STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI BERAT ZEOLIT SEBAGAI ADSROBEN DALAM PROSES ADSORPSI BIOETANOL KULIT ARI KEDELAI
Abstract
Persediaan minyak bumi di dunia semakin lama semakin menipis sedangkan kebutuhan sumber energi yang semakin meningkat, terutama minyak bumi. Bioetanol menjadi salah satu kandidat energi terbarukan yang berpotensi menggantikan bahan bakar minyak sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis variasi berat adsorben batu zeolit yang paling efektif dalam proses distilasi. Penelitian ini menggunakan kulit ari kedelai sebagai bahan baku bioetanol dengan variasi berat adsorben batu zeolit 3A, 80 mesh 16 gr, 18 gr, dan 20 gr. Proses pre-treatment menggunakan NaOH 2% rasio 1:10. Proses hidrolisis menggunakan HCl 4% (v/v) selama 90 menit pada suhu 85°C. Proses fermentasi menggunakan ragi roti 14%, waktu fermentasi selama 5 hari dengan suhu 25-33°C. Aktivasi zeolit pada suhu 250°C selama 2 jam. Proses distilasi menggunakan rotary evaporator dengan tekanan 45-65 mbar dan suhu 40-50°C. Pada tahap distilasi ketiga penggunaan adsorben zeolit 3A, variasi berat 16, gr, 18 gr, dan 20 gr mesh 80 masing-masing dalam 300 ml volume distilat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adsorpsi menggunakan variasi berat 20 gr batu zeolit menghasilkan kondisi terbaik dengan peningkatan kadar etanol semula 39% menjadi 63% dibandingkan dengan variasi berat 18 gr menjadi 57% dan 16 gr menjadi 51%. Selanjutnya berat batu 20 gr digunakan secara konsisten hingga mencapai standar bioetanol sesuai Keputusan Direktorat Jenderal EBTKE, 2023.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0