PRODUKSI DAN UJI KARAKTERISTIK BIOETANOL BEKATUL BERAS PUTIH (ORYZA SATIVA LINNAEUS) TERHADAP BAHAN BAKAR PERTALITE
DOI:
https://doi.org/10.26740/jtm.v14n04.p211-216Abstract
Pemanfaatan bioetanol sebagai bahan bakar alternatif menjadi salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan meningkatkan keberlanjutan energi. Bekatul beras putih merupakan biomassa yang berpotensi dikonversi menjadi bioetanol karena kandungan karbohidratnya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi bioetanol dari bekatul beras putih serta menguji karakteristik fisiknya dibandingkan dengan pertalite berdasarkan empat parameter utama, yaitu viskositas, densitas, titik nyala, dan nilai kalor. Proses produksi bioetanol meliputi hidrolisis, fermentasi, dan distilasi sesuai prosedur yang digunakan pada penelitian. Pengujian viskositas dan densitas dilakukan menggunakan viscometer dan hidrometer, sedangkan pengujian titik nyala dan nilai kalor masing-masing dilakukan menggunakan alat flash point tester dan bomb calorimeter. Pengujian karakteristik menggunakan standar ASTM (viskositas D1343, densitas D1298, titik nyala D93, nilai kalor D240). Hasil pengujian menunjukkan bahwa bioetanol bekatul beras putih memiliki viskositas lebih rendah dibandingkan pertalite, sehingga lebih mudah teratomisasi saat proses pembakaran. Densitas bioetanol lebih tinggi dibandingkan pertalite, sedangkan titik nyala bioetanol berada pada nilai yang lebih rendah sehingga lebih mudah terbakar. Nilai kalor bioetanol lebih rendah daripada pertalite.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0