PENGARUH PENAMBAHAN BENTONITE TERHADAP HASIL PRODUKSI BIOETANOL DARI BEAKTUL BERAS PUTIH (ORYZA SATIVA LINNAEUS)
DOI:
https://doi.org/10.26740/jtm.v14n04.p259-264Abstract
Minyak bumi adalah sumber energi tak terbarukan yang kian menipis dan menyebabkan dampak lingkungan, sehingga mendorong pengembangan bioetanol sebagai energi alternatif ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penambahan bentonite pada proses distilasi terhadapa kadar etanol. Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen dengan variasi berat adsorben bentonit yaitu 35, 40, dan 45 gram. Untuk meningkatkan kadar etanol diperlukan adanya penambahan bentonite pada proses distilasi dan penentuan lama fermentasi sehingga dapat mencapai kadar etanol 99,5% sesuai dengan persyaratan SNI 7390:2012 dan ASTM D 4806. Peningkatan kadar etanol yang disebabkan oleh Penambahan bentonite pada proses distilasi juga dapat meningkatkan kadar etanol, dengan berat optimal 40 gram menghasilkan kadar etanol 68%, dibandingkan dengan menggunakan berat bentonite 35 gram dan 45 gram dengan kadar etanol 58,98% dan 61,83% berturut-turut. Perhitungan nilai ekonomis menunjukkan Rp18.658,00 lebih murah dari pada bioetanol yang beredar di pasaran yang memiliki harga Rp100.000,00. Dapat disimpulkan lama fermentasi dan berat bentonite paling optimal adalah 5 hari dan 40 gram.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
Abstract views: 1
,
PDF Downloads: 0