Manajemen Bandwidth Koneksi Starlink Menggunakan Mikrotik RouterOS Versi 7 dengan Metode PCQ di Dinas Kominfo Kabupaten Jayawijaya

Authors

  • Herman Wordaun Rainhart Rumy Universitas Negeri Surabaya
  • Agus Prihanto Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Abstrak— Kabupaten Jayawijaya sebagai wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) memiliki keterbatasan infrastruktur jaringan konvensional. Starlink mampu menyediakan akses internet berbasis satelit orbit rendah, namun tanpa manajemen bandwidth yang tepat, distribusi koneksi menjadi timpang dan mengganggu layanan pemerintahan digital. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas metode Per Connection Queue (PCQ) pada Mikrotik RouterOS Versi 7 dalam mengelola bandwidth Starlink di Dinas Kominfo Kabupaten Jayawijaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimental dengan desain pretest-posttest pada 20 perangkat aktif dari empat divisi. Instrumen berupa Mikrotik hAP ac3 RouterOS v7.14.3 dengan konfigurasi PCQ pada empat VLAN batas 10 Mbps. Data dikumpulkan melalui observasi teknis, monitoring WinBox, dan Speedtest CLI, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan: kecepatan download meningkat dari 8,2 Mbps menjadi 12,6 Mbps (+53,7%), upload dari 1,3 Mbps menjadi 9,8 Mbps (+653%), latensi menurun dari 289 ms menjadi 96 ms (-66,8%), dan packet loss dari 4,2% menjadi 0%. Distribusi bandwidth antar divisi menjadi merata (24-26%), dibandingkan kondisi sebelumnya di mana satu divisi mendominasi hingga 70%. Kesimpulan: PCQ pada Mikrotik RouterOS Versi 7 efektif mendistribusikan bandwidth secara adil, stabil, dan adaptif untuk jaringan pemerintahan di wilayah 3T.

 

Kata Kunci— Manajemen Bandwidth, PCQ, Mikrotik Routeros V7, Starlink, Wilayah 3T, Jayawijaya

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-03

Issue

Section

Articles
Abstract views: 3 , PDF Downloads: 4