KARAKTERISTIK KEKERASAN SAMBUNGAN LAS FCAW PADA BAJA SS400 DENGAN PENAMBAHAN TiO₂ DAN VARIASI ARUS PENGELASAN
DOI:
https://doi.org/10.26740/jtm.v15n02.p57-62Abstract
Pengelasan merupakan metode penyambungan logam yang sering digunakan dalam industry manufaktur dan konstruksi karena mampu menghasilkan sambungan permanen dengan kualitas yang baik. Salah satu metode yang banyak digunakan adalah Flux Cored Arc Welding (FCAW). Pengembangan proses pengelasan dilakukan melalui penambahan serbuk titanium dioksida (TiO₂) sebagai active flux yang berpotensi meningkatkan sifat mekanik, khususnya kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan TiO₂ terhadap nilai kekerasan hasil pengelasan FCAW pada baja SS400 dengan variasi arus 140 A, 150 A, dan 160 A. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan pengujian kekerasan Vickers pada daerah base metal (BM), heat affected zone (HAZ), dan weld metal (WM). Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada arus 140 A diperoleh nilai kekerasan rata-rata sebesar 178,23 HV (BM), 205,87 HV (HAZ), dan 227,77 HV (WM). Pada arus 150 A diperoleh nilai kekerasan tertinggi sebesar 241,73 HV pada WM, sedangkan pada arus 160 A nilai kekerasan WM menurun menjadi 204,40 HV. Secara umum, nilai kekerasan tertinggi berada pada daerah weld metal, diikuti HAZ dan base metal pada seluruh variasi arus. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa penambahan TiO₂ mampu meningkatkan kekerasan hasil las, dengan kondisi optimal pada arus 150 A, sehingga dapat meningkatkan kualitas sambungan las baja SS400.
Kata Kunci: Pengelasan FCAW, Titanium Dioksida (TiO₂), Baja SS400, Kekerasan Vickers, Arus Pengelasan.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0