Implementasi Metode MOORA Untuk Penentuan Wisata Surabaya Terbaik Di Masa Pandemi COVID-19

Main Article Content

Roy Belmiro Virgiant
Naim Rochmawati

Abstract

COVID-19 atau Coronavirus disease 2019 penyakit menular yang mengakibatkan pandemi diseluruh dunia memberikan banyak sekali dampak pada seluruh kegiatan masyarakat. Kegiatan perekonomian dan pariwisata menjadi salah satu elemen yang terdampak oleh pandemi ini. Pariwisata merupakan elemen penting bagi perekonomian masyarakat. Sebagai usaha untuk memutus rantai penularan COVID-19 di pariwisata, pemerintah mengeluarkan aturan seperti pembatasan pengunjung hingga penerapan protokol kesehatan. Beberapa tempat wisata di Surabaya, sudah dibuka selama pandemi. Penelitian ini melakukan perhitungan untuk mendapatkan rangking wisata yang buka selama pandemi di Surabaya. Data yang diuji merupakan delapan wisata luar ruangan di Surabaya yang dikumpulkan dari sumber seperti situs pemerintah, media sosial wisata, dan survey ke lokasi. Perhitungan perangkingan menggunakan metode MOORA atau Multi Objektive Optimization On The Basis Of Ratio Analysis sebagai metode perhitungan. Perhitungan diimplementasikan menjadi aplikasi berbasis web dengan bahasa pemrogamman PHP dan framework Codeigniter. Perhitungan MOORA menggunakan sebanyak enam kriteria yang diberi bobot setiap kriterianya. Ke-enam kriteria tersebut merupakan penerapan protokol kesehatan, fasilitas, waktu buka, batas pengunjung, jarak dari pusat kota dan harga tiket masuk. Hasil perhitungan sistem menunjukkan Taman Flora menjadi wisata terbaik di Surabaya selama pandemi dengan perolehan nilai 0.176971, urutan ke-dua ditempati oleh Wisata Perahu Kalimas dengan nilai 0.167378 dan urutan ketiga Ekowisata Mangrove Wonorejo dengan nilai 0.166685. Pengujian menggunakan Confusion Matrix membandingkan hasil perhitungan manual dengan perhitungan sistem mendapat hasil akurasi sebesar 75%.

Article Details

Section
Articles