PENGARUH VARIASI ARUS DAN KECEPATAN ALIRAN GAS PELINDUNG PADA PENGELASAN MATERIAL SS-304 MENGGUNAKAN LAS TIG TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO

  • Muhammad Zainuddin Yahya Universitas Negeri Surabaya
  • Yunus Yunus Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Abstrak

Perkembangan teknologi dibidang kontruksi bertambah maju dalam bidang pengelasan karena memiliki pengaruh besar terhadap rekayasan. Berbagai peran penting dalam mempengaruhi hasil lasan supaya mendapat hasil lasan yang baik, salah satunya adalah kecepatan aliran gas pelindung dan arus lasan. Metode eksperimen digunakan dalam penelitian ini dengan memvariasikan kecepatan aliran gas pelindung dan arus lasan pada pengelasan TIG material baja tahan karat SS-304, yang nantinya masing-masing variabel dilakukan kekuatan tarik dan struktur mikro dengan tiga spesimen untuk masing-masing variabel. Spesimen yang sudah diuji tarik dan struktur mikro kemudian dianalisa berpengaruh dengan variabel bebas terhadap variabel terikat. Variabel bebas meliputi arus 80 A, 140 A dan kecepatan aliran gas pelindung 15 Liter/Menit dan 20 Liter/Menit. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan (1) Pada arus pengelasan dan kecepatan aliran gas pelindung berpengaruh pada kekuatan tarik baja tahan karat SS-304. Arus 140 A dan kecepatan aliran gas pelindung 20 Liter/Menit dengan kekuatan tarik rata-rata tertinggi sebesar 579,88 Mpa, sedangkan arus 80 A dan kecepatan aliran gas pelindung 15 Liter/Menit dengan kekuatan tarik rata-rata terkecil sebesar 500,74 Mpa. (2) Pada arus dan kecepatan aliran gas pelindung mengubah struktur mikro hasil pengelasan dengan bentuk fasa austenit terbesar didapat pada variasi arus 140 A dan kecepatan aliran gas pelindung 20 Liter/menit sedangkan bentuk fasa austenit terkecil didapat pada variasi arus 80 A dan kecepatan aliran gas pelindung 15 Liter/Menit.

Kata kunci: Las TIG, Arus Pengelasan,Gas Pelindung, SS-304, Kekuatan Tarik, Struktur Mikro.

Author Biographies

Muhammad Zainuddin Yahya, Universitas Negeri Surabaya

Universitas Negeri Surabaya

Yunus Yunus, Universitas Negeri Surabaya

Universitas Negeri Surabaya

Published
2021-02-15