BARADHA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha <p>Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa - Fakultas Bahasa dan Seni UNESA,</p> <p><span style="font-size: 10px;">Jurnal Online yang menyajikan artikel-artikel dan penelitian yang dilakukan dosen dan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FBS UNESA tentang bahasa, sastra, dan budaya Jawa, baik ditulis dengan bahasa Indonesia maupun bahasa Jawa. </span></p> <p><span style="font-size: 10px;">Penanggung Jawab : Ketua Jurusan - Dr. Surana, SS, M.Hum</span></p> <p><span style="font-size: 10px;">Redaktur : Sekretaris Jurusan - Latif NUr Hasan, S.Pd., M.Pd. </span></p> <p><span style="font-size: 10px;">Penyunting :</span></p> <p><span style="font-size: 10px;"> Yunita Ernawati, S.Pd., M.A.&nbsp;</span></p> <p><span style="font-size: 10px;">Respati Retno Utami, S.Pd., M.Pd.</span></p> <p><span style="font-size: 10px;">Danang Wijoyanto, S.Pd., M.Pd.</span></p> <p>&nbsp;</p> UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA en-US BARADHA 2252-5777 Perilaku Gosip Sebagai Respon Interaksi Sosial Dalam Film Pendek “Tilik” https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/view/41348 <p><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Abstrak</span></span></strong></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Perilaku gosip merupakan salah satu bentuk interaksi sosial di masyarakat terutama perempuan di daerah pedesaan. </span><span style="vertical-align: inherit;">Hal ini membuktikan bahwa pola interaksi masyarakat di pedesaan lebih erat dibandingkan dengan perkotaan. </span><span style="vertical-align: inherit;">Perilaku gosip yang dilakukan oleh beberapa kelompok menunjukkan beberapa proses. </span><span style="vertical-align: inherit;">Proses yang dialami oleh penggosip dapat dikaji menggungakan Teori Belajar Sosial Albert Bandura atau yang lebih dikenal dengan </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Social </span></span></em> <em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Learning Theory</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> . </span><span style="vertical-align: inherit;">Dengan menggunakan teori ini, semua perilaku menggosip yang dilakukan oleh tokoh ibu-ibu dalam film pendek </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Tilik</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">ditinjau berdasarkan bagaimana tokoh-tokoh, mengingat perilaku, mengulang informasi serta mendapat motivasi atas gosip yang dilakukan. </span><span style="vertical-align: inherit;">Berdasarkan analisis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dalam menggosip, seseorang atau kelompok yang menggosip melampaui serangkain proses yang sama dengan seorang pengamat pada proses pembelajaran. </span><span style="vertical-align: inherit;">Orang yang menggosip perlu memperhatikan objek gosipnya, mengingat informasi objek gosipnya, mengulang informasi yang didapatnya, serta mendapat motivasi atas perilaku gosip yang mencari.</span></span></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Kata kunci: Gosip, Interaksi Sosial, Film Pendek “Tilik”, Teori Belajar Albert Bandura</span></span></em></strong></p> Suci Diah Ningrum Darni Darni ##submission.copyrightStatement## 2021-07-14 2021-07-14 20 4 Variasi Bahasa dalam Konten YouTube Gokil Abis Bajindul Vlog "Tuku Wedang Kentir Malah Dijak Padu" (Kajian Sosioliguistik) https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/view/41431 <p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Abstrak</p> <p>Bahasa merupakan bagain dari kemampuan paling dasar yang dimiliki oleh setiap manusia. Dimana bahasa merupakan alat komunikasi paling efektif yang digunakan untuk mengungkapkan ide, gagasan, maksud, dan tujuan. Dalam penelitian ini, peneliti tertarik untuk meneliti terkait penggunaan bahasa yang terdapat dalam video YouTube Gokil Abis Bajindul Vlog. Dari beberapa video yang ada, peneliti tertarik pada salah satu video yang berjudul “Tuku Wedang Kenthir Malah Dijak Padu”. Dalam video tersebut penggunaan bahasanya sangat bervariasi, ada bahasa.indonesia, bahasa inggris, bahasa arab, dan yang paling dominan yaitu penggunaan bahasa jawa. Selain variasi bahasa, peneliti juga akan membahas secara mnyeluruh terkait peristiwa kebahasaan seperti alih kode, campur kode, dan dialek. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data diambil dari video YouTube Gokil Abis Bajindul Vlog dengan judul “Tuku Wedang Kenthir Malah Dijak Padu”. Untuk teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat, yang kemudian dilanjutkan pada tahap pengolahan data. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 4 jenis variasi bahasa, 3 jenis alih kode intern, 4 jenis alih kode ekstern, 6 jenis campur kode, dan 2 jenis dialek yang biasa digunakan dalam keseharian para penutur yang trdapat dalam video tersebut.</p> <p><em>Kata kunci: Bahasa, Variasi Bahasa, Alih Kode, Campur Kode, Dialek</em></p> Vivi Nur Aida Surana Surana ##submission.copyrightStatement## 2021-07-14 2021-07-14 20 4 Sosiolek, Alih Kode, dan Campur Kode dalam Percakapan Kuli Bangunan di Kabupaten Ponorogo https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/view/41962 <p>Kuli bangunan sebagai salah satu pekerjaan dengan jumlah pekerja yang cukup banyak dengan latar sosial yang beragam pada kebudayaan Jawa, menjadikan kelompok sosial tersebut mempunyai ragam bahasa yang unik dan khas dibanding dengan kelompok sosial lainnya. Hal tersebut yang menarik perhatian peneliti untuk melakukan penelitian dengan topik sosiolek, alih kode, dan campur kode yang terkandung dalam percakapan kuli bangunan di kabupaten Ponorogo ini. Penelitian menggunakan pisau bedah sosiolinguistik atau ilmu yang meneliti ragam bahasa yang ada pada masyarakat yang dipengaruhi latar budaya dan sosial penggunanya. Penelitian menggunakan metode deskriptif-kualitatif yaitu penelitian dengan menggambarkan data yang selaras dengan keadaan asli ketika data ditemukan, untuk selanjutnya dianalisis dan dijelaskan maknanya berdasar teori sosiolinguistik. Tujuan penelitian yaitu mencari dan menggolongkan jenis ragam atau variasi bahasa pada percakapan kuli bangunan di Ponorogo dan aspek yang mendasari terciptanya ragam bahasa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan percakapan kuli bangunan di kabupaten Ponorogo mengandung ragam bahasa yang khas dan unik yang tidak ditemukan pada kelompok sosial lainnya. Temuan tersebut disebabkan oleh beberapa aspek, di antaranya: tingginya <em>sense of humour, </em>tingginya tingkat keakraban, dan panasnya tempat kerja dari para kuli bangunan tersebut.</p> <p><strong><em>Kata Kunci: </em></strong><em>Sosiolek, Alih Kode, Campur Kode, Percakapan Kuli Bangunan</em></p> Anang Prakosa Anang Prakosa surana surana ##submission.copyrightStatement## 2021-07-23 2021-07-23 20 4 Temperamennya Tokoh-Tokoh Dalam Novel Langit Mendhung Sajroning Pangangen Karya Tulus Setiyadi (Kajian Psikologi Kepribadian Ludwig Klages) https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/view/42068 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Temperamennya tokoh-tokoh dalam novel <em>Langit Mendhung Sajroning Pangangen </em>karya Tulus Setyadi merupakan karya sastra jawa modern yaitu novel. Novel <em>Langit Mendhung Sajroning Pangangen </em>karya Tulus Setyadi itu tumbuh kekuwatan didalam bagian temperamen tokoh. Masalah demi masalah yang terjadi itu bisa tumbuh adanya temperamen tokoh. Temperamen tokoh merupakan bagian yang paling menonjol. Didalam novel <em>Langit Mendhung sajroning Pangangen </em>karya Tulus Setiyadi ini terpilih dengan judul temperamen karena adanya setiap tokoh itu mempunyai sifat juga karakter yang berbeda-beda yang menjadikan daya tarik terhadap peneliti. Temperamen yaitu sifat batin yang mempunyai pengaruh terhadap sifat, perasaan, dan pemikiran. Kepribadian seseorang itu bermacam-macam. Ludwig Klages membangun tiga model dalam sistem kepribadian manusia. Pertama yaitu temperamen, kedua yaitu perasaan, ketiga yaitu ekspresi. Didalam ketiga yang dijabarkan oleh Ludwig Klages yang lebih cocok dengan objek penelitian ini yaitu temperamen. Temperamen tokoh tersebut bisa melalui sifat tokoh dan sikap tokoh dalam novel <em>Langit Mendhung Sajroning Pangangen</em>.&nbsp;</p> <p>Pusat penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana perbuatan tokoh dalam Novel LMSP?, 2) Bagaimana wujud temperamennya tokoh dalam Novel LMSP?, 3) Bagaimana sifat tokoh dalam novel LMSP?. Berdasarkan pusat penelitian tersebut, tujuan penelitian yaitu: 1) Menjabarkan perbuatan tokoh, 2) Menjabarkan wujud temperamennya 3) Menjabarkan sifat tokoh dalam novel LMSP. Manfaat di penelitian ini yaitu memberikan sumbangsih kepada 1) penulis 2) pembaca 3) pengajar sastra. Penelitian ini menggunakan tintingan psikologi sastra khususnya psikologi kepribadian Ludwig Klages. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif. Data didalam penelitian ini yaitu berupa kalimat-kalimat mengenai temperamene tokoh. Sumber data penelitian ini yaitu&nbsp; novel <em>Langit Mendhung Sajroning Pangangen</em> karya Tulus Setiyadi.</p> <p>Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu dengan teknik studi kapustakan, membaca, memahami, menentukan kejadian-kejadian yang ada hubungannya dengan objek tersebut, dan dheskripsi. Studi kapustakan disini yaitu mengumpulkan data dengan cara menyiapkan data, dheskripsi, dan meringkas atau&nbsp; menyimpulkan.</p> <p>Hasil dari penelitian ini terbagi menjadi tiga yaitu pertama, perbuatan tokoh. Perbuatan tokoh yaitu Depresi dan balas dendam. Kedua yaitu mengenai wujud temperamen tokoh dibagi menjadi dua yaitu temperamen sanguinis dan temperamen Phlegmatis. Ketiga mengenai sifat tokoh terbagi menjadi lima yaitu menghargai, ambisius, pasrah, mudah mengeluh, setia.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Kata Kunci: Kepribaden, Temperamen, Sifat</em></strong></p> <p>&nbsp;</p> Catur Retno Purwiyanti Surana surana ##submission.copyrightStatement## 2021-07-23 2021-07-23 20 4 MAKSIM CARA LAN RELEVANSI SAJRONE LUDRUK JAKA SAMBANG DENING KARYA BUDAYA (TINTINGAN PRAGMATIK) https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/view/41992 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Manusia sebagai makhluk sosial sudah pasti tidak akan lepas dari kegiatan bersosial seperti percakapan dan berkomunikasi antara satu dengan lainnya. Hal tersebut sudah menjadi sebuah kodrat atas berjalannya kehidupan, karena jika tidak ada komunikasi, maka bisa dipastikan kehidupan tidak akan berjalan dengan baik. Ludruk sebagai salah satu pagelaran seni drama tradisional menjadi salah satu penerapan gambaran komunikasi dalam masyarakat Jawa sudah pasti mengandung unsur-unsur komunikasi seperti prinsip komunikasi kerjasama. Salah satu lakon yang sering dipentaskan yaitu lakon Jaka Sambang oleh salah satu grup seni Karya Budaya mengandung beberapa maksim dalam prinsip kerjasama seperti maksim cara dan relevansi menarik peneliti untuk diteliti. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif yang bersifat sinkronis. Sumber data dalam penelitian ini yaitu video pagelaran Ludruk Jaka Sambang oleh Karya Budaya Mojokerto yang dipentaskan pada tanggal 25 Juli 2006. Data penelitian sendiri yaitu kumpulan tuturan yang mengandung unsur maksim cara dan relevansi oleh para pemain Ludruk tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya wujud tuturan maksim sejumlah 93 wujud tuturan, dengan rincian lima puluh delapan (58) tuturan maksim cara dan maksim relevansi sejumlah tiga puluh lima (35) data.</p> <h1>Kata kunci: Pragmatik, Prinsip Kerjasama, Ludruk.</h1> NOURMA ALFINDA DINNI Surana Surana ##submission.copyrightStatement## 2021-07-23 2021-07-23 20 4 Tradisi Ngalap Berkah di Makam Mbah Prawiro Kusumo Dusun Pundensari Kabupaten Trenggalek https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/view/41954 <p>Masyarakat di jaman modern condong mengutamamkan nalar pikir, logika dan rasionalitas. Namun di sisi lain sistem religi kepercayaan rakyat masih tetap berlangsung berdampingan dengan kemajuan jaman. Akibat dari adanya aktivitas religi tersebut, teridentifikasilah sebuah bentuk tradisi yang masih aktif dilaksanakan di Dusun Pundensari Trenggalek. Tradisi tersebut tidak lain adalah ngalap berkah yang berlangsung di makam sesepuh dusun yang juga diyakini sebagai tentara Pangeran Diponegoro yaitu Mbah Prawiro Kusumo. Tradisi ini menarik untuk dijadikan objek penelitian karena mengandung nilai historis mengenai cikal bakal daerah yang belum banyak diketahui oleh masyarakat setempat. Penelitian ini merupakan penelitian budaya yang menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan kajian folklor sebagian lisan. Sumber data penelitian ini adalah kata-kata, tindakan, dan dokumen hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian ditranskrip. Data diolah dengan cara reduksi data, data <em>display, </em>lalu memberikan simpulan serta interpretasi dan diverifikasi kebenarannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) asal mula TNBMPK, (2) prosesi TNBMPK, (3) peranti TNBMPK beserta simbol dan maknanya, dan (4) fungsi TNBMPK. Penelitian ini diharapkan bisa dijadikan sebagai sarana dokumentasi tradisi lokal supaya nantinya tidak hilang ditinggalkan masyarakat pendukungnya.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci: Tradisi, Ngalap Berkah, Foklor</p> Adella Adriana Dewi Yohan Susilo ##submission.copyrightStatement## 2021-07-23 2021-07-23 20 4 Kesenian Reog Raja Setan Sukmo Ngemboro Ing Desa Sukobendu Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/view/42102 <p><strong>Abstrak </strong></p> <p>Kesenian Reog Raja Setan Sukmo Ngemboro (KRRSSN) merupakan salah satu kesenian yang ada di Desa Sukobendu, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan. Kesenian ini merupakan hasil turun-temurunnya leluhur di Desa Sukobendu yang masih dilestarikan. Pertunjukkan KRRSSN biasanya diadakan pada acara pernikahan dan khitanan. Selain itu, pertunjukkan KRRSSN juga dijadikan sebagai pertunjukkan tahunan seperti acara Grebeg Sura. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) bagaimana sejarah KRRSSN, (2) bagaimana bentuk pertunjukkan KRRSSN, (3) bagaimana fungsi KRRSSN, (4) bagaimana perubahan yang terjadi pada KRRSSN, dan (5) bagaimana cara melestarikan KRRSSN. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan sejarah KRRSSN, (2) mendeskripsikan bentuk pertunjukkan KRRSSN, (3) mendeskripsikan fungsi KRRSSN, (4) mendeskripsikan perubahan pada KRRSSN, dan (5) mendeskripsikan cara melestarikan KRRSSN. Analisis teori yang digunakan untuk menjelaskan temuan pada penelitian ini adalah (1) konsep folklor, (2) konsep fungsi, (3) konsep perubahan, dan (4) konsep pelestarian. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian terdiri dari peneliti, daftar pertanyaan wawancara, dan lembar observasi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Fungsi &nbsp;KRRSSN yaitu sebagai sistem proyeksi, sarana pengesahan budaya, sarana pendidikan, sarana pengendalian sosial, sarana ekonomi, dan sarana melestarikan budaya Jawa. &nbsp;</p> <p><strong><em>Kata kunci : Pertunjukkan, Kesenian, Reog Raja Setan Sukmo Ngemboro, Folklor. </em></strong></p> Ega Trisnawati Sukarman sukarman ##submission.copyrightStatement## 2021-07-28 2021-07-28 20 4 Proses Afiksasi Bahasa Jawa Pada Novel Wedhus Gembel Gunung Merapi Karya Suci Hadi Suwita (Kajian Morfologi) https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/view/42081 <p>Proses afiksasi merupakan bagian dari proses morfologi yang disebut juga sebagai proses pengimbuhan. Dalam proses afiksasi ini ada empat jenis bagian yaitu prefiks, infiks, sufiks, dan konfiks. Proses afiksasi ini akan dianalisis menggunakan teori morfologi. Rumusan masalah yang akan dianalisis dalam artikel ini ada dua, yaitu (1) bagaimana penggunaan afiksasi di dalam novel <em>wedhus gembel gunung merapi</em> karya Suci Hadi Suwita?, dan (2) bagaimana wujud makna penggunaan afiksasi di dalam novel <em>wedhus gembel gunung merapi </em>karya Suci Hadi Suwita?. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui bagaimana penggunaan afiksasi di dalam novel <em>wedhus gembel gunung merapi</em> karya Suci Hadi Suwita, dan (2) untuk mengetahui bagaimana wujud makna afiksasi di dalam novel <em>wedhus gembel gunung merapi</em> karya Suci Hadi Suwita. Manfaat penelitian yaitu supaya dapat memberi pengetahuan kepada masyarakat pembaca mengenai proses afiksasi dan menjadi sarana informasi bagi para peneliti selanjutnya. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Sumber data berupa novel berjudul wedhus gembel gunung merapi karya suci hadi suwita. Data berupa kata-kata di dalam novel <em>wedhus gembel gunung merapi</em> karya Suci Hadi Suwita yang telah dikumpulkan menggunakan teknik catat. Hasil penelitian ditemukan bagian afiks berupa prefiks, infiks, sufiks, dan konfiks. Penggunaan afiks pada novel <em>wedhus gembel gunung merapi</em> karya Suci Hadi Suwita menyebabkan kata-kata yang ditambah afiks berubah arti dari kata dasarnya. Begitu juga wujud makna kata ketika mendapat afiks berubah dari makna dasarnya. Namun ditemukan pula beberapa kata yang tidak berubah dari makna dan arti dari kata dasar.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci : afiksasi, prefiks, infiks, sufiks, konfiks</p> Auliyah Firdama Yanti Surana Surana ##submission.copyrightStatement## 2021-07-28 2021-07-28 20 4 Janturan di dalam Pagelaran Ringgit Purwa Lakon Wahyu Makutharama oleh Ki Nartosabdo https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/view/40556 <p>Penelitian stilistika merupakan penelitian yang dilaksanakan untuk membedah isi dari sastra yang umumnya cerpen, novel, dan naskah yang menjadi objeknya. Di dalam penelitian ini objek yang digunakan yaitu janturan di rekaman wayang purwa dari <em>Youtube</em> dengan lakon Wahyu Makutharama oleh dhalang Ki Nartosabdo. Unsur stilistika di dalam janturan akan dicari dan dibedah dengan jelas melalui pengetahuan sastranya. Untuk unsur stilistik yang dicari di dalam janturan ada tiga yaitu rima, gaya bahasa, dan cecandran. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membedah unsur stilistik di dalam janturan yang jumlahnya tiga (rima, gaya bahasa, dan cecandran) dengan teori stilistika di lakon Wahyu Makutharama oleh dhalang Ki Nartosabdo. Penelitian ini dikerjakan dengan cara deskriptif kualitatif karena data yang diambil berwujud data naratif janturan. metode atau teknik yang digunakan untuk melaksanakan penelitian ini yaitu menyimak dan mencatat. Hasil penelitian ini yaitu (1) Rima yang terkandung di dalam janturan lakon Wahyu Makutharama oleh Ki Nartosabdo. (2) Gaya bahasa apa saja yang digunakan di janturan lakon Wahyu Makutharama oleh Ki Nartosabdo. (3) Cecandran yang digunakan di janturan lakon Wahyu Makutharama oleh Ki Nartosabdo</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci: Antawacana, Rima, Gaya Bahasa, Cecandran</p> Bening Choirul Anam Bening Choirul Anam Surana Surana ##submission.copyrightStatement## 2021-07-28 2021-07-28 20 4 Alih Kode Campur Kode dalam Dialog Film Sultan Agung https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/baradha/article/view/42151 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menjelaskan bentuk serta faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode di dalam dialog Film Sultan Agung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik untuk mengumpulkan data di dalam film ini ada dua cara yaitu teknik menyimak dan teknik mencatat. Teknik menyimak yaitu melihat film dengan media laptop atau HP. Sedangkan teknik mencatat yaitu menulis data (alih kode dan campur kode) hasil dari menyimak atau melihat Film Sultan Agung lalu data tersebut diklasifikasikan menjadi data alih kode dan data campur kode. Setelah pengumpulan data, peneliti mengolah data. Ada dua data untuk mengolah data yang terperinci dan jelas, yaitu transkip data dan klasifikasi data.</p> <p>Hasil penelitian yang ditemukan yaitu alih kode dan campur kode. Alih kode yang terjadi yaitu alih kode dari bahasa <em>ngoko </em>ke dalam bahasa <em>krama, </em>alih kode dari bahasa <em>krama</em> ke dalam bahasa <em>ngoko, </em>alih kode dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jawa, dan alih kode dari bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia. Faktor yang memengaruhi terjadinya alih kode tersebut yaitu (1) mitra tutur, (2) pokok pembicaraan, (3) maksud dan tujuan bicara. Peristiwa campur kode juga ditemukan pada film ini. Bentuk campur kode yang terjadi berupa frasa, klausa, dan sisipan kata. Faktor yang memengaruhi terjadinya campur kode yaitu (1) terbatasnya penggunaan kode, (2) kebiasaan, dan (3) maksud dan tujuan bicara.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci: alih kode, campur kode, film.</p> <p>&nbsp;</p> Afrizal Hairul Mahardika Udjang Pairin ##submission.copyrightStatement## 2021-07-29 2021-07-29 20 4