Pengaruh Quenching Dengan Variasi Media Pendingin Terhadap Kekerasan, Kekuatan Tarik, dan Struktur Mikro Hasil Pengelasan MIG Baja Keylos 50
DOI:
https://doi.org/10.26740/jtm.v15n03.p167-174Abstract
Baja keylos 50 merupakan baja karbon sedang yang banyak digunakan pada komponen teknik yang sifat mekaniknya dapat menurun setelah proses pengelasan. Oleh karena itu, dilakukan proses quenching menggunakan media pendingin air, oli, dan air garam untuk meningkatkan sifat mekanik material. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses quenching dengan variasi media pendingin terhadap kekerasan, kekuatan tarik, dan struktur mikro hasil pengelasan MIG pada baja Keylos 50. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kekerasan Vickers menggunakan standar ISO 6507/ASTM E384, uji tarik menggunakan standar ASTM E8/EM8, dan pengamatan struktur mikro pada daerah weld metal, HAZ, dan base metal. Hasil dari penelitian ini ialah terdapat pengaruh signifikan hasil variasi media pendingin pada material baja Keylos 50 terhadap kekerasan, kekuatan tarik, serta struktur mikro. Nilai kekerasan terbesar terjadi pada variasi air garam (weld metal) rata-rata sebesar 280,4 HV. S edangkan nilaikekerasan terendah terjadi pada variasi oli (HAZ) rata-rata sebesar 143,6 HV. Nilai kekuatan tarik terbesar terjadi pada variasi air garam rata-rata sebesar 439,41 MPa. Sedangkan nilai kekuatan tarik terendah terjadi pada variasi oli rata-rata sebesar 361,26 MPa. Melalui pengamatan struktur mikro, proses quenching dengan variasi media pendingan hasil pengelasan MIG menghasilkan struktur ferrit, martensit, dan bainit dikarenakan terjadinya pendinginan cepat dan terdistribusi merata.
Kata Kunci: Quenching, Media Pendingin, Pengelasan MIG, Baja Keylos 50, Kekerasan, Kekuatan Tarik, Struktur Mikro.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
Abstract views: 9
,
PDF Downloads: 14