Jurnal Teknik Mesin https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jtm-unesa <p><strong>JURNAL TEKNIK MESIN (JTM)</strong> is media of information and a forum for the study of mechanical engineering.&nbsp; Contains scientific papers, summaries of research results, literature reviews of student of graduate Mechanical Engineering UNESA.</p> Universitas Negeri Surabaya en-US Jurnal Teknik Mesin 2302-6987 PENGARUH VARIASI COOLANT RADIATOR PADA KONDENSOR REAKTOR PIROLISIS TERHADAP PROSES PIROLISIS SAMPAH PLASTIK https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jtm-unesa/article/view/42676 <p>The purpose of this study was to determine the effect of variations in the coolant radiator as a condenser cooling system on the effectiveness of the condensation process and to determine the differences caused by variations in the condenser coolant to the effectiveness of the condenser. using a variety of coolants. Testing the effect of condenser coolant shows that variations in coolant concentration affect the effectiveness of the condenser with the highest value at variation 3 70% Coolant and 30% condenser water having an effectiveness of 74%. The results of PP plastic pyrolysis showed that the highest amount of liquid was at variation 3 and the lowest was at variation 1, respectively 250 grams and 204 grams. While the highest amount of uncondensable gas in variation 4 and the lowest amount of uncondensable gas in variation 2 of 821 and 741, respectively. In contrast, the highest amount of solid char was found in variation 1 and the lowest amount of solid char was in variation 3 of 260 grams and 177 grams. The effect of using a coolant mixture can increase the distillate efficiency and technical efficiency, but the results of the study show that The energy used in the distillation process has a higher percentage than the energy that can be produced, in this case the relation is the distillation of oil. This happens because the energy requirements needed to cool the condenser are high.</p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><strong><em>Plastic Waste, Pyrolysis, Coolant Variations, Condensers, and Radiators.</em></strong></p> Anang Purwanto Indra Herlamba Siregar ##submission.copyrightStatement## 2021-08-16 2021-08-16 9 03 7 16 PENGGUNAAN SERAT JERAMI PADI DALAM PEMBUATAN MATERIAL KOMPOSIT SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BUMPER MOBIL https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jtm-unesa/article/view/42661 <p><strong>Abs</strong><strong>trak</strong></p> <p>Penelitian berawal dari banyaknya masyarakat yang masih menggunakan material yang mengandung bahan <em>FeCr </em>dalam pembuatan <em>bumper </em>mobil yang memiliki kekurangan yaitu bobot berat yang dapat mengurangi performa mobil dan harga yang relatif mahal. Permasalahan pembuatan <em>bumper </em>mobil dapat diatasi dengan pembuatan material komposit dengan serat alam.Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen. Material komposit pada penelitian ini menggunakan &nbsp;matriks yang terdiri dari resin <em>P</em><em>olyester BQTN 157 – EX &nbsp;</em>dengan campuran <em>katalis Methyl Ethyl Keton Peroxide (MEKP) </em>dikarenakan memiliki harga murah &nbsp;dan memiliki sifat mekanik yang baik. Penguat dalam pembuatan material komposit menggunakan serat jerami padi yang diorientasikan secara acak dan anyam &nbsp;dikarenakan belum maksimalnya &nbsp;pemanfaatan&nbsp; dari limbah pertanian, dalam dunia industri pemanfaatan jerami hanya digunakan sebesar 7-16%. Material komposit diberi perlakuan impak untuk mengetahui sifat ketangguhan material dalam menerima beban kejut seperti pengaplikasiannya pada <em>bumper </em>mobil dan uji struktur makro untuk mengetahui kegagalan yang terjadi pada patahan material komposit setelah mengalami perlakuan impak.Berdasarkan hasil penelitian fraksi volume serat dan orientasi serat berpengaruh &nbsp;pada &nbsp;sifat &nbsp;mekanis &nbsp;material, &nbsp;Susunan &nbsp;serat &nbsp;jerami &nbsp;padi &nbsp;acak &nbsp;memiliki &nbsp;nilai &nbsp;impak &nbsp;rendah</p> <p>0,018J/mm2 dan memiliki nilai impak tinggi 0,035J/mm2&nbsp;&nbsp; &nbsp;sedangkan pada susunan serat jerami padi anyam</p> <p>memiliki &nbsp;nilai &nbsp;impak &nbsp;rendah &nbsp;0,027J/mm2&nbsp; &nbsp;dan&nbsp; memiliki &nbsp;nilai &nbsp;impak &nbsp;tinggi &nbsp;0,048J/mm2, &nbsp;untuk &nbsp;mekanisme kegagalan pada serat jerami acak paling dominan yaitu <em>void </em>dan kegagalan pada serat jerami anyam paling dominan yaitu <em>fiber pull out.</em></p> <p><strong>K</strong><strong>a</strong><strong>ta Kunci: </strong>Material Komposit, <em>Bumper </em>Mobil<strong>, </strong><em>Polyester BQTN 157 – EX</em>, Serat Jerami Padi.</p> Muhammad Nur Rochim Tri Hartutuk Ningsih ##submission.copyrightStatement## 2021-08-13 2021-08-13 9 03 1 6