PENGARUH DIAMETER LUBANG NOZZLE SPRAY WATER PADA REACTOR TRAPPING GASIFIKASI BIOMASSA TEMPURUNG KELAPA TERHADAP KUALITAS NYALA API DAN KUANTITAS FLAMMABLE SYNGAS

  • Ryan Effendi
  • Indra Siregar

Abstract

Biomassa adalah bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintesis, baik berupa produk maupun buatan. Biomassa tempurung kelapa dapat dimanfaatkan lebih optimal, yaitu sebagai sumber energi alternatif dengan cara gasifikasi. Gasifikasi adalah suatu proses konversi bahan bakar padat (biomassa)
menjadi syngas. Proses gasifikasi terdiri dari beberapa peralatan utama, yaitu gasifier, blower, cyclone, dan reactor trapping. Reactor trapping berfungsi sebagai penyaring akhir syngas dengan menggunakan air melalui nozzle spray water, agar syngas yang dihasilkan lebih bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh diameter lubang nozzle spray water terhadap kualitas nyala api dan kuantitas flammable syngas dengan cara membakar syngas yang keluar dari burner. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Vairabel bebas pada penelitian ini yaitu diameter lubang nozzle spray water pada reactor trapping sebesar 0,4 mm, 0,3 mm, dan 0,2 mm, sedangkan variabel terikatnya adalah tinggi nyala api, temperatur nyala api, visualisasi warna nyala api, dan kuantitas flammable syngas (H2, CO, dan CH4). Instrumen penelitian yang digunakan yaitu timbangan, anemometer, box acrylyc, thermocouple, thermocontrol, kamera, dan kromatografi gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi nyala api pada diameter lubang nozzle spray water 0,4 mm, 0,3 mm, dan 0,2 mm masing-masing sebesar 23 cm; 23 cm; dan 24 cm; rata-rata temperatur nyala api masing-masing sebesar 471°C; 504°C; dan 534°C; visualisasi warna nyala api secara keseluruhan berwarna jingga; dan hasil kuantitas flammable syngas (H2, CO, dan CH4) masing-masing dengan total sebesar 22,16%; 22,87%; dan 23,62%

Published
2021-01-05