PERSONIFIKASI DALAM NOVEL KONBINI NINGEN コンビニ人間 KARYA SAYAKA MURATA

Authors

  • Saskya Dwi Kartikasari Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Penelitian ini mengkaji personifikasi dalam novel Konbini Ningen karya Sayaka Murata dengan fokus pada jenis-jenis personifikasi dan fungsinya dalam membentuk efek stilistika. Personifikasi merupakan gaya bahasa yang memberikan sifat-sifat manusia kepada objek non-manusia, dan dalam novel ini digunakan secara konsisten untuk membangun dunia naratif yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis-jenis personifikasi yang digunakan dalam novel, dan (2) menganalisis fungsi personifikasi dalam menciptakan efek stilistika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis stilistika. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat dari novel Konbini Ningen terbitan Bungeishunjū tahun 2016. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi ungkapan personifikasi, mengklasifikasikan jenisnya, dan menganalisis fungsi serta efek stilistikanya berdasarkan konteks naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 13 data personifikasi yang terdiri dari 11 personifikasi objek fisik, 1 personifikasi konsep abstrak, dan 1 personifikasi tumbuhan, sementara personifikasi fenomena alam tidak ditemukan. Personifikasi objek fisik mendominasi, khususnya personifikasi bunyi dan suara konbini yang muncul dalam 6 dari 11 data, menunjukkan pentingnya aspek pendengaran dalam pengalaman tokoh utama terhadap lingkungan kerjanya. Dominasi bunyi ini membentuk motif tematik di mana bunyi bukan sekadar rangsangan pasif, tetapi pelaku aktif yang berkomunikasi dan bahkan menguasai kesadaran Keiko. Ketiadaan personifikasi fenomena alam menegaskan bahwa dunia Keiko sepenuhnya urban dan artifisial, terbatas pada konbini dan lingkungan buatan manusia. Dari segi fungsi, personifikasi memiliki tiga fungsi utama: fungsi ekspresif yang menciptakan intimasi emosional, pengalihan tanggung jawab, ironi sosial, dan intensifikasi kondisi psikologis; fungsi kognitif yang menciptakan konkretisasi konsep abstrak, reframing perspektif, dan defamiliarisasi; serta fungsi estetis yang menciptakan penghalusan bahasa, absurditas, vividness citraan, dan kohesi naratif. Personifikasi dalam novel ini bukan sekadar hiasan bahasa, melainkan strategi naratif inti yang membangun dunia di mana batas antara manusia dan sistem menjadi kabur, mengeksplorasi tema identitas dan posisi individu dalam masyarakat modern.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-02-27

Issue

Section

Articles-February
Abstract views: 18 , PDF Downloads: 2