Inovasi Fisika Indonesia https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inovasi-fisika-indonesia <p>Jurnal Online Program Studi S-1 Fisika - Fakultas MIPA UNESA.</p> <p>Jurnal Inovasi Fisika Indonesia(IFI) merupakan jurnal peer-reviewed,&nbsp;<strong>p-ISSN&nbsp;2302-4216, e-ISSN 2830-1765</strong><strong>&nbsp;</strong>&nbsp;yang dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Jurnal ini tersedia gratis untuk seluruh pembaca dan mencakup perkembangan dan penelitian dalam bidang&nbsp;<strong>fisika (Fisika Material, Fisika Kebumian dan Fisika Instrumentasi).</strong></p> en-US kholiq@unesa.ac.id (Abd. Kholiq) arierealita@unesa.ac.id (Arie Realita) Sun, 30 Jul 2023 12:51:59 +0000 OJS 3.1.1.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENGARUH VARIASI DAYA DAN LAMA PAPARAN IRRADIASI LASER DIODE TERHADAP PEFORMA PERTUMBUHAN CASSAVA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inovasi-fisika-indonesia/article/view/56397 <p>Irradiasi laser adalah teknologi yang inovatif dan dapat diterapkan dalam bidang bioteknologi. Dengan menggunakan sinar laser yang terfokus, intens dan pada paparan waktu tertentu, teknologi ini memungkinkan dapat menstimulasi perkembangan dan pertumbuhan dari tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil dan mendeskripsikan hasil dari pengaruh irradiasi laser terhadap pertumbuhan. Irradiasi laser diberikan kepada sampel dengan variasi daya 1mW, 4mW, 6mW, dan 10mW, serta lama waktu paparan 30s, 40s, 50s, 60s, 70s, 80s, dan 90s. Hasil peforma pertumbuhan <em>Cassava</em> pada sampel D1T70 menunjukkan hasil yang cukup signifikan dibandingkan dengan kontrol yang ada, dengan menunjukkan tinggi batang akhir 65mm pada periode tanam selama 1 bulan.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Cassava, Fotobiostimulasi, Laser Dioda, Manihot Esculenta</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Laser irradiation is an innovative technology and can be applied in the field of biotechnology. By using laser beams that are focused, intense and at a certain time exposure, this technology makes it possible to stimulate the development and growth of plants. This study aims to analyze the results and describe the results of the effect of laser irradiation on growth. Laser irradiation was given to samples with various power of 1mW, 4mW, 6mW, and 10mW, and exposure times of 30s, 40s, 50s, 60s, 70s, 80s, and 90s. The results of Cassava growth performance in the D1T70 sample showed significant results compared to the existing control, showing a final stem height of 65mm in a planting period of 1 month.</p> <p>&nbsp;<strong>Keywords</strong>: Cassava, Photobiostimulation, Laser Diode, Manihot Esculenta</p> Dhenatra Rifqy Prasetyo, Nugrahani Primary Putri, Rohim Aminullah Firdaus, Rini Khamimatul Ula ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inovasi-fisika-indonesia/article/view/56397 Sat, 29 Jul 2023 00:00:00 +0000 Efektifitas Membran GO-Fe3O4/PSF untuk Filtrasi Zat Warna dan NaCl dalam Air https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inovasi-fisika-indonesia/article/view/56435 <p>Artikel ini bertujuan untuk mengetahui kefektifan mebran GO-Fe<sub>3</sub>O<sub>4</sub>/PSF dalam filtrasi air. Fabrikasi membran dilakukan dengan menggunakan metode inversi fasa, kemudian membran melalui uji filtrasi untuk larutan NaCl dan<em> methylene blue</em> menggunakan corong <em>buchner</em> yang telah dihubungkan pada pompa vakum dengan tekanan konstan sebesar 650 mmHg. Larutan NaCl yang berhasil tersaring akan melalui uji fluks aliran dan <em>salt-rejection</em> sedangkan hasil larutan <em>methylene blue</em> yang tersari&nbsp; ng akan melewati uji fluks aliran dan UV-VIS. Larutan NaCl yang disaring menggunakan membran dengan kandungan 0,75 wt% GO-Fe<sub>3</sub>O<sub>4</sub> mempunyai nilai presentase <em>salt-rejection </em>tertinggi yaitu sebesar 59,34% dan nilai fluks aliran paling rendah yaitu sebesar 54,44 L.m<sup>-2</sup>.h<sup>-1</sup>. Membran dengan kandungan 0,75 wt% GO-Fe<sub>3</sub>O<sub>4</sub> juga dapat menyaring methylene blue lebih baik dan menghasilkan filtrat yang lebih cerah dibanding membran lainnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa membran dengan konsentrasi 0,75 wt% GO-Fe<sub>3</sub>O<sub>4 </sub>merupakan membran yang paling efektif dibandingkan membran lainnya dalam proses filtrasi air.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: membran, NaCl, methylene blue<strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>This article aims to determine the effectiveness of GO-Fe<sub>3</sub>O<sub>4</sub>/PSF membrane in water filtration. The membrane fabrication was carried out using the phase inversion method, then the membrane was filtered for NaCl and methylene blue solutions using a Buchner funnel connected to a vacuum pump with a constant pressure of 650 mmHg. The successfully filtered NaCl solution will go through flow flux and salt-rejection tests while the filtered methylene blue solution will pass flow flux and UV-VIS tests. The NaCl solution filtered using a membrane containing 0.75 wt% GO-Fe<sub>3</sub>O<sub>4</sub> had the highest salt-rejection percentage value of 59.34% and the lowest flow flux value of 54.44 L.m<sup>-2</sup>.h<sup>-1</sup>. The membrane is containing 0.75 wt% GO-Fe<sub>3</sub>O<sub>4</sub> can also filter methylene blue better and produce a brighter filtrate than other membranes. This shows that the membrane with a concentration of 0.75 wt% GO-Fe<sub>3</sub>O<sub>4</sub> is the most effective membrane compared to other membranes in the water filtration process.</p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: membranes, NaCl, methylene blue</em></p> Yekti Purnama Utami, Munasir MUNASIR ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inovasi-fisika-indonesia/article/view/56435 Sat, 29 Jul 2023 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI PVA-EKSTRAK DAUN SIRSAK SEBAGAI PENUTUP LUKA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inovasi-fisika-indonesia/article/view/56478 <p>Daun sirsak (<em>Annona muricata L</em>) merupakan salah satu tanaman obat yang ada di Indonesia. Ekstrak daun sirsak memiliki kandungan kimia seperti tanin, alkaloid, dan fenol yang dapat melawan pertumbuhan beberapa bakteri pada luka seperti <em>Escherichia coli </em>dan<em> Staphylococcus aureus</em> sehingga dapat digunakan sebagai penutup luka (<em>wound dressing)</em>. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas antibakteri <em>nanofiber</em> PVA-Daun Sirsak dalam menghambat bakteri <em>Staphylococcus aureus </em>dan <em>Escherichia coli</em>. Fabrikasi <em>nanofiber </em>PVA-Daun Sirsak dilakukan dengan menggunakan metode <em>electrospinning </em>yang selanjutnya diuji porositas dan antibakteri. Hasil penelitian menjelaskan <em>nanofiber </em>PVA-Daun Sirsak memiliki ukuran pori sebesar 0,24 µm – 0,48 µm, porositas sebesar 53% - 66%, dan dapat menghambat aktivitas antibakteri pada bakteri <em>Staphylococcus aureus </em>dan <em>Escherichia coli </em>dengan efektivitas sebesar 74% dan 33%.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>antibakteri, <em>nanofiber</em>, daun sirsak</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>Soursop or Annona muricata L is one of the medicinal plants in Indonesia. Soursop leaf extract contains chemical compounds such as tannins, alkaloids and phenols which can fight the growth of some bacteria in wounds such as Escherichia coli and Staphylococcus aureus so that they can be used as wound dressings. The purpose of this study was to describe and analyze the effectiveness of PVA-Soursop Leaf nanofiber antibacterial in inhibiting Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. PVA-Soursop Leaf nanofiber fabrication was carried out using the electrospinning method which was then tested for porosity and antibacterial properties. The results of the study explained that PVA-Soursop Leaf nanofiber had a pore size of 0.24 µm - 0.48 µm, a porosity of 53% - 66%, and could inhibit antibacterial activity on Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria with an effectiveness of 74% and 33%.</em></p> <p><strong>Keywords</strong>: antibacterial, <em>nanofiber</em>, soursop leaf</p> <p>&nbsp;</p> Leili Yatur Rohma, Diah Hari Kusumawati ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inovasi-fisika-indonesia/article/view/56478 Mon, 31 Jul 2023 00:00:00 +0000 KARAKTERISTIK LAPISAN TIPIS POLIANILIN SEBAGAI BAHAN AKTIF SENSOR GAS BENZENE https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inovasi-fisika-indonesia/article/view/56618 <p>Polianilin (PANi) adalah salah satu jenis polimer konduktif yang dapat disintesis dengan menggunakan metode elektrodeposisi pada subtrat ITO. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan performa penginderaan PANi terhadap gas Benzene. Lapisan tipis PANi terbentuk pada permukaan substrat ITO dengan menggunakan <em>scan rate</em> sebesar 100 mV/s dan siklus sebanyak 10. Hasil uji spektroskopi PANi sebelum dan sesudah terpapar gas Benzene tidak menunjukkan perbedaan dan masih dalam range gugus fungsi PANi. Untuk mengetahui performa penginderaan lapisan PANi terhadap gas analit dilakukan uji resistansi menggunakan <em>Four Point Probe </em>(FPP) dan didapatkan hasil sensitivitas, <em>recovery time, </em>dan<em> response time</em>, yang cenderung meningkat seiring peningkatan konsentrasi gas Benzene yang dipaparkan. Pada penginderaan Benzene dengan konsentrasi rendah (2 ppm) didapatkan <em>response time </em>sebesar 34.18 S, <em>recovery time </em>sebesar 30.56 s, dan sensitivitas sebesar 6,48%. Pada penginderaan Benzene dengan konsentrasi tinggi (20 ppm) didapatkan <em>response time </em>sebesar 63.04 s, <em>recovery time </em>sebesar 54.39 s, dan sensitivitas sebesar 11,73 %. Sehingga, lapisan PANi layak digunakan sebagai bahan fungsional sensor gas Benzene</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Polianilin, Benzene, Sensitivitas</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Polyaniline (PANi) is one type of conductive polymer that can be synthesized using the electrodeposition method on an ITO substrate. This study aims to analyze and describe the results of the sensitivity, reusability, response time, and recovery time of PANi to Benzene gas. Thin PANi films are formed on the surface of the ITO substrate using a scan rate of 100 mV/s and 10 cycles. The spectroscopic analysis of PANi before and after exposure to Benzene gas shows no significant difference and remains within the range of PANi functional groups. To assess the sensing performance of the PANi film towards the analyte gas, resistance tests are conducted using a Four Point Probe (FPP), yielding sensitivity, recovery time, and response time results that tend to increase with the increasing concentration of exposed Benzene gas. For the detection of low concentration Benzene (2 ppm), the response time is 34.18 s, the recovery time is 30.56 s, and the sensitivity is 6.48%. For the detection of high concentration Benzene (20 ppm), the response time is 63.04 s, the recovery time is 54.39 s, and the sensitivity is 11.73%. Therefore, the PANi film is suitable for use as a functional material for Benzene gas sensing.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Polyaniline, Benzene, Sensitivity</p> Pramesti Regita Ariyanti, Nugrahani Primary Putri ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inovasi-fisika-indonesia/article/view/56618 Tue, 01 Aug 2023 00:00:00 +0000 Rancang Bangun Alat Pendeteksi Kualitas Air Minum Berbasis Arduino https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inovasi-fisika-indonesia/article/view/56679 <p>Air merupakan komponen penting bagi proses kehidupan di bumi. Saat ini air masih mudah didapatkan, namun untuk menjaga sterilitas air harus melalui tahapan pengolahan yang benar. Salah satu keguaan air yaitu untuk dikonsumsi karena air minum sangatlah penting bagi tubuh manusia. Air minum harus memenuhi syarat fisik yang ideal agar terhindar dari berbagai macam penyakit yaitu air harus pada tingkatan pH air 6,5-8,5, suhu air 22-28℃, nilai TDS &lt;500 ppm dan nilai kekeruhan air &lt;5 NTU. Seiring dengan kemajuan teknologi, pendeteksi kualitas air minum dengan mikrokontroler digunakan karena dapat memudahkan pekerjaan secara otomatis. Maka dibuat alat yang lebih portebel dari pendeteksi kualitas air minum ini masyarakat agar dapat mengetahui kualitas air yang layak minum di daerah tersebut. Tujuan pembuatan alat pendeteksi kualitas air minum ini adalah menentukan nilai pH, suhu, TDS dan kekeruhan yang harus diukur dalam menentukan kualitas air sehat untuk di konsumsiserta mengetahui apakah alat dapat bekerja dengan baik Hasil menunjukkan penelitian ini menghasilkan desain dari perangkat keras seperti, box project, sensor pH, sensor TDS, sensor Turbidity, dan sensor suhu. Langkah selanjutnya melakukan pemograman pada software Arduino IDE dan dirangkai sesuai pin pada board pemrograman dengan hasil data yang akan ditampilakn pada LCD ukuran 16x4. Hasil dari pengujian ketelitian alat dari sensor pH sebesar 99%,sensor TDS sebesar 99,49%, dan sensor suhu sebesar 99%. Hasil pengujian alat dari semua sensor yang diambil dari 13 sampel nilai pH pada depot 1 tersebut hanya 5,9 dari nilai pH normal penelitian depot air minum dapat dikonsumsi tetapi harus dimasak terlebih dahulu sedangkan untuk air sumur kurang baik untuk dikonsumsi karena memiliki nilai TDS yang terlalu tinggi dan belum ada proses seperti pengelolaan air minum dengan alat seperti pada pengelolaan depot air minum.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Air minum, sensor pH, sensor TDS, sensor suhu, dan sensor turbidity.</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>Water is an essential component for life processes on earth. Currently, water is still easy to obtain, but to maintain water sterility, it must go through the correct processing stages. One of the uses of water is for consumption because drinking water is very important for the human body. Drinking water must meet ideal physical requirements to avoid various kinds of diseases, namely water must be at a water pH level of 6.5-7.5, water temperature 22-28 </em><em>℃</em><em>, TDS value &lt;500 ppm and water turbidity value &lt;5 NTU. Along with advances in technology, detecting the quality of drinking water with a microcontroller is used because it can facilitate work automatically. So, a more portable tool was made to detect the quality of drinking water, so that the community could find out the quality of water suitable for drinking in the area. The purpose of making this drinking water quality detection tool is to determine the value of pH, temperature, TDS and turbidity which must be measured in determining the quality of healthy water for consumption and to find out whether the tool can work properly. pH sensor, TDS sensor, Turbidity sensor, and temperature sensor. The next step is to program the Arduino IDE software and assemble it according to the pins on the programming board with the resulting data to be displayed on a 16x4 LCD. The results of testing the accuracy of the tool from the pH sensor is 99%, the TDS sensor is 99.49%, and the temperature sensor is 99%. The results of testing tools from all sensors taken from 13 samples of the pH value at depot 1 were only 5.9 from the normal pH value of the depot research. Drinking water can be consumed but must be cooked first, while well water is not good for consumption because it has too high a TDS value. high and there is no process such as drinking water management with tools such as drinking water depot management.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Drinking water, pH sensor, TDS sensor, temperature sensor and turbidity sensor.</em></p> Adinda Nur Natasya, Dzulkiflih Dzulkiflih ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inovasi-fisika-indonesia/article/view/56679 Thu, 03 Aug 2023 00:00:00 +0000 AKURASI PERBANDINGAN SOLUSI CENTROID MOMENT TENSOR (CMT) GEMPA BUMI SECARA REAL-TIME DAN OTOMATIS DI WILAYAH SUMATRA MENGGUNAKAN METODE GISOLA PADA SOFTWARE JOKOTINGKIR https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inovasi-fisika-indonesia/article/view/57227 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong>Gempa Bumi merupakan bencana kebumian yang sering terjadi di wilayah Sumatra, Indonesia, sehingga memerlukan pemantauan dan analisis yang cepat dan akurat untuk mitigasi resiko bencana terutama dalam menentukan CMT gempa bumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan dan cara merevisi hasil penentuan CMT secara <em>real-time </em>dan otomatis pada <em>event </em>gempa bumi di wilayah Sumatra menggunakan metode Gisola pada <em>software </em>JokoTingkir. Salah satu <em>software</em> geofisika yang dapat digunakan secara <em>real-time</em> otomatis dan manual adalah <em>software </em>Gisola yang juga di implementasikan pada <em>software</em> JokoTingkir. Penentuan CMT gempa bumi ini disesuaikan dengan kondisi geologi di Indonesia dan sekitarnya dengan cara menginput model kecepatan yang cocok di wilayah Indonesia dan&nbsp; memfilter frekuensi <em>waveform</em> guna mengurangi banyaknya <em>noise</em> dalam gelombang seismik. Selain itu menggunakan rekaman data seismogram dari stasiun seismik. <em>Software </em>JokoTingkir menghasilkan solusi CMT secara <em>real-time </em>dan otomatis, dimana data yang direkam merupakan data seismik atau data <em>waveform</em> dengan cakupan secara regional dengan magnitude mulai 5-8 yang terdeteksi oleh Federasi Internasional Layanan Web Jaringan Seismograf Digital (FDSNWS) dan waktu tempuh yang dibutuhkan untuk mengolah kurang lebih 15 menit pada jarak 500 km sampai dengan 1000 km. Kemudian parameter gempa tersebut secara otomatis dipublikasikan di web sesuai dengan kualitas gempa bumi. Hasil penelitian ini diperoleh R <em>squared</em> untuk tiap parameter <em>strike, dip </em>dan <em>rake</em> Nilai parameter dari JokoTingkir itu hampir mendekati nilai dari GCMT. Sehingga nilai <em>r squared</em> yang dihasilkan oleh parameter <em>strike, dip, </em>dan<em> rake</em> itu diatas 80% atau 0,8. Hal ini menyatakan bahwa penggunaan metode Gisola pada <em>software</em> JokoTingkir bisa dikatakan valid atau reliable.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>centroid moment tensor, real-time, </em>Gisola, FDSNWS, JokoTingkir</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Earthquakes are a natural disaster that often occurs in the Sumatra region, Indonesia, so they require fast and accurate monitoring and analysis to mitigate disaster risks, especially in determining the CMT of earthquakes. The purpose of this research is to find out the comparison and how to revise the results of determining CMT real-time and auto on event earthquakes in the Sumatra region using the Gisola method on software JokoTingkir. One of software usable geophysics real-time automatic and manual is software Gisola which is also implemented in software JokoTingkir. The CMT determination for this earthquake is adjusted to the geological conditions in Indonesia and its surroundings by inputting a suitable velocity model in the Indonesian region and filtering the frequency waveform to reduce the number noise in seismic waves. In addition, it uses recorded seismogram data from seismic stations. Software JokoTingkir produces CMT solutions for free real-time and automatic, where the recorded data is seismic data or data waveform with regional coverage with magnitudes ranging from 5-8 detected by the International Federation of Digital Seismograph Network Web Services (FDSNWS) and the travel time required to process approximately 15 minutes at a distance of 500 km to 1000 km. Then the earthquake parameters are automatically published on the web according to the quality of the earthquake. The results of this study were obtained by R squared for each parameter strike, dip and rake. The parameter value from Joko Tingkir is almost close to the value from GCMT. So value r squared generated by the parameters strike, dip, and rake it is above 80% or 0.8. This states that the use of the Gisola method on software JokoTingkir can be said to be valid or reliable.</em></p> <p><strong>Keywords</strong>: <em>centroid moment tensor, real-time, </em><em>Gisola, FDSNWS, JokoTingkir</em></p> Elvira Silvia Tsani, Madlazim Madlazim, Muhammad Nurul Fahmi ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inovasi-fisika-indonesia/article/view/57227 Wed, 18 Oct 2023 00:00:00 +0000 AKURASI PERHITUNGAN CENTROID MOMENT TENSOR (CMT) GEMPA BUMI SECARA REAL TIME DAN OTOMATIS MENGGUNAKAN METODE GISOLA DI WILAYAH JAWA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inovasi-fisika-indonesia/article/view/57253 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong>Gempa Bumi merupakan bencana kebumian yang sering terjadi di wilayah Sumatra, Indonesia, sehingga memerlukan pemantauan dan analisis yang cepat dan akurat untuk mitigasi resiko bencana terutama dalam menentukan CMT gempa bumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan dan cara merevisi hasil penentuan CMT secara <em>real-time </em>dan otomatis pada <em>event </em>gempa bumi di wilayah Sumatra menggunakan metode Gisola pada <em>software </em>JokoTingkir. Salah satu <em>software</em> geofisika yang dapat digunakan secara <em>real-time</em> otomatis dan manual adalah <em>software </em>Gisola yang juga di implementasikan pada <em>software</em> JokoTingkir. Penentuan CMT gempa bumi ini disesuaikan dengan kondisi geologi di Indonesia dan sekitarnya dengan cara menginput model kecepatan yang cocok di wilayah Indonesia dan&nbsp; memfilter frekuensi <em>waveform</em> guna mengurangi banyaknya <em>noise</em> dalam gelombang seismik. Selain itu menggunakan rekaman data seismogram dari stasiun seismik. <em>Software </em>JokoTingkir menghasilkan solusi CMT secara <em>real-time </em>dan otomatis, dimana data yang direkam merupakan data seismik atau data <em>waveform</em> dengan cakupan secara regional dengan magnitude mulai 5-8 yang terdeteksi oleh Federasi Internasional Layanan Web Jaringan Seismograf Digital (FDSNWS) dan waktu tempuh yang dibutuhkan untuk mengolah kurang lebih 15 menit pada jarak 500 km sampai dengan 1000 km. Kemudian parameter gempa tersebut secara otomatis dipublikasikan di web sesuai dengan kualitas gempa bumi. Hasil penelitian ini diperoleh R <em>squared</em> untuk tiap parameter <em>strike, dip </em>dan <em>rake</em> Nilai parameter dari JokoTingkir itu hampir mendekati nilai dari GCMT. Sehingga nilai <em>r squared</em> yang dihasilkan oleh parameter <em>strike, dip, </em>dan<em> rake</em> itu diatas 80% atau 0,8. Hal ini menyatakan bahwa penggunaan metode Gisola pada <em>software</em> JokoTingkir bisa dikatakan valid atau reliable.</p> <p>&nbsp;<strong>Kata Kunci: </strong><em>centroid moment tensor, real-time, </em>Gisola, FDSNWS, JokoTingkir</p> <p><strong>&nbsp;</strong><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Earthquakes are a natural disaster that often occurs in the Sumatra region, Indonesia, so they require fast and accurate monitoring and analysis to mitigate disaster risks, especially in determining the CMT of earthquakes. The purpose of this research is to find out the comparison and how to revise the results of determining CMT real-time and auto on event earthquakes in the Sumatra region using the Gisola method on software JokoTingkir. One of software usable geophysics real-time automatic and manual is software Gisola which is also implemented in software JokoTingkir. The CMT determination for this earthquake is adjusted to the geological conditions in Indonesia and its surroundings by inputting a suitable velocity model in the Indonesian region and filtering the frequency waveform to reduce the number noise in seismic waves. In addition, it uses recorded seismogram data from seismic stations. Software JokoTingkir produces CMT solutions for free real-time and automatic, where the recorded data is seismic data or data waveform with regional coverage with magnitudes ranging from 5-8 detected by the International Federation of Digital Seismograph Network Web Services (FDSNWS) and the travel time required to process approximately 15 minutes at a distance of 500 km to 1000 km. Then the earthquake parameters are automatically published on the web according to the quality of the earthquake. The results of this study were obtained by R squared for each parameter strike, dip and rake. The parameter value from Joko Tingkir is almost close to the value from GCMT. So value r squared generated by the parameters strike, dip, and rake it is above 80% or 0.8. This states that the use of the Gisola method on software JokoTingkir can be said to be valid or reliable.</em></p> <p><strong>Keywords</strong>: <em>centroid moment tensor, real-time, </em><em>Gisola, FDSNWS, JokoTingkir</em></p> Rahma Nurhaliza, Madlazim Madlazim ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inovasi-fisika-indonesia/article/view/57253 Fri, 20 Oct 2023 00:00:00 +0000 PENENTUAN AKURASI CENTROID MOMENT TENSOR (CMT) GEMPABUMI SECARA REAL-TIME DAN OTOMATIS DI SULAWESI DENGAN METODE GISOLA PADA SOFTWARE JOKO TINGKIR https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inovasi-fisika-indonesia/article/view/57332 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Gempabumi tektonik realtif sering terjadi di Indonesia, gempabumi tektonik merupakan gempa yang dipicu karena adanya pergerakan pada lempeng tektonik. Sulawesi merupakan salah satu daerah relatif rawan terhadap gempabumi di Kepulauan Indonesia. Peneltian ini memiliki tujuan untuk menganalisis akurasi <em>Centroid Momen Tensor</em> (CMT) hasil penentuan <em>real-time</em> dan otomatis serta untuk mengetahui cara merevisi dari hasil penentuan CMT gempabumi <em>real-time</em> dan otomatis menggunakan metode Gisola dalam <em>software</em> Joko Tingkir pada gempabumi di Sulawesi. Penelitian ini berbasis komputasi dengan menggunakan metode Gisola, dengan variabel manipulasi yaitu sample frekuensi waveform, stasiun seismik, dan model kecepatan. Variabel kontrolnya yaitu Sulawesi sebagai daerah penelitian dan tahun kejadian gempabumi 2018-2022. Kemudian variabel responya yaitu parameter CMT gempabumi yaitu <em>centroid time, magnitude, latitude, longitude, depth dan beachball</em>. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dengan melakukan analisis parameter CMT seperti membandingkan nilai <em>strike, dip</em> dan <em>rake</em> diperoleh hasil bahwa nilai <em>R-square strike</em> 87.92 %; R-square dip 94.28%; R-square rake 90.76%, nilai tersebut identik dengan <em>Global Centroid Moment Tensor </em>(GCMT). Gempabumi terkenal di Sulawesi yang terjadi pada tanggal 28 September 2018 memiliki mekanisme <em>strike-slip</em>. Revisi dari hasil CMT gempabumi <em>real-time</em> dan otomatis menggunakan metode Gisola dalam software Joko Tingkir pada gempa di Sulawesi dilakukan dengan cara penyesuain stasiun seismik yang merekam, sample frekuensi data waveform yang digunakan, serta model kecepatan yang digunakan.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Gempabumi, <em>Centroid Momen Tensor</em> (CMT), Gisola, Joko Tingkir, <em>Strike, dip, </em>dan <em>rake</em><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>Tectonic earthquakes are relatively common in Indonesia, tectonic earthquakes are earthquakes that are triggered due to movement in the tectonic plates. Sulawesi is one of the areas relatively prone to earthquakes in the Indonesian Archipelago. This research aims to analyze the accuracy of the Centroid Moment Tensor (CMT) results from real-time and automatic determinations and to find out how to revise the results from real-time and automatic CMT determinations for earthquakes using the Gisola method in Joko Tingkir software for earthquakes in Sulawesi. This research is computationally based using the Gisola method, with manipulated variables, namely waveform frequency samples, seismic stations, and velocity models. The control variables are Sulawesi as the research area and the year the earthquake occurred 2018-2022. Then the response variables are the earthquake CMT parameters, namely centroid time, magnitude, latitude, longitude, depth and beachball. Based on the analysis that has been carried out by analyzing CMT parameters such as comparing strike, dip and rake values, the results show that the R-square strike value is 87.92%; R-square dip 94.28%; R-square rake is 90.76%, this value is identical to the Global Centroid Moment Tensor (GCMT). The famous earthquake in Sulawesi that occurred on September 28 2018 had a strike-slip mechanism. Revision of real-time and automatic earthquake CMT results using the Gisola method in Joko Tingkir software for the earthquake in Sulawesi was carried out by adjusting the seismic station that recorded it, the frequency sample of the waveform data used, and the velocity model used.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Earthquake, Centroid Moment Tensor (CMT), Gisola, Joko Tingkir, Strike, dip, and rake</em></p> Ruhi Asandi, Madlazim Madlazim, Muhammad Nurul Fahmi ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inovasi-fisika-indonesia/article/view/57332 Tue, 24 Oct 2023 00:00:00 +0000 ANALISIS KEAKURATAN CENTROID MOMENT TENSOR (CMT) GEMPA BUMI SECARA REAL-TIME DAN OTOMATIS PADA SOFTWARE JOKO TINGKIR DENGAN GLOBAL CMT DI WILAYAH MALUKU MENGGUNAKAN METODE GISOLA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inovasi-fisika-indonesia/article/view/57379 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p><em>Centroid Moment Tensor </em>(CMT) memiliki pemodelan momen tensor gempa dengan metode inversi <em>waveform</em> 3 komponen lebih baik jika menggunakan waktu tempuh, dikarenakan metode <em>origin time</em> berkesinambungan dengan kedalaman <em>centroid. </em>Penentuan CMT meliputi model kecepatan melalui gelombang seismik, stasiun seismik dan magnitudo. Nilai pada parameter CMT memiliki tujuan untuk mengetahui patahan dan karakteristik pada suatu gempa bumi. <em>Software </em>Joko Tingkir menampilkan parameter CMT secara lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara merevisi CMT pada gempa bumi yang memiliki nilai di bawah syarat dari standar yang telah ditentukan serta membandingkan nilai CMT gempa bumi <em>software </em>Joko Tingkir dengan Global CMT untuk dianalisis keakurasiannya. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa merevisi CMT gempa bumi dengan mengubah stasiun seismik, nilai frekuensi dan model kecepatan serta nilai keakurasian pada CMT Joko Tingkir dengan Global CMT dibuktikan pada nilai <em>r-squared</em> untuk masing-masing parameter gempa bumi nilai <em>strike </em>pada perbandingan GCMT dengan Joko Tingkir yaitu 0,998 dan nilai <em>rake </em>yaitu 0,9286 Nilai ini menunjukan kecocokan antara parameter gempa bumi Joko Tingkir dengan parameter gempa bumi Global CMT sedangkan nilai <em>dip </em>yaitu 0,6754 yang dapat dianalisa bahwa nilai <em>dip </em>lebih rendah dapat dikarenakan metode antara Joko Tingkir dan GCMT berbeda yaitu GCMT menggunakan data teleseismik sedangkan Joko Tingkir menggunakan data regional.</p> <p>Kata kunci : <em>Centroid Moment Tensor, </em>Joko Tingkir, Global CMT</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The Centroid Moment Tensor (CMT) involves modeling earthquake moment tensor using the three-component waveform inversion method, which is more effective when using travel times. This is because the origin time method is closely related to the centroid depth. CMT determination includes velocity model through seismic waves, seismic stations, and magnitude. CMT also displays fault types that can trigger earthquakes, namely Isometric (ISO), Double-Couple (DC), Compensated Linear Vector Dipole (CLVD), and Variance Reduction (VR). The values of CMT parameters aim to understand faults and characteristics of an earthquake. Joko Tingkir, presents CMT parameters comprehensively. This research aims to determine how to revise CMT for earthquakes that have values below the specified standard criteria and to compare the CMT values of earthquakes from the Joko Tingkir software with Global CMT for accuracy analysis. The Gisola method is employed in this study. The result of this study show that revising earthquake CMT by changing seismic stations, frequency values, and velocity models, and the accuracy values for Joko Tingkir CMT compared to Global CMT are confirmed in the r-squared values for each earthquake parameter. The comparison show that for strike, the r-squared value is 0.998, and for rake, it is 0.9286, indicating a high correlation between the earthquake parameters in Joko Tingkir and Global CMT. However, the r-squared value for dip is 0.6754, suggesting a lower correlation, likely due to differences in the methods used by Joko Tingkir and GCMT, where GCMT uses teleseismic data while Joko Tingkir uses regional data.</em></p> <p><strong>Keywords</strong><em> Centroid Moment Tensor, Joko Tingkir, Global CMT</em></p> Gika Sukma Nurdiana, Madlazim Madlazim, Muhammad Nurul Fahmi ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inovasi-fisika-indonesia/article/view/57379 Thu, 02 Nov 2023 00:00:00 +0000