Character: Jurnal Penelitian Psikologi. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character <p>Jurnal Online Program Studi S-1 Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA</p> en-US yohanasatwika@unesa.ac.id (Yohana Satwika) damajantikusuma@unesa.ac.id (Damajanti KD) Wed, 14 Jul 2021 00:00:00 +0000 OJS 3.1.1.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Self-Acceptance Remaja yang Hamil di Luar Nikah https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/41770 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>Kehamilan di luar nikah, terutama di usia remaja seringkali dianggap sebagai hal yang memalukan. Akibatnya, beberapa remaja akan memilih untuk tidak mengakui kehamilannya karena merasa malu dan takut akan menerima mendapat stigma dan cemoohari masyarakat. Namun, tetap ada perempuan yang hamil di luar nikah yang memutuskan untuk mempertahankan kehamilannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerimaan diri pada perempuan yang pernah hamil di luar nikah serta faktor apa saja yang mempengaruhi penerimaan diri. Peneliti melakukan studi kasus pada tiga perempuan yang pernah mengalami kehamilan di usia remaja. Data dikumpulkan melalui wawacara semi-terstruktur kemudian dianalisis menggunakan model analisis naratif. Hasil penelitian menunjukkan remaja perempuan yang hamil di luar nikah memiliki sikap yang membuktikan bahwa mereka dapat menerima keadaan barunya. Penerimaan diri pada ketiga subjek didukung oleh faktor yang beragam seperti pemahaman diri, harapan yang realistis, tidak adanya stress berat, konsep diri</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Hamil di Luar Nikah, Remaja, <em>Self-Acceptance</em>.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Pregnancy out of wedlock, particularly for teenager is often considered as an embarrassment. Therefore, some of them refuse to admit their pregnancy because they feel ashamed and are afraid of getting stigma from society. Despite the aforementioned decision, some teenagers choose to keep their baby. The goal of this paper is to find out self-acceptance among woman who previously suffered from pregnancy out of wedlock. It also explores factors that support self-acceptance. Employing a case study on three women who had pregnancy out of wedlock during their teenage years, it collects data through semi-structured interviews. To analyze it data, it uses narrative analysis. Based on the analysis data, it concludes that women who were pregnant out of wedlock have attitudes that prove that they can accept their new circumstances. Some factors that affect their self-acceptance include self-understanding, realistic expectations, the absence of severe stress, self-concept, social support and positive social attitudes.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Keyword: </em></strong><em>Pregnancy out of wedlock, Adolescence, Self-Acceptance</em></p> Higria Anugrah Samawati, Nurchayati Nurchayati ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/41770 Wed, 14 Jul 2021 00:00:00 +0000 PENERIMAAN DIRI PADA PEREMPUAN DENGAN HIV/AIDS (PDHA) https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/41915 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penyandang HIV/AIDS kerap mengalami stigmatisasi masyarakat. Mereka dianggap penyebar penyakit mematikan dan penganut pola hidup negatif. Dengan menerapkan pendekatan studi kasus, riset psikologi kualitatif ini menggali penerimaan diri perempuan penyandang HIV/AIDS dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Studi ini melibatkan empat responden perempuan penyandang HIV/AIDS. Setelah terkumpul melalui wawancara dengan mereka, data riset ditafsirkan dengan teknik analisis tematik. Ditemukan bahwa perempuan penyandang HIV/AIDS mengalami stigmatisasi negatif dan diskriminasi. Akibatnya, mereka merasa cemas, bersalah dan tak berharga. Mereka juga sukar menerima kondisi baru sebagai orang ber-HIV/AIDS. Namun, melalui proses bervariasi, mereka akhirnya berhasil menerima diri. Penerimaan diri dimudahkan oleh dukungan keluarga dan masyarakat dan dihambat oleh lemahnya ekonomi dan rendahnya pendidikan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> penerimaan diri, perempuan, HIV/AIDS.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstra</strong><strong>ct</strong></p> <p><em>People with HIV are often stigmatized. They are seen as spreaders of a deadly disease and practitioners of socially reprehensible lifestyles. Using the case-study approach, this qualitative psychological research examines the self-acceptance of women with HIV/AIDS, seeking to identify those factors that facilitate and impede its development. Interviews were conducted with four HIV-positive women as research participants. A thematic analysis of the interview data revealed that these women were discrimination against and stigmatization. As a result, they suffered from anxiety, were burdened by guilt, and felt worthless. They finally succeeded in achieving self-acceptance through various processes, which were enabled by support from family and society and which were hindered by economic troubles and poor education.</em></p> <p><strong>Keywords</strong>: <em>self-acceptence, women, HIV/AIDS.</em><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp; </em></p> <p>&nbsp;</p> Gresya Agung Rakasiwi, Nurchayati Nurchayati ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/41915 Wed, 14 Jul 2021 00:00:00 +0000 PENGARUH REGULASI EMOSI TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA DI MASA PANDEMI COVID-19 https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/41917 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Masa pandemi covid-19 membuat mahasiswa harus melakukan pembelajaran <em>online</em> sehingga muncul beberapa kendala yang memungkinkan munculnya perilaku prokrastinasi akademik. Mahasiswa terganggu untuk memilih melakukan faktor lain daripada menghadapi tanggungjawab akademik. Perilaku prokrastinasi akademik dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa di masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa berusia 18-21 tahun, sedang melakukan pembelajaran <em>online</em> dan berada di Surabaya. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik<em> accidental sampling</em>. Prosedur <em>accidental sampling </em>dilakukan dengan menyebarkan intrumen secara daring dalam waktu 14 hari sehingga didapatkan sampel penelitian. Penelitian ini memiliki sampel berjumlah 161 mahasiswa. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Regulasi Emosi yang disusun berdasarkan teori dari Gross dan Jhon. Skala Prokrastinasi Akademik disusun berdasarkan teori dari Mccloskey dan Scielzo. Teknik analisis data menggunakan uji regresi sederhana. Berdasarkan hasil analisis didapatkan nilai F sebesar 6,289 dengan nilai korelasi (R) sebesar -0,195. Maknanya adalah ada pengaruh regulasi emosi terhadap prokrastinasi akademik dimana semakin rendah regulasi emosi maka semakin tinggi tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Hasil analisis data lainnya didapatkan nilai uji R <em>square</em> sebesar 0,038. Maknanya adalah regulasi emosi memiliki pengaruh sebesar 3,8% terhadap prokrastinasi akademik. Melalui regulasi emosi, mahasiswa mampu mengendalikan emosi negatif yang muncul ketika menghadapi tugas akademik sehingga dapat menurunkan tingkat prokrastinasi akademik pada mahasiwa.</p> <p><strong>Kata Kunci :</strong> Regulasi emosi, prokrastinasi akademik, mahasiswa, pandemi covid-19</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>The covid-19 pandemic period forced students to do online learning so that several obstacles emerged that allowed the emergence of academic procrastination behavior. Students are disturbed to choose to do other factors rather than face academic responsibilities. Academic procrastination behavior is influenced by several factors, one of which is emotion regulation. This study aims to determine the effect of emotional regulation on academic procrastination in students during the covid-19 pandemic. This study uses a quantitative approach method. The sample of this study is students aged 18-21 years, currently doing online learning and residing in Surabaya. The sampling technique used was the accidental sampling technique. The accidental sampling procedure was carried out by distributing the instrument online within 14 days so that the research sample was obtained. This study has a sample of 161 students. The measuring instrument used in this research is the Emotion Regulation Scale which is based on the theory of Gross and John. The Academic Procrastination Scale is based on the theory of McCloskey and Scielzo. The data analysis technique used a simple regression test. Based on the results of the analysis, the F value was 6.289 with a correlation value (R) of -0.195. The meaning is that there is an influence of emotional regulation on academic procrastination where the lower the emotional regulation, the higher the level of academic procrastination in students. The results of other data analysis obtained an R square test value of 0.038. The meaning is that emotion regulation has an influence of 3,8% on academic procrastination. Through emotion regulation, students can control negative emotions that arise when facing academic assignments so that they can reduce the level of academic procrastination in students.</p> <p><strong>Keywords</strong>: Emotional regulation, Academic procrastination, Students, Covid-19 pandemic</p> Martha Paula Veronika Kogoya, Miftakhul Jannah ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/41917 Fri, 16 Jul 2021 00:00:00 +0000 HUBUNGAN ANTARA ATTACHMENT (KELEKATAN) ORANG TUA DENGAN KEMANDIRIAN EMOSIONAL PADA REMAJA JALANAN https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/41918 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Remaja jalanan dilihat dari beberapa penelitian terdahulu, nampak rentan tumbuh dengan perilaku yang beresiko. <em>Attachment</em> (kelakatan) memiliki pengaruh yang besar terhadap bagaimana anak akan melihat dan menghadapi lingkungan sosial yang lebih luas pada tahap perkembangan yang selanjutnya, salah satu pengaruh penting pembentukan <em>attachment</em> yang aman adalah terbentuknya kemandirian emosi pada anak remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara<em> Attachment</em> orang tua dengan kemandirian emosional Remaja Jalanan di wilayah kabupaten Sidoarjo-Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 145 anak jalanan dengan sampel penelitian sebanyak 60 subjek dengan karakteristik rentang usia 12-18 tahun. Instrumen penelitian yang akan digunakan adalah skala <em>Attachment </em>dan skala kemandirian emosional. Skala disusun sesuai dengan teori-teori yang sesuai dengan setiap variabel serta dianalisis dengan menggunakan <em>software SPSS 24.0 for windows. </em>Hasil analisis menggunakan teknik Correlation Product Moment menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0.462, dari kesimpulan tersebut terdapat hubungan positif antara <em>attachment</em> orang tua dengan kemandirian emosi remaja jalanan namun pada tingkat korelasi yang lemah, dengan simpulan semakin tinggi <em>attachment</em> orang tua maka semakin tinggi pula kemandirian emosi remaja jalanan.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>attachment</em>, kemandirian emosional, remaja jalanan</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>Street teenagers, by some previous research, appear to be vulnerable to growing up with risky behaviors. The attachment has a great influence on how the child will see and face the wider social environment at the next stage of development, one of the important influences of the formation of secure attachments is the formation of emotional autonomy in adolescents. This research aims to find out how the relationship between parents' attachment and emotional autonomy of Street Teenagers in Sidoarjo. The research method uses the quantitative method. The population in this study was 145 street children with a research sample of 60 subjects with characteristics with the age range of 12-18 years. The research instrument that is used is the Attachment scale and the Emotional autonomy scale. The scale is organized according to the theories that correspond to each variable. Data analysis was performed using SPSS 25.0 for windows statistics program assistance. The results of the analysis using the Correlation Product Moment technique showed a correlation coefficient of 0.462, from the conclusion there is a positive relationship between the parent attachment and the emotional autonomy of street teenagers, but in low correlation category, with the conclusion that the higher the attachment of parents, the higher the emotional independence of street teenagers.</em></p> <p><em><strong>Keywords:</strong> attachment, emotional autonomy, street teenager.&nbsp; </em></p> Nafila Ikrima, Riza Noviana Khoirunnisa ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/41918 Fri, 16 Jul 2021 00:00:00 +0000 PERBEDAAN KECEMASAN ATLET LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN PADA MAHASISWA UNIT KEGIATAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/41920 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan kecemasan antara atlet laki-laki dan perempuan pada mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode <em>purposive sampling</em><em>. </em>Subyek penelitian berjumlah 80 orang mahasiswa dan mahasiswi aktif. Alat ukur peneltian menggunakan skala kecemasan. Analisis data menggunakan <em>independent samp</em><em>le</em> <em>t-</em><em>tes</em><em>t. </em>Instrumen penelitian dalam penelitian ini menggunakan koesioner dengan skala psikologi tentang kecemasan. Skala yang dibuat disusun berdasarkam teori dari variabel dan dianalisis dengan menggunakan software IBM SPSS 24 for windows. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan kecemasan antara atlet laki-laki dan atlet perempuan, pada sampel penelitian ini yang dibuktikan dengan nilai signifikasi 1,000 (p&gt;0,05)</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci: kecemasan, mahasiswa, atlet</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p>This study aims to determine the differences in anxiety between male and female athletes in the Student Activity Unit of the State University of Surabaya. This study used quantitative approach with purposive sampling method. The research subjects were 80 active students. The instrument&nbsp; used The anxiety scale. Data analysis used independent sample t-test. The research instrument in this study used a questionnaire with a psychological scale about anxiety. The scale based on the theory of the variables and analyzed using IBM SPSS 24 software for windows. This study shows that there is no significant difference in anxiety between male athletes and female athletes, in the sample of this study as shown by a significance value of 1,000 (p&gt;0.05).</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Keywords&nbsp; : Anxiety, student, athletes.</em></p> Eko Wahyu Nurdiansyah, Miftakhul Jannah ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/41920 Fri, 16 Jul 2021 00:00:00 +0000 PERBEDAAN SENSE OF BELONGINGNESS DITINJAU DARI JALUR SELEKSI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/41922 <p>Abstrak</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan <em>sense of belongingness</em> ditinjau dari jalur seleksi pada mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantittif, dengan metode komparatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa aktif (Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), dan Fakultas Ekonomi (FE)). <em>Simple random sampling </em>&nbsp;digunakan oleh peneliti untuk mengambil mahasiswa yang masuk Unesa dari jlur SNMPTN, SBMPTN, dan SPMB/Mandiri, dan diperoleh sebanyak 654 subjek. Instrumen PSSM (adaptasi Fadilah, Maslihah dan Misbach, 2018) digunakan untuk melihat perbedaan <em>sense of belongingess</em> pada mahasiswa. Teknik analis data menggunakan Teknik analisa varians. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan<em> sense of belongingness</em> ditinjau dari Jalur Seleksi pada mahsiswa Universitas Negeri Surabaya. Hal ini diperoleh dari nilai signifikansi sebesar 0.003 (Sig. &lt; 0.05). Manfaat dari penelitian ini adalah dapat digunakan sebagai refrensi bagi universitas untuk mengembangkan atau meninjau ulang program kegiatan yang dimiliki untuk membantu meningkatkan <em>sense of belongingness </em>&nbsp;pada mahasiswa yang diterima melalui Jalur Seleksi baik SNMPTN, SBMPTN, maupun SPMB/Mandiri. Selain itu dapat bermanfaat sebagai bahan refrensi tambahn bagi peneliti yang ingin mendalami topik serupa dilingkungan serupa.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>sense of belongingness, </em>jalur seleksi, mahasiswa &nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> <p><em>Abstract</em></p> <p><em>This study aims to determine whether there is a difference in the sense of belongingness in terms of the selection pathway among students of the State University of Surabaya. The approach used in this research is a quantitative approach, with a comparative method. Research subjects are active students (Faculty of Education (FIP), Faculty of Social Sciences and Law (FISH), and Faculty of Economics (FE)). Simple random sampling was used by researchers to take students who entered Unesa from the SNMPTN, SBMPTN, and SPMB/Mandiri lines, and obtained 654 subjects. The PSSM instrument (adaptation of Fadilah, Maslihah and Misbach, 2018) was used to see differences in the sense of belonging among students. Data analysis techniques use variance analysis techniques. Based on the results of the data analysis, it shows that there is a difference in the sense of belongingness in terms of the Selection Pathway for students at the State University of Surabaya. This is obtained from a significance value of 0.003 (Sig. &lt;0.05). The benefit of this research is that it can be used as a reference for universities to develop or review their program of activities to help increase the sense of belonging to students who are accepted through the Selection Pathway, both SNMPTN, SBMPTN, and SPMB / Mandiri. In addition, it can be useful as additional reference material for researchers who wish to explore similar topics in similar environments.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> sense of belongingness, selection path, college student.</em></p> <p><em><br> </em></p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Dinda Rizqia Widodo, Damajanti Kusuma Dewi ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/41922 Fri, 16 Jul 2021 00:00:00 +0000 HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA KARYAWAN PT X https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/41919 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Produktivitas dan keefektivitasan perusahaan untuk mencapai suatu target atau tujuan harus memiliki sumber daya manusia atau karyawan yang dapat berperilaku positif dan juga dapat menciptakan suasana yang baik serta nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara iklim organisasi dengan <em>organizational citizenship behavior</em> pada karyawan perusahaan. x. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode pengumpulan data berupa kuesioner. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 88 karyawan yang dipilih menggunakan teknik sampel jenuh dengan 30 karyawan digunakan untuk uji coba dan 58 karyawan untuk penelitian. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data menggunakan skala iklim organisasi dan skala <em>organizational citizenship behavior</em>. Jenis instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>skala likert</em>. Teknik analisis data dari penelitian ini menggunakan teknik korelasi <em>product moment</em>. Hasil analisis data uji korelasi pada penelitian ini sebesar 0,627 dengan nilai signifikansi 0,000 (p&lt;0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan antara iklim organisasi dengan <em>organizational citizenship behavior</em> (OCB) pada karyawan dengan arah hubungan yang positif. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara iklim organisasi dengan <em>organizational citizenship behavior </em>(OCB).</p> <p><strong>Kata Kunci: Iklim Organisasi, <em>Organizational Citizenship Behavior</em>, Karyawan</strong></p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Productivity and effectiveness of the company to achieve a target or goal must have human resources or employees who can behave positively and can also create a good and comfortable atmosphere. This study aims to determine whether there is a relationship between organizational climate and organizational citizenship behavior in company employees. x. This study uses quantitative methods with data collection methods in the form of questionnaires. The subjects used in this study amounted to 88 employees who were selected using the saturated sample technique with 30 employees used for testing and 58 employees for research. </em><em>The instrument used to collect data is using the organizational climate scale and scale organizational citizenship behavior. The type of research instrument used in this study is the Likert scale</em><em>. The data analysis technique of this research uses the correlation technique product moment. The results of the correlation test data analysis in this study were 0.627 with a significance value of 0.000 (p &lt;0.05). Based on these results, it can be said that there is a relationship between organizational climate and organizational citizenship behavior (OCB) in employees with a positive relationship direction. This shows that there is a significant relationship between organizational climate and organizational citizenship behavior (OCB)</em></p> <p><strong><em>Keywords: Organizational Climate, Organizational Citizenship Behavior, Employees</em></strong></p> <p><em>&nbsp;</em></p> Jimmy Nugroho Mukti, Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/41919 Fri, 16 Jul 2021 00:00:00 +0000 PERBEDAAN KETANGGUHAN MENTAL ATLET DITINJAU DARI JENIS KELAMIN PADA SISWA SMA “X” https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/41968 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Ketangguhan mental merupakan salah satu faktor penting bagi atlet pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam kompetisi maupun diluar kompetisi. Antara laki-laki dan perempuan terdapat perbedaan fisiologis yang diduga mempengaruhi atribut psikologis, sehingga perbedaan ini berdampak kepada ketangguhan mentalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ketangguhan mental yang dimiliki atlet pelajar laki-laki dan perempuan di Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian dengan sampel jenuh, yaitu semua populasi digunakan dalam penelitian. Jumlah sampel yakni 60 orang atlet pelajar dengan atlet laki-laki sebanyak 38 siswa dan atlet perempuan sebanyak 22 siswa. Atlet pelajar pada sampel penelitian terdiri dari cabang olahraga basket, futsal, voli, karate, judo, taekwondo, silat, bulutangkis, sepak bola, dan atletik dengan rentang usia 16-18 tahun. Pengumpulan data menggunakan instrumen skala ketangguhan mental olahraga yang disusun berdasarkan Sheard, Golby, dan Wersch. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan <em>independent sample t-test</em>. Hasil penelitian menunjukkan nilai t 3.316 &gt; 2.001. Maknanya adalah terdapat perbedaan signifikan antara ketangguhan mental atlet pelajar laki-laki dengan atlet pelajar perempuan. Atlet pelajar laki-laki menunjukkan nilai rata-rata ketangguhan mental yang lebih tinggi dibandingkan dengan atlet pelajar perempuan. Melalui perbedaan jenis kelamin, dapat diketahui bahwa atlet pelajar laki-laki lebih unggul pada keteguhan dalam berkonsentrasi dan lebih mampu untuk mengontrol dirinya terhadap emosi serta kecemasan yang muncul, sehingga ketangguhan mental yang dimiliki keduanya berbeda.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Ketangguhan mental, Atlet pelajar, Jenis kelamin.</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>Mental toughness is one of the essential</em><em> factors for senior high school (SHS) athletes either</em><em> in competition or</em><em> outside the competition. There are physiological differences between men and women</em><em> that are thought to be</em><em> affecting</em><em> psychological attributes, so that the</em><em> differences</em><em> had</em><em> an impact on mental toughness. This research</em><em> aims to discover</em><em> senior high school (SHS) male and female athletes mental toughness differences. </em><em>This</em><em> research uses quantitative methods. This research </em><em>is using</em><em> saturated sample, i.</em><em>e all the population used in the research</em><em>. The number of sample is 60 athletes, divided into</em><em> 38 male athletes and 22 female athletes. Sports that used as a sample</em><em> consist of basketball, futsal, volleyball, karate, judo, taekwondo, silat, badminton, soccer, and athletics,</em><em> with an age range of the athlete is</em><em> 16-18 years old</em><em>. Data collecting process is</em><em> using scale instrument of</em><em> sports mental toughness based on Sheard, Golby, and Wersch, while </em><em>data analysis technique used in this research is </em><em>independent sample t-test. The results show that the t value is</em><em> 3.316 &gt; 2.001. That means </em><em>there are</em><em> significant differences</em><em> between male and female athletes mental toughness</em><em>. Male athletes show higher average mental toughness scores than female athletes. By way of</em><em> gender differences, male athletes are superior in concentrating and control themselves better</em><em> against emotions and anxiety that arise, so that the mental toughness they have is different.</em></p> <p><strong>Keywords: </strong><em>mental toughness, senior high school </em><em>athlete, sex.</em></p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> Achmad Ma'mun Murod, Miftakhul Jannah ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/41968 Sun, 18 Jul 2021 00:00:00 +0000 HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA MAHASISWI PSIKOLOGI PENGGUNA E-COMMERCE SHOPEE https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/42541 <p>Abstrak</p> <p>Masa pandemic seperti saat ini menjadikan aktivitas jual beli secara <em>online</em> semakin meningkat yang dapat membantu dalam pemenuhan kebutuhan pada individu. Pembelian secara <em>online</em> juga dapat menjadikan munculnya suatu perilaku konsumtif. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dan perilaku konsumtif pada mahasiswi psikologi pengguna <em>E-commerce</em> Shopee. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi jurusan Psikologi UNESA dengan jumlah sampel 131 mahasiswi. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan <em>purposive sampling</em>, dengan menentukan beberapa karakteristik tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik parametrik korelasi <em>Product Moment Pearson</em>. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku konsumtif pada mahasiswi psikologi pengguna <em>e-commerce</em> Shopee, hal ini diketahui berdasarkan nilai signifikansi sebesar 0,00 (p&lt;0,01). Selain itu, diketahui pula nilai koefisien korelasi sebesar -0.633 dengan artian bahwa hubungan antara kedua variabel termasuk kuat dan negatif. Semakin rendah kontrol diri maka semakin tinggi perilaku konsumtif yang dimunculkan.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Kontrol Diri, Perilaku Konsumtif, <em>E-commerce</em> Shopee.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> <p>Abstract</p> <p><em>The current pandemic period makes online buying and selling activities increasing, which can help individual needs. Online purchases can also lead to the emergence of a consumptive behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between self-control and consumptive behavior in psychology students of Shopee E-commerce users. The population used in this study were all female students majoring in Psychology UNESA, with a total sample of 131 female students. The sampling technique in this study used purposive sampling, by determining certain characteristics that were in accordance with the research objectives. The data analysis technique in this study uses a parametric statistical analysis of Pearson's Product Moment Correlation. The results obtained indicate that there is a significant relationship between self-control and consumptive behavior in psychology students of Shopee e-commerce users, this is known based on a significance value of 0.00 (p &lt;0.01). In addition, it is also known that the correlation coefficient value is -0.633, which means that the relationship between the two variables is strong and negative. The lower the self-control, the higher the consumptive behavior that appears.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Self Control, Consumptive Behavior</em>, <em>E-commerce</em> Shopee</p> Dewi Arum, Riza Noviana Khoirunnisa ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/42541 Mon, 02 Aug 2021 00:00:00 +0000 RESILIENSI ISTRI SELEPAS KEMATIAN SUAMI AKIBAT COVID-19 https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/42623 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Ditinggalkan oleh pasangan hidup akan membawa dampak khususnya dalam aspek psikologis yaitu kesedihan, keterpurukan, kedukaan, dan keputusasaan. Resiliensi merupakan kemampuan individu untuk menghadapi, mengatasi, belajar dari, serta bertahan ketika mendapatkan permasalahan dan kesulitan hidup atau keterpurukan yang membuatnya menjadi tak berdaya serta mampu untuk bangkit dari keterpurukan tersebut sehingga menjadi sebuah pribadi yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses resiliensi yang dialami oleh istri yang berstatus single parent selepas kematian suami akibat Covid-19. &nbsp;Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Subyek dalam penelitian ini sebanyak dua&nbsp; orang dengan kriteria seorang ibu rumah tangga tak berpenghasilan tetap dan telah ditinggal oleh suaminya di mana suaminya meninggal akibat Covid-19. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur. Teknik analisa data adalah teknik analisa data tematik.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> resiliensi, ibu rumah tangga, kematian karena Covid 19</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Abandoned by a life partner will have an impact, especially in psychological aspects, namely sadness, depression, grief, and despair. Resilience is an individual's ability to face, overcome, learn from, and survive when faced with problems and difficulties in life or adversity that makes him helpless and able to rise from adversity to become a better person. The purpose of this study was to find out how the process of resilience experienced by wives who are single parents after the death of their husbands due to Covid-19. This type of research is a qualitative research using a case study approach. The subjects in this study were two people with the criteria of a housewife who had no fixed income and had been abandoned by her husband where her husband died due to Covid-19. Data collection techniques using semi-structured interviews. Data analysis technique is thematic data analysis technique.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> resilience, housewives, death due to Covid 19</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Ayu Citra Jalesveva Widyataqwa, Diana Rahmasari ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/42623 Tue, 10 Aug 2021 00:00:00 +0000 HUBUNGAN ANTARA ETOS KERJA DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN PT “X” https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/42697 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Karyawan yang berkualitas merupakan harapan bagi setiap peruasahaan. Selain harus memiliki kemampuan yang baik di bidangnya, seorang karyawan juga harus memiliki komitmen pada perusahaan agar mengurangi angka <em>turnover</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara etos kerja dengan komitmen organisasi dengan subjek karyawan PT “X”. &nbsp;Penelitian ini menggunakan instrumen kuisioner dengan<em>skala likert</em>. Populasi penelitian ini merupakan seluruh karyawan PT “X”. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 110 orang dengan pembagian 30 sampel untuk <em>try out</em> dan 80 sampel untuk penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>purposive sampling</em> dengan kriteria karyawan yang telah bekerja minimal 1 tahun dan memiliki komitmen organisasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan <em>spearman’s rho</em>untuk menghitung uji hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan dan kuat serta positif antara etos kerja dan komitmen organisasi. Hal ini diketahui berdasarkan nilai koefisien korelasi dengan nilai 0,532 (r<sub>hitung</sub>&gt; 0,185) dan nilai signifikansi 0,00 (p&lt;0,01). Artinya, terdapat hubungan antara etos kerja dengan komitmen organisasi pada karyawan di PT “X”. Semakin tinggi etos kerja maka semakin tinggi pula komitmen organisasi. Selain itu, dalam penelitian ini diketahui pula bahwa etos kerja memberikan sumbangan efektif sebesar 27,9% pada variasi komitmen organisasi karyawan di PT “X”.</p> <p><strong>Kata Kunci : </strong>Etos kerja, Komitmen organisasi, Karyawan</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>Quality employees are the hope for every company. In addition to having good abilities in their fields, an employee must also have a commitment to the company in order to reduce turnover rates. This study aims to determine relationship between work ethic and organizational commitment with the subject of employees of PT "X". This study uses a questionnaire instrument with a Likert scale. The population of this research is all employees of PT "X". The sample in this study amounted to 110 people with the distribution of 30 samples for try out and 80 samples for research. The sampling technique used purposive sampling with the criteria of employees who have worked at least 1 year and have organizational commitment. Data analysis in this study used spearman's rho to calculate hypothesis testing. Based on the research results, it shows a significant and strong and positive relationship between work ethic and organizational commitment. This is known based on the value of the correlation coefficient with a value of 0.532 (rcount &gt; 0.185) and a significance value of 0.00 (p &lt;0.01). That is, there is a relationship between work ethic and organizational commitment to employees at PT "X". The higher the work ethic, the higher the organizational commitment. In addition, in this study it is also known that work ethic provides an effective contribution of 27.9% on variations in employee organizational commitment at PT "X".</em></p> <p><strong><em>Key Word :</em></strong><em> Work Ethic, Organizational Commitment, Employee</em></p> Atanasius Yudistira Putratama, Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/42697 Wed, 18 Aug 2021 00:00:00 +0000 HUBUNGAN ANTARA MENTAL TOUGHNESS DENGAN KECEMASAN OLAHRAGA PADA ATLET BELADIRI https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/42043 <p>Abstrak</p> <p>Mental toughness mempunyai peranan penting dalam pencapaian prestasi atlet bela diri. Fungsi mental toughness yaitu untuk pertahanan diri atlet bela diri ketika menghadapi situasi yang sulit. Mental toughness memberikan motivasi dan perasaan positif, sehingga atlet bela diri mampu mengontrol dan menurunkan kecemasannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara <em>m</em><em>ental </em><em>t</em><em>hougness </em>dengan kecemasan olahraga pada atlet beladiri. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh<em>. </em>Sampel yang digunakan yaitu terdiri dari 60 atlet pelajar beladiri terdiri dari cabang olahraga pencak silat, judo, karate, gulat dan anggar. Jumlah atlet pelajar beladiri terdiri dari 26 atlet pelajar perempuan dan 34 atlet pelajar laki-laki, dengan rentang usia 15-18 tahun.. Pengumpulan data menggunakan adaptasi skala <em>mental </em><em>toughness </em><em>&nbsp;</em>yang disusun berdasarkan Gucciardi <em>et al</em>. Sedangkan kecemasan olahraga menggunakan adaptasi skala <em>Sport Anxiety Scale</em> yang disusun berdasarkan Smith <em>et al.</em> Teknik analisis data menggunakan teknik &nbsp;korelasi <em>product momen</em>t. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara variabel <em>mental toughness</em> dengan kecemasan olahraga dengan nilai koefisien sebesar 0,105 dan taraf signifikansi 0,423 Atlet pelajar yang memiliki <em>mental toughness</em> pada situasi tertentu akan mengalami kecemasan olahraga.</p> <p><strong>&nbsp; </strong></p> <p><strong>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kata Kunci: </strong>Mental toughness, Kecemasan Olahraga, Atlet Beladiri</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Mental toughness has an important role in the achievement of martial arts athletes. The function of mental toughness is for self-defense of self-defense athletes when facing difficult situations. Mental toughness provides motivation and positive feelings, so that martial arts athletes are able to control and reduce their anxiety. The purpose of this study was to determine the relationship between mental thougness and sports anxiety in martial athletes. The research uses correlational quantitative methods. The sampling technique used a saturated sample. The sample used consisted of 60 student martial arts athletes consisting of pencak silat, judo, karate, wrestling and fencing sports. The number of student martial arts athletes consists of 26 female student athletes and 34 male student athletes, with an age range of 15-18 years. The data was collected using an adaptation of the mental toughness scale compiled based on Gucciardi et al. Meanwhile, sports anxiety uses an adaptation of the Sport Anxiety Scale which is based on Smith et al. The data analysis technique uses the product moment correlation technique. The results showed that there was no relationship between the mental toughness variable and sports anxiety with a coefficient value of 0.105 and a significance level of 0.423. Student athletes who have mental toughness in certain situations will experience sports anxiety.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Keywords: Mental toughness, Sports Anxiety, Martial Athletes</p> <p>&nbsp;</p> Ilham Andrian Noviansyah, Miftakhul Jannah ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/42043 Mon, 19 Jul 2021 00:00:00 +0000 HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PENGGUNA E-COMMERCE MARKETPLACE https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/42761 <p>Abstrak</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara konformitas dengan perilaku konsumtif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasi. Subjek yang digunakan dalam penelitian adalah wanita dewasa awal pengguna <em>e-commerce marketplace</em>. Pengambilan sampel menggunakan teknik <em>incidental</em><em> sampling</em>. Penelitian menggunakan dua skala,yaitu skala konformitas dan skala perilaku konsumtif. Subjek penelitian ini adalah 100 wanita dewasa awal. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis Ha memiliki hubungan yang signifikan antara konformitas dengan perilaku konsumtif penggunana e-commerce marketplace pada wanita dewasa awal (r = 0,433 ; p &lt; 0,05). Hal tersebut memiliki makna bahwa semakin tinggi konformitas yang dialaminya, maka semakin itinggi pula perilaku konsumtifnnya. Konformitas dalam penelitian ini menyumbangkan sebesar 18,7% terhadap perilaku konsumtif pada wanita dewasa awal.</p> <p><strong>Kata</strong><strong> Kunci:</strong> konformitas, perilaku konsumtif, wanita dewasa awal, <em>e-commerce</em>, <em>marketplace</em></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This</em><em> study aims to determine whether there is a relationship between conformity and consumptive behavior.</em><em> The method used in this research is quantitative method. This study uses a correlation approach. The</em><em> subjects used in the study were early adult women who were users of the e-commerce marketplace.</em><em> Sampling using incidental sampling technique. The study used two scales, namely the conformity scale</em><em> and</em><em> the</em><em> consumptive</em><em> behavior</em><em> scale.</em> <em>The subjects of this study were 100 early adult women. The data analysis technique used is simple regression analysis. The results of this study indicate that the Ha hypothesis has a significant relationship between conformity and consumptive behavior in using e-commerce marketplaces in early adult women (r = 0.433; p &lt;0.05). This means that the higher the conformity experienced, the higher the consumptive behavior. Conformity in this study contributed 18.7% to consumptive behavior in early adult women.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong> <em>conformity,</em><em> consumptive behavior,</em><em> early adult women,</em><em> e-commerce, marketplace</em></p> <p>&nbsp;</p> Pega Astria Susanto, Siti Ina Savira ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/42761 Fri, 27 Aug 2021 00:00:00 +0000 HUBUNGAN ANTARA KOMITMEN DENGAN FORGIVENESS DALAM MENGHADAPI KONFLIK PADA DEWASA MUDA YANG MENJALIN HUBUNGAN JARAK JAUH https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/42881 <p>Abstrak</p> <p>Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara komitmen dengan <em>forgiveness</em> dalam menghadapi konflik pada dewasa muda yang menjalin hubungan jarak jauh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan subjek sebanyak 100 wanita dewasa muda yang sedang menjalani hubungan jarak jauh. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik <em>non probability sampling</em> dengan metode <em>accidental sampling</em>. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua macam alat ukur yaitu skala komitmen dan skala <em>forgiveness</em>. Kedua alat ukur disusun dalam bentuk skala Likert. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan uji korelasi <em>Spearman Rho</em> dengan bantuan SPSS for windows versi 24.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara komitmen dengan <em>forgiveness</em> dalam menghadapi konflik pada wanita dewasa muda yang menjalin hubungan jarak jauh. Hal ini dibuktikan dengan nilai r=0,499 dan p=0,000. Semakin kuat komitmen dalam sebuah hubungan jarak jauh maka akan semakin tinggi pula kemauannya untuk melakukan <em>forgiveness</em> terhadap kesalahan yang telah dilakukan oleh pasangan.</p> <p><strong>Kata</strong><strong> Kunci:</strong> komitmen, <em>forgiveness</em>, hubungan jarak jauh</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This study aims to determine the relationship between commitment and forgiveness in dealing with conflict in young adults who have long-distance relationships. This study uses a correlational quantitative approach with as many as 100 young adult women who are in long-distance relationships. The sampling technique used is non-probability sampling using accidental sampling method. The instruments used in this study consisted of two kinds of measuring instruments, namely the scale of commitment and the scale of forgiveness. Both of these scale are arranged in the form of Likert scale. The data of this study were analyze using the Spearman Rho correlation test through SPSS for windows 24.0. The result of this tudy showed that there is a positive and significant correlation between commitment and forgiveness in dealing conflict among young adult women who are in long-distance relationships. This is evidenced by the value of r=0.499 and p=0.000. It means that the stronger the commitment in a long-distance relationship, the higher the willingness to forgive the mistakes that have been made by partner.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong> <em>commitment, forgiveness, long-distance relationships</em></p> Sindy Elbahani Syahputri, Riza Noviana Khoirunnisa ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/character/article/view/42881 Tue, 14 Sep 2021 00:00:00 +0000