IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TEACHING FACTORY DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN BERBASIS INDUSTRI DI SMK KRIAN 2 SIDOARJO
Abstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi kebijakan Teaching Factory di SMK Krian 2 Sidoarjo. Ditinjau dari aspek komunikasi, Disposisi, Sumber Daya, dan Struktur Birokrasi menurut teori George C. Edward III, penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan SMK di Jawa Timur yang mencapai 5,87% pada Februari 2025. Data tersebut mengindikasikan adanya kesenjangan kompetensi (hard skills dan soft skills) antara lulusan vokasi dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI). Sebagai sekolah yang menyandang predikat SMK Pusat Keunggulan (PK), SMK Krian 2 Sidoarjo mengimplementasikan Teaching Factory (TEFA) sebagai strategi untuk menyelaraskan kurikulum dan budaya sekolah dengan standar industri 4.0.
Dalam kerangka teori implementasi kebijakan, keberhasilan program ini dianalisis melalui: Komunikasi yang efektif dalam membangun kemitraan strategis dengan industri; Kesiapan Sumber Daya, meliputi peningkatan kompetensi guru produktif dan pemenuhan sarana praktik standar industri; Disposisi atau sikap pelaksana kebijakan dalam membangun karakter kewirausahaan siswa; serta Struktur Birokrasi yang adaptif melalui tata kelola manajemen sekolah yang mendukung pembelajaran berbasis produksi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai efektivitas TEFA dalam menjembatani kesenjangan skills, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, siap kerja, dan relevan dengan dinamika pasar kerja global.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0


.png)
1.png)





