PENGARUH CAMPURAN BAHAN BAKAR BIOETANOL DARI MOLASSES DAN SHELL SUPER TERHADAP KARAKTERISTIK NYALA API DIFUSI
Abstract
Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif yang memiliki kandungan oksigen intrinsik dan berpotensi digunakan sebagai campuran bahan bakar bensin untuk mendukung pengembangan energi yang lebih berkelanjutan. Kandungan oksigen dalam bioetanol dapat memengaruhi proses oksidasi dan karakteristik pembakaran, sehingga diperlukan kajian terhadap perilaku nyala api dari campuran bioetanol dan bensin. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi campuran bioetanol dari molasses dan Shell Super terhadap karakteristik nyala api difusi pada laju aliran bahan bakar 25,10 ± 0,33 m/s. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi bahan bakar E0, E10, E20, E30, E40, E50, dan E100. Parameter yang diamati meliputi temperatur rata-rata, luas nyala api, tinggi nyala api, dan distribusi warna nyala api. Temperatur diukur menggunakan termokopel tipe K, sedangkan karakteristik visual nyala api dianalisis menggunakan perangkat lunak ImageJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur rata-rata meningkat dari 827,08°C pada E0 menjadi 919,08°C pada E100. Luas nyala api terbesar diperoleh pada E20 sebesar 211,28 ± 4,83 cm², sedangkan tinggi nyala api tertinggi diperoleh pada E40 sebesar 57,57 ± 0,83 cm. Distribusi warna nyala api juga mengalami perubahan seiring peningkatan kadar bioetanol, meskipun persentase warna biru tidak meningkat secara linier. Dengan demikian, penambahan bioetanol molasses memengaruhi karakteristik nyala api difusi campuran Shell Super–bioetanol, dengan E100 menghasilkan temperatur tertinggi dan E20 menghasilkan luas nyala api terbesar.Downloads
Download data is not yet available.
Downloads
Published
2026-07-24
Issue
Section
Articles
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0