Implementasi pendidikan inklusif di sekolah menengah ditinjau dari aspek kepemimpinan instruksional
DOI:
https://doi.org/10.26740/energy.v2i2.80484Keywords:
inklusif; kepemimpinan; instruksionalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan instruksional kepala sekolah terhadap pelaksanaan pembelajaran diferensiasi dan implikasinya terhadap pelaksanaan pendidikan inklusif di sekolah. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei korelasional dan analisis jalur (path analysis). Subjek penelitian berjumlah 116 guru dari empat Sekolah Menengah Pertama di Bandung yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa skala kepemimpinan instruksional, skala pelaksanaan pembelajaran diferensiasi, dan skala pelaksanaan pendidikan inklusif. Analisis data menggunakan uji-t independen, regresi linear berganda, dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional berpengaruh signifikan terhadap pembelajaran diferensiasi (p < 0,05) dengan nilai F = 24,73, dan pembelajaran diferensiasi berpengaruh signifikan terhadap pelaksanaan pendidikan inklusif (p < 0,05) dengan nilai F = 19,88. Sekolah dengan kepemimpinan instruksional yang kuat menunjukkan peningkatan skor pelaksanaan pendidikan inklusif sebesar 29,4% dibandingkan sekolah dengan kepemimpinan instruksional yang lemah. Faktor intensitas supervisi pembelajaran dan pendampingan guru turut memoderasi pengaruh tersebut. Temuan ini mengimplikasikan perlunya penguatan peran kepemimpinan instruksional kepala sekolah dalam mendorong praktik pembelajaran diferensiasi guna mewujudkan pendidikan inklusif yang efektif.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Abstract views: 7
,
PDF Downloads: 5
