ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA DENOTATIF DAN KONOTATIF MAKANAN DALAM ANIME "NOHARA HIROSHI'S LUNCH STYLE" KARYA YOICHI TSUKAHARA
Abstract
Anime Jepang sering menampilkan makanan tidak hanya sebagai tampilan visual, tetapi juga sebagai simbol yang mengandung makna budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotatif dan konotatif makanan dalam anime Nohara Hiroshi’s Lunch Style karya Yoichi Tsukahara, baik dari perspektif masyarakat Jepang maupun masyarakat global. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Data diperoleh dari 12 episode anime yang menampilkan berbagai jenis makanan Jepang dan internasional. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi makna denotasi dan makna konotasi dari makanan yang ditampilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan memiliki dua tingkat makna. Secara denotatif, makanan digambarkan secara realistis melalui bahan dan penyajiannya. Secara konotatif, makanan merepresentasikan nilai budaya Jepang seperti kebersamaan, kesederhanaan, dan penghargaan terhadap musim. Bagi masyarakat global, makanan mencerminkan keterbukaan budaya Jepang terhadap budaya luar serta proses glocalization (adaptasi global menjadi lokal). Penelitian ini menyimpulkan bahwa makanan dalam anime tersebut berperan sebagai media penyampaian nilai budaya yang efektif dan menjadi simbol identitas, tradisi, serta perubahan sosial dalam masyarakat Jepang modern.
Kata kunci: semiotika, makna makanan, anime Jepang, Roland Barthes, budaya Jepang
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0
