PENGARUH VARIASI UKURAN PARTIKEL BATU KAPUR SEBAGAI ADSORBEN PADA PROSES DISTILASI TERHADAP KADAR BIOETANOL DARI UMBI GANYONG (CANNA EDULIS KERR)

  • Ira Khasanah
  • I Wayan Susila

Abstract

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan bertambahnya penduduk, menyebabkan kebutuhan dan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) semakin meningkat dan persediaannya semakin langka. Oleh sebab itu, diperlukan sumber energi alternatif seperti bioetanol untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar etanol maksimal yang dihasilkan dari umbi ganyong dengan variasi ukuran mesh batu kapur sebagai adsorben 70, 80, dan 90. Proses pembuatan bioetanol terdiri dari 3 tahapan yaitu tahap persiapan, tahap fermentasi, dan tahap distilasi. Proses distilasi
dilakukan secara bertingkat untuk mencapai kadar etanol ≥99,5% sesuai dengan Keputusan Direktorat Jenderal EBTKE Nomor: 722K/10/DJE/2013. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi mesh batu kapur paling optimal adalah mesh 80. Pada distilasi kelima diperoleh kadar etanol 99,52%-v, kadar metanol 2,38%-v, kadar air 0,497%-v, kadar tembaga <0,0040 mg/kg, keasaman sebagai asam asetat 18,81 mg/L, tampakan bening tidak berwarna, kadar ion klorida 3,7435 mg/L, kandungan belerang 0,0012 mg/L, densitas 0,785 gr/cm3 , nilai kalor 4148,00 Kcal/kg, titik nyala 32C, viskositas 2,7 CSt, dan yield 9,2%-v. Sehingga dapat dijadikan campuran dengan premium.

Published
2020-06-09
Section
Articles
Abstract View: 27
pdf Download: 39