Terdapat bentuk-bentuk dan faktor penyebab kriminalitas kejahatan seksual berupa pemerkosaan dan pelacuran. 4) Terdapat bentuk-bentuk dan faktor penyebab kriminalitas kejahatan politik berupa premanisme politik. Kedepan bagi penulis diharapkan melakukan penelitian dalam ranah kriminalitas yang lebih baik lagi agar keilmuan tentang kriminalitas dapat terus diperbarui seiring perkembangan zaman sehingga penelitian ini dapat difungsikan sebagai referensi terhadap penelitian yang akan datang.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Kriminalitas, Kejahatan, Sosiologi Sastra</p> 2024-07-03T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/61856 PENGGUNAAN BAHAN AJAR MULTIMODAL PADA PEMBELAJARAN MENULIS PERSUASI UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Ayu Wulansari 2024-07-04T02:00:59+00:00 Ayu Wulansari ayu.20020@mhs.unesa.ac.id Syamsul Sodiq syamsulsodiq@unesa.ac.id <p>Perkembangan teknologi diiringi dengan kemajuan pendidikan yang bertransformasi menjadi pembelajaran berbasis digital. Bahan ajar multimodal berpotensi menjadi fasilitator pembelajaran berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh siswa dan pendidik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana penggunaan bahan ajar multimodal pada pembelajaran menulis persuasi dan bagaimana hasil pembelajaran menulis persuasi menggunakan bahan ajar multimodal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan model pembelajaran langsung. Sumber data berasal dari guru Bahasa Indonesia dan 35 siswa kelas VIII-6 SMPN 3 Candi. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, lembar angket, dan lembar tes produk siswa. Observasi melibatkan guru Bahasa Indonesia pada pembelajaran menulis persuasi menggunakan bahan ajar multimodal. Pemberian angket pada siswa berguna untuk mengetahui respon siswa dalam menggunakan bahan ajar multimodal pada pembelajaran menulis persuasi. Tes produk untuk memperoleh data dari 35 poster persuasi siswa kelas VIII dalam menyusun persuasi menggunakan bahan ajar multimodal. Hasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan bahan ajar multimodal pada pembelajaran menyusun persuasi “Sangat baik”. Tingkat keberhasilan didukung dengan (1) hasil observasi aktivitas guru pada proses pembelajaran memperoleh 95,31% dengan kriteria “Sangat baik”, (2) hasil respon siswa memperoleh 3,38 dengan kriteria “Memenuhi”. (3) Hasil belajar siswa berupa tes produk memperoleh nilai tertinggi 100 dan terendah 75 berdasarkan segi judul, isi, dan desain.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Bahan Ajar, Multimodal, Pembelajaran Menulis Persuasi</p> 2024-07-04T02:00:59+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/61754 TINDAK TUTUR ILOKUSI DAN PERLOKUSI DALAM PODCAST DENY SUMARGO BERJUDUL “SOMBONG DAN STAR SYNDROME?! AKU HAMPIR BATAL NIKAH SAMA JESSE CHOI” 2024-07-03T00:40:54+00:00 Arzya Pratiwi arzya.20078@mhs.unesa.ac.id Fafi Inayatillah fafiinayatillah@unesa.ac.id <p>Kesepahaman antara penutur dan petutur berdampak pada keberhasilan tersampainya maksud tuturan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan faktor penyebab tindak tutur ilokusi dan perlokusi dalam pentuturan di <em>podcast</em> Deny Sumargo Berjudul “Sombong dan <em>Star Syndrome</em>?! Aku Hampir Batal Nikah sama Jesse Choi”. Penelitian ini berpendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data berupa teks <em>podcast</em> Deny Sumargo dan Maudy Ayunda yang berjudul “Sombong dan Star Syndrome?! Aku Hampir Batal Nikah sama Jesse Choi”. Data berupa tuturan Deny Sumargo dan Maudy Ayunda yang diidentifikasi sebagai tindak tutur ilokusi dan perlokusi. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, teknik simak libat cakap, dan teknik catat. Data dianalisis dengan teknik deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat (1) bentuk tindak tutur ilokusi asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan bentuk tindak tutur perlokusi verbal nonverbal respon menerima dan menolak, (2) fungsi tindak tutur ilokusi berupa mengeluh, menyatakan, memberitahu, memerintah, memohon, menantang, memberi nasihat, menawarkan, memuji dan meminta maaf, dan fungsi tindak tutur perlokusi verbal nonverbal berupa menyatakan dan berterima kasih, (3) faktor munculnya tindak tutur ilokusi dan perlokusi dipengaruhi oleh konteks yang melatarbelakangi tuturan. Berdasarkan analisis, tindak tutur ilokusi asertif dan perlokusi verbal nonverbal dominan digunakan.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>ilokusi, perlokusi, fungsi, faktor penyebab, <em>podcast</em></p> 2024-07-03T00:40:54+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/61755 FUNGSI KOMPETITIF IMPERATIF DALAM DEBAT CALON PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA 2024 2024-07-03T00:58:09+00:00 Hayu Ning Puja hayu.20018@mhs.unesa.ac.id Fafi Inayatillah fafiinayatillah@unesa.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi tuturan imperatif dalam Debat Calon Presiden Republik Indonesia 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data berasal dari tuturan lisan yang mengandung tuturan imperatif. Sumber data yang digunakan adalah video <em>youtube</em> KPU RI debat pertama, debat ketiga, dan debat kelima. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, simak bebas libat cakap (SBLC), dan catat. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data berupa metode padan pragmatis dengan teknik pilah unsur tertentu. Teknik hubung banding menyamakan (HBS) digunakan sebagai teknik lanjutan yang menyambungkan, membandingkan, dan menyamakan data kebahasaan dengan teori sebagai objek penelitian. Adapun prosedur analisis data melalui empat tahap, yaitu pengodean data, analisis data, penyajian hasil, dan penyimpulan data. Hasil penelitian ini berupa fungsi tuturan imperatif meliputi fungsi kompetitif, fungsi menyenangkan, fungsi bekerja sama, dan fungsi bertentangan. Fungsi kompetitif mendominasi tuturan yang disampaikan oleh tiap-tiap calon presiden dalam debat. Hal tersebut terjadi karena forum Debat Calon Presiden 2024 ini bersifat formal. Dalam situasi tersebut, para calon presiden sedang menunjukkan otoritas dan kepemimpinan apabila terpilih sebagai presiden periode selanjutnya. Temuan dalam penelitian ini dapat dijadikan referensi penggunaan tuturan imperatif untuk memperoleh dukungan masyarakat dalam sebuah kompetisi politik.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>tindak tutur, tuturan imperatif, fungsi, debat calon presiden.</p> <p>&nbsp;</p> 2024-07-03T00:58:09+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/61857 PENANDA MISTIS DALAM NOVEL SEWU DINO KARYA SIMPLEMAN: KAJIAN SEMIOTIK ROLAND BARTHES 2024-07-04T02:09:16+00:00 Nessy Wulandari Nurfebrianti nessy.20028@mhs.unesa.ac.id Resdianto Permata Raharjo resdiantoraharjo@unesa.ac.id <p>Kepercayaan masyarakat terhadap dunia mistis tidak lepas kaitannya dengan mitos- mitos yang beredar di masyarakat. Beberapa kepercayaan juga diturunkan secara turun-temurun sebagai kebudayaan yang mengakar di masyarakat. Modern ini masih banyak masyarakat yang mempercayai dunia-dunia mistis khususnya pada ilmu hitam. Bagi beberapa pelaku usaha, penggunaan ilmu hitam di khususkan untuk menyingkirkan rival bisnisnya untuk memuluskan suksesnya usaha yang dibangun. Fenomena tersebut juga ditemukan dalam novel Sewu Dino karya Simpleman sehingga penulis tertarik untuk menelitinya. Tujuan penelitian ini adalah menemukan makna tersembunyi dari kejadian-kejadian mistis yang ada pada novel, dengan mendeskripsikan makna denotasi, konotasi, dan mitos pada penanda mistis yang ditemukan. Merupakan jenis penelitian kualitatif sastra dengan pendekatan semiotik model Roland Barthes yang selanjutnya dihubungkan dengan mitos-mitos yang beredar di masyarakat mengenai santet. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Sewu Dino karya Simpleman. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, pencatatan, dan pengkodean. Hasilnya, secara denotasi ditemukan bahwa santet sewu dino menggunakan alat perantara dalam prosesnya. Secara konotasi perantara yang digunakan memiliki makna filosofis sendiri yang dipercaya secara turun-temurun hingga menjadi kebudayaan dalam masyarakat. Mitos, pada prosesnya, santet sewu dino ini juga membutuhkan bantuan orang lain sebagai perantara tersampainya santet.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Denotasi, konotasi, mitos, penanda mistis, Roland Barthes.</p> 2024-07-04T02:09:16+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/61860 TINDAK TUTUR DALAM CELATHU BAHASA OSING PADA AKUN INSTAGRAM @IMAMBAIHAKI_90 (KAJIAN PRAGMATIKA: J.L. AUSTIN DAN J. R. SEARLE) 2024-07-04T02:17:09+00:00 Yuris Izza Maulana yuris.20063@mhs.unesa.ac.id Budinuryanta Yohanes budinuryanta@unesa.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan bentuk tindak tutur celathu bahasa Osing, wujud makna tutur, dan fungsi celathu bahasa Osing dalam akun Instagram @Imambaihaki_90 menggunakan teori tindak tutur oleh John L. Austin dan John R. Searle. Jenis penelitian ini adalah penelitian bahasa menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif dalam penelitian pragmatika berfokus pada tuturan atau percakapan dalam konteks tuturan. Penelitian kualitatif mempelajari tuturan dengan konteks tuturan. Sumber data yang digunakan adalah tuturan celathu penutur pemilik akun Instagram @imambaihaki_90 edisi video yang diunggah pada rentang Desember 2023—Febuari 2024 tidak mengandung endorse (promosi). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Pengumpulan data dengan teknik simak dan catat digunakan untuk menemukan dan mendeskripsikan data dengan bentuk tuturan. Hasil penelitian ini menunjukkan dua bentuk tindak tutur, makna, dan fungsi tuturan, sebagai berikut: 1) tindak tutur ilokusi dengan menunjukkan tuturan celathu dengan menyatakan tuturan sekaligus tindakan yang termasuk dalam tuturan. Seperti tindak tutur direktif, representatif, ekspresif, deklaratif, dan komisif. 2) tindak tutur lokusi dengan menunjukkan tuturan yang hanya menuturkan, tapi tidak menyertakan tindakan akibat dari tuturan atau tekstual. Jenis lokusi yaitu tipe naratif, tipe deskriptif, dan tipe informatif. 3) serta dari tindak tutur <em>celathu</em> menunjukkan fungsi marah dan nasihat, juga makna konotasi dan denotasi dalam tuturan. Kesimpulan dari penelitian yaitu tindak tutur celathu terbentuk seiring atas dasar fungsi yaitu marah dan nasihat dan makna tuturan yaitu denotasi dan konotasi.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>konteks tutur, tindak tutur, fungsi bahasa, makna bahasa</p> 2024-07-04T02:17:09+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/61861 TUTURAN EKSPRESIF DALAM KANAL YOUTUBE KIMBAB FAMILY: KAJIAN PRAGMATIK 2024-07-04T02:23:03+00:00 Rifda Rifdiana rifda.20007@mhs.unesa.ac.id Budinuryanta Yohanes budinuryanta@unesa.ac.id <p>Tuturan ekspresif menjadi salah satu fenomena kebahasaan yang sering dijumpai ketika melakukan interaksi satu sama lain karena berkaitan dengan penggunaan bahasa, khususnya pada tuturan yang dapat digunakan penutur untuk mengutarakan perasaan atau sesuatu yang sedang dirasakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk dan fungsi tuturan ekspresif yang digunakan <em>Kimbab Family </em>dengan cara mendeskripsikan tuturan ekspresif berdasarkan konteks penggunaannya<em>. </em>Jenis dan pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif karena permasalahan yang diangkat dijabarkan secara mendalam berrdasarkan acuan teori. Adapun sumber data yang digunakan berasal dari kanal YouTube <em>Kimbab Family </em>dengan difokuskan pada sepuluh video yang telah diunggah dari rentang Januari hingga Mei 2024<em>. </em>Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode dokumenter dan simak dengan teknik catat sebagai teknik lanjutan. Sedangkan, teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan pragmatis yang dilakukan dengan cara menyajikan data, mendeskripsikan secara pragmatis, menginterpretasikan, mengargumentasikan, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa temuan data pada bentuk tuturan dapat terklasifikasikan ke dalam empat bentuk sebagai berikut: (1) tuturan langsung literal; (2) tuturan langsung tidak literal; (3) tuturan tidak langsung literal; dan (4) tuturan tidak langsung tidak literal. Kemudian, temuan data pada fungsi tuturan dapat terklasifikasikan ke dalam tujuh fungsi sebagai berikut: (1) memuji; (2) berterima kasih; (3) mengeluh; (4) mengucapkan selamat; (5) simpati; (6) pengharapan; dan (7) meminta maaf.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>tuturan ekspresif, bentuk tuturan, fungsi tuturan, pragmatik</p> 2024-07-04T02:23:03+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/61865 TAKIGRAFI DALAM POSTINGAN PEMILU DI AKUN INSTAGRAM @CNNIDPOLITIK: TEORI ABREVIASI 2024-07-04T02:39:41+00:00 Aliya Rizqina Sholihah aliya.20046@mhs.unesa.ac.id Yuniseffendri Yuniseffendri yuniseffendri@unesa.ac.id <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penyingkatan kata dalam menulis komentar di kolom komentar instagram yang bertujuan untuk mempercepat penulisan. Penyingkatan tersebut dinamakan takigrafi yang merupakan turunan dari teori abreviasi. Penelitian dilakukan dengan mengobservasi kolom komentar di akun instagram @cnnidpolitik pada postingan yang membahas mengenai pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, pola, dan klasifikasi kelas kata takigrafi. Instrumen yang digunakan adalah tabel bentuk, tabel pola, dan tabel kelas kata. Sumber data penelitian adalah takigrafi yang ditemukan pada kolom komentar&nbsp; di akun @cnnidpolitik dengan rentang waktu 10-23 Januari 2024. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis domain, sedangkan uji keabsahan data menggunakan bahan referensi. Dari hasil penelitian, ditemukan takigrafi dengan bentuk singkatan, pemenggalan, dan lambang huruf. Jumlah seluruh data takigrafi yang ditemukan di kolom komentar @cnnidpolitik berjumlah 264 data. Data terbanyak terdapat pada bentuk singkatan yang berjumlah 245 data. Bentuk pemenggalan berjumlah 18 data dan lambang huruf berjumlah 1 data. Kecenderungan dalam&nbsp; data takigrafi berbentuk singkatan yang menghilangkan seluruh huruf vokal. Pola yang ditemukan dalam data takigrafi berjumlah 51 pola dengan pola terbanyak ‘kkk’ (konsonan+konsonan+konsonan). Kelas kata yang ditemukan dalam data takigrafi berjumlah 7 kelas kata dan 1 ragam cakapan. Kelas kata terbanyak terdapat pada kata tugas (partikel) dan kata benda (nomina).</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>takigrafi, abreviasi, bentuk, pola, kelas kata</p> <p>&nbsp;</p> 2024-07-04T02:39:41+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62023 FUNGSI ETIKA BERKOMUNIKASI BERBASIS PLURIKULTURAL DALAM BUKU AJAR BIPA TERBITAN KEMENDIKBUD 2024-07-06T00:40:59+00:00 Nur Khomarotul Lailiyya nur.20013@mhs.unesa.ac.id Prima Vidya Asteria primaasteria@unesa.ac.id <p>Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) mewadahi pemelajar asing untuk mempelajari Bahasa Indonesia terkait tata bahasa, struktur kalimat, dan makna Bahasa. BIPA juga memperkenalkan adat istiadat dan warisan budaya Indonesia kepada pemelajar yang berasal dari mancanegara. Perbedaan budaya asal dengan budaya Indonesia yang baru dipelajari melatarbelakangi adanya plurilingual dan plurikultural tanpa mengesampingkan budaya masing-masing. Pembelajaran plurilingual mengarah pada pembelajaran bahasa yang digunakan dalam interaksi sosial, sedangkan plurikultural mengarah pada budaya berbahasa terkait aturan, norma, dan kebiasaaan berkomunikasi Masyarakat Indonesia. Etika berkomunikasi termasuk budaya masyarakat dalam berinteraksi social yang menjadi acuan penilaian kesantunan berbahasa dalam Masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi etika berkomunikasi secara verbal terkait penggunaan diksi dalam penuturan bahasa yang sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendalaman gagasan terkait teori etika berkomunikasi. Data penelitian yakni etika berkomunikasi secara verbal dari 18 data tuturan. Sumber data penelitian yakni buku ajar BIPA “Sahabatku Indonesia” untuk Umum terbitan Kemendikbud tahun 2019 sebagai pedoman pembelajaran BIPA seluruh Indonesia. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yakni metode simak dengan teknik simak bebas cakap dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat fungsi etika berkomunikasi yakni sikap sopan santun, membangun kesan positif, menghormati orang lain, dan mempererat hubungan. Distribusi fungsi etika berkomunikasi yakni sopan santun 39%, membangun kesan positif 22%, menghormati orang 22%, dan memperkuat hubungan 17%.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>&nbsp;Etika Berkomunikasi, Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), komunikasi verbal.</p> 2024-07-06T00:40:59+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62025 INTERFERENSI BAHASA INDONESIA PADA TUTURAN LISAN BERBAHASA JAWA KOMUNITAS PEGIAT LITERASI KABUPATEN NGANJUK (KAJIAN SOSIOLINGUISTIKA) 2024-07-06T00:50:47+00:00 Mohammad Agus Miftah mohammad.20093@mhs.unesa.ac.id Budinuryanta Yohanes budinuryanta@unesa.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan menemukan serta mendeskripsikan fenomena kebahasaan berupa interferensi bahasa Indonesia yang terjadi pada tuturan lisan berbahasa Jawa di dalam sebuah kelompok tutur yakni Komunitas Pegiat Literasi Kabupaten&nbsp; Nganjuk dengan wujud fenomena berupa bentuk interferensi bahasa Indonesia, faktor penyebab interferensi bahasa Indonesia, dan fungsi interferensi bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang mengkaji kebahasaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif dalam penelitian sosiolinguistika ini berfokus pada tuturan lisan berbahasa Jawa yang terjadi di kelompok tutur tersebut. Sumber data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah ujaran berupa tuturan lisan berbahasa Jawa oleh kelompok tutur di Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk. Teknik yang digunakan adalah teknik simak, rekam, dan catat. Pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat bertujuan untuk menemukan sekaligus mendeskripsikan fenomena Interferensi Bahasa Indonesia pada Tuturan Lisan Berbahasa Jawa&nbsp; Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk dengan berfokus pada kaidah kebahasaan. Hasil dari penelitian ini menghasilkan tiga fokus pembahasan berupa bentuk interferensi bahasa Indonesia, faktor penyebab interferensi bahasa Indonesia, serta fungsi interferensi bahasa Indonesia sebagai berikut: 1) bentuk interferensi bahasa Indonesia berdasarkan klasifikasi bidang ilmu bahasa, yakni bidang leksikal, morfologi, dan sintaksis; 2) faktor penyebab interferensi bahasa Indonesia dengan klasifikasi berdasarkan kontak bahasa dan kedwibahasaan penutur, serta sistem bahasa yang berdekatan; 3) fungsi interferensi bahasa Indonesia dengan klasifikasi berdasarkan fungsi interferensi bahasa Indonesia sebagai penekanan makna, dan fungsi interferensi bahasa Indonesia sebagai ungkapan.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Interferensi, kedwibahasaan,&nbsp; bentuk interferensi, faktor interferensi, fungsi interferensi.</p> 2024-07-06T00:50:47+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62026 TINDAK TUTUR ILOKUSI TOKOH DALAM NOVEL “MAAF UNTUK PAPA” KARYA RIA RICIS: KAJIAN PRAGMATIK 2024-07-06T00:59:15+00:00 Dyah Pramono dyah.20029@mhs.unesa.ac.id Bambang Yulianto bambangyulianto@unesa.ac.id <p>Penelitian berjudul “Tindak Tutur Ilokusi Tokoh dalam Novel “Maaf untuk Papa” Karya Ria Ricis: Kajian Pragmatik” ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi, 2) mendeskripsikan fungsi dari tindak tutur ilokusi pada percakapan antartokoh maupun tuturan individu dari masing-masing tokoh dalam novel “Maaf untuk Papa” karya Ria Ricis. Metode penelitian ini menggunakan penelitian pragmatik yang bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang ditemukan adalah bentuk tindak tutur ilokusi asertif, direktif, komisif, dan ekspresif berdasarkan teori Searle, serta fungsi tindak tutur ilokusi kompetitif, menyenangkan, dan bekerja sama menurut kategori Leech dalam novel “Maaf untuk Papa” karya Ria Ricis. Sumber data yang digunakan adalah novel “Maaf untuk Papa” karya Ria Ricis, sedangkan data penelitian ini berupa tuturan tokoh maupun antartokoh dalam novel “Maaf untuk Papa” karya Ria Ricis yang mengandung bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik pilah unsur penentu (PUP). Temuan tindak tutur ilokusi asertif dengan kategori bekerja sama dalam penelitian ini berupa fungsi, 1) menyatakan, 2) menginstruksikan, 3) mengeluh, 4) mengemukakan pendapat, 5) melaporkan. Temuan tindak tutur ilokusi komisif dengan kategori menyenangkan dalam penelitian ini berupa fungsi, 1) menjanjikan, 2) menawarkan, 3) mengajak. Temuan tindak tutur ilokusi ekspresif dengan kategori menyenangkan dalam penelitian ini berupa fungsi, 1) menyapa , 2) mengucapkan Terima kasih, 3) mengucapkan selamat, 4) meminta maaf, 5) mengucapkan belasungkawa, 6) memanjatkan doa, 7) memuji. Temuan tindak tutur ilokusi direktif dengan kategori kompetitif dalam penelitian ini berupa fungsi, 1) memberi nasihat, 2) menganjurkan.</p> <p>Kata kunci : Pragmatik, Tindak Tutur, Bentuk Ilokusi, Fungsi Ilokusi</p> 2024-07-06T00:59:15+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62027 PRIA SANGUINIS DALAM NOVEL SUGAR BABY KARYA SHANTYMILAN: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA 2024-07-06T01:06:46+00:00 Rizal Kurniawan Hidayat rizal.20072@mhs.unesa.ac.id Anas Ahmadi anasahmadi@unesa.ac.id <p>Kepribadian sanguinis merupakan salah satu tipe kepribadian yang dimiliki manusia. Kepribadian ini memiliki karakter yang ideal, karena orang dengan tipe kepribadian sanguinis cenderung membawa aura positif bagi sekitar. Mereka juga sangat optimis dalam berbagai hal. Sanguinis merupakan salah satu tipe dari keempat tipe kepribadian manusia yang ditemukan oleh Hippocrates. Nadirah Y.F, dalam bukunya yang berjudul “Psikologi Kepribadian” (2020:91), mengulas pandangan dari Galenus. Ia (Galenus) berpendapat jika keempat cairan tersebut ada dalam tubuh manusia dengan proporsi tertentu. Jika terjadi dominasi pada cairan tertentu, maka hal itu akan terbawa ke dalam kepribadian dari manusia itu sendiri. Dalam novel yang berjudul <em>Sugar Baby</em> karya Shantymilan, tipe kepribadian sanguinis ada dalam para tokoh pria. Penyebab dari terbentuknya kepribadian sanguinis dalam para tokoh pria adalah pengaruh media, pengalaman sosial, dan pendidikan. Landasan utama dari penelitian ini adalah tipologi Hippocrates. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif analisis dengan Teknik analisis data kualitatif. Metode dalam menganalisis data- data penelitian adalah metode analisis konten. Hal itu dikarenakan penelitian ini mendeskripsikan temuan-temuan berupa hasil pengamatan mengenai tipe kepribadian sanguinis para tokoh pria dalam novel Sugar Baby karya Shantymilan. Hasil dari analisis tersebut berbentuk deskripsi mengenai penjelasan karakter dan tipe kepribadian sanguinis yang ada dalam para tokoh pria. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel berjudul <em>SugarBaby</em> karya Shantymilan.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Kepribadian Sanguinis, Novel, Tipologi.</p> 2024-07-06T01:06:46+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62028 ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM CERAMAH NING UMI LAILA PADA MEDIA YOUTUBE: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK 2024-07-06T01:14:15+00:00 Wahyu Handayani wahyu.20041@mhs.unesa.ac.id Mintowati Mintowati mintowati@unesa.ac.id <p>Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena pemilihan bahasa dalam ceramah Ning Umi Laila berupa alih kode dan campur kode yang dianalisis menggunakan teori Sosiolinguistik sebagai mata pisaunya. Alih kode dan campur kode terjadi antara bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Arab, dan bahasa Inggris. Adanya kompleksitas pada penggunaan bahasa Ning Umi Laila sebagai penutur multilingual tersebut menjadikan tuturan yang dihasilkan menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendekripsikan wujud alih kode pada tuturan ceramah Ning Umi Laila, 2) mendeskripsikan faktor penyebab alih kode pada tuturan ceramah Ning Umi Laila, 3) mendeskripsikan wujud campur kode pada tuturan ceramah Ning Umi Laila, 4) mendeskripsikan faktor penyebab campur kode pada tuturan ceramah Ning Umi Laila. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatatif. Sumber data penelitian ini adalah video ceramah Ning Umi Laila di Youtube. Adapun data penelitiannya berupa tuturan ceramah Ning Umi Laila yang mengandung alih kode dan campur kode. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan teknik HBB dan HBS dengan menyamakan yang sama dan membedakan yang beda. Hasil penelitian meliputi 1) Wujud alih kode internal dan eksternal, 2) faktor penyebab alih kode berupa faktor penutur, mitra tutur, perubahan situasi, dan perubahan topik, 3) wujud campur kode berupa campur kode penyisipan kata, frasa, idiom, baster, dan repetisi, serta 4) faktor penyebab campur kode meliputi faktor mitra tutur, keterbatasan padanan kata, penguasaan kode, dan penggunaan istilah populer.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>alih kode, campur kode, ceramah</em></p> 2024-07-06T01:14:15+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62089 RELEVANSI NILAI PENDIDIKAN PADA NOVEL “GERBANG DIALOG DANUR” DAN “MADDAH” KARYA RISA SARASWATI 2024-07-08T00:50:34+00:00 Maulidia Dwi Cahyani maulidia.20091@mhs.unesa.ac.id Bambang Yulianto bambangyulianto@unesa.ac.id <p>Nilai pendidikan memiliki hubungan dengan karya sastra. Pada karya sastra berupa novel terdapat nilai pendidikan yang mengandung makna kebaikan di dalamnya. Pesan yang disampaikan melalui unsur novel yaitu amanat melalui perilaku, cara berpikir dan rasa yang dimiliki oleh tokoh yang ada di dalam cerita tersebut. Tujuan penelitian ini adalah memaparkan relevansi nilai pendidikan dari novel “Gerbang Dialog Danur” dan “Maddah” dan memaparkan nilai pendidikan yang terkandung dalam kedua novel tersebut. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu novel “Gerbang Dialog Danur (2015)” dan “Maddah (2017)”. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap dengan teknik pengumpulan data berupa teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif interpretatif dengan menjabarkan informasi dari sumber data yang sudah dikumpulkan. Data yang sudah terkumpul dilakukan dengan cara memaparkan nilai pendidikan yang telah ditemukan pada novel.. Berdasarkan dari data penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai pendidikan yang ditemukan ada tiga macam yaitu nilai religius, nilai moral, dan nilai sosial. Relevansi pada novel “Gerbang Dialog Danur” dan “Maddah” karya Risa Saraswati yaitu nilai pendidikan yang ditanamkan pada novel pertama diteruskan pada novel keduanya oleh penulis. Sehingga, tokoh bernama Risa dan lima sahabatnya selalu memiliki nilai pendidikan yang sama seperti nilai religius, nilai moral, dan nilai sosial. Data yang ditemukan dalam novel “Gerbang Dialog Danur” terdapat dua puluh lima. Sedangkan pada novel “Maddah” ditemukan dua puluh enam.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Nilai Pendidikan, Relevansi, Novel “Danur” dan “Maddah” karya Risa Saraswati.</p> 2024-07-08T00:50:34+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62090 KESANTUNAN BERBAHASA CALON PRESIDEN DAN CALON WAKIL PRESIDEN DALAM DEBAT PEMILU 2024: KAJIAN PRAGMATIK LEECH 2024-07-08T01:05:24+00:00 Rahadi Siswoyo rahadi.20037@mhs.unesa.ac.id Budinuryanta Yohanes budinuryanta@unesa.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kesantunan berbahasa dalam tuturan capres dan cawapres pada debat pemilu 2024 berdasarkan prinsip kesantunan Leech. Tujuan tersebut dicapai dengan cara mendeskripsikan tuturan yang memenuhi prinsip kesantunan Leech. Penelitian ini bermetode kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatik. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari tayangan debat capres dan cawapres 2024 yang disaksikan melalui Youtube. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tuturan capres dan cawapres yang memenuhi prinsip kesantunan dan skala kesantunan Leech. Data dalam penelitian dikaji menggunakan teori padan pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan capres dan cawapres dalam debat pemilu 2024 memenuhi semua prinsip kesantunan Leech. Kesimpulan penelitian adalah prinsip kesantunan menitikberatkan kesantunan pada keuntungan dan kerugian yang dihasilkan dari suatu tuturan. Prinsip kesantunan dalam penelitian ini diwujudkan melalui tuturan-tuturan yang merepresentasikan prinsip kesantunan Leech sebagai berikut: 1) maksim kesepakatan tampak melalui tuturan kesepakatan secara eksplisit, meskipun secara kontekstual kesepakatan tersebut dapat mengandung ilokusi-ilokusi tertentu, 2) maksim pujian berkecenderungan kepada maksim rayuan yang merujuk pada pujian yang tidak tulus, 3) maksim simpati cenderung menunjukkan rasa simpati kepada hal yang kurang baik, 4) maksim kedermawanan cenderung dilakukan secara terpaksa demi menjaga situasi pertuturan, 5) Maksim kebijaksanaan cenderung diwujudkan melalui tuturan yang bermakna tidak langsung, dan 6) Maksim kerendahan hati diwujudkan melalui tuturan permohonan maaf dan tuturan yang tidak menyombongkan diri.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Kesantunan berbahasa, prinsip kesantunan, debat.</p> 2024-07-08T01:05:24+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62095 REPRESENTASI CINTA DAN PESAN RELIGIUS DALAM NOVEL HATI SUHITA KARYA KHILMA ANIS 2024-07-08T10:00:57+00:00 Fitriya Nur Kumala fitriya.20092@mhs.unesa.ac.id Heny Subandiyah henysubandiyah@unesa.ac.id <p>Novel Hati Suhita karya Khilma Anis menceritakan perjuangan cinta di kalangan pesantren. Perhatian yang diperoleh penulis untuk mengkaji kisah percintaan dalam novel <em>Hati Suhita</em> karya Khilma Anis mengenai objek cinta dan pesan religius. Sesuai dengan penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan objek cinta dengan teori Erich Fromm dan pesan religius dengan konsep Burhan Nurgiantoro. Objek cinta teori Erich Fromm ada lima jenis diantaranya, cinta persaudaraan, cinta keibuan, cinta erotis, cinta diri, dan cinta Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah novel <em>Hati Suhita</em> karya Khilma Anis. Data penelitian ini berupa kutipan dalam bentuk kalimat dan paragraf yang terdapat dalam sumber data novel yang relevan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Adapun langkah-langkah teknik pengumpulan data yang digunakan 1) membaca sumber data secara intensif dan berulang-ulang; 2) memberi kode pada data; dan 3) mengklasifikasikan dan mencatat data sesuai pengkodean; 4) menginterpretasikan data sesuai dengan teori. Teknik analisis yang digunakan ada beberapa tahapan, mengidentifikasi, mengklasifikasi, menganalisis, dan menyimpulkan hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya 1) cinta persaudaraan terdapat enam data; 2) cinta keibuan terdapat tujuh belas data; 3) cinta erotis terdapat dua puluh data; 4) cinta diri terdapat empat data; 5) cinta Tuhan terdapat sebelas data; dan 6) pesan religius terdapat sebelas data pada novel <em>Hati Suhita</em> karya Khilma Anis. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan pengetahuan dan wawasan baru bagi pembaca maupun peneliti selanjutnya.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> cinta persaudaraan, cinta keibuan, cinta erotis, cinta diri, cinta Tuhan, pesan religius.</p> <p>&nbsp;</p> 2024-07-08T02:00:26+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62096 OBJEK CINTA DAN AMANAT DALAM FILM SOBAT AMBYAR (KAJIAN PSIKOLOGI ERICH FROMM) 2024-07-08T02:12:14+00:00 David Widyanto Putra david.20096@mhs.unesa.ac.id Heny Subandiyah henysubandiyah@unesa.ac.id <p>Cinta adalah kebutuhan yang mendasar bagi manusia. Untuk memperoleh cinta, seseorang dapat melakukan segalanya bahkan jika itu merguikan diri sendiri maupun orang lain. Dalam pandangan masyarakat, cinta hanyalah sebatas ada rasa tertarik antara dua individu yang saling memiliki ketertarikan. Penelitian ini berfokus pada dua hal yaitu mendiskripsikan objek cinta dan amanat cinta yang terkandung dalam film <em>Sobat Ambyar. </em>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan objek cinta dan amanat yang terdapat dalam film <em>Sobat Ambyar </em>yang disutradarai oleh Bagus Bramanti dan Charles Gozali. Penelitian ini menggunakan teori seni mencintai yang dikemukanan oleh Erich Fromm. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan metode deskriptif. Peneliti menggunakan pendekatan psikologi sastra. Data yang terdapat dalam penelitian ini berupa foto dan dialog antar tokoh yang diperoleh dari film<em> Sobat Ambyar. </em>Hasil analisis dari penelitian ini, terdapat lima objek cinta yaitu, cinta persaudaraan, keibuan, erotis, diri, dan Tuhan. Amanat yang dapat dipetik dalam film <em>Sobat Ambyar</em> adalah, jangan sampai cinta menjadi sebuah penjara untuk diri sendiri dan menjadi batu sandungan untuk orang lain. Dengan demikian, dapat disimpulkan jika cinta tidak hanya untuk satu, tetapi sifat dari cinta itu sendiri adalah universal yaitu tidak satu tetapi semua.</p> <p><strong>Kata kunci :</strong> Objek cinta, seni mencintai, amanat</p> 2024-07-08T02:12:14+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62097 SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA POSTER TEMA “DEMOKRASI” KARYA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 9 SURABAYA 2024-07-08T02:24:22+00:00 Eva Syafira Aziza eva.20034@mhs.unesa.ac.id Mukhzamilah Mukhzamilah mukhzamilah@unesa.ac.id <p>Poster merupakan media komunikasi yang mengandung berbagai elemen, seperti frasa, klausa, dan gambar yang berpotensi memiliki makna dibaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna denotasi, makna konotasi, dan mitos atau budaya dari tanda semiotik yang muncul dalam poster tema demokrasi karya siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Surabaya. Signifikasi dilakukan dengan cara mendeskripsikan tanda (<em>sign</em>) yang muncul dalam poster menggunakan teori semiotika Roland Barthes, yaitu signifikasi denotasi dan konotasi dikorelasikan ke mitos atau budaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif. Data yang digunakan berupa tanda berbentuk frasa, klausa, simbol, dan gambar yang bersumber dari poster karya siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Surabaya. Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah <em>purposive sampling</em>, hanya 8 data bertema demokrasi yang dipilih dari 25 total keseluruhan data. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah model alir Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan delapan poster bermakna denotasi demokrasi kenegaraan, lima poster bermakna denotasi demokrasi kemasyarakatan, sembilan poster bermakna denotasi demokrasi pendidikan, tiga poster bermakna denotasi demokrasi keluarga. Makna konotasi yang muncul, yaitu isu yang berimplikasi terhadap kesejahteraan sebuah negara, isu yang berimplikasi terhadap kehidupan bermasyarakat, isu yang berimplikasi terhadap kesejahteraan pendidikan, dan isu yang berimpilikasi terhadap sistem keluarga. Mitos atau budaya yang muncul, yaitu berbagai stereotip dan tradisi yang telah menjadi sebuah konvensi di dalam masyarakat indonesia, seperti stereotip guru, kesetaraan gender, ras, politik, tradisi musyawarah, kerja bakti, dan berbagai budaya negara Indonesia.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: semiotika, Roland Barthes, poster, demokrasi</p> 2024-07-08T02:24:22+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62465 BAHASA PERSUASI PADA IKLAN KARYA SISWA KELAS VIII-B SMP MUHAMMADIYAH 2 TAMAN SIDOARJO 2024-07-11T23:51:35+00:00 Affifah Almeyda affifah.20065@mhs.unesa.ac.id Mukhzamilah Mukhzamilah mukhzamilah@unesa.ac.id <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterampilan berbahasa siswa kelas VIII-B SMP Muhammadiyah 2 Taman Sidoarjo dalam membuat iklan yang menarik dan kreatif. Bahasa yang digunakan pada iklan karya siswa tersebut memiliki keunikannya sendiri sehingga cukup berbeda dengan iklan-iklan profesional pada umumnya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan strategi persuasi, gaya bahasa persuasi, dan bentuk bahasa yang digunakan pada iklan karya siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni dokumentasi, teknik baca, dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dimulai dengan reduksi data, kemudian penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa strategi persuasi yang banyak digunakan pada iklan karya siswa kelas VIII-B adalah strategi sugesti. Selain itu, juga ditemukan penggunaan strategi rasionalisasi dan kompensasi. Gaya bahasa yang banyak digunakan pada iklan tersebut adalah gaya bahasa hiperbol. Selain itu, juga ditemukan penggunaan gaya bahasa aliterasi, asonansi, dan asindeton. Selanjutnya, bentuk bahasa yang banyak digunakan pada iklan karya siswa tersebut adalah kalimat tunggal. Dua bentuk bahasa lain yang juga digunakan berupa frasa dan kalimat majemuk setara. Temuan dari penelitian ini membuktikan bahwa siswa mampu mengaplikasikan bahasa persuasi dalam iklan dengan tingkat efektivitas dan kreatifitas yang bervariasi. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan kurikulum yang lebih responsif terhadap kebutuhan komunikasi siswa di era digital.</p> <p>Kata Kunci: bahasa persuasi, iklan, strategi</p> 2024-07-11T23:51:35+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62466 NILAI RELIGIUSITAS MORAL DALAM NOVEL YA ALLAH AKU PULANG KARYA ALFIALGHAZI (KAJIAN GLOCK DAN STARK) 2024-07-12T00:06:43+00:00 Chandra Adi Prasetiyo chandra.20022@mhs.unesa.ac.id Resdianto Permata Raharjo resdiantoraharjo@unesa.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1). Dimensi keyakinan dalam novel “Ya Allah, Aku Pulang” karya Alfialghazi, (2) Dimensi peribadatan dalam novel “Ya Allah, Aku Pulang” karya Alfialghazi, (3) Dimensi penghayatan dalam novel “Ya Allah, Aku Pulang” karya Alfialghazi, (4) Dimensi pengetahuan dalam novel “Ya Allah, Aku Pulang” karya Alfialghazi, (5) Dimensi pengalaman dalam novel “Ya Allah, Aku Pulang” karya Alfialghazi. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan metode kualitatif. Sumber data penelitian ini diperoleh melalui novel berjudul “Ya Allah, Aku Pulang” karya Alfialghazi. Data penelitian meliputi: (1). Dimensi keyakinan dalam novel “Ya Allah, Aku Pulang” karya Alfialghazi tercermin dalam sikap taat dan patuh kepada Tuhan, (2) Dimensi peribadatan dalam novel “Ya Allah, Aku Pulang” karya Alfialghazi dalam bentuk komunikasi seseorang dengan Tuhan, (3) Dimensi penghayatan dalam novel “Ya Allah, Aku Pulang” karya Alfialghazi tercermin dalam sikap pemahaman makna ajaran agama, (4) Dimensi pengetahuan dalam novel “Ya Allah, Aku Pulang” karya Alfialghazi tercermin dalam sikap pengetahuan wawasan agama, (5) Dimensi pengalaman dalam novel “Ya Allah, Aku Pulang” karya Alfialghazi tercermin dalam sikap penerapan nilai moral. Teknik keabsahan data menggunakan (1) Teknik member check (ketergantungan), (2) Teknik Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian ini ditemukan bahwa novel “Ya Allah, Aku Pulang” karya Alfialghazi banyak mengandung nilai moral kebaikan yang banyak dijumpai dalam kehidupan. Penelitian ini menggunakan teori kajian religiusitas Glock dan Stark yang mengemukakan bahwa religiusitas dibagi menjadi 5 dimensi. Peneliti membagi penelitian ini menjadi sebuah penelitian yang mencakup: (1) Dimensi keyakinan, (2) Dimensi peribadatan, (3) Dimensi penghayatan, (4) Dimensi pengetahuan, (5) Dimensi pengalaman.</p> <p>Kata Kunci: Religiusitas, Moralitas, Novel</p> 2024-07-12T00:06:43+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62467 RELASI MAKNA PADA NOVEL BULAN KARYA TERE LIYE DAN IMPLIKASINYA DALAM PENGAJARAN SASTRA 2024-07-12T00:20:14+00:00 Diah Cahyani diah.20077@mhs.unesa.ac.id Syamsul Sodiq syamsulsodiq@unesa.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk relasi makna pada novel <em>Bulan</em> karya Tere Liye yang ditelaah secara mendalam menggunakan teori John Lyons sebagai pedoman utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak bebas libat cakap. Sumber data penelitian adalah novel <em>Bulan</em> karya Tere Liye edisi cetak terbaru pada tahun 2023. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman yang menekankan tiga langkah, yakni kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pada hasil penelitian ini ditemukan sembilan sampel data bentuk homonim, sembilan sampel data bentuk polisemi, dan sepuluh sampel data bentuk redundansi. Dari ketiga jenis relasi makna yang telah diteliti secara mendalam, bentuk relasi makna dengan jenis redundansi lebih mendominasi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan jika siswa dilatih untuk menelaah bentuk relasi makna secara mendalam, pesan dalam sebuah tulisan akan lebih mudah tersampaikan karena siswa selaku pembaca mampu memahami konteks dari suatu bentuk relasi makna. Selain itu, terdapat saran metode pembelajaran yang efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran apresiasi sastra.</p> <p>Kata Kunci: relasi makna, novel fiksi, pengajaran sastra.</p> 2024-07-12T00:20:14+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62468 BENTUK KETIDAKEFEKTIFAN KALIMAT DALAM BUKU AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 7 TAHUN 2023TIM MGMP KABUPATEN MAGETAN 2024-07-12T00:34:07+00:00 Della Velia della.20053@mhs.unesa.ac.id Suhartono Suhartono suhartono@unesa.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tiga bentuk ketidakefektifan kalimat, yaitu ketidakutuhan gagasan, ketidakjelasan gagasan, dan keterpisahan unsur frasa dalam buku ajar bahasa Indonesia kelas 7 tahun 2023 karya tim MGMP Kabupaten Magetan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa kalimat-kalimat berciri tidak efektif. Data bersumber pada buku ajar bahasa Indonesia kelas 7 tahun 2023 karya tim MGMP Kabupaten Magetan yang dikumpulkan dengan teknik baca catat dan riset kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan mendeskripsikan kalimat-kalimat yang terindikasi tidak efektif berdasarkan tiga tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bentuk ketidakefektifan kalimat dalam buku ajar tersebut sebagai berikut. Pertama, ketidakutuhan gagasan ditemukan dalam 21 kalimat yang dikategorikan menjadi enam bentuk: (1) kalimat tidak selesai (menggantung); (2) tidak ada objek yang menyertai kata kerja aktif transitif; (3) kalimat tidak bersubjek; (4) kalimat tidak berpredikat; (5) kalimat tidak bersubjek dan berpredikat; serta (6) kalimat tidak memiliki klausa utama (induk kalimat). Kedua, ketidakjelasan gagasan ditemukan dalam 22 kalimat yang dikategorikan menjadi enam bentuk: (1) subjek tidak jelas; (2) predikat tidak jelas; (3) objek tidak jelas; (4) penggunaan frasa yang tidak jelas; (5) frasa bertentangan dalam kalimat; dan (6) penggabungan dua gagasan tanpa konstruksi yang baik. Ketiga, keterpisahan unsur frasa ditemukan dalam 4 kalimat yang dikategorikan menjadi tiga bentuk: (1) unsur frasa pembentuk subjek terpisah; (2) unsur frasa pembentuk predikat terpisah; dan (3) unsur frasa pembentuk keterangan terpisah. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas buku ajar bahasa Indonesia dan mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> keefektifan kalimat, ketidakutuhan gagasan, ketidakjelasan gagasan, keterpisahan unsur frasa, buku ajar bahasa Indonesia</p> 2024-07-12T00:34:07+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62469 SIKAP DAN PEMERTAHANAN BAHASA INDONESIA DI KALANGAN AKADEMISI SEKOLAH INDONESIA DAVAO FILIPINA 2024-07-12T00:45:50+00:00 Alda Setyawati alda.20021@mhs.unesa.ac.id Yermia Nugroho yermianugroho@unesa.ac.id <p>Bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam membentuk identitas kebangsaan Indonesia, berfungsi sebagai alat komunikasi yang mempersatukan keragaman suku, budaya, dan daerah. Namun, perkembangan teknologi dan globalisasi memberikan tantangan signifikan terhadap pemertahanan bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sikap dan upaya yang dilakukan untuk mempertahankan bahasa Indonesia di Sekolah Indonesia Davao (SID). Penelitian ini menggunakan metode <em>mixed methods</em> yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, melibatkan akademisi aktif yang berkewarganegaraan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap bahasa di kalangan akademisi SID tergolong baik dan positif. Mereka menggunakan bahasa Indonesia secara aktif dalam komunikasi sehari-hari, termasuk dalam percakapan <em>WhatsApp</em>, meskipun terdapat beberapa kasus campur kode dan alih kode. Akademisi di SID berhasil menciptakan ekosistem pendidikan yang memperkuat dan melestarikan penggunaan bahasa Indonesia di Filipina sebagai lingkungan multilingual. Sikap positif ini tidak hanya memperkaya pengalaman akademis siswa tetapi juga memperkokoh rasa kebangsaan dan kebudayaan mereka. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya peran bahasa Indonesia sebagai bagian integral dari identitas nasional dan menunjukkan bagaimana bahasa tersebut dapat dipertahankan dan dikembangkan dalam konteks pendidikan Internasional.&nbsp;&nbsp; &nbsp;</p> <p>Kata Kunci: Bahasa Indonesia, Pemertahanan, Sikap</p> 2024-07-12T00:45:50+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62634 PERIFRASA DALAM BERITA BERTEMA PEMILU PADA MEDIA ONLINE CNNINDONESIA.COM 2024-07-15T09:15:12+00:00 Ovilia Ardiyah ovilia.20040@mhs.unesa.ac.id Yuniseffendri Yuniseffendri yuniseffendri@unesa.ac.id <p>Dalam berbahasa, manusia dapat menggunakan berbagai gaya atau teknik untuk menyampaikan sesuatu, seperti perifrasa. Perifrasa merupakan ungkapan panjang pengganti ungkapan pendek. Bahasa atau ungkapan panjang biasanya dipertimbangkan dalam penggunaanya. Namun, untuk alasan tertentu ungkapan panjang justru dibutuhkan, seperti memperindah bahasa ataupun memperhalus bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk secara morfosintaksis, jenis, dan fungsi perifrasa dalam berita bertema pemilu pada media <em>online</em> CNNIndonesia.com. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Sumber data penelitian yaitu berita bertema pemilu pada media <em>online</em> CNNIndonesia.com edisi Januari 2024. Data yang digunakan berupa kutipan teks berbentuk frasa, klausa, atau kalimat yang memunculkan masalah penelitian. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik dokumentasi dan catat. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam berita bertema pemilu pada media <em>onine</em> CNNIndonesia.com terdapat 67 data perifrasa yang dianalisis sesuai bentuk, jenis, dan fungsinya. Bentuk perifrasa yang ditemukan yaitu perifrasa berbentuk frasa (61) dan perifrasa berbentuk klausa (6). Sementara itu, perifrasa berbentuk kalimat tidak ditemukan. Perifrasa berbentuk frasa dan klausa tersebut berupa nomina, adjektiva, dan verba. Dalam penelitian ini, jenis perifrasa yang ditemukan yaitu perifrasa logis (53), perifrasa figuratif (7), dan perifrasa eufemistik (7). Jenis perifrasa yang paling banyak ditemukan yaitu perifrasa logis. Dalam penelitian ini, fungsi perifrasa yang ditemukan yaitu memperhalus bahasa (7), memperindah bahasa (9), menerjemahkan secara literal (12), dan menunjukkan karateristik sesuatu (39). Fungsi perifrasa mempelajari bahasa baru khususnya bagi penderita afasia tidak ditemukan. Fungsi perifrasa yang paling banyak digunakan yaitu fungsi menunjukkan karakteristik sesuatu sedangkan fungsi yang paling sedikit digunakan yaitu fungsi memperhalus bahasa.</p> <p>Kata Kunci: Perifrasa, Berita, Morfosintaksis.</p> <p>&nbsp;</p> 2024-07-15T09:15:12+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62638 BENTUK ABREVIASI PADA BAHASA GAUL GEN Z DALAM AKUN X @TANYARLFES (KAJIAN MORFOLOGI) 2024-07-15T09:27:27+00:00 Sabrina Isnaini Putri sabrina.20052@mhs.unesa.ac.id Yermia Nugroho yermianugroho@unesa.ac.id <p>Generasi Z merupakan salah satu generasi yang tumbuh bersama dengan perkembangan teknologi media sosial. Saat ini penggunaan media sosial telah menjadi bagian penting dalam kegiatan sehari-hari masyarakat Indonesia. Dengan rentan umur yang masih terbilang remaja dan dewasa generasi Z sering menggunakan atau bahkan menghasilkan bahasa gaul baru. Fenomena ini memberikan pengaruh signifikan terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang mulai tergantikan oleh bahasa gaul khususnya yang mengalami pemendekan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis abreviasi pada bahasa gaul generasi Z dalam akun X menggunakan kajian morfologi. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan deskriptif dengan mengumpulkan dan menganalisis contoh-contoh penggunaan pemendekan atau abreviasi dalam akun media sosial X @Tanyarlfes. Sampel data yang digunakan berasal dari cuitan anonim pada akun X @Tanyarlfes dalam kurun waktu 2023-2024. Hasil dari penelitian ini, terdapat 66 kata bahasa gaul yang terbagi menjadi 3 bentuk abreviasi yaitu singkatan, akronim dan penggalan. Akronim memiliki 20 kata dan terbagi menjadi 10 jenis, 37 kata singkatan dan 9 kata penggalan. Hal tersebut menunjukkan bahwa akun X @Tanyarlfes berpengaruh terhadap penggunaan pemendekan kata atau abreviasi dalam bahasa gaul. Penggunaan abreviasi dalam bahasa gaul sering terjadi dikarenakan keterbatasan karakter atau ruang dalam platform X, keinginan untuk menyampaikan pesan dengan cepat, serta adopsi gaya bahasa informal yang popular di media sosial.</p> <p>Kata Kunci: Gen Z, Bahasa gaul, Abreviasi</p> 2024-07-15T09:27:27+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62639 ANALISIS BILINGUALISME ARTIS PAPAN ATAS DALAM PODCAST “KULIAH KE LUAR NEGERI ITU PERLU GAK SIH?” : KAJIAN SOSIOLINGUISTIK 2024-07-15T09:39:37+00:00 Almadatya Marinda almadatya.17020074077@mhs.unesa.ac.id Yuniseffendri Yuniseffendri yuniseffendri@unesa.ac.id <p>Penelitian ini mengkaji tentang sosiolinguistik bagian bilingulaisme yang terjadi pada tindak tutur artis papan atas dalam podcast “Kuliah Ke Luar Negeri Itu Perlu Gak Sih?. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik Simak catat. Penelitian ini digunakan untuk mengkaji jenis-jenis bilingualisme menurut Weinrich dan topik bilingualisme dalam tuturan artis papan atas yakni Cinta Laura dan Maudya Ayunda melalui akun Youtube Puella Id yang diunggah pada 02 Juli 2023 sebagai sumber data. Jenis-jenis bilingualisme ada tiga yakni bilingualism majemuk, bilingualism koordinatif, dan bilingualism subordinative. Hasil penelitian dalam podcast “Kuliah Ke Luar Negeri Itu Perlu Gak Sih? Menunjukkan adanya bilingualism majemuk sebanyak 3, bilingualism koordinatif sebanyak 8, dan bilingualism subordinative sebanyak 5. Sedangkan topik bilingualism pada podcast “Kuliah Ke Luar Negeri Itu Perlu Gak Sih? Terdapat 3, yakni topik keluarga, topik Pendidikan, dan topik pernikahan.&nbsp; &nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Sosiolinguistik, Bilingualisme, Podcast, Weinrich</p> 2024-07-15T09:39:37+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62700 TOPONIMI NAMA KABUPATEN DAN KOTA DI JAWA TIMUR 2024-07-16T05:55:15+00:00 Ani Widianti ani.20042@mhs.unesa.ac.id Yuniseffendri Yuniseffendri yuniseffendri@unesa.ac.id <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penamaan wilayah yang beragam tentunya memiliki asal-usul yang berbeda. Kajian tentang nama suatu tempat atau lokasi sangatlah penting, oleh karena itu ada ilmu yang menyelidiki yaitu toponimi. Toponimi adalah ilmu linguistik yang menyelidiki asal-usul penamaan khususnya pada nama tempat atau sebuah wilayah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan toponimi 29 nama kabupaten dan 9 nama kota di Jawa Timur berdasarkan bentuk leksikal&nbsp; dan aspek toponimi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dari website resmi pemerintah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jawa Timur. Data dianalisis menggunakan teknik padan intralingual yaitu dengan cara analisis menghubung-bandingkan antar unsur pembentukan kata untuk mengetahui bentuk leksikal menggunakan teori Kridalaksana dan aspek toponimi yang melatarbelakangi penamaan menggunakan teori Sudaryat. Hasil dari penelitian ini ditemukan enam bentuk leksikal, yaitu bentuk derivasi zero, bentuk afiksasi, bentuk reduplikasi, bentuk pemendekan, bentuk derivasi balik, dan bentuk perpaduan. Sedangkan dalam hal aspek toponimi, nama-nama kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur mempunyai latar belakang penamaan berdasarkan 1) aspek wujud air, wujud rupa bumi dan wujud lingkungan alam; 2) aspek kemasyarakatan berupa harapan masyarakat, kegiatan masyarakat, dan perjuangan tokoh masyarakat; dan 3) aspek kebudayaan berupa cerita rakyat, yaitu legenda tempat dan mitos.</p> <p>Kata Kunci: toponimi, bentuk, leksikal, kabupaten/kota.</p> 2024-07-16T05:55:15+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62702 PERJUANGAN HAK ASASI MANUSIA DALAM NOVEL MENUNDA KEKALAHAN KARYA TODUNG MULYA LUBIS (KAJIAN INTERAKSI SIMBOLIK GEORGE HERBERT MEAD) 2024-07-16T06:09:12+00:00 Navira Andani navira.20075@mhs.unesa.ac.id Titik Indarti titikindarti@unesa.ac.id <p>Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan perjuangan hak asasi manusia dalam bentuk interaksi simbolik pada konsep <em>self</em>, <em>mind</em>, dan <em>society</em> pada novel <em>Menunda Kekalahan</em> karya Todung Mulya Lubis. Sumber data penelitian ini adalah data tertulis dari sebuah novel berjudul <em>Menunda Kekalahan</em> karya Todung Mulya Lubis yang dikaji menggunakan pendekatan objektif dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Datanya berupa kata, uraian kalimat, paragraf, dan kutipan dalam novel <em>Menunda Kekalahan</em>. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca, simak, dan catat (BSC) serta teknik analisis datanya menggunakan analisis deskriptif. Teori interaksi simbolik George Herbert Mead digunakan sebagai dasar analisis data dalam penelitian ini. Rumusan masalah penelitian ini berfokus pada perjuangan hak asasi manusia dalam teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead yang meliputi <em>mind</em>, <em>self</em>, dan <em>society</em>.&nbsp; Hasil penelitian ini menunjukkan interaksi simbolik memiliki tiga konsep inti yaitu perjuangan hak asasi manusia konsep <em>mind</em> ditemukan empat prinsip yaitu gestur, simbol, makna, dan tindakan. Perjuangan hak asasi manusia konsep <em>self</em> dalam interaksi tokoh pada novel tersebut mencakup tahap penemuan jati diri dan tahap diri.&nbsp; Dan perjuangan hak asasi manusia konsep <em>society</em> dalam interaksi pada novel tersebut ditemukan empat prinsip masyarakat, munculnya sifat simpati tokoh, konflik, dan pengalaman pribadi tokoh.</p> <p>Kata Kunci: interaksi simbolik, novel, <em>mind</em>, <em>self</em>, <em>society</em>.</p> 2024-07-16T06:09:11+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62804 PENGGUNAAN NOA DALAM DEBAT CAPRES DAN CAWAPRES 2024 2024-07-18T00:39:57+00:00 Velinda Laily Amalia velinda.20049@mhs.unesa.ac.id Yuniseffendri Yuniseffendri yuniseffendri@unesa.ac.id <p>Debat Capres dan Cawapres 2024 saat ini sedang menjadi perbincangan masyarakat. Melalui debat tersebut masyarakat berharap dapat menentukan pilihan pada Pemilu 2024. Sikap, sifat, ucapan, dan semua pergerakan peserta debat selalu diperhatikan. Menjaga perilaku saat berbicara dan bertindak merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan saat melakukan debat di depan umum agar tidak keliru mengucapkan perkataan yang kasar, ambigu, hina, dan tabu. Kata tabu dapat diganti dengan noa untuk memperhalus kata. Dalam kasus seperti ini, peneliti menganalisis penggunaan noa dalam debat capres dan cawapres 2024 dengan menggunakan kajian semantik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk dan makna, jenis, dan fungsi noa dalam debat capres dan cawapres 2024. Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif, dengan menyajikan data berupa kalimat yang dianalisis sesuai dengan bentuk dan makna, jenis, dan fungsinya. Sumber data penelitian diambil melalui kanal youtube KPU RI. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan metode padan ekstralingual dengan teknik hubung banding membedakan (HBB). Hasil dalam penelitian ini berupa analisis deskriptif&nbsp; dari 53 data yang telah ditemukan. Data yang diperoleh dengan rincian (1) tiga bentuk noa yang ditemukan pada data yaitu kata, frasa, dan klausa; dua makna noa yang ditemukan pada data yaitu konotatif dan denotatif; (2) empat jenis noa yang ditemukan pada data yaitu seksualitas, kematian, fungsi tubuh, dan politik; (3) lima fungsi penggunaan noa yang ditemukan pada data yaitu fungsi instrumental, regulasi, representasi, heuristik, dan personal.Times New Roman (TMR) ukuran 10.</p> <p>Kata Kunci: noa, kata tabu, eufemisme, semantik, debat.</p> <p>&nbsp;</p> 2024-07-18T00:39:57+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62808 MISTISIME JAWA DALAM NOVEL WARISAN TUMBAL TERAKHIR KARYA KALONG DAN FAQIH (KAJIAN MISTISISME JAWA NIELS MULDER) 2024-07-18T00:56:29+00:00 Moh. Irga Adiswara moh.2005@mhs.unesa.ac.id Hespi Septiana hespiseptiana@unesa.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan motif, praktik, dan eksistensi mistisisme jawa dalam novel <em>Warisan Tumbal Terakhir</em> karya Kalong dan Faqih berdasarkan teori mistisisme jawa Niels Mulder. Penelitian ini tergolong penelitian antropologi sastra yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan data berupa kalimat, dan paragraf yang relevan dalam novel yang dikaji. Sumber data dari penelitian ini didapatkan pada novel <em>Warisan Tumbal Terakhir</em> karya Kalong dan Faqih. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca, catat, dan klasifikasi data melalui pengodean. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat hasil yang didapatkan, yaitu (1) motif mistisisme yang didasarkan pada motif positif yang dilatarbelakangi oleh tujuan baik berupa untuk melindungi atau membantu seseorang dan motif egoistis ditunjukkan melalui tujuan tokoh dalam melakukan ritual mistis dan adanya hasrat buruk dalam tokoh yang melatarbelakangi pelaksanaan ritual mistis, (2) praktik mistisisme yang ditunjukkan melalui kepercayaan dan praktik yang dilakukan oleh tokoh berdasarkan empat tingkatan <em>sarengat, tarekat, hakekat, </em>dan<em> makripat,</em> (3) Eksistensi mistisisme berupa eksistensi spiritual yang ditunjukkan melalui pengalaman mistis yang dialami oleh tokoh, eksistensi moral yang ditunjukkan dengan adanya etika terhadap sosok leluhur, dan eksistensi material yang ditunjukkan dengan adanya kepercayaan terhadap benda atau tempat magis.</p> <p>Kata Kunci: motif, praktik, eksistensi, mistisisme Jawa.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;&nbsp;</p> 2024-07-18T00:56:29+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/62811 SIKAP BAHASA MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA TERHADAP BAHASA INDONESIA 2024-07-18T01:20:57+00:00 Fitriyah Fitriyah fitriyah.20043@mhs.unesa.ac.id Trinil Dwi Turistiani trinilturistiani@unesa.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap bahasa mahasiswa Universitas Negeri Surabaya terhadap bahasa Indonesia yang berfokus pada, (1) Bagaimana sikap kebanggaan bahasa mahasiswa Universitas Negeri Surabaya terhadap bahasa Indonesia, dan (2) Bagaimana sikap kesadaran norma bahasa mahasiswa Universitas Negeri Surabaya terhadap bahasa Indonesia. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kombinasi dengan perpaduan antara metode penelitian kuantitatif dan kualitatif yang merujuk pada model <em>sequential explanatory</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Negeri Surabaya dengan jumlah sampel sebanyak 336. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui observasi awal, angket, dan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini memuat tiga langkah, yaitu (1) Membuat tabel klasifikasi data, (2) Menjabarkan hasil penelitian, dan (3) Menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah sikap kebanggaan bahasa yang dimiliki oleh mahasiswa termasuk ke dalam kategori positif dengan persentase 51%, dan hasil dari sikap kesadaran norma bahasa yang dimiliki oleh mahasiswa termasuk ke dalam kategori positif dengan persentase 37%.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>Sikap Bahasa, Kesetiaan, Kebanggaan, Kesadaran</p> 2024-07-18T01:20:57+00:00 ##submission.copyrightStatement##