ANALISIS PERBEDAAN PENGGUNAAN AIR PADA SIFAT PEREKATAN PRODUKSI BIOBRIKET ARANG TONGKOL JAGUNG DAN TEMPURUNG KELAPA DENGAN METODE PENGUJIAN DROPTEST
DOI:
https://doi.org/10.26740/jtm.v13n02.p95-102Abstract
Limbah merupakan material sisa atau buangan yang berasal dari proses produksi alami maupun buatan yang kehadirannya tidak bermanfaat bagi lingkungan. Sektor pertanian merupakan penyumbang limbah yang berpotensi untuk dijadikan biomassa seperti singkong, jerami, tongkol jagung dan tempurung kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah biomassa dan menganalisis perbedaan sifat perekatan penggunaan aktivator perekat pada biobriket arang tempurung kelapa dan tongkol jagung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan memproduksi terlebih dahulu briket melalui tahap karbonisasi dengan suhu 400oC selama 4 jam, kemudian penghalusan dengan lumpang dan penyaringan hingga partikel arang berukuran >60 mesh, arang yang telah halus dicampurkan dengan rasio komposisi arang tempurung kelapa, tongkol jagung dan perekat (70:20:10) kemudian ditambahkan air dengan 2 perlakuan air dengan suhu ruangan (25oC) dan air mendidih (100oC), lalu adonan arang dicetak dan kemudian dikeringkan. Hasil penelitian ini, biobriket dengan aktivator perekat air mendidih (100oC) memiliki selisih sifat perekatan yang lebih unggul sebesar 2,5% dibanding penggunaan aktivator perekat air dingin (25oC). Selain itu, secara fisik biobriket arang yang menggunakan air panas sebagai aktivator perekat cenderung tidak mengalami kerontokkan jika dibandingkan dengan biobriket arang dengan aktivator perekat air dingin ditinjau dari minimnya debu yang menempel pada saat biobriket dipegang dengan tangan setelah proses pengeringan.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section

