Analisis Fukushi Semete (せめて) dan Sukunakutomo (少なくとも) dalam Asahi Shimbun Digital Periode Januari 2024 - Desember 2024
Abstract
Bahasa memiliki peran penting dalam komunikasi, terutama dalam ketepatan makna. Dalam bahasa Jepang, terdapat kata bersinonim (ruigigo) seperti semete dan sukunakutomo yang sama-sama bermakna “setidaknya”, tetapi memiliki perbedaan struktur dan nuansa makna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola struktur, makna, dan perbedaan penggunaan kedua fukushi tersebut dalam konteks kalimat nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain analisis semantik dan sintaksis. Data diperoleh dari artikel berita dalam Asahi Shimbun Digital periode Januari–Desember 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat, dengan instrumen berupa kartu data. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, klasifikasi, dan interpretasi makna berdasarkan konteks kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semete cenderung digunakan untuk menyatakan harapan minimal yang bersifat subjektif dan emosional, sedangkan sukunakutomo digunakan untuk menyatakan batas minimal yang bersifat objektif dan informatif. Dari segi struktur, keduanya memiliki pola penggunaan yang berbeda dalam kalimat. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa meskipun memiliki makna dasar yang sama, kedua fukushi tersebut tidak dapat digunakan secara bebas sebagai sinonim. Oleh karena itu, pembelajar bahasa Jepang perlu memahami perbedaan nuansa makna dan konteks penggunaannya. Disarankan penelitian selanjutnya dapat mengkaji penggunaan kedua fukushi dalam ragam bahasa lain.
Kata kunci: fukushi, semete, sukunakutomo, semantik, ruigigo
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
Abstract views: 3
,
PDF Downloads: 0
