Klasifikasi Tingkat Kecanduan Internet Pada Pelajar SMK Menggunakan Algoritma C5.0 Berbasis Chatbot Telegram
Abstract
Perkembangan teknologi informasi dan internet telah memberikan kemudahan dalam komunikasi, akses informasi, dan proses pembelajaran. Di sisi lain, penggunaan internet secara berlebihan dapat memicu Internet Addiction Disorder (IAD), terutama pada pelajar Sekolah Menengah Kejuruan yang memiliki intensitas penggunaan perangkat digital cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode yang dapat membantu mengidentifikasi dan mengklasifikasikan tingkat kecanduan secara dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan tingkat kecanduan internet pada pelajar SMK menggunakan algoritma C5.0 yang diintegrasikan ke dalam Chatbot Telegram. Data penelitian diperoleh melalui serangkaian pertanyaan yang disusun berdasarkan indikator kecanduan internet, kemudian diolah untuk menentukan kategori tingkat kecanduan pengguna. Implementasi chatbot Telegram berfungsi sebagai antarmuka yang memungkinkan pelajar, orang tua, dan guru melakukan pemeriksaan awal secara real-time melalui perangkat yang mudah diakses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma C5.0 mampu melakukan klasifikasi tingkat kecanduan internet dengan tingkat akurasi sebesar 94%. Nilai akurasi tersebut menunjukkan bahwa algoritma C5.0 memiliki performa yang sangat baik dalam proses klasifikasi data dan hasil tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah pencegahan, pendampingan, serta penanganan awal terhadap penggunaan internet yang berlebihan pada pelajar. Dengan adanya chatbot Telegram, sistem dapat menjadi salah satu media yang interaktif dan mudah di akses untuk membantu proses deteksi dini tingkat kecanduan internet.
Kata Kunci— Algoritma C5.0, Chatbot Telegram, Internet Addiction Disorder, kecanduan internet, klasifikasi, pelajar SMK.
Downloads
Published
Issue
Section
Abstract views: 12


View My Stats


