Character: Jurnal Penelitian Psikologi. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character <p>Jurnal Online Program Studi S-1 Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA</p> Universitas Negeri Surabaya en-US Character: Jurnal Penelitian Psikologi. 2252-6129 HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN DISIPLIN KERJA PADA PEGAWAI E-WARUNG KOTA MOJOKERTO https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/48389 <p>Abstrak</p> <p>Disiplin kerja menjadi salah satu perhatian penting dalam penerapannya pada E-Warung Kota Mojokerto. Hal tersebut dikarenakan E-Warung merupakan sebuah organisasi yang memiliki sistem kerja dan peraturan kerja yang jelas dan menerapkan prinsip kerja dalam organisasinya. Dalam rangka untuk meningkatkan disiplin kerja dari para pegawai E-Warung tersebut maka diperlukan motivasi kerja yang dapat mendorong disiplin kerjanya. Maka dari itu penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat keterkaitan antara motivasi kerja dengan disiplin kerja pada pegawai E-Warung Kota Mojokerto. Metode dari penelitian ini menggunakan penghitungan kuantitatif. Subjek dari penelitian ini adalah 60 orang yang dibagi menjadi 30 orang subjek try out dan 30 orang subjek untuk pengambilan data penelitian. Instrumen pada penelitian ini menggunakan modifikasi skala <em>likert</em> yang terdiri dari 4 pilihan jawaban. Instrumen tersebut didasarkan pada skala motivasi kerja dan skala disiplin kerja. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan metode penghitungan korelasi <em>pearson product moment</em> dan menggunakan aplikasi <em>SPSS 24.0</em>. Hasil dari penelitian ini ialah didapatkan dari nilai signifikansi sebesar 0,045 (Sig &lt;0,05) yang dapat diartikan bahwa terdapat hubungan antara variabel motivasi kerja dengan disiplin kerja. Kemudian nilai koefisien korelasi didapatkan sebesar 0,243. Hal ini menunjukkan bahwa korelasi yang dihasilkan antara motivasi kerja dan disiplin kerja dikategorikan lemah.</p> <p>Kata Kunci : Motivasi Kerja, Disiplin Kerja, Pegawai, E-Warung.</p> <p>Abstract</p> <p>Work discipline is one of the important concerns in its application to the Mojokerto City E-Warung. This is because E-Warung is an organization that has a clear work system and work regulations and applies working principles within its organization. In order to improve the work discipline of the E-Warung employees, work motivation is needed that can encourage work discipline. Therefore, this study aims to see the relationship between work motivation and work discipline in E-Warung employees, Mojokerto City. The method of this study uses quantitative calculations. The subjects of this study were 60 people who were divided into 30 subjects to try out and 30 subjects to collect research data. The instrument in this study uses a modified Likert scale consisting of 4 answer choices. The instrument is based on the work motivation scale and work discipline scale. The data analysis technique in this study uses the Pearson product moment correlation method and uses the SPSS 24.0 application. The results of this study are obtained from a significance value of 0.045 (Sig &lt;0.05), which means that there is a relationship between work motivation and work discipline. Then the correlation coefficient value obtained is 0.243. This shows that the resulting correlation between work motivation and work discipline is categorized as weak.</p> <p><strong>Keywords </strong>: Work Motivation, Work Discipline, Employee, E-Warung.</p> Alief Jawara Cakti Meita Santi Budiani ##submission.copyrightStatement## 2022-07-13 2022-07-13 9 8 1 10 HUBUNGAN ANTARA DINING EXPERIENCE DENGAN KEPUASAN KONSUMEN KAFE TERASOMAH https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/48511 <p>Abstrak</p> <p>Pada saat ini konsumen semakin cerdas untuk menentukan kualitas produk dan kualitas layanan dari sebuah kafe dengan lingkungan fisik yang bagus untuk terciptanya kepuasan. Bergesernya perilaku konsumen yang awalnya hanya konsumsi produk, sekarang mulai berubah mencari pengalaman yang menyenangkan yaitu didapat dari <em>dining experience.</em> Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterkaiatan antara <em>dining experience </em>dan kepuasan konsumen Kafe Terasomah. Kualitas makanan, kualitas pelayanan dan lingkungan fisik dari kafe merupakan aspek-aspek dari <em>dining experience</em>. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif. Responden yang didapat sebanyak 75 orang, dengan menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Karakteristik pada penelitian ini adalah masyarakat Kota Probolinggo, wanita atau pria dengan umur 18-26 tahun dan&nbsp; pelanggan yang sudah mengunjungi Kafe Terasomah sebanyak 2 kali.&nbsp; Instrumen pada skala kepuasan konsumen disusun berdasarkan aspek dari Kotler &amp; Keller (2016)., berjumlah 23 aitem. Sedangkan pada skala <em>dining experience</em> disusun berdasarkan aspek dari Canny (2014)., berjumlah 48 aitem. Teknik analisis product moment digunakan untuk mengukur korelasi kedua variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan korelasi signifikansi sebesar 0,000 (&lt; 0,05). Berarti dapat disimpulkan bahwa terdapat keterkaitan antara <em>dining experience </em>dan kepuasan konsumen pada konsumen Kafe Terasomah.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>dining experience, kepuasan pelanggan, kafe</em></p> <p>&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> <p>Abstract</p> <p>Consumer nowadyas are getting smarter to determine product quality and service quality from a cafe with a good physical environment to create satisfaction. The shift in consumer behavior that initially only consumed products, is now starting to change to looking for a pleasant experience that is obtained from the dining experience. The purpose of this study was to determine the relationship between dining experience and consumer satisfaction at Terasomah Cafe. Food quality, service quality and the physical environment of the cafe are aspects of the dining experience. The method used in this research is quantitative. Research subject obtained as many as 75 respondents, using purposive sampling technique. The characteristics of this study are the people of Probolinggo City, women or men aged 18-26 years and customers who have visited the Terasomah Cafe 2 times. Instruments on the consumer satisfaction scale are arranged based on aspects of Kotler &amp; Keller (2016), totaling 23 items. Meanwhile, the dining experience is based on aspects from Canny (2014), totaling 48 items. Product moment analysis technique is used to measure the correlation of the two variables. The results of this study indicate a significant correlation of 0.000 (&lt;0.05). It means that it can be concluded that there is a relationship between dining experience and consumer satisfaction at the Terasomah Cafe consumers.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>&nbsp;dining experience, costumer satisfaction, cafe</em></p> <p>&nbsp;</p> Nalendra Agung Binathara Meita Santi Budiani ##submission.copyrightStatement## 2022-07-15 2022-07-15 9 8 11 22 GAMBARAN PENERIMAAN DIRI PADA REMAJA YATIM/ PIATU https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/48767 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengalaman penerimaan diri remaja yatim/ piatu di Surabaya. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subyek dalam penelitian ditemukan empat orang dengan teknik <em>purposive sampling </em>dan <em>snowball sampling</em>. Pengumpulan data menggunakan taknik wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik <em>thematic analysis.</em> Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek mengalami berbagai masalah dalam menghadapi perubahan dalam kehidupannya sebagai anak yatim/ piatu, dan faktor yang mempengaruhi&nbsp; penerimaan diri pada subyek scara dominan diantaranya adalah pemahaman diri, harapan yang realistis, lingkungan yang terbuka, sikap sosial yang positif, dan pengalaman akan keberhasilan.</p> <p><strong>Kata Kunci: <em>Penerimaan Diri, Remaja, Yatim, Piatu.</em></strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This study aims to find out how the experience of self-acceptance of orphaned adolescents in Surabaya. The approach in this study uses a qualitative approach with phenomenological methods. The subjects in the study found four people with purposive sampling and snowball sampling techniques. Data collection used semi-structured interview taknik and analyzed using thematic analysis techniques. The results showed that subjects experienced various problems in facing changes in their lives as orphans, and factors that influenced self-acceptance in dominant subjects included self-understanding, realistic expectations, an open environment, positive social attitudes, and experiences of success.</em></p> <p><strong><em>Keywords: Self-Acceptance, Adolescent, Orphan.<br></em></strong></p> Hari Bagus Pambudi Ira Darmawanti ##submission.copyrightStatement## 2022-07-25 2022-07-25 9 8 23 33 HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KOMITMEN ORGANISASIONAL PADA KARYAWAN RUMAH MAKAN X https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/49363 <p><strong>Abstrak </strong></p> <p>Rumah makan X berdiri sejak tahun 2017 dan memiliki cabang di beberapa kota. Femonema ini diawali dengan komitmen organisasi karyawan yang dipengaruhi oleh budaya organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dari komitmen organisasi dari karyawan rumah makan X dan budaya organisasi dari rumah makan X. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui komparasi atau hubungan dari budaya organisasi terhadap komitmen organisasional karyawan rumah makan X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan metode penelitian menggunakan kuisioner<em>.</em>&nbsp;Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik sampel jenuh yang mana menggunakan seluruh anggota populasi karyawan rumah makan X sebanyak 30 orang. Validitas penelitian ini akan dikur dengan <em>Product Moment</em>&nbsp;dan diukur menggunakan <em>SPSS 25.0 for Windows</em>. Sedangkan untuk uji reliabilitas menggunakan <em>Alpha Croncbach </em>dan diukur menggunakan <em>SPSS 25.0 for Windows</em>. Analisis data untuk mengetahui korelasi akan menggunakan <em>product moment</em>. Analisa data akan melalui beberapa tahap yaitu uji normalitas, uji linieritas, dan uji hipotesis yang akan dibantu menggunakan <em>SPSS 25.0 for Windows</em>.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>komitmen organisasi, budaya organisasi, karyawan rumah makan X</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Restaurant X established since 2017 and has branches in several city. This phenomenon begins with employee organizational commitment which can changes, one of which is influenced by organizational culture.</em><em>&nbsp;</em><em>The purpose of this study is to determine the shape from the organizational commitment of the employees of restaurant X and the organizational culture of the restaurant X. This study was also conducted to determine the comparison or relationship of organizational culture to the organizational commitment of employees of restaurant X. The method used in this study is quantitative with research methods using a questionnaire. The sampling technique uses saturated sampling technique which uses all members of the employee population of restaurant X as many as 30 people. The validity of this research will be measured using Product Moment and measured using SPSS 25.0 for Windows. As for the reliability test using Alpha Croncbach and measured using SPSS 25.0 for Windows. Data analysis to determine the correlation will use the product moment. Data analysis will go through several stages, namely normality test, linearity test, and hypothesis testing which will be assisted using SPSS 25.0 for Windows.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em>&nbsp;organizational commitment, organizational culture, restaurant employees</em><em><br></em></p> Ciendya Putri Yuda Ramadhani Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi ##submission.copyrightStatement## 2022-07-13 2022-07-13 9 8 45 48 GAMBARAN PSIKOLOGIS CELEBRITY WORSHIP PADA PENGGEMAR BTS (BANGTAN BOYS) https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/49284 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p><em>Celebrity worship</em> bukan hanya memiliki sisi yang negatif melainkan juga memiliki sisi yang positif bagi penggemar BTS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemujaan selebriti seperti apa yang dilakukan oleh penggemar BTS yang sudah memasuki dewasa awal serta mengapa partisipan tersebut tetap melakukan pemujaan di usia dewasa awalnya. Di penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan fenomenologi yang menggunakan pengalaman dan sudut pandang dari partisipan. Subjek yang didapat adalah sebanyak 4 partisipan, yang dimana masing-masing partisipan berusia 21 hingga 24 tahun serta telah menjadi ARMY selama 4 hingga 8 tahun. Teknik yang dilakukan untuk mendapatkan data yaitu dengan menggunakan metode wawancara semi terstruktur. Peneletian ini mendapatkan tiga tema utama yaitu latar belakang, aktivitas pengidolaan serta tahapan <em>celebrity worship</em>. Hasil penelitian ini menemukan tiga tema utama, yaitu latar belakang, aktivitas pengidolaan dan tahapan <em>celebrity worship</em>. Alasan subjek mengidolakan BTS dikarenakan rupa wajah idola, produk hiburan yang disajikan oleh idola kepada penggemar, dan sebagai sumber dari dukungan sosial bagi subjek. Sebagai bentuk dari loyalitas penggemar kepada idola, keempat subjek melakukan aktivitas seperti membeli barang-barang yang berkaitan dengan idola mereka, mendukung idola untuk mendapatkan penghargaan, hingga kesetiaan untuk selalu mendukung idola. Dari hasil penelitian menunjukkan gambaran dari tahapan <em>celebrity worship</em>, yaitu <em>entertainment social value</em>, <em>intermediate</em>, dan <em>borderline pathological</em>. Yang dimana kedua partisipan tersebut melakukan pembelian kompulsif serta adanya keinginan untuk menunda pernikahan.</p> <p>&nbsp;<strong>Kata kunci:</strong> <em>Celebrity Worship</em>, K-Pop, Penggemar BTS, ARMY</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><em>Celebrity worship not only has a negative side but also has a positive side for BTS fans. The purpose of this study is to find out what celebrity worship is done by BTS fans who have entered early adulthood and why these participants continue to worship in their early adulthood. In this study, the researcher used a qualitative method with phenomenology that used the experiences and perspectives of the participants. The subjects obtained were 4 participants, where each participant was 21 to 24 years old and had been an ARMY for 4 to 8 years. The technique used to obtain data is by using a semi-structured interview method. This research finds three main themes, namely background, idolizing activities and stages of celebrity worship. The results of this study found three main themes, namely background, idolizing activities and stages of celebrity worship. The reason the subject idolizes BTS is because of the idol's facial appearance, the entertainment products presented by the idol to fans, and as a source of social support for the subject. As a form of fan loyalty to idols, the four subjects carried out activities such as buying goods related to their idols, supporting idols to get awards, to loyalty to always supporting idols. The results of the study show a description of the stages of celebrity worship, namely entertainment social value, intermediate, and borderline pathological. Which is where the two participants make compulsive buying and the desire to delay marriage.</em></p> <p><em>&nbsp;</em><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Celebrity Worship, K-Pop, BTS Fans, ARMY</em></p> <p>&nbsp;</p> Andhira Diffa Mauwi Maharani Diana Rahmasari ##submission.copyrightStatement## 2022-07-13 2022-07-13 9 8 34 43 GAMBARAN SELF EFFICACY MAHASISWA PENYINTAS COVID-19 YANG MENYELESAIKAN TUGAS AKHIR https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/49375 <p>Masa pandemi mempersempit ruang gerak seluruh masyarakat dunia dalam beraktifitas seperti bekerja, belajar, bersosialisasi demi mencegah penularan virus corona. Segala upaya penanganan covid 19 telah dilakukan, namun tidak menutup kemungkinan terinfeksi covid 19 yang membahayakan, sehingga ditemukan banyak masyarakat dari berbagai kalangan yang terinfeksi covid-19 diantaranya mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan tugas akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika dan faktor-faktor self efficacy&nbsp; pada mahasiswa penyintas Covid-19 yang menyelesaikan tugas akhir yang mana memberikan dampak terhadap proses pengambilan data tugas akhir. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif, kemudian partisipan ditentukan menggunakan metode purposive sampling dengan tiga orang partisipan yang memenuhi kriteria. Teknik analisis data yang digunakan adalah triangulasi sumber data bahwa ketiga partisipan mengalami tiga dinamika self-efficacy diantarnya magnitude, generality dan strength. Kemudian, peneliti menemukan bahwa faktor yang mempengaruhi ketiga partisipan adalah keberhasilan dimasa lalu dan keberhasilan yang berasal dari orang lain.</p> <p><strong>Kata Kunci : </strong><em>Self Efficacy, </em>Mahasiswa Penyintas Covid-19, Tugas Akhir</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The pandemic period has narrowed the space for all world communities to move in activities such as work, study, socializing in order to prevent the transmission of the corona virus. All efforts to deal with covid-19 have been carried out, but it does not rule out the possibility of being infected with dangerous covid 19, so that many people from various circles are infected with covid-19, including final year students who are working on their final project. This study aims to determine the dynamics and factors of self-efficacy in Covid-19 survivor students who complete the final project which has an impact on the final project data collection process. This study is a case study using a qualitative approach, then participants are determined using the purposive sampling method with three participants who meet the criteria.</em> <em>The data analysis technique used was the triangulation of data sources that the three participants experienced three dynamics of self-efficacy, including magnitude, generality and strength. Then, the researchers found that the factors that influenced the three participants were past successes and successes that came from others.</em></p> <p><strong><em>Keyword : sel</em></strong><em>f efficacy, student survivor covid-19, final project</em></p> Sabrina Dwi Novanti Riza Noviana Khoirunnisa ##submission.copyrightStatement## 2022-09-16 2022-09-16 9 8 49 62 DUKUNGAN SOSIAL PADA MAHASISWI DENGAN PERILAKU MENYAKITI DIRI https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/50713 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika dukungan sosial yaitu proses mendapatkan dukungan social dan faktor dukungan sossial yang berpengaruh pada mahasiswa dengan perilaku menyakiti diri sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pada penelitian ini melibatkan tiga partisipan perempuan yang berstatus sebagai mahasiswa dengan rentang usia 21 hingga 22 tahun, dan sudah tidak melakukan perilaku menyakiti diri setidaknya 12 bulan. Data penelitian dikumpulkan menggunakan wawancara semiterstruktur dengan analisis data tematik.&nbsp; Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga partisipan berhasil berhenti melakukan perilaku menyakiti diri karena adanya dukungan sosial lingkungan sekitar. Dari ketiga partisipan memiliki kesamaan bahwa mereka mendapatkan dukungan sosial yang paling kuat yakni dari dukungan teman. Namun juga diperkuat dengan dukungan dari diri sendiir seperti keyakinan diri dan juga dukungan lingkungan lainnya seperti menyukai dunia K POP yang khususnya <em>boyband</em> Korea BTS.</p> <p><strong>Kata kunci</strong> : Dukungan sosial, Mahasiswi, Perilaku menyakiti diri.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstact</em></strong></p> <p><em>This study aims to determine the description of social support in students with self-harm behavior. This research uses a qualitative approach with a case study method. In this study involved three female participants who were students with an age range of 20 to 24 years, and had not engaged in self-harming behavior for at least 12 months. Research data were collected using semi-structured interviews with thematic data analysis. The results showed that the three participants managed to stop self-harming behavior because of the social support from the surrounding environment. Of the three participants have in common that they get the most social support, namely from the support of friends. But it is also strengthened by self-support such as self-confidence and also other environmental support such as liking the world of K POP, especially the Korean boy band BTS.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em> : Social support, Collage student, self harming </em></p> Maulid Yuni Sari Diana Rahmasari ##submission.copyrightStatement## 2022-07-13 2022-07-13 9 8 87 99 HUBUNGAN IKLIM ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN PT. X DI SURABAYA. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/50951 <p>Abstrak<br>Dalam upaya meningkatkan kepuasan kerja karyawan, perusahaan harus memenuhi kebutuhan karyawannya dengan menciptakan iklim organisasi yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara iklim organisasi dengan kepuasan kerja pada Karyawan PT.X, dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 88 karyawan PT.X. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan karakteristik karyawan telah bekerja di PT. X selama 2 tahun dan merupakan karyawan tetap. Sehingga didapatkan sampel berjumlah 58 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen skala kepuasan kerja yang disusun berdasarkan aspek kepuasan kerja oleh Robbins dan Judge dan skala iklim organisasi disusun berdasarkan aspek iklim organisasi oleh Stringer. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment dengan bantuan SPSS versi 25.0 for windows. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar (r=0,948) dengan taraf signifikansi 0,00 (p&gt;0,05) yang artinya bahwa variabel memiliki keterikatan yang signifikan.<br>Kata kunci : iklim organisasi, kepuasan kerja, organisasi</p> <p>Abstract<br>In an effort to increase employee job satisfaction, companies must meet the needs of their employees by creating a good organizational climate. The purpose of this study was to determine the relationship between organizational climate and job satisfaction at PT.X employees, with a quantitative approach. The population in this study were 88 PT.X employees. The technique of determining the sample using purposive sampling with the characteristics of employees who have worked at PT. X for 2 years and is a permanent employee. So that a sample of 58 people was obtained. The data collection technique uses a job satisfaction scale instrument which is compiled based on aspects of job satisfaction by Robbins and Judge and the organizational climate scale is arranged based on organizational climate aspects by Stringer. The data analysis technique in this study used the product moment correlation technique with the help of SPSS version 25.0 for windows. The results of the hypothesis test showed a correlation coefficient of (r=0.948) with a significance level of 0.00 (p&gt;0.05), which means that the variable has a significant attachment. <br>Keyword : Organizational Climate, Job Satisfaction, Organization</p> Egginza Ghiffary Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi ##submission.copyrightStatement## 2022-07-13 2022-07-13 9 8 100 111 HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN SKRIPSI PADA MAHASISWA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/49470 <h2>Abstrak</h2> <p>Mahasiswa dikatakan berhasil dalam studinya apabila dapat menyelesaikan studi hingga lulus. Ujian skripsi sebagai salah satu proses yang menentukan kelulusan sangat penting bagi mahasiswa strata satu (S1). Pada ujian skripsi, mahasiswa harus mempertanggungjawabkan dan mempertahankan hasil penelitian yang telah dituangkan ke dalam skripsi. Bayangan mengenai proses ujian dan berbagai pertanyaan sulit yang harus dijawab selama ujian mengakibatkan tidak sedikit mahasiswa mengalami kecemasan dalam menghadapi ujian skripsi. Efikasi diri mahasiswa terwujud dalam keyakinan yang dimiliki akan kesanggupan dirinya untuk dapat menghadapi ujian skripsi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan kecemasan menghadapi ujian skripsi pada mahasiswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa jurusan X, salah satu universitas di Surabaya. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 65 mahasiswa yang memprogram mata kuliah skripsi. Instrumen penelitian terdiri dari skala efikasi diri berdasarkan <em>General Self-Efficacy </em><em>Scale</em> (GSES) yang dikembangkan oleh Schwarzer dan Jerusalem yang berjumlah 10 aitem dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,948 dan skala kecemasan menghadapi ujian skripsi yang memiliki 32 aitem dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,952. Pada penelitian ini, analisis data menggunakan teknik korelasi <em>product moment </em>dengan bantuan aplikasi SPSS 26.0 <em>for windows</em>. Hasil penelitian diperoleh nilai signifikansi 0,000 dan koefisien korelasi -0,818 yang artinya terdapat hubungan yang sangat signifikan dengan arah hubungan negatif antara efikasi diri dengan kecemasan menghadapi ujian skripsi pada mahasiswa. Efikasi diri yang tinggi pada mahasiswa akan menjadikan semakin rendah kecemasan menghadapi ujian skripsi yang dialami.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>efikasi diri, kecemasan menghadapi ujian skripsi, mahasiswa.</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>S</em><em>tudents are considered successful in their studies if they are able to finish their coursework and graduate. The importance of the thesis examination as one of the criteria for graduation can not be overstated for </em><em>bachelor’s degree </em><em>student. During the thesis examination, students must take responsibility for and defend the thesis's research findings. The image of the examination procedure and the numerous challenging questions that must be answered throughout the examination induced anxiety in a number of students confronting the thesis examination.</em> <em>Students' self-efficacy is demonstrated by their confidence in their abilities to perform well on the</em> <em>thesis test.The purpose of this study is to evaluate the association between self-efficacy and anxiety in students facing thesis exams</em><em>. This research has made use of a quantitative approach. The research population consists of students majoring in X at one of Surabaya's universities. This research utilized a sample of 65 students enrolled in thesis-related subjects. The research instrument included a self-efficacy scale based on the General Self-Efficacy Scale (GSES) developed by Schwarzer and Jerusalem with 10 questions and a reliability coefficient of 0,948, as well as an anxiety scale to face the thesis exam with 32 items and a reliability coefficient of 0,952. </em><em>In this study, data analysis was performed using the product moment correlation technique and the Windows application SPSS 26.0. A significance value of 0.000 and a correlation coefficient of -0.818 indicate that there is a highly significant link in the direction of a negative relationship between self-efficacy and anxiety among students approaching thesis exams.</em> <em>Students with high self-efficacy will have less anxiety before to the thesis examination</em><em>.</em></p> <p><strong>Keywords: </strong><em>self-efficacy, anxiety confronting thesis examination, college s</em><em>tudents</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> Julia Fatmawati Hermien Laksmiwati ##submission.copyrightStatement## 2022-07-13 2022-07-13 9 8 63 73 HUBUNGAN ANTARA SELF-CONTROL DENGAN ACADEMIC DISHONESTY PADA JURUSAN X DI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/50089 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan <em>Self-Control</em> dengan <em>Academic Dishonesty</em> pada mahasiswa jurusan X di Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain korelasional. Sampel penelitian ini ialah 283 partisipan dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik <em>sampling </em>jenuh <em>nonprobability sampling</em>. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk <em>Academic Dishonesty</em> dengan menggunakan skala <em>Academic Dishonesty</em> (ADS) dan skala <em>Self-Control</em> dengan menggunakan skala yang diadaptasi dari The Brief <em>Self-Control</em> (BSCS). Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara <em>Self-Control</em> dengan <em>Academic Dishonesty</em> ditunjukkan dengan nilai signifikansi 0.000 dan nilai koefisien dari korelasi pearson product moment sebesar -0.296. Nilai korelasi ini menunjukkan kedua variabel memiliki tingkat keeratan yang lemah, hal ini dikarenakan terdapat faktor lain yang memiliki pengaruh yakni faktor eksternal terkait usia, gender dan budaya serta faktor internal terkait norma subjektif. Penelitian ini dapat bermanfaat untuk mengetahui kondisi mahasiswa terkait kecurangan akademik, faktor penyebab dan bagaimana baiknya untuk mengatasi hal tersebut.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci: <em>Self-Control, Academic Dishonesty, mahasiswa</em></strong></p> <p><strong>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </strong></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>This study aims to determine the relationship between self-control and <em>Academic Dishonesty</em> among students majoring in X at the State University of Surabaya. This study uses quantitative research methods using a correlational design. The sample of this research was 283 participants with sampling technique using saturated non-probability sampling technique. Collecting data using a questionnaire for <em>Academic Dishonesty</em> using the <em>Academic Dishonesty</em> scale (ADS) and the self-control scale using a scale adapted from The Brief <em>Self-Control</em> (BSCS). The data analysis technique uses product moment correlation. The results showed that there was a significant relationship between self-control and <em>Academic Dishonesty</em>, indicated by a significance value of 0.000 and the coefficient value of the Pearson product moment correlation of -0.296. This correlation value shows that the two variables have a weak level of closeness, this is because there are other factors that have an influence, namely external factors related to age, gender and culture as well as internal factors related to subjective norms. This study can be useful to find out the condition of students related to academic dishonesty, the causative factors and how to overcome them.</p> <p><strong>Keywords: <em>Self-Control, Academic Dishonesty, college students</em></strong></p> Sintia Rofiantika Putri Damajanti Kusuma Dewi ##submission.copyrightStatement## 2022-07-13 2022-07-13 9 8 63 73 PENGALAMAN KEDUKAAN PASCA KEHILANGAN ANGGOTA KELUARGA AKIBAT COVID-19 https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/50354 <p>Abstrak <br>Pandemi COVID-19 tidak luput dari kerugian-kerugian yang dirasakan masyarakat baik secara finansial, mental, maupun psikologis. Salah satu, kerugian akibat COVID-19 ini adalah kematian dari orang tersayang yang berjuang melawan COVID-19. Penelitian ini berfokus kepada pengalaman subjek dalam melalui setiap tahapan-tahapan kedukaan berdasarkan teori Elizabet Kübler-Ross yang diperkuat dengan teori John Bowlby. Penelitian ini akan mengumpulkan sebanyak-banyaknya data terkait. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif fenomenologi. Fenomenologi merupakan penelitian yang akan menitik beratkan pada pembahasan tentang hasil indetifikasi dan proses pemaknaan seorang individu terdapat fenomena yang terjadi dalam kehidupannya. Fenomena yang diambil dalam penelitian ini adalah tentang kehilagan anggota keluarga yang meninggal karena Covid-19 selama pandemi. Penelitan ini diambil dengan metode studi kasus yang di oleh menggunakan teknik analisis holistik. Data diperoleh dari hasil wawancara observasi. Penelitian berfokus pada pengalaman subjek dalam melalui setiap tahapan kedukaan berdasarkan teori Elizabet Kübler-Ross yang teorinya diperkuat oleh teori John Bowlby. Adapun batasan penelitian yang diberikan adalah, pengalaman yang berkaitan dengan gejala-gejala yang ditimbulkan oleh subjek saat peristiwa kedukaan terjadi dan setelah proses kedukaan baik secara fisik, mental, sosial dan spiritual. Pada penelitian ini terdapat empat kasus dari empat subjek, dua diantaranya kehilangan ibu dan dua diantaranya kehilangan ayah. Hasil penelitian menunjukan bahwa keseluruhan subjek memiliki pengamalan kedukaan dengan fase-fase kedukaan berdasarkan teori Elizabet Kübler-Ross. Kedua subjek belum mencapai fase penerimaan sehingga mengalami kedukaan yang berkepanjangan. Satu subjek berhasil melewati fase-fase kedukaan. Satu subjek yang lain mengalami kedukaan yang terdistorsi dengan mengalihkan kedukaan pada kesibukan. <br>Kata Kunci : Kedukaan, Kehilangan, Kematian, Covid-19 <br>Abstract <br>The COVID-19 Pandemic can not be separated from many disadvantage that are felt by society such financially, mentally, and psychologically. One of the losses due to COVID-19 is the death of a loved one, who was fight against COVID-19. This research focus on the experience of the subject in dealing with different stages of grief based on the theory of Elizabeth Kübler-Ross and strengthened by the theory of John Bowlby. This research will collect as much relevant data. This research is a phenomenological qualitative research. Phenomenology is research that will focus on discussing the results of identification and the process of meaning for an individual, there are phenomena that occur in their life. The phenomenon taken in this study is the loss of family who died due to Covid- 19 during the pandemic. This research was taken using a case study method using a holistic analysis technique. Data obtained from the results of interviews and observation. The research focuses on the subject’s experience within pass through each stage of grief based on the theory of Elizabet Kübler-Ross whose theory is strengthened by the theory of John Bowlby. The restriction of the research given are, experiences related to the symptoms caused by the subject when the grief event occurs and after the grieving process physically, mentally, socially and spiritually. In this study there were four cases from four subjects, two of whom lost their mother and two of them lost their father. The results indicate that all of the subjects had grieving practices with phases of grief based on the theory of Elizabeth Kübler-Ross. Both subjects have not reached the acceptance phase with the result that, they had prolonged grief. One subject get on through the phases of grief. Another subject had distorted grief in the manner of divert grief on occupation. <br>Keywords: Grief, Loss, Death, Covid-19</p> Tri Julianti Hermien Laksmiwati ##submission.copyrightStatement## 2022-07-13 2022-07-13 9 8 74 86 GAMBARAN KELEKATAN PADA REMAJA DENGAN AYAH YANG BEKERJA SEBAGAI PELAYAR https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/51416 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pelayar adalah salah satu profesi yang mengharuskan para pekerjanya untuk jauh dari keluarga dalam kurun waktu yang lama. Pekerjaan ini memiliki dampak kepada para kepala keluarga, yaitu ayah yang mana kontribusi dalam mengasuh anak menjadi kurang karena lamanya durasi berlayar. Hal tersebut dapat berisiko mempengaruhi kelekatan yang tercipta antara ayah dan anak. Maka dari itu penelitian ini penting dilakukan untuk melihat dan menggali lebih dalam mengenai bagaimana kelekatan yang terbangun antara remaja dengan ayah yang bekerja sebagai pelayar. Metode kualitatif dengan studi kasus digunakan pada penelitian ini. Pengambilan data diambil menggunakan teknik wawancara bersifat semi- terstruktur dengan jumlah partisipan remaja sebanyak 3 (tiga) orang yakni 2 perempuan dan 1 laki-laki yang memiliki ayah dengan profesi sebagai pelayar. Data pada penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik analisis tematik (AT) dan berhasil dalam mengidentifikasi tiga tema penting yaitu</p> <ul> <li>gambaran kelekatan remaja dengan ayah, (2) dampak kurangnya kehadiran ayah (karena berlayar) pada hubungan kelekatan, dan (3) upaya yang dilakukan untuk mengatasi dampak serta mempererat hubungan kedekatan dengan</li> </ul> <p><strong>Kata Kunci: </strong>kelekatan, remaja, ayah, pelayar</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>Sailor is one of the professions that requires workers to be away from their families for long periods of time. This work has an impact on the heads of families, specifically fathers whose contribution in raising children is reduced because they have to work. This can jeopardize the bond created or attachment between father and his child. Therefore, this research is important to do to see and search deeper how the attachment that occurs between adolescents and fathers who work as sailors.Qualitative method with case study used in this research. Collecting data using interview with semi-structure technique with a total of 3 (three) participants, including two female and one male who has a father with a profession as a sailor. The data in this study were analyzed using the thematic analysis technique (AT) and succeeded in identifying three important themes, namely (1) the description of adolescent attachment to fathers, (2) the impact of lack of father presence (due to screen work) on attachment relationships, and (3) efforts made to overcome the impact and strengthen close relationships with fathers.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>attachment, adolescent, father, sailor.</em></p> Athiyyah Isna Insyirah Siti Ina Savira ##submission.copyrightStatement## 2022-07-13 2022-07-13 9 8 112 128