PENGARUH VARIASI ARUS PADA PROSES PENGELASAN SMAW UNTUK MATERIAL BAJA ST 37 TERHADAP KEKUATAN IMPAK DAN KEKUATAN TARIK

Authors

  • Achmad Hanif Syarifudin Universitas Negeri Surabaya
  • Ahmad Saepuddin

DOI:

https://doi.org/10.26740/jtm.v15n03.p175-182

Abstract

Baja karbon rendah dengan tipe ST 37 merupakan jenis logam yang memiliki kandungan karbon yang rendah. Baja ST 37 termasuk baja karbon rendah, karena memiliki sedikit kandungan karbon tidak sampai 0.3%. Adapun kandungan lainnya seperti Mangan (Mg) 0.8%, nikel (Ni) 0.1%, sulfur (S) 0.05%, dan beberapa mineral lain. Baja ST 37 sering digunakan dalam industri otomotif, terutama pada salah satu bagian rangka sepeda motor yaitu Swing Arm. Bentuk Swing Arm mengikuti jenis suspensi, salah satunya Swing Arm tipe Prolink. Pada proses pengelasan dudukan (Mounting) Swing Arm tipe Prolink harus diperhatikan agar menghindari terjadinya cacat las atau deformasi yang berdampak pada sifat mekanik material agar dudukan (mounting) Swing arm tipe prolink tidak patah. Pada Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen yang menggunakan variasi arus pengelasan dengan jenis pengelasan SMAW pada material baja ST 37. Kemudian variabel tersebut diuji kekuatan impak dan kekuatan tarik. Lalu dianalisa pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Dalam penilitian ini, variabel bebas terdiri atas variasi arus pengelasan 105 A, 115 A, 125 A. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh variasi arus pada proses pengelasan SMAW terhadap uji impak dan uji tarik. Pada pengujian kekuatan impak, variasi arus pengelasan 105 A menghasilkan nilai rata – rata terbaik dengan nilai 0.168 J/mm2. Pada pengujian kekuatan tarik, variasi arus pengelasan 125 A menghasilkan nilai rata – rata tegangan tarik maksimal terbaik dengan nilai 382.51 Mpa.

 

Kata Kunci: Baja ST 37, Las SMAW, Arus Pengelasan, Uji Kekuatan Impak, Uji Kekuatan Tarik.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-07-28
Abstract views: 12 , PDF Downloads: 12