PERBANDINGAN METODE SAND CASTING DENGAN METODE CENTRIFUGAL CASTING TERHADAP KEKUATAN BENDING DAN POROSITAS PADUAN ALUMINIUM SILIKON

  • Irbahurrofi’ Dhatu Pratika Universitas Negeri Surabaya
  • Akhmad Hafizh Ainur Rasyid Universitas Negeri Surabaya
  • Mochammad Arif Irfa'i Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Abstrak

Sand casting merupakan metode pengecoran yang paling banyak digunakan karena dapat mencetak logam dengan titik lebur tinggi dengan dimensi hasil coran yang beragam. Namun pada penggunaan metode sand casting sering dijumpai cacat berupa porositas dan penyusutan yang akan mempengaruhi nilai kekuatan material. Seperti pada penelitian yang telah dilakukan oleh Arief Rofandi  yang masih ditemukan cacat porositas sebesar 2.81%. Nilai porositas dapat diminimalisir dengan menggunakan metode centrifugal casting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan metode sand casting dengan metode centrifugall casting terhadap kekuatan bending dan nilai porositas paduan aluminium silikon. Penelitian ini merupakan eksperimen pengecoran paduan 95% aluminium dengan 4,96% silikon menggunakan metode centrifugal casting dengan variasi temperatur tuang 680°C, 705°C, 730°C, 755°C, 780°C dan kecepatan putar cetakan 1000 RPM. Hasil coran diuji kekuatan bending dan porositas, kemudian dibandingkan dengan data dari penelitian Arief Rofandi. Hasil dari penelitian ini yaitu pengecoran menggunakan metode centrifugal casting memiliki nilai kekuatan bending yang lebih tinggi dan nilai porositas yang lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan metode sand casting. Kekuatan bending tertinggi adalah pada temperatur tuang 780°C dengan menggunakan metode centrifugal casting yaitu sebesar 648,60 MPa, dan nilai porositas terendah adalah pada temperatur 780°C dengan menggunakan metode centrifugal casting yaitu sebesar 1,94%.

Kata Kunci: aluminium silikon, temperatur tuang, centrifugal casting, kekuatan bending, porositas

Author Biographies

Irbahurrofi’ Dhatu Pratika, Universitas Negeri Surabaya

Universitas Negeri Surabaya

Akhmad Hafizh Ainur Rasyid, Universitas Negeri Surabaya

Universitas Negeri Surabaya

Mochammad Arif Irfa'i, Universitas Negeri Surabaya

Universitas Negeri Surabaya

Published
2021-01-05