PERENCANAAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SMA PERTIWI 1 PADANG
Abstract
Abstrak
Kurikulum merdeka yang digagas oleh Kemendikbudristek di tahun 2022 bertujuan untuk mendukung pemulihan pendidikan dari keadaan pandemi Covid-19. Pembelajaran dalam kurikulum merdeka diantaranya intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Kegiatan dari kokurikuler adalah pembelajaran berbasis projek atau istilahnya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang biasa disebut P5. P5 merupakan hal baru yang memerlukan pemahaman konsep dan perhatian khusus dari berbagai pihak stakeholder pendidikan, sehingga dalam perencanaan P5 harus dilakukan dengan matang agar sekolah memiliki gambaran atau panduan yang jelas untuk pelaksanaan P5. SMA Pertiwi 1 Padang merupakan salah satu sekolah di Kota Padang yang telah melaksanakan kurikulum merdeka sejak tahun 2022 dan merencanakan P5 di kelas X (Fase E). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan P5 dalam implementasi kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data dan uji triangulasi serta member check. Hasil penelitian yang telah dilakukan di SMA Pertiwi 1 Padang menunjukkan bahwa perencanaan P5 di sekolah dengan membentuk tim fasilitator, mengidentifikasi tingkat kesiapan sekolah, menentukan tema, dimensi dan alokasi waktu projek, menyusun modul dan merancang strategi pelaporan hasil P5. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi penelitian berikutnya mengenai topik perencanaan P5 dalam implementasi kurikulum merdeka.
Kata Kunci : Perencanaan, P5, Kurikulum Merdeka
Abstract
The independent curriculum initiated by Kemendikbudristek in 2022 aims to support the recovery of education from the Covid-19 pandemic situation. Learning in the independent curriculum includes intracurricular, co-curricular and extracurricular. The co-curricular activity is project-based learning or the term Pancasila Student Profile Strengthening Project, commonly referred to as P5. P5 is a new thing that requires an understanding of the concept and special attention from various educational stakeholders, so that in planning P5 must be done carefully so that schools have a clear picture or guide for implementing P5. SMA Pertiwi 1 Padang is one of the schools in Padang City that has implemented the independent curriculum since 2022 and plans P5 in class X (Phase E). The purpose of this study is to describe P5 planning in implementing the independent curriculum. This research uses a descriptive qualitative approach with a case study method. Data collection techniques with observation, interviews and documentation. The data that has been obtained is then analyzed using data analysis techniques and triangulation and member check tests. The results of the research conducted at SMA Pertiwi 1 Padang show that P5 planning in schools is done by forming a team of facilitators, identifying the level of school readiness, determining the themes, dimensions, and time allocation of the project, compiling modules and designing strategies for reporting P5 results. This research hoped can become a reference for future research on the topic of P5 planning in implementing the independent curriculum.
Keywords : Planning, P5, Independent Curriculum
Downloads

