Hubungan Antara Perilaku Asertif dan Konformitas Teman Sebaya Dengan Perilaku Membolos Siswa Kelas IX SMP Negeri 39 Surabaya
Abstract
Masa remaja merupakan periode perkembangan yang sarat dengan pengaruh lingkungan sosial, terutama dari kelompok teman sebaya. Pada tahap ini, kebutuhan untuk diterima dan menyesuaikan diri dengan kelompok sering kali sangat kuat. Ketika remaja tidak mampu mengelola tekanan sosial tersebut secara tepat, kondisi tersebut dapat memicu munculnya berbagai bentuk perilaku menyimpang, salah satunya adalah perilaku membolos sekolah. Dalam situasi demikian, kemampuan untuk bersikap asertif menjadi faktor penting yang membantu remaja menghadapi tekanan sosial secara lebih sehat dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara perilaku asertif dan konformitas teman sebaya dengan perilaku membolos pada siswa kelas IX di SMP Negeri 39 Surabaya. Subjek penelitian berjumlah 171 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang mengukur tiga variabel, yaitu perilaku asertif, konformitas teman sebaya, dan perilaku membolos. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, korelasi Pearson, serta korelasi berganda. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara perilaku asertif dan perilaku membolos (r = -0,621). Hubungan negatif yang signifikan juga ditemukan antara konformitas teman sebaya dan perilaku membolos (r = -0,598). Selain itu, perilaku asertif dan konformitas teman sebaya juga memiliki hubungan negatif (r = -0,287). Analisis korelasi berganda menunjukkan bahwa perilaku asertif dan konformitas teman sebaya secara simultan berhubungan secara signifikan dengan perilaku membolos (R = 0,703). Temuan ini menunjukkan bahwa kecenderungan perilaku membolos pada siswa berkaitan dengan tingkat perilaku asertif yang dimiliki serta tingkat konformitas mereka terhadap kelompok teman sebaya.
Downloads
Abstract views: 27
,
PDF Downloads: 22