Hubungan Antara Harga Diri Dengan Kecenderungan Perilaku Narsisme Pada Siswa Kelas X SMK
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena perilaku narsisme yang kerap muncul pada remaja sebagai upaya pencarian jati diri, namun dapat berdampak negatif jika berlebihan. Salah satu faktor internal yang diduga berperan dalam mengendalikan perilaku ini adalah harga diri (self-esteem). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris apakah terdapat hubungan antara harga diri dengan kecenderungan perilaku narsisme pada siswa SMK kelas 10. Hipotesis yang diajukan ada hubungan antara kedua variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 10 di dengan jumlah responden sebanyak 250 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua instrumen psikologis, yaitu Skala Harga Diri dan Skala Kecenderungan Perilaku Narsisme. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik uji korelasi Product Moment Pearson dengan bantuan perangkat lunak statistik SPSS 25 Version. Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,187 dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,003 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan arah negatif antara harga diri dengan kecenderungan perilaku narsisme. Tanda negatif mengindikasikan bahwa semakin tinggi harga diri siswa, maka semakin rendah kecenderungan perilaku narsismenya. Sebaliknya, siswa dengan harga diri yang rendah cenderung memiliki perilaku narsisme yang lebih tinggi.
Kata Kunci: Harga Diri, Narsisme, Siswa SMK
Downloads
Abstract views: 0
,
PDF Downloads: 0