PENGARUH UKURAN LUBANG NOZZLE AIR TERHADAP NYALA API PADA GASIFIKASI BIOMASSA CANGKANG KEMIRI

  • Ben Umar Rahinwari
  • Wayan Susila

Abstract

Gasifikasi adalah proses konversi energi dari bahan padat (biomassa) menjadi syngas (gas hasil sintesa). Salah satu bagian pada reaktor gasifikasi ialah trap dimana fungsinya sebagai penyaring akhir dari syngas yang keluar dengan menggunakan fluida air yang disemprotkan melalui nozzle sehingga terbentuk butiranbutiran spray. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran lubang nozzle terhadap nyala api ditinjau dari tinggi nyala api, lama nyala api, temperatur nyala api, dan visualisasi nyala api. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental, deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif yang
bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi ukuran lubang nozzle air 0,3 mm, 0,4 mm, 0,5 mm pada bagian trap terhadap kualitas nyala api. Objek yang digunakan adalah gasifier tipe updraft dengan bahan bakar biomassa cangkang kemiri. Instrumen penelitian dalam pengambilan data menggunakan alat ukur
anemometer, thermometer, stopwatch, kaca bergaris, dan kamera. Didapatkan hasil terbaik dalam penelitian ini adalah pada ukuran lubang nozzle air 0,3 mm. Pada ukuran 0,3 mm didapatkan tinggi nyala api sebesar 22 cm, nyala api terlama 110 menit, rata-rata temperatur nyala api 331 °C, dan visualisasi nyala api berwarna biru dominan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ukuran lubang nozzle air 0,3 mm berpengaruh terhadap kualitas nyala api.

Published
2021-05-21