Pengaruh AFR Terhadap Kualitas Syngas dan Nyala Api Gasifikasi Biomassa Tempurung Kelapa Tipe Downdraf

  • Mochammad Firmansyah
  • Indra Herlamba

Abstract

Gasifikasi merupakan salah satu bentuk proses pemanfaatan bahan bakar limbah (biomassa) untuk mendapatkan energi terbarukan sebagai pengganti bahan bakar fosil. Dalam proses gasifikasi tersebut selalu menghasilkan zat yang dinamai syngas. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Obyek penelitian yang digunakan adalah reaktor gasifikasi tipe downdraft dengan bahan bakar biomassa berupa tempurung kelapa. Variabel bebas pada penelitian ini yaitu variasi Air Fuel Ratio (AFR) 0,72; 0,88; 1,04 dan 1,20. Variabel terikat penelitian ini yaitu karakteristik nyala api (warna, temperatur, tinggi dan waktu) dan kandungan flammable syngas (CO, H2, CH4) yang dihasilkan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tinggi nyala api rata-rata pada AFR 0,72; 0,88; 1,04 dan 1,20 masing-masing adalah 22cm, 24cm, 30cm dan 34cm. Untuk waktu nyala api pada AFR 0,72; 0,88; 1,04 dan 1,20 masing-masing adalah 57 menit, 46 menit, 31 menit dan 20 menit. Kemudian, data temperatur rata-rata nyala api pada AFR 0,72; 0,88; 1,04 dan 1,20 masing-masing adalah 504°C, 468°C, 424°C dan 369°C. Sedangkan untuk kandungan flammable syngas pada AFR 0,72 adalah H2 7,52%Vol, CO 12,71%Vol, CH4 2,64%Vol. Pada AFR 0,88 adalah H2 6,97%Vol, CO 11,94%Vol, CH4 2,10%Vol. Pada AFR 1,04 adalah H2 6,09%Vol, CO 10,44%Vol, CH4 1,48%Vol. dan pada AFR 1,20 adalah H2 5,11%Vol, CO 8,95%Vol, CH4 0,72%Vol. Visualisasi nyala api terbaik didapatkan pada AFR 0,72 dengan temperatur rata-rata nyala api tertinggi dan nilai kandungan flammable syngas tertinggi.

Published
2021-01-05