PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN KATALIS ZEOLIT TERHADAP PROSES PIROLISIS PLASTIK POLYSTYRENE SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF
DOI:
https://doi.org/10.26740/jtm.v15n02.p145-150Abstract
Peningkatan penggunaan plastik menyebabkan jumlah limbah plastik semakin meningkat dan menimbulkan pencemaran lingkungan, khususnya limbah polystyrene (PS) yang sulit terurai secara alami. Salah satu metode pengolahan limbah plastik yang dapat dilakukan adalah proses pirolisis, yaitu proses dekomposisi termal tanpa oksigen untuk menghasilkan minyak cair, gas, dan residue padat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi penambahan katalis zeolit terhadap yield hasil pirolisis plastik polystyrene sebagai bahan bakar alternatif. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan variasi katalis zeolit teraktivasi asam sebesar 10%, 20%, dan 30% dari massa sampel 500 gram pada temperatur 420°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield minyak tertinggi diperoleh pada variasi katalis 10% sebesar 79,89%, kemudian menurun menjadi 73,74% pada variasi 20% dan 68,65% pada variasi 30%. Sebaliknya, yield residue meningkat dari 8,73% menjadi 19,98%, sedangkan yield gas relatif stabil pada kisaran 10 hingga 11%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan jumlah katalis cenderung meningkatkan pembentukan minyak dibandingkan residue. Berdasarkan analisis Thermogravimetric Analysis (TGA), temperatur operasi 420°C berada pada rentang degradasi termal optimum polystyrene sehingga mampu menghasilkan yield minyak yang tinggi. Variasi katalis zeolit 10% menunjukkan kondisi paling optimal dalam menghasilkan minyak pirolisis plastik polystyrene.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0