PENGGUNAAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA PADA LAYANAN INFORMASI DI SMP NEGERI 2 NGORO

  • NOVIE PUSPITASARI KORIDA

Abstract

ABSTRAK

 

Layanan informasi berupaya memenuhi kekurangan seseorang akan informasi yang dibutuhkan. Dalam layanan ini diberikan berbagai informasi yang akan digunakan oleh individu untuk kepentingan hidup dan perkembangannya. Layanan informasi yang masih bersifat tradisional atau menggunakan metode ceramah saja, membuat tingkat keaktifan siswa dalam mengikuti layanan informasi menjadi menurun karena siswa merasa bosan dan jenuh. Sebagai bentuk komunikasi, layanan bimbingan dan konseling sangat membutuhkan peran media untuk lebih meningkatkan tingkat keefektifan pencapaian tujuan. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu. Agar menunjang kemudahan siswa dalam memahami berbagai informasi yang disampaikan oleh konselor atau guru BK melalui layanan informasi, dapat digunakan media video. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan media video untuk meningkatkan keaktifan siswa pada layanan informasi di SMP Negeri 2 Ngoro.

Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini ialah pre-experimental dengan one group pre-test post-test. Alat pengumpul data yang di pakai adalah angket untuk mendapatkan data keaktifan siswa yang rendah pada layanan informasi, observasi dan dokumentasi sebagai data pelengkap. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A SMP Negeri 2 Ngoro yang berjumlah 6 siswa dan memiliki keaktifan yang rendah pada layanan informasi. Pemilihan subyek penelitian dengan menggunakan teknik nonprobability sampling jenis purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik non parametrik dengan menggunakan uji tanda. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai ρ = 0,016 lebih kecil dari α = 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan keaktifan siswa sebelum dan sesudah pemberian layanan informasi dengan menggunakan media video. Berdasarkan hasil penghitungan di atas mean pre-test sebesar 170,3 mean post-test sebesar 203,1, dan selisih antara mean pre-test dan post-test sebesar 32,8. Dengan demikian  ditolak dan  diterima. Dan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yang berbunyi “ada peningkatan keaktifan siswa pada layanan informasi antara sebelum dan sesuadah penggunaan media video dapat diterima.” Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video dapat meningkatkan keaktifan siswa pada layanan informasi di SMP Negeri 2 Ngoro.

 

Kata Kunci: Penggunaan Media Video, Keaktifan Siswa Pada Layanan Informasi.

Published
2014-01-06
Section
Articles