PENGARUH VARIASI AIR FUEL RATIO (AFR) PADA GASIFIER TIPE DOWNDRAFT TERHADAP KADAR SYNGAS DAN NYALA API PADA GASIFIKASI BIOMASSA TEMPURUNG KELAPA

  • Alfin Satriono
  • Indra Siregar

Abstract

Gasifikasi adalah proses konversi energi bahan padat (biomassa) menjadi syngas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Air Fuel Ratio yang masuk ke dalam gasifier terhadap kadar syngas yang diproduksi dan nyala api yang dihasilkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Alat dan bahan pada penelitian ini adalah reaktor gasifikasi tipe downdraft dengan bahan bakar biomassa tempurung kelapa. Variabel bebas pada penelitian ini adalah variasi Air Fuel Ratio yaitu AFR 0,72; 0,88; 1,04; dan 1,20. Variabel terikat penelitian ini yaitu temperatur nyala api,
visualisasi warna nyala api, durasi waktu nyala api, dan tinggi nyala api. Hasil penelitian didapatkan ratarata temperatur nyala api pada AFR 0,72; 0,88; 1,04; dan 1,20 masing-masing adalah 521°C, 498°C, 462°C dan 424°C. Sedangkan durasi waktu nyala api pada AFR 0,72; 0,88; 1,04; dan 1,20 masing-masing adalah 57 menit, 46 menit, 31 menit, dan 20 menit. Hasil tinggi nyala api pada AFR 0,72; 0,88; 1,04; dan 1,20 masing-masing adalah 23 cm, 25 cm, 30cm, dan 34 cm. Hasil pengujian kandungan syngas didapatkan pada masing-masing AFR yaitu AFR 0,72 menghasilkan 7,52%vol H2; 12,71%vol CO; 2,64%vol CH4 dengan total 22,87%vol. AFR 0,88 menghasilkan 6,97%vol H2; 11,94%vol CO; 2,10%vol CH4 dengan total 21,01%vol. AFR 1,04 menghasilkan 6,09%vol H2; 10,44%vol CO; 1,48%vol CH4 dengan total 18,01%vol. Dan AFR 1,20 menghasilkan 5,11%vol H2; 8,95%vol CO; 0,72%vol CH4 dengan total 14,78%vol.

Published
2021-01-07