REGULASI EMOSI SISWA SMK : STUDI TERHADAP KORBAN TOXIC RELATIONSHIP

Authors

  • Tiara Putri Sutanto Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Surabaya
  • Denok Setiawati Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya masalah emosional di kalangan siswa SMK
Negeri 5 Surabaya yang bersumber dari hubungan asmara tidak sehat atau toxic relationship. Meskipun
berada di lingkungan sekolah kejuruan yang menekankan disiplin tinggi, banyak siswa justru mengalami
kegagalan regulasi emosi akibat siklus manipulasi, kritik berlebihan, dan ketidakseimbangan kuasa dalam
hubungan mereka. Dampak yang ditimbulkan mencakup penurunan fokus belajar hingga perilaku
internalisasi seperti penarikan diri dan kecemasan berlebihan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan
untuk mendeskripsikan secara mendalam strategi regulasi emosi yang digunakan siswa (baik adaptif
maupun maladaptif) serta menganalisis dampak psikologis dan akademik yang dialami oleh para korban
toxic relationship tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan
pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tiga orang siswa kelas XI SMK Negeri 5 Surabaya
yang sedang atau pernah terlibat dalam toxic relationship, didukung oleh dua subjek pendukung yaitu guru
Bimbingan Konseling (BK) dan Koordinator BK sebagai sumber triangulasi data. Pengumpulan data
dilakukan melalui teknik wawancara mendalam, observasi perilaku di sekolah, dan dokumentasi catatan
layanan BK. Analisis data menggunakan landasan teoretis regulasi emosi dari James J. Gross yang
berfokus pada strategi cognitive reappraisal dan expressive suppression guna mengklasifikasikan
mekanisme pengelolaan emosi subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa korban toxic
relationship cenderung menggunakan strategi regulasi emosi yang maladaptif, terutama expressive
suppression dengan cara menutupi perasaan sedih atau marah agar terlihat normal di lingkungan sekolah.
Temuan lapangan mengungkap dampak akademik yang signifikan, di mana subjek mengalami gangguan
konsentrasi saat praktik dan angka ketidakhadiran yang tinggi mencapai 10 hingga 12 hari karena
kehilangan motivasi. Selain itu, manifestasi emosi yang muncul meliputi perilaku agresi minor, sering
melamun, serta penarikan diri dari interaksi sosial. Penelitian ini menyimpulkan pentingnya intervensi
preventif melalui bimbingan klasikal mengenai komunikasi asertif dan etika pergaulan untuk memperkuat
kemampuan regulasi emosi siswa.
Kata Kunci: Regulasi Emosi, Toxic Relationship, Siswa SMK

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-01-28

Issue

Section

Articles
Abstract views: 0 , PDF Downloads: 0