Jurnal BK UNESA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa Jurnal Online Program Studi S-1 Bimbingan Dan Konseling - Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA en-US Jurnal BK UNESA 1335936558 STUDI TENTANG PERILAKU PROSOSIAL DAN PENANGANAN KONSELOR TERHADAP  PERILAKU UNSOSIAL PADA ANAK USIA DINI DI TK ISLAM AL-KALAM SURABAYA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/4452 <p>Perilaku sosial merupakan suatu perilaku yang dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa, perilaku prososial ini perlu diteliti untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang perilaku prososial pada anak dan perilaku unsosial sehingga dapat diambil langkah tindakan penanganan yang tepat untuk membantu anak yang berperilaku unsosial agar dapat berkembang dengan baik dan optimal sesuai dengan tugas perkembangannya, apabila hal itu tidak ditangani sedini mungkin dapat mengakibatkan anak berkembang menjadi anak yang maladaptive yang nantinya berdampak pada proses belajarnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk perilaku prososial pada anak usia dini di TK Islam Al-Kalam Surabaya dan penanganan konselor terhadap anak yang unsosial. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam penelitian ini untuk subyek penelitiannya yaitu kepala sekolah, konselor, dan guru kelas TK A yang memberikan informasi tentang perilaku prososial pada anak dan penanganannya, serta peneliti melakukan pengamatan terhadap subyek utama dalam penelitian ini yaitu seluruh anak TK Islam Al-Kalam Surabaya yang duduk di kelas A. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku prososial anak di TK Islam Al-Kalam Surabaya secara umum baik. Semua aspek menunjukkan bahwa perolehan skor diatas 51 %, artinya perilaku prososial anak baik, anak mampu melakukannya dengan baik. Penanganan konselor untuk meningkatkan perilaku prososial pada anak usia dini&nbsp; di TK Islam Al-Kalam Surabaya yaitu dengan &nbsp;diberikan penghargaan (penghargaan tidak perlu berbentuk materi, tetapi dapat berupa kata-kata pujian), selain itu juga melalui teknik penilaian diri atau teknik evaluasi diri untuk anak yang unsosial.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Perilaku Prososial, Penanganan Konselor Terhadap Perilaku Unsosial</p> SERLY ##submission.copyrightStatement## 2013-09-12 2013-09-12 4 1 PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK DISKUSI KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA DI PEPUSTAKAAN SEKOLAH PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII B SMP NEGERI 3 SRENGAT KABUPATEN BLITAR https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/4608 Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru. SUNU ANGGAR P ##submission.copyrightStatement## 2013-10-21 2013-10-21 4 1 STUDI TENTANG PERMASALAHAN SOSIAL DAN PENANGANANNYA PADA ANAK USIA DINI KELOMPOK  A DI DESA TORJUN KABUPATEN SAMPANG https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/4616 Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru. R. HOLIFATUR RAHMAWATI ##submission.copyrightStatement## 2013-10-22 2013-10-22 4 1 PENERAPAN KONSELING KELOMPOK DENGAN STRATEGI MODELING SIMBOLIS UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM LAYANAN INFORMASI https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/4633 Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru. AMELIA RIZKY SUSANTI ##submission.copyrightStatement## 2013-10-28 2013-10-28 4 1 HUBUNGAN RASA PERCAYA DIRI DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN AKTUALISASI DIRI SISWA KELAS X  DI SMK NEGERI I BAURENO-BOJONEGORO artikel https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/4634 Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru. IRMA TRI PUSPITA N ##submission.copyrightStatement## 2013-10-28 2013-10-28 4 1 PENERAPAN ASSERTIVE TRAINING UNTUK MENGURANGI PERILAKU NEGATIF BERPACARAN PADA SISWA KELAS X-1 DI SMA NEGERI 1 PORONG https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/4654 Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru. ANTOINA LIONI ##submission.copyrightStatement## 2013-11-08 2013-11-08 4 1 STUDI TENTANG PERDAGANGAN MANUSIA (HUMAN TRAFFICKING) PADA REMAJA PUTRI JENJANG SEKOLAH MENENGAH DI KOTA SURABAYA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6121 <p>Fenomena perdagangan manusia menjadi fakta sosial disamping krisis ekonomi dan bencana alam. Rendahnya tingkat pendidikan, sempitnya lapangan pekerjaan, pergaulan bebas serta ketidakharmonisan keluarga merupakan beberapa faktor penyebab terjadinya perdagangan manusia,&nbsp; khususnya pada remaja putri di Indonesia. Berdasarkan data dari KPI (Koalisi Perempuan Indonesia) pada bulan desember 2012, Indonesia peringkat ketiga dunia, negara bermasalah dengan perdagangan manusia, 30 % berasal dari mereka di bawah usia 18 tahun. Dampak dari perdagangan manusia terbagi tiga, yakni secara fisik, psikologis dan sosialnya. Konselor sekolah, polisi, sejumlah LSM turut andil dalam mengatasi dan melawan perdagangan manusia ini. Konselor berperan sebagai pelindung, pengayom dan juga pendamping bagi para korban.</p> <p>Berdasarkan fakta dan data diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan tujuan untuk memperoleh gambaran secara utuh mengenai perdagangan manusia khususnya pada pelajar sekolah menengah di kota Surabaya.</p> <p>Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisa data terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi yang hasilnya dijabarkan dalam bentuk deskriptif. Sedangkan teknik keabsahan data atau kredibilitas data menggunakan triangulasi teknik maupun triangulasi sumber.</p> <p>Dalam penelitian ini untuk subyek penelitiannya terdiri dari informan utama merupakan korban perdagangan manusia pada remaja putri jenjang sekolah menengah dan informan pendukung yaitu konselor sekolah, instansi terkait seperti kepolisian, BAPEMAS dan narasumber dari anggota DPR.</p> <p>Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama permasalahan, proses perekrutan dan pola perdagangan manusia yang terjadi pada remaja putri jenjang sekolah menengah disebabkan oleh ketidakharmonisan dalam keluarga dan pergaulan bebas. Sedangkan modus operandi yang digunakan oleh calo trafficker dalam melancarkan aksinya adalah dengan cara merayu, mengiming-imingi korban dengan pendapatan yang menggiurkan yang terorganisir sedemikian rupa. Selain itu, fungsi konselor belum maksimal dan perlu ditingkatkan dalam rangka menciptakan remaja putri di lingkungan sekolah menengah yang siap menghadapi era globalisasi.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><strong>Perdagangan Manusia, Remaja Putri Jenjang Sekolah Menengah</strong><strong>.</strong></p> RIZKA ARI SATRIANI ##submission.copyrightStatement## 2013-12-05 2013-12-05 4 1 EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK ANAK USIA DINI KELOMPOK B DI TAMAN KANAK-KANAK (TK) ISLAM SURABAYA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/4716 Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru. MARIFATIN INDAH KHOLILI ##submission.copyrightStatement## 2013-11-20 2013-11-20 4 1 PENERAPAN LAYANAN INFORMASI BIMBINGAN PRIBADI UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU DISIPLIN SISWA PADA KELAS X.2 DI SMA NEGERI 3 MAGETAN https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/4726 Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru. NINA DESY K ##submission.copyrightStatement## 2013-11-26 2013-11-26 4 1 PENERAPAN LAYANAN INFORMASI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X-4 DI SMA NEGERI 3 LAMONGAN https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/4727 Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru. LINTANG MAFIDAH ##submission.copyrightStatement## 2013-11-26 2013-11-26 4 1 PENERAPAN LATIHAN REGULASI DIRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGELOLA WAKTU BELAJAR SISWA KELAS X-G SMA NEGERI 3 MOJOKERTO https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6230 <p>Siswa yang tidak mampu mengelola waktu belajar berawal dari ketidakmampuan dalam mengelola kegiatan sehari-hari yang menimbulkan siswa tidak fokus dan konsentrasi dalam mengikuti pelajaran di kelas, serta tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru. Beberapa dampak dari ketidakmampuan mengelola waktu belajar adalah banyaknya kegiatan tidak bertujuan yang dikerjakan, hingga pengelolaan waktu belajar mereka menjadi kacau. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan latihan regulasi diri untuk meningkatkan kemampuan mengelola waktu belajar pada siswa kelas X-G SMA Negeri 3 Mojokerto. Jenis penelitian ini menggunakan pre-experimental design dengan one group pre-test post-test design. Metode pengumpulan data menggunakan angket untuk mengetahui tingkat kemampuan mengelola waktu belajar siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 7 siswa kelas X-G SMA Negeri 3 Mojokerto yang memiliki skor kemampuan mengelola waktu belajar rendah. Teknik analisis data menggunakan statistik non parametrik dengan menggunakan uji tanda, dengan taraf signifikansi 5 %. Analisis data menggunakan uji tanda, dengan N=7 dan X=0 maka diperoleh &nbsp;= 0,008 dari tabel binomial. Jika dalam ketetapan &nbsp;sebesar 5% adalah 0,05, maka harga 0,008 &lt; 0,05. Dengan demikian H<sub>0</sub> ditolak dan H<sub>a</sub> diterima. Artinya setelah diberikan latihan regulasi diri, siswa yang sebelumnya mempunyai tingkat kemampuan mengelola waktu belajar rendah, kini tingkat kemampuan mengelola waktu belajarnya menjadi sedang. Jadi hipotesis penelitian &ldquo;Penerapan Latihan Regulasi Diri untuk Meningkatkan Kemampuan Mengelola Waktu Belajar Siswa Kelas X-G SMA Negeri 3 Mojokerto&rdquo; dapat diterima. Konselor sekolah dapat menggunakan latihan regulasi diri untuk meningkatkan kemampuan mengelola waktu belajar siswa.</p> <p>Kata Kunci: latihan regulasi diri, kemampuan mengelola waktu belajar</p> APRILINA FITRI ##submission.copyrightStatement## 2013-12-18 2013-12-18 4 1 PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK PERMAINAN UNTUK MENANGANI SISWA TERISOLASI DI KELAS VIII A SMP NEGERI 1 KUNJANG KEDIRI https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6231 <p>Siswa yang tidak mampu mengelola waktu belajar berawal dari ketidakmampuan dalam mengelola kegiatan sehari-hari yang menimbulkan siswa tidak fokus dan konsentrasi dalam mengikuti pelajaran di kelas, serta tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru. Beberapa dampak dari ketidakmampuan mengelola waktu belajar adalah banyaknya kegiatan tidak bertujuan yang dikerjakan, hingga pengelolaan waktu belajar mereka menjadi kacau. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan latihan regulasi diri untuk meningkatkan kemampuan mengelola waktu belajar pada siswa kelas X-G SMA Negeri 3 Mojokerto. Jenis penelitian ini menggunakan pre-experimental design dengan one group pre-test post-test design. Metode pengumpulan data menggunakan angket untuk mengetahui tingkat kemampuan mengelola waktu belajar siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 7 siswa kelas X-G SMA Negeri 3 Mojokerto yang memiliki skor kemampuan mengelola waktu belajar rendah. Teknik analisis data menggunakan statistik non parametrik dengan menggunakan uji tanda, dengan taraf signifikansi 5 %. Analisis data menggunakan uji tanda, dengan N=7 dan X=0 maka diperoleh &nbsp;= 0,008 dari tabel binomial. Jika dalam ketetapan &nbsp;sebesar 5% adalah 0,05, maka harga 0,008 &lt; 0,05. Dengan demikian H<sub>0</sub> ditolak dan H<sub>a</sub> diterima. Artinya setelah diberikan latihan regulasi diri, siswa yang sebelumnya mempunyai tingkat kemampuan mengelola waktu belajar rendah, kini tingkat kemampuan mengelola waktu belajarnya menjadi sedang. Jadi hipotesis penelitian &ldquo;Penerapan Latihan Regulasi Diri untuk Meningkatkan Kemampuan Mengelola Waktu Belajar Siswa Kelas X-G SMA Negeri 3 Mojokerto&rdquo; dapat diterima. Konselor sekolah dapat menggunakan latihan regulasi diri untuk meningkatkan kemampuan mengelola waktu belajar siswa.</p> <p>Kata Kunci: latihan regulasi diri, kemampuan mengelola waktu belajar</p> ELSA DYA NASTITI ##submission.copyrightStatement## 2013-12-18 2013-12-18 4 1 PENGEMBANGAN MATERI LAYANAN INFORMASI STUDI LANJUT MELALUI MEDIA BLOG DI SMA NEGERI 4 BOJONEGORO https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6232 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>Berdasarkan wawancara dengan guru BK di SMA Negeri 4 Bojonegoro, ditemukan bahwa masalah yang dialami kelas XII adalah kurang memahami tentang informasi perguruan tinggi. Terlebih lagi, informasi perguruan tinggi yang didapat hanya dari kakak kelas yang sudah kuliah. Hal ini dianggap serius karena akan mengganggu perencanaan studi lanjut. Maka dari itu, dibutuhkan suatu media yang dapat digunakan sebagai pemberi informasi yang berisikan informasi studi lanjut. Penelitian ini menggunakan blog sebagai media.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu produk yang berisikan materi berupa informasi studi lanjut melalui sebuah media blog yang dapat digunakan sebagai alat pemberian informasi berdasarkan aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan dan kepatutan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg&amp;Gall (1983) yang telah diadaptasi.</p> <p>Hasil uji coba produk dari segi materi mencapai 75% dikategorikan baik, segi media mencapai 83.3% dikategorikan baik sekali, sudut pandang praktisi mencapai 80% dikategorikan baik sekali, dan uji lapangan mencapai 91.7% dikategorikan baik sekali. Sehingga, produk yang berisikan materi berupa informasi studi lanjut melalui sebuah media bloglayakdigunakan sebagai alat pemberian informasi.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Kata kunci :</strong><strong>blog</strong><strong>, informasi </strong><strong>studi lanjut</strong><strong></strong></p> NOFA DWI HANDONO ##submission.copyrightStatement## 2013-12-18 2013-12-18 4 1 PENERAPAN KONSELING KELOMPOK DENGAN STRATEGI BEHAVIOR UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU DISIPLIN SISWA DI SEKOLAH KELAS XI PEMASARAN 3 SMK N 4 SURABAYA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6229 <p>Penelitian ini berawal dari ditemukanya masalah pada siswa di SMK N 4 Surabaya yang berkaitan dengan disiplin siswa di sekolah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa konseling kelompok dengan strategi behavior dapat meningkatkan disiplin siswa di sekolah SMK N 4 Surabaya.Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian pre-test dan post-test one group design.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket untuk mengukur hasil dari perlakuan penerapan konseling kelompok dengan strategi behavior.Subyek penelitian ini adalah 7 siswa kelas XI Pemasaran 3 SMK N 4 Surabaya. Berdasarkan hasil analisis statistik non parametrik dengan uji tanda maka dapat diketahui N = 7 dan X = 0. Tabel harga X dalam tabel binominal menunjukn bahwa&nbsp; N = 7 diperoleh&rho; = 0.008. Harga ini lebih kecil dari pada &alpha; dan berada pada daerah penolakan untuk &alpha; = 0,05. Dengan demikian H<sub>0</sub> ditolak dan H<sub>a</sub> diterima yang artinya bahwa hipotesis statistik yang berbunyi konseling kelompok dengan strategi behavior &nbsp;dapat meningkatkan disiplin siswa di sekolah SMK N 4 Surabaya. Hasil analisis uji tanda &ldquo;penerapan konseling kelompok dengan strategi behavior dapat meningkatkan disiplin siswa di sekolah SMK N 4 Surabaya&rdquo; dapat diterima.Jadi penerapan konseling kelompok dengan strategi behavior untuk meningkatkan disiplin siswa di sekolah SMK N 4 Surabaya.</p> <p>Kata kunci : Konseling Kelompok, Strategi Behavior, Disiplin Siswa di Sekolah</p> DIANA RIMA ROSIKHA ##submission.copyrightStatement## 2013-12-18 2013-12-18 4 1 PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK DISKUSI UNTUK MENGURANGI PERILAKU MENARIK DIRI SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 SUMBERREJO https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6234 <p>Latar belakang dari penelitian ini adalah ditemukannya kecenderungan perilaku menarik diri pada siswa saat peneliti melakukan analisis angket sosiometri, wawancara dengan guru BK dan siswa serta observasi langsung. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat enam siswa kelas XI yang memiliki kecenderungan perilaku menarik diri. Mereka cenderung menunjukkan perilaku yang suka menyendiri dan kurang aktif dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi untuk mengurangi perilaku menarik diri pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sumberrejo, Bojonegoro.</p> <p>Penelitian ini termasuk jenis penelitian pre-experimental dengan metode one group pretest posttest design. Alat pengumpul data yang digunakan adalah angket, wawancara dan observasi. Penentuan subyek dalam peneltian ini adalah dengan menggunakan purposive sample yaitu 6 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sumberrejo yang teridentifikasi memiliki kecenderungan perilaku menarik diri. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik non parametik dengan munggunakan uji tanda dapat diketahui dalam tabel tes binomial dengan ketentuan N = 6 dan x =.0 (z), maka diperoleh&nbsp; p (kemungkinan harga di bawah Ho) = 0,016. Bila dalam ketetapan &alpha; (taraf kesalahan) sebesar 5% adalah 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa harga 0,016 &lt; 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan skor perilaku menarik diri sebelum dan sesudah penerapan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi. Berdasarkan hasil penghitungan diatas meanpre-test sebesar 109,17, meanpost-test sebesar 81 dan selisih antara mean pre-test dan post-test sebesar 28,17. Dengan demikian &nbsp;ditolak dan &nbsp;diterima. Sehingga hipotesis &ldquo;bimbingan kelompok dengan teknik diskusi dapat mengurangi perilaku menarik diri siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sumberrejo&rdquo; dapat diterima.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Bimbingan kelompok, teknik diskusi, perilaku menarik diri<strong>.</strong></p> RENDRA SUSTIAWAN ##submission.copyrightStatement## 2013-12-18 2013-12-18 4 1 PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG BAHAYA NARKOBA PADA SISWA KELAS VIII-D SMP NEGERI 2NGORO https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6305 <p>Pemahaman yang kurang terhadap bahaya narkoba membuat pelajar tidak tahu dampak terburuk dari bahaya narkoba, untuk membantu siswa dalam memahami bahaya narkoba agar tidak terjebak dalam penyalahgunaan narkoba salah satu upaya yang telah dilakukan guru BK untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya narkoba adalah melaksanakan layanan informasi melalui LKS saja dalam bimbingan pribadi namun hasil yang diperoleh belum cukup baik. Salah satu cara untuk menciptakan suasana nyaman, tidak membosankan dan menyenangkan dalam bimbingan adalah dengan memanfaatkan media dalam bimbingan kelompok. Oleh karena itu dibutuhkan suatu media yang dapat menarik minat dan mengaktifkan semua siswa. Diantara media itu adalah media video atau audio visual. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan bimbingan kelompok dengan media video untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya narkoba pada siswa kelas VIII-D SMP Negeri 2 Ngoro.</p> <p>Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini ialah pre-experimental dengan one group pre-test post-test. Alat pengumpul data yang di pakai adalah angket untuk mendapatkan data pemahaman siswa tentang bahaya narkoba yang rendah, dan dokumentasi sebagai data pelengkap. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-D SMP Negeri 2 Ngoro yang berjumlah 7 siswa dan memiliki pemahaman bahaya narkoba rendah. Pemilihan subyek penelitian dengan menggunakan teknik nonprobability sampling jenis purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik non parametrik dengan menggunakan uji tanda. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai &rho;= 0,008 lebih kecil dari &alpha; = 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pemahaman siswa tentang bahaya narkoba sebelum dan sesudah pemberian bimbingan kelompok dengan media video. Berdasarkan hasil penghitungan di atas meanpre-test sebesar 106,29 meanpost-test sebesar 125,43 dan selisih antara meanpre-test dan post-test sebesar 19,14.Dengan demikian &nbsp;ditolak dan &nbsp;diterima. Dan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yang berbunyi &ldquo;penerapan bimbingan kelompok dengan menggunakan media video untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya narkoba pada siswa kelas VIII-DSMP Negeri 2 Ngoro dapat diterima.&rdquo; Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian bimbingan kelompok dengan menggunakan media videodapat meningkatkan pemahaman siswa kelas VIII-D SMP Negeri 2 Ngoro tentang bahaya narkoba.</p> <p><strong>Kata Kunci : </strong>Bimbingan Kelompok dengan menggunakan (Media Video), Pemahaman Bahaya Narkoba.</p> YULIUS PRASETYO RAHAYU ##submission.copyrightStatement## 2014-01-06 2014-01-06 4 1 PENGGUNAAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA PADA LAYANAN INFORMASI DI SMP NEGERI 2 NGORO https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6308 <p><strong>ABSTRAK</strong><strong></strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>Layanan informasi berupaya memenuhi kekurangan seseorang akan informasi yang dibutuhkan. Dalam layanan ini diberikan berbagai informasi yang akan digunakan oleh individu untuk kepentingan hidup dan perkembangannya. Layanan informasi yang masih bersifat tradisional atau menggunakan metode ceramah saja, membuat tingkat keaktifan siswa dalam mengikuti layanan informasi menjadi menurun karena siswa merasa bosan dan jenuh. Sebagai bentuk komunikasi, layanan bimbingan dan konseling sangat membutuhkan peran media untuk lebih meningkatkan tingkat keefektifan pencapaian tujuan. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu. Agar menunjang kemudahan siswa dalam memahami berbagai informasi yang disampaikan oleh konselor atau guru BK melalui layanan informasi, dapat digunakan media video. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan media video untuk meningkatkan keaktifan siswa pada layanan informasi di SMP Negeri 2 Ngoro.</p> <p>Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini ialah pre-experimental dengan one group pre-test post-test. Alat pengumpul data yang di pakai adalah angket untuk mendapatkan data keaktifan siswa yang rendah pada layanan informasi, observasi dan dokumentasi sebagai data pelengkap. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A SMP Negeri 2 Ngoro yang berjumlah 6 siswa dan memiliki keaktifan yang rendah pada layanan informasi. Pemilihan subyek penelitian dengan menggunakan teknik nonprobability sampling jenis purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik non parametrik dengan menggunakan uji tanda. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai &rho; = 0,016 lebih kecil dari &alpha; = 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan keaktifan siswa sebelum dan sesudah pemberian layanan informasi dengan menggunakan media video. Berdasarkan hasil penghitungan di atas mean pre-test sebesar 170,3 mean post-test sebesar 203,1, dan selisih antara mean pre-test dan post-test sebesar 32,8. Dengan demikian &nbsp;ditolak dan &nbsp;diterima. Dan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yang berbunyi &ldquo;ada peningkatan keaktifan siswa pada layanan informasi antara sebelum dan sesuadah penggunaan media video dapat diterima.&rdquo; Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video dapat meningkatkan keaktifan siswa pada layanan informasi di SMP Negeri 2 Ngoro.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Penggunaan Media Video, Keaktifan Siswa Pada Layanan Informasi.</p> NOVIE PUSPITASARI KORIDA ##submission.copyrightStatement## 2014-01-06 2014-01-06 4 1 PENERAPAN LAYANAN INFORMASI BIMBINGAN PRIBADI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA MENGENAI  DAMPAK PERILAKU SEKS BEBAS DI SMAN 1 SUGIHWARAS BOJONEGORO https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6310 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang diajukan &ldquo;Apakah penerapan layanan informasi dapat meningkatkan pemahamandampak perilaku seks bebaspada siswa kelas XI SMAN I Sugihwaras?&rdquo;. Rancangan penelitian dalam penelitian ini adalah rancangan pre eksperimen dengan model One Group Pre-Test and Post- Test Design dengan pemberian layanan informasi sebagai bentuk perlakuan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI. &nbsp;Analisis data menggunakan statistik parametrik yaitu t-test.Dari hasil analisis data dengan menggunakan t-test diperoleh nilai t<sub>hitung</sub> sebesar 13,329 dengan taraf signifikan 5% dan db= 28 t<sub>tabel</sub> adalah 2,048. Dengan kata lain t<sub>hitung </sub>=&nbsp; 13,329 lebih besar dari t<sub>tabel </sub>=&nbsp; 2,048 ( 13,329 &gt;2,048), maka Ho ditolak. Berdasarkan analisis data yang diperoleh menunjukan ada perbedaan skor antara hasil pretes dan hasil post-test. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan skor pemahaman siswa tentang dampak perilaku seks bebas antara sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi. Dapat disimpulkan bahwa layanan informasi dapat meningkatkan pemahaman dampak perilaku seks bebas siswa kelas XI SMAN 1 Sugihwaras.</p> <p>Kata kunci: layanan informasi bimbingan bidang pribadi, pemahaman dampak perilaku seks bebas</p> SITI NURHALIMAH ##submission.copyrightStatement## 2014-01-06 2014-01-06 4 1 PENERAPAN LAYANAN RESOLUSI KONFLIK UNTUK MENANGANI KONFLIK INTERPERSONAL SISWA KELAS X-8 SMA NEGERI 1 MENGANTI GRESIK https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6312 <p class="StyleAuthorBold">Abstrak</p> <p>Tujuan dari penelitian ini adaah untuk menguji penerapan layanan resolusi konflik untuk menangani konflik interpersonal siswa kelas X-8 SMA Negeri 1 Menganti Gresik.</p> <p>Jenis peneitian ini adalah Pre-eksperimental dengan jenis One-group pre-test dan post-test design. Subyek penelitian ini adalah 6 siswa kelas X-8 SMA Negeri 1 Menganti Gresik yang memiliki konflik interpersonal siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket untuk mengetahui cara menangani konflik interpersonal.jenis angket yang digunakan adalah angket tertutup dengan 4 pilihan jawaban yang terdiri dari sangat sesuai, sesuai, kurang sesuai, dan tidak sesuai. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik non parametrik dengan uji jenjang bertanda wilcoxon.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan, Dengan melihat tabel tes binominal dengan ketentuan N = 6 dan r = 0, maka diperoleh r<sub>tabel</sub> = 0,016. Bila dalam ketetapan &alpha; (taraf&nbsp; kesalahan) sebesar 5% adalah 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa harga 0,016 &lt; 0,05. Hal ini berarti, ada perbedaan yang signifikan pada skor cara menangani konflik interpersonal siswa antara sebelum dan sesudah penerapan layanan resolusi konflik.</p> <p>Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini&nbsp; dapat diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan layanan resolusi konflik dapat digunakan untuk menangani konflik interpersonal siswa kelas X-8 SMA Negeri 1 Menganti Gresik.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Resolusi konflik, konflik interpersonal siswa</p> IDA SAFITRI ##submission.copyrightStatement## 2014-01-06 2014-01-06 4 1 PENERAPAN STRATEGI SELF MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINANA WORSHIP PAGI DI SEKOLAH BERASRAMA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6318 <p>Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui keefektifan penerapan strategi self management untuk meningkatkan kedisiplinan worship pagi di sekolah berasrama. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimenttal designe dengan jenis pre-test post-test one group design, sedangkan subyek penelitiannya adalah siswi SMA Advent Purwodadi dengan jumlah 7 siswi yang memiliki kedisiplinan worship pagi rendah. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data tetntang siswi yang memiliki kedisiplinan worship pagi rendah yakni dengan menggunakan angket. Teknis analisis data yang digunakan adalah Uji Tanda. Hasil analisis Uji Tanda menunjukkan bahwa tanda positif (+) berjumlah 7. Berarti N (banyaknya pasangan yang menunjukkan perbedaan) adalah 7, sehingga X (banyaknya tanda yang lebih sedikit) adalah 0. Dengan melihat table tes binomial dengan ketentuan N = 7 dan X = 0, maka diperoleh &rho; = 0,008. Bila menggunakan ketetapan &alpha; (taraf kesalahan) sebesar 5% adalah 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa harga 0,008 &lt; 0,05, dengan demikian H<sub>0</sub> ditolak dan Ha diterima. Hal ini membuktikan bahwa penerapan strategi self management dapat meningkatkan kedisiplinan worship pagi di sekolah berasrama.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci: self management, Kedisiplinan</p> ELITA KRISTINAWATI ##submission.copyrightStatement## 2014-01-07 2014-01-07 4 1 THE IMPLEMENTATION OF COUNSELING REALITY TO HELP IMPROVING THE DISCIPLINE LEARN https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6333 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji penerapan konseling kelompok realita &nbsp;untuk meningkatkan disiplin belajar siswa SMP Kemala Bayangkari I Surabaya. Penelitian ini termasuk jenis eksperimen pre test-post test one group design. Alat pengumpul data yang digunakan adalah angket. Subjek dalam penelitian ini adalah enam siswa yang memiliki disiplin belajar siswa rendah di kelas VII-E. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik non parametrik dengan menggunakan uji tanda. Hasil analisis menunjukkan bahwa &rho; = 0,016 lebih kecil daripada &alpha; = 0,05, jadi hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yang berbunyi &ldquo;Ada perbedaan tingkat disiplin belajar siswa&nbsp; siswa di sekolah antara sebelum dan sesudah penerapan konseling kelompok realita &rdquo; dapat diterima. Dengan demikian dengan adanya peningkatan skor pada subyek penelitian dari pre-test ke post-test menunjukkan bahwa penerapan konseling kelompok realita&nbsp; dapat meningkatkan disiplin belajar siswa di sekolah siswa</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci : Konseling Kelompok Realita , dan Disiplin belajar siswa Siswa di Sekolah</p> <p>&nbsp;</p> M MIFTACHUL HUDA ##submission.copyrightStatement## 2014-01-08 2014-01-08 4 1 PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK BERMAIN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENJALIN HUBUNGAN INTERPERSONAL SISWA KELAS VIII-G SMP NEGERI 1 KAWEDANAN KABUPATEN MAGETAN https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6467 <p>Abstrak memuat uraian singkat mengenai masalah dan tujuan penelitian, metode yang digunakan, dan hasil penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dapat atau tidaknya layanan bimbingan kelompok teknik bermain diterapkan untuk meningkatkan kemampuan menjalin hubungan interpersonal siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Kawedanan Kabupaten Magetan. Jenis penelitian ini adalah pre-experimental dengan bentuk one-group pretest-posttest design. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini delapan siswa kelas VIII G yang mempunyai skor kemampuan menjalin hubungan interpersonal terendah. Bentuk perlakuan yang diberikan adalah bimbingan kelompok teknik bermain yang dilakukan selama lima kali pertemuan. Ada empat permainan yang digunakan dalam bimbingan kelompok ini, yaitu inilah aku, acak kasus, saling melengkapi dan kumpulkan kartu berwarna. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji tanda (sign test). Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa jumlah pengamatan yang relevan, N = 8 (jumlah tanda positif dan tanda negatif) dan jumlah terkecil, r = 0 (jumlah tanda negatif). Sesuai dengan tabel probabilitas binomial untuk ketentuan N = 8 dan r = 0, maka diperoleh P<sub>tabel</sub>&nbsp; = 0,004. Jika dalam ketetapan a dengan taraf signifikansi 5% adalah 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa P<sub>tabel</sub> &gt; a, di mana 0,004&lt; 0,05. Sesuai dengan statistik tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. Artinya, ada peningkatan yang signifikan pada skor kemampuan menjalin hubungan interpersonal antara sebelum dan setelah bimbingan kelompok teknik bermain. Dengan demikian, penerapan layanan bimbingan kelompok teknik bermain dapat meningkatkan kemampuan menjalin hubungan interpersonal siswa kelas VIII-G SMP Negeri 1 Kawedanan Kabupaten Magetan.</p> <p class="abstrak"><strong>Kata Kunci: </strong>kemampuan menjalin hubungan interpersonal,bimbingan kelompok, teknik bermain .</p> WIDYA JUWITA SARI ##submission.copyrightStatement## 2014-01-21 2014-01-21 4 1 PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK TOPIK TUGAS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP DAMPAK SEKS BEBAS DI SMA NEGERI 1 NGANJUK https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6468 <p>Penelitian ini berawal dari ditemukannya masalah pada siswa di SMA Negeri 1 Nganjuk yang diungkapkan oleh guru BK karena setiap tahunnya terdapat siswa yang hamil, didapati siswa yang menyimpan video porno, dan melalui observasi studi pendahuluan yang dilakukan peneliti untuk memperkuat hasil wawancara dengan guru BK diperoleh bahwasannya siswa tidak paham dengan dampak dari seks bebas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bahwa bimbingan kelompok topik tugas dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap dampak seks bebas. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian pre-test dan post-test one group design. Metode pengumpulan data menggunakan angket untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap dampak seks bebas. Subjek dalam penelitian ini adalah 7 siswa kelas XII IPS 3 SMA Negeri 1 Nganjuk yang memiliki skor pemahaman terhadap dampak seks bebas yang rendah. Teknik analisis data menggunakan statistik non parametrik dengan menggunakan uji tanda, dengan taraf signifikansi 5 %. Analisis data menggunakan uji tanda, dengan N=7 dan X=0 maka diperoleh &nbsp;= 0,008 dari tabel binomial. Jika dalam ketetapan &nbsp;sebesar 5% adalah 0,05, maka harga 0,008 &lt; 0,05. Dengan demikian H<sub>0</sub> ditolak dan H<sub>a</sub> diterima. Artinya setelah diberikan bimbingan kelompok topik tugas, siswa yang sebelumnya mempunyai tingkat pemahaman dampak seks bebas rendah, kini tingkat pemahaman dampak seks bebas tinggi. Jadi hipotesis penelitian &ldquo;Penerapan Bimbingan Kelompok Topik Tugas Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Dampak Seks Bebas di SMA Negeri 1 Nganjuk&rdquo; dapat diterima. Konselor sekolah dapat menggunakan bimbingan kelompok topik tugas untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap dampak seks bebas.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci: bimbingan kelompok topik tugas, pemahaman dampak seks bebas</p> SHERLY DIANSARI AYUNING SASMIT ##submission.copyrightStatement## 2014-01-21 2014-01-21 4 1 SURVEI TENTANG PILIHAN KARIER MAHASISWA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6469 <p>Memilih adalah salah satu kegiatan yang selalu kita lakukakan, diantaranya adalah memilih karier. Memilih karier bukan hanya dilakukan oleh siswa SMP yang melanjutkan ke SMA ataupun siswa SMA yang akan memilih jurusan, namun juga bagi mahasiswa yang nantinya akan lulus kuliah. Memilih karier juga merupakan salah satu dari tugas perkembangan mahasiswa yang berada diantara masa remaja akhir dan peralihan ke usia dewasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui arah pilihan karier, kesesuaian dengan jurusan serta faktor yang memperngaruhi pilihan kareir mahasiswa. Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian kuantitatif dan kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya angkatan 2009-2012. Dari analisis yang telah dilakukan diketahui bahwa pilihan karier mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni adalah bekerja (71%), pendidikan profesi (33%), dan magister (42%) dengan klasifikasi pekerjaan yang paling diminati adalah bidang pelayanan masyarakat (77%) dan kesesuain dengan jurusan bagi pendidikan profesi (98%), sedangkan bagi magister (78%). Faktor dari dalam yang mempengaruhi pilihan karier mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni UNESA adalah minat (91%), sikap (87%), keterampilan (84%), prinsip (82%),&nbsp; hobi (81%), bakat (79%), kepribadian (78%), pengetahuan karier (78%), pengalaman kerja (73%), kemampuan (64%), prestasi (62%), penggunaan waktu luang (56%), penampilan fisik (48%), dan psikis (48%) . Sedangkan faktor dari luar yang berpengaruh adalah kesejahteraan (84%).</p> <p>Kata kunci :&nbsp; Survei arah pilihan karier, mahasiswa</p> GILANG RIZQI ##submission.copyrightStatement## 2014-01-21 2014-01-21 4 1 PENERAPAN KONSELING KELOMPOK BEHAVIORAL DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT UNTUK MENGURANGI KECANDUAN FACEBOOK PADA SISWA KELAS VIII-C SMP NEGERI 2 NGANJUK https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6477 <p>Latar belakang dari penelitian ini adalah ditemukannya kecanduan facebook pada siswa&nbsp; kelas VIII-C SMPN 2 Nganjuk sebanyak 40 % melalui proses wawancara. Bentuk perilaku kecanduan facebook di kelas VIII-C SMPN 2 Nganjuk&nbsp; yaitu suka menyendiri di dalam kelas dan asyik sendiri dengan ponsel yang mereka bawa, mengakses facebook tanpa menghiraukan pelajaran berlangsung, dan malas belajar. Tujuan penelitian ini untuk menguji penerapan konseling kelompok behavioral dengan teknik&nbsp; self management dapat membantu&nbsp; mengurangi kecanduan facebook pada siswa kelas VIII-C SMPN 2 Nganjuk. penelitian ini menggunakan penelitian pre experimental dengan pre-test and post-test one group design dengan rancangan satu kelompok subyek. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket, wawancara, dan observasi untuk mengetahui tingkat kecanduan facebook. Subyek penelitian ini adalah enam siswa kelas VIII-C SMPN 2 Nganjuk yang memiliki skor kecanduan facebook tinggi.</p> <p>Teknik analisis data yang digunakan adalah uji tanda. Hasil analisa penelitian menunjukkan bahwa N = 6 dan X = 0, maka diperolah r (kemungkinan harga dibawah Ho) = 0,016 lebih kecil dari &alpha; = 0,05. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini membuktikan bahwa konseling kelompok behavioral dengan teknik self management dapat digunakan untuk mengurangi kecanduan facebook pada siswa kelas VIII-C SMP Negeri 2 Nganjuk.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Kata kunci :&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Konseling Kelompok Behavioral &nbsp;dengan Teknik Self Management, &nbsp;Kecanduan Facebook</p> BENI TRIANTORO ##submission.copyrightStatement## 2014-01-21 2014-01-21 4 1 PENERAPAN STATEGI PENGUBAHAN POLA BERFIKIR UNTUK MENINGKATKAN HARGA DIRI PADA SISWA KELAS VIII-D MTSN MOJOSARI https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6480 <p>Penelitian ini bertujuan menguji strategi pengubahan pola berfikir untuk meningkatkan harga diri. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-experiment design berupa one group pre test-post test design. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket tertutup dengan 2 pilihan jawaban untuk mengetahui skor harga diri siswa. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 5 siswa kelas VIII-D di MTSN Mojosari yang memiliki harga diri berkategori rendah. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistic non parametric dengan Uji Tanda.</p> <p>Hasil analisis data menunjukkan tanda positif (+) berjumlah 5 yang bertindak sebagai N (banyaknya pasangan) dan x (banyaknya tanda yang lebih sedikit) berjumlah 0. Dengan melihat tabel tes binominal dengan ketentuan N=5 dan x = 0, maka diperoleh kemungkinan &rho; (kemungkinan harga di bawah Ho) = 0.031. Bila ketetapan &alpha; (taraf kesalahan) 5% adalah 0,05&nbsp; maka dapat disimpulkan bahwa harga 0,031 &lt; 0,05&nbsp; Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima, oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa ada perbedaan signifikan pada skor harga diri siswa antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan &nbsp;teknik strategi pengubahan pola berfikir.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci : strategi pengubahan pola pikir, harga diri</p> NOVITASARI ##submission.copyrightStatement## 2014-01-21 2014-01-21 4 1 PEMBERIAN PENGHARGAAN BERUPA STIKER GAMBAR DALAM MENINGKATKAN PERILAKU DISIPLIN ANAK USIA DINI DI TK BINTANG SEMBILAN LAMONGAN https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6505 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena perilaku disiplin yang rendah pada anak usia dini khususnya di TK Bintang Sembilan Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penanganan konselor dalam upaya meningkatkan perilaku disiplin pada anak usia dini di TK Bintang Sembilan Lamongan, mengetahui hambatan-hambatan dalam pelaksanaan pemberian penghargaan berupa stiker gambar dan upaya mnegatasi hambatan-hambatan tersebut. Dalam penelitian ini subyek penelitiannya yaitu kepala sekolah, konselor, dan guru kelas TK A-1 yang memberikan informasi tentang perilaku disiplin, serta peneliti melakukan pengamatan terhadap subyek utama dalam penelitian ini yaitu seluruh anak TK Bintang Sembilan Lamongan yang duduk di kelas A-1. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku disiplin anak usia dini di TK Bintang Sembilan Lamongan secara umum baik. Semua aspek menunjukkan bahwa perolehan skor diatas 51%, artinya perilaku disiplin anak baik, dengan skor rata-rata 80,19%. Hambatan yang ditemui adalah dibutuhkan waktu yang lama dan perbedaan aturan di rumah dengan di sekolah. Upaya yang dilakukan adalah dengan pengarahan, pemberian nasehat, membimbing serta memotivasi. Selain itu memberikan reward berupa kata-kata pujian bahkan konsultasi dengan orang tua juga dilakukan.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci : Perilaku Disiplin Pada Anak Usia Dini, Penghargaan, Stiker Gambar.</p> SITI HARDIANAH ##submission.copyrightStatement## 2014-01-21 2014-01-21 4 1 PENERAPAN STRATEGI PEMODELAN KOGNITIF UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA DALAM BERTANYA KEPADA GURU DI SMAN 1 KREMBUNG-SIDOARJO https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6508 <p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya tingkat rasa percaya diri siswa dalam bertanya kepada guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan strategi pemodelan kognitif untuk membantu mengatasi masalah rendahnya tingkat rasa percaya diri siswa dalam bertanya kepada guru. Angket rasa percaya diri dalam bertanya kepada guru digunakan untuk mengukur tingkatan rasa percaya diri siswa. Dari angket rasa percaya diri dalam bertanya kepada guru dinyatakan bahwa yang menjadi subyek pada penelitian ini adalah delapan siswa kelas X IPS 3 yang memiliki rasa percaya diri rendah. Penelitian ini menggunakan desain pre-post test one group design. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik non-parametrik dengan uji tanda. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa &rho; = 0,004 lebih kecil dibanding &alpha; = 0,05. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya bahwa penerapan strategi pemodelan kognitif dapat meningkatkan rasa percaya diri dalam bertanya kepada guru siswa X IPS 3 SMAN 1 Krembung-Sidoarjo. Dengan demikian dari hasil analisis uji tanda tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian yang berbunyi &ldquo;Ada perbedaan skor tingkat ras percaya diri siswa dalam bertanya kepada guru antara sebelum dan sesudah penerapan strategi pemodelan kognitif&rdquo; dapat diterima.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci : Strategi Pemodelan Kognitif, Rasa Percaya Diri.</p> UMROTHUL MUFIDA ##submission.copyrightStatement## 2014-01-21 2014-01-21 4 1 PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TOPIK TUGAS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN STUDI LANJUT PADA SISWA KELAS IX DI MTS ROUDLOTUL ULUM JATIREJO MOJOKERTO https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6512 <p>Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui keefektifan penerapan bimbingan kelompok dengan topik tugas untuk meningkatkan pemahaman studi lanjut pada siswa kelas IX di MTs Roudlotul Ulum. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimenttal designe dengan jenis pre-test post-test one group design, sedangkan subyek penelitiannya adalah 8 siswa kelas IX MTs Roudlotul Ulum Jatirejo Mojokerto yang memiliki pemahaman studi lanjut rendah. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang siswa yang memiliki pemahaman studi lanjut rendah yakni dengan menggunakan angket. Teknis analisis data yang digunakan adalah Uji Tanda. Hasil analisis Uji Tanda menunjukkan bahwa tanda positif (+) berjumlah 8. Berarti N (banyaknya pasangan yang menunjukkan perbedaan) adalah 8, sehingga X (banyaknya tanda yang lebih sedikit) adalah 0. Dengan melihat table tes binomial dengan ketentuan N = 8 dan X = 0, maka diperoleh &rho; = 0,004. Bila menggunakan ketetapan &alpha; (taraf kesalahan) sebesar 5% adalah 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa harga 0,004&lt; 0,05, dengan demikian H<sub>0</sub> ditolak dan diterima. Hal ini membuktikan bahwa pemberian bimbingan kelompok dengan topik tugas mampu meningkatkan pemahaman siswa kelas IX di MTs Roudlotul Ulum.</p> <p>Kata Kunci: bimbingan kelompok, topik tugas, pemahaman studi lanjut</p> MUHAMMAD FARID ILHAMUDDIN ##submission.copyrightStatement## 2014-01-21 2014-01-21 4 1 PEMBERIAN LAYANAN INFORMASI BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KINERJA BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 22 SURABAYA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6515 <p>Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui keefektifan penerapan layanan informasi belajar untuk meningkatkan kinerja belajar siswa di SMA Negeri 22 Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimenttal designe dengan jenis pre-test post-test one group design, sedangkan subyek penelitiannya adalah 8 siswa kelas XI IPS 2 di SMA Negeri 22 Surabaya yang memiliki kinerja belajar rendah. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang siswa yang memiliki kinerja belajar rendah yakni dengan menggunakan angket. Teknis analisis data yang digunakan adalah Uji Tanda. Hasil analisis Uji Tanda menunjukkan bahwa tanda positif (+) berjumlah 8. Berarti N (banyaknya pasangan yang menunjukkan perbedaan) adalah 8, sehingga X (banyaknya tanda yang lebih sedikit) adalah 0. Dengan melihat table tes binomial dengan ketentuan N = 8 dan X = 0, maka diperoleh &rho; = 0,004. Bila menggunakan ketetapan &alpha; (taraf kesalahan) sebesar 5% adalah 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa harga 0,004 &lt; 0,05, dengan demikian H<sub>0</sub> ditolak dan &nbsp;diterima. Hal ini membuktikan bahwa pemberian layanan informasi belajar dapat meningkatkan kinerja belajar siswa di SMA Negeri 22 Surabaya.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci: Layanan informasi belajar, Kinerja belajar.</p> <p>&nbsp;</p> DWI PRASTIWI HANDAYANI ##submission.copyrightStatement## 2014-01-21 2014-01-21 4 1 “PENERAPAN TEKNIK SELF-INSTRUCTION UNTUK MENGURANGI PERILAKU OFF TASK SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 12 SURABAYA” https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6517 <p>Kebiasaan perilaku off task adalah semua tingkah laku atau tindakan siswa yang tidak berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar dan memalingkan perhatian dari tugas yang harus dikerjakannya ketika berada di dalam kelas. Kebiasaan perilaku off task bisa memicu masalah seperti tidak mudah fokus terhadap pelajaran, suka menganggu teman di kelas dan bisa menurunkan prestasi belajar siswa. Kondisi ini yang terjadi pada siswa kelas X di SMK Negeri 12 Surabaya. Metode pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara. Observasi digunakan untuk mengetahui fase Baseline dan fase Intervensi terhadap subyek, sedangkan wawancara digunakan untuk mengetahui perkembangan setelah diberikan fase Intervensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji penerapan teknik self-instruction untuk mengurangi perilaku off task siswa kelas X di SMK Negeri 12 Surabaya.</p> <p>Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental dengan jumlah subyek tiga orang. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan Single Subject Design dengan menggunakan desain A-B. Teknik pengambilan sample dengan purposive non random. Teknik analisis data menggunakan analisis visual dalam kondisi yaitu menganalisis perubahan data dalam satu kondisi yaitu dalam kondisi Baseline atau kondisi intervensi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan ada perubahan skor pada fase baseline dan fase intervensi yaitu pada level stabilitas subyek A fase baseline (A) 50% menjadi 25% pada fase intervensi (B), subyek N pada fase baseline (A) 50% menjadi 41% pada fase intervensi (B), dan subyek P pada fase baseline (A) 16% menjadi 58% pada fase intervensi (B). Sedangkan level perubahan level menunjukan pada subyek A membaik (+) , pada subyek N membaik (+), dan subyek P juga membaik (+). Maka dengan begitu diketahui bahwa adanya perubahan skor kebiasaan perilaku off task siswa sebelum dan sesudah diberikan konseling individu melalui teknik self-instruction.</p> <p>Kata kunci : teknik self-instruction, perilaku off task</p> FAFAID NURUL FATIMAH ##submission.copyrightStatement## 2014-01-21 2014-01-21 4 1 PENGGUNAAN STRATEGI COGNITIVE RESTRUCTURING (CR) UNTUK MENINGKATKAN EFIKASI DIRI TERHADAP KEMAMPUAN AKADEMIK SISWA KELAS X-TSM(TEKNIK SEPEDA MOTOR)-1 SMK NEGERI 1 MOJOKERTO https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6589 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji Penggunaan Strategi Cognitive Restructuring (CR) Untuk Meningkatkan Efikasi Diri Siswa Kelas X-TSM (Teknik Sepeda Motor) 1 SMKN 1 Mojokerto. Penelitian ini menggunakan rancangan pre ekperimental berupa one group pretest-posttest design. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini delapan siswa kelas X-TSM 1 yang mempunyai efikasi diri terendah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket efikasi diri. Jenis angket yang digunakan adalah angket tertutup dengan 4 pilihan jawaban. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji tanda (sign test). Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa jumlah pengamatan yang relevan, N = 7 (jumlah tanda positif dan tanda negatif) dan jumlah terkecil, r = 0 (jumlah tanda negatif). Sesuai dengan tabel probabilitas binomial untuk ketentuan N = 7 dan r = 0, maka diperoleh P<sub>tabel</sub>&nbsp; = 0,008. Jika dalam ketetapan a dengan taraf signifikansi 5% adalah 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa P<sub>tabel</sub> &gt; a, di mana 0,008&lt; 0,05. Sesuai dengan statistik tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. Artinya, ada peningkatan yang signifikan pada skor efikasi diri antara sebelum dan setelah pemberian strategi cognitive restructuring. Dengan demikian, penggunaan strategi cognitive restructuring dapat meningkatkan efikasi diri siswa kelas X-TSM 1 SMKN 1 Mojokerto.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : strategi cognitive restructuring, efikasi diri</p> CHINTIA DIANA CRISTI ##submission.copyrightStatement## 2014-01-23 2014-01-23 4 1 STUDI TENTANG PELAKSANAAN PEMBERIAN REWARD DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR KELOMPOK-A DI TK ISLAM AL-AZHAR 35 SURABAYA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6591 <p>Dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional, maka salah satu komponen pembelajaran adalah peserta didik sebagai sasaran pembelajaran sehingga setiap peserta didik yang ingin sukses dalam belajarnya mutlak memiliki motivasi untuk belajar. Jadi merupakan tugas guru beserta konselor merancang bagaimana menciptakan kondisi atau suatu proses untuk dapat mendorong dan mengarahkan para anak usia dini agar pada dirinya tumbuh motivasi. Rangsangan untuk meningkatkan motivasi belajar ini salah satunya adalah dengan memberikan reinforcement berupa pemberian reward. Semua hal yang telah dilakukan oleh anak usia dini harus dihargai agar tidak merasa perbuatnnya sia-sia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pemberian reward dalam meningkatkan motivasi belajar anak kelompok-A di TK Islam Al-Azhar 35 Surabaya. Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan pendekatam deskriptif. Alat pengumpul data yang dipakai adalah wawancara yang ditujukan pada guru kelas, konselor dan kepala sekolah, observasi yang tujukan pada anak kelompok-A serta guru kelas dan dokumentasi sebagai pelengkap data. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas, konselo, kepala sekolah dan anak kelompok-A. Uji kredibilitas data menggunakan teknik trianggulasi data yaitu trianggulasi sumber dan trianggulasi teknik. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa reward yang diberikan terdiri dari reward verbal dan non verbal yang bervariatif. Guru kelas bekerja secara team work, sehingga selama pelaksanaan pemberian reward dalam meningkatkan motivasi belajar anak banyak pihak yang terlibat di dalamnya. Hambatan yang dihadapi guru kelas yaitu hadiah yang diberikan menggunakan dana pribadi, dapat menimbulkan kecemburuan antar anak dan dapat menimbulkan sikap pamrih. Reward ini terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar anak kelompok-A di TK Islam Al-Azhar 35 Surabaya.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : Pemberian Reward, Motivasi Belajar</p> RIAN PUTRI HAPSARI ##submission.copyrightStatement## 2014-01-23 2014-01-23 4 1 STUDI TENTANG TENTANG KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK KELOMPOK A DALAM KEGIATAN METODE PROYEK DI TK PLUS AL-FALAH PUNGGING MOJOKERTO https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6592 <p>Kemampuan interaksi sosial merupakan proses&nbsp; sosial, yang menunjukan pada hubungan-hubungan sosial yang dinamis. Dimana interaksi sosial adalah kunci semua kehidupan sosial karena tanpa interaksi sosial, tidak akan mungkin ada kehidupan bersama. Pada awal masa kanak-kanak yang sering disebut sebagai masa prakelompok, dasar untuk sosialisasi diletakkan dengan meningkatnya hubungan antara anak dengan teman-teman sebayanya dari tahun ke tahun. Dalam pemilihan metode untuk membantu anak meningkatkan perkembangan interaksi sosial pada anak usia dini secara optimal harus benar-benar disesuaikan dengan permasalahan dan kebutuhan anak. Maka guru kelas memberikan salah satu metode, yaitu metode proyek untuk membantu anak-anak dalam berinteraksi dengan lingkungan, kelompok, teman sebaya dan gurunya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan interaksi sosial anak kelompok A dalam kegiatan metode proyek di TK Plus Al-Falah Pungging Mojokerto. Jenispenelitian yang dipakai dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan pendekatan deskriptif .Alat pengumpul data yang dipakai adalah observasi, wawancara yang ditujukan pada guru kelas, konselor sekolah dan kepala sekolah, dan dokumentasi sebagai pelengkap data.Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok A, kepala sekolah, guru kelas dan konselor sekolah .Uji kredibilitas data menggunakan teknik trianggulasi data yaitu trianggulasi sumber dan trianggulasi teknik. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perolehan skor diatas 50% yang artinya kemampuanin teraksisosialanakkelompok A di TK Plus Al-Falah bisa dikategorikan baik. Dimana dilihat dari tiga aspek yaitu kontak sosial ,komunikasi dan kerjasama, semua aspek tersebut memiliki presentase yang baikdiatas rata-rata.&nbsp;</p> <p>&nbsp;<strong>Kata Kunci :Kemampuan Interaksi Sosial, Kegiatan Metode Proyek</strong></p> SARI LISDIAN ANDARBENI ##submission.copyrightStatement## 2014-01-23 2014-01-23 4 1 PENGEMBANGAN MEDIA RAINBOW CAKE DISCIPLINE DALAM LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA DI KELAS XI IPS-1 SMA DIPONEGORO TULUNGAGUNG https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6593 <p>Latar belakang dari penelitian ini adalah seringnya pelanggaran terhadap kedisiplinan belajar di SMA Diponegoro Tulungagung. Salah satu cara untuk menciptakan suasana nyaman dan tidak membosankan dalam kegiatan bimbingan kelompok untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa adalah dengan&nbsp; menggunakan media bimbingan dan konseling. Media bimbingan dan konseling tersebut adalah media rainbow cake discipline. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengembangkan media rainbow cake discipline untuk meningkatan kedisiplinan belajar siswa Kelas XI IPS-1 SMA Diponegoro Tulungagung. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Pada akhirnya media ini layak digunakan sebagai media penunjang untuk meningkatkan kedisiplinan belajar secara lebih efektif dan efisien. Media rainbow cake discipline untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa pada Kelas XI IPS-1 melalui tahapan berikut: (1) Menganalisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik, (2) Merumuskan tujuan instruksional dengan operasional dan khas, (3) Merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan, (4) Mengembangkan alat pengukur keberhasilan, (5) Penulisan naskah media/produksi, (6) Mengadakan tes / validasi dan revisi. Hasil uji kevalidan media rainbow cake discipline oleh ahli media sebesar 78,1%, dengan keterangan valid. Data hasil uji kevalidan media oleh ahli materi sebesar 88,7%, dengan keterangan valid. Secara keseluruhan berdasarkan kriteria kelayakan produk, dapat disimpulkan bahwa media tersebut masuk dalam kriteria valid sehingga layak digunakan untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa Kelas XI IPS-1. Analisis data menggunakan statistik non parametrik yaitu uji jenjang Wilxocon. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS-1 yang berjumlah 7 siswa. Berdasarkan analisis data yang diperoleh menunjukkan ada perbedaan antara hasil pre-test dengan hasil post-test. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan uji jenjang Wilxocon jumlah nomor urut yang bertanda positif (+) = 28 sedangkan jumlah nomor urut bertanda negatif (-) = 0 Thitung didapat dari jumlah kecil dari signed rank, yaitu 0. Dengan demikian uji Wilxocon dengan taraf signifikan 5% dan N = 7, diperoleh Ttabel = 0,008 sehingga Thitung &lt; Ttabel (0 &lt; 0,008). Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti ada perbedaan yang signifikan antara nilai akhir dan nilai awal dalam pre test dan post test dengan menggunakan media rainbow cake discipline. Jadi penggunaan media rainbow cake discipline cukup efektif untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa Kelas XI IPS-1 SMA Diponegoro Tulungagung.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci: media rainbow cake discipline, meningkatkan kedisiplinan belajar</p> VITTA AMELIA SUPARNO ##submission.copyrightStatement## 2014-01-23 2014-01-23 4 1 PENERAPAN LAYANAN PERENCANAAN INDIVIDUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TERHADAP PENJURUSAN DI KELAS X-1 SMA NEGERI 3 BOJONEGORO https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6595 <p>Penelitian ini berawal dari ditemukannya masalah pada siswa di SMA Negeri 3 Bojonegoro yang berkaitan dengan penjurusan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa layanan perencanaan individual dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap penjurusan di kelas X-1 SMA Negeri 3 Bojonegoro. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian pre-test dan post-test one group design. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket untuk mengukur pemahaman siswa terhadap penjurusan.&nbsp; Subyek penelitian ini adalah 31 siswa kelas X-1 SMA Negeri 3 Bojonegoro. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik t-test. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa t hitung= -6.112. t tabel diperoleh dengan Df= 30, sig (2-tailed)= 0.000) karena &ndash; t tabel &lt; dari t hitung (- 6.1112 &lt; 0.000). Sesuai dengan statistik tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. Artinya, ada peningkatan yang signifikan pada skor pemahaman siswa terhadap penjurusan antara sebelum dan setelah pemberian layanan perencanaan individual. Dengan demikian, penerapan layanan perencanaan individual dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap penjurusan di kelas X-1 SMA Negeri 3 Bojonegoro.</p> <p class="abstrak">&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci :</strong><strong> Layanan Perencanaan Individual</strong><strong>,</strong><strong> Pemahaman Siswa Terhadap Penjurusan</strong></p> ALDIANA NUR FITRIANI ##submission.copyrightStatement## 2014-01-23 2014-01-23 4 1 PENERAPAN LAYANAN INFORMASI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN STUDI LANJUT SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 JOGOROTO JOMBANG  https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6596 <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Pemahaman siswa yang kurang terhadap pemahaman studi lanjut pada saat duduk di bangku sekolah menengah pertama khususnya pada kelas VIII mengakibatkan kesulitan untuk memilih studi lanjut pada jenjang sekolah selanjutnya setelah lulus dari sekolah menengah pertama. Salah satu upaya yang telah dilakukan guru BK untuk meningkatkan pemahaman studi lanjut siswa adalah melaksanakan layanan informasi melalui metode ceramah klasikal namun hasil yang diperoleh belum cukup baik karena siswa merasa perlu adanya penambahan materi yang lengkap tentang studi lanjut. Untuk menunjang dan mendukung siswa maka guru BK berkolaborasi dengan peneliti dalam membuat materi tentang studi lanjut disini guru BK adalah praktikan sedangkan peneliti adalah observer dan pembuat materi. Diharapkan dengan penambahan materi tentang studi lanjut pemahaman siswa tentang studi lanjut akan meningkat dengan menggunakan metode penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK).</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman studi lanjut siswa dengan penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK) pada siswa kelas VIII. Hasil akhir dari penelitian&nbsp;ini adalah layanan informasi mampu meningkatkan pemahaman studi lanjut siswa kelas VIII.</p> <p>Hasil dari observasi aktivitas guru adalah 100%, observasi aktivitas siswa 100% dan hasil dari lembar kerja pemahaman siswa adalah sebesar 89,5%. Siswa antusias dan tertarik mengikuti kegiatan pemberian layanan informasi tentang studi lanjut. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa layanan informasi efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman studi lanjut dengan metode penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK).</p> <p>Kata kunci : layanan informasi, pemahaman studi lanjut.</p> RIZKY TRI NURCAHYO ##submission.copyrightStatement## 2014-01-23 2014-01-23 4 1 PENERERAPAN MODIFIKASI KOGNITIF-PERILAKU UNTUK MENGELOLA STRES TERHADAP KEGIATAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) SISWA KELAS XI-MM 1 (MULTI MEDIA) SMK NEGERI 1 SURABAYA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6628 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan modifikasi kognitif-perilaku untuk membantu siswa mengelola stres terhadap praktek kerja industri di SMK Negeri 1 Surabaya. Jenis penelitian ini menggunakan pre-experimental design dengan one group pre-test post-test design. Metode pengumpulan data menggunakan angket untuk mengetahui tingkat stres&nbsp; siswa terhadap praktek kerja industri. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 siswa kelas X MM-1 SMK Negeri 1 Surabaya yang memiliki skor stres terhadap praktek kerja industri yang tinggi. Teknik analisis data menggunakan statistik non parametrik dengan menggunakan uji tanda, dengan taraf signifikansi 5 %. Analisis data menggunakan uji tanda, dengan N=6 dan X=0 maka diperoleh &nbsp;= 0,016 dari tabel binomial. Jika dalam ketetapan &nbsp;sebesar 5% adalah 0,05, maka harga 0,016 &lt; 0,05. Dengan demikian H<sub>0</sub> ditolak dan H<sub>a</sub> diterima. Artinya setelah diberi perlakuan modifikasi kognitif perilaku, siswa yang sebelumnya mempunyai skor stres tinggi, kini tingkat stres terhadap praktek kerja industri rendah. Jadi hipotesis penelitian &ldquo;Penerapan Modifikasi Kognitif-Perilaku Dapat Digunakan Untuk Membantu Siswa Dalam Mengelola Stres Terhadap Kegiatan Praktek Kerja Industri Siswa kelas XI-MM 1 (Multi Media) SMKN 1 Surabaya&rdquo; dapat diterima.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci: Modifikasi kognitif-perilaku, stres terhadap praktek kerja industri</p> ARINDA NUR MASHITA ##submission.copyrightStatement## 2014-01-23 2014-01-23 4 1 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU AGRESIF ANAK USIA DINI  DAN PENANGANANNYA OLEH KONSELOR DI TK BINA ANAK SHOLEH (BAS) TUBAN https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6714 <p>Perilaku agresif merupakan segala bentuk perilaku yang dimaksudkan untuk menyakiti seseorang dan cenderung menyerang baik secara fisik maupun mental yang merugikan orang lain juga diri sendiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran perilaku agresif anak usia dini, faktor-faktor yang memengaruhi perilaku agresif anak usia dini,&nbsp; bentuk penanganan konselor untuk mengatasi perilaku agresif anak usia dini, hambatan yang dihadapi konselor dalam menangani perilaku agresif anak usia dini dan cara konselor mengatasi hambatan dalam menangani perilaku agresif anak usia dini di TK Bina Anak Sholeh (BAS) Tuban. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Subyek penelitian dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, konselor, dan wali kelas A2 yang memberikan informasi tentang perilaku agresif pada anak dan penanganannya, serta peneliti melakukan pengamatan terhadap seluruh anak TK A kelas A2 TK Bina Anak Sholeh (BAS) Tuban. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku agresif anak di TK Bina Anak Sholeh (BAS) Tuban secara umum memiliki perilaku agresif rendah. Dua dari tiga aspek menunjukkan bahwa perolehan skor dibawah 50%, yang artinya perilaku agresif anak rendah dalam aspek penyerangan secara non verbal, dan merusak barang atau obyek dan satu aspek yaitu penyerangan secara verbal perolehan skor menunjukkan diatas 51% yang artinya perilaku agresif anak dalam aspek penyerangan secara verbal tinggi. Faktor yang memengaruhi perilaku agresif anak usia dini ada dua yaitu faktor eksternal dan internal. Penanganan konselor untuk mengatasi perilaku agresif yaitu dengan pemberian metode reward-punishment. Hambatan yang dihadapi konselor dalam menangani perilaku agresif anak yaitu pemberian perlakuan terhadap anak berbeda-beda, anak kurang memedulikan perintah dari konselor, pembiasaan di rumah dan di sekolah berbeda, kurangnya kerjasama antara orangtua dan sekolah. Cara konselor mengatasi hambatan dalam menangani perilaku agresif anak adalah dengan tetap bekerjasama dan menjaga komunikasi yang baik dengan orang tua baik secara privasi melalui sms, telepon, maupun buku penghubung.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci: Perilaku Agresif, Penanganan Konselor</p> LAILYA NUGRAHENI ##submission.copyrightStatement## 2014-01-27 2014-01-27 4 1 PENGGUNAAN METODE PEMBIASAAN DALAM MENINGKATKAN PERILAKU MORAL ANAKKELOMPOK B DI TK BINA ANAK SHOLEH TUBAN https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6713 <p>Moral yang merupakan salah satu kemampuan yang harus dikembangkan dalam potensi anak adalah ajaran baik buruknya perbuatan dan kelakuan. Dengan demikian moral merupakan kendali dalam bertingkah laku. Untuk meningkatkan perilaku moral anak tersebut dengan penggunan metode pembiasaan. Penentuan metode untuk pembelajaran nilai dan moral anak TK sangat erat hubungannya dengan proses pengenalan tingkah laku yang dapat diterima oleh masyarakat dan diharapkan mampu dilakukan oleh anak TK. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan metode pembiasaan dalam meningkatkan perilaku moral anak kelompok B1 di TK Bina Anak Sholeh Tuban. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam penelitian ini subyek penelitiannya yaitu kepala sekolah, konselor, dan wali kelas B1 yang memberikan informasi tentang perilaku moral anak dan penggunaan metode pembiasaan. Serta peneliti melakukan pengamatan terhadap subyek utama yaitu seluruh anak kelompok B1 di TK Bina Anak Sholeh Tuban. Penggunaan metode pembiasaan yang diberikan dengan cara membiasakan perilaku atau sikap moral anak secara berulang-ulang dan terus-menerus sehinggga dapat mengubah dan mengurangi perilaku yang berlebihan atau salah dan meningkatkan perilaku baik. Proses pelaksanaan kegiatan metode pembiasaan yang bersifat fleksibel secara kegiatan rutin, kegiatan spontan, dan kegiatan teladan. Hambatan yang dialami dalam pelaksanaan pemberian metode pembiasaan adalah setiap anak mempunyai perbedaan kemampuan untuk dapat menerima informasi tentang arahan dan bimbingan berperilaku baik yang diberikan. Serta tidak ada kesinambungan antara keluarga dan sekolah, pembiasaan yang dilakukan di lingkungan keluarga masih belum bisa maksimal. Cara menghadapi hambatannya melakukan pendekatan secara pribadi kepada anak dengan memberikan motivasi dan dorongan kepada anak dan melakukan pendekatan secara langsung kepada wali murid, memberikan informasi tentang perkembangan perilaku anak di sekolah serta melakukan home visit yang dilakukan oleh konselor dan wali kelas. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku moral anak di TK Bina Anak Sholeh Tuban secara umum baik. Semua aspek menunjukkan bahwa perolehan skor diatas 51 %, artinya perilaku moral anak baik, anak mampu melakukannya dengan baik.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci: Perilaku Moral, Penggunaan Metode Pembiasaan.</p> RATIH RUSMAYANTI ##submission.copyrightStatement## 2014-01-27 2014-01-27 4 1 PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL SISWA KELAS XI IPA C SMA NEGERI 2 TUBAN https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6715 <p><strong>&nbsp; </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan kelompok belajar dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan rancangan pre ekperimental berupa one group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini adalah 7 siswa kelas XI IPA C SMA Negeri 2 Tuban yang memiliki skor kemampuan interaksi sosial rendah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket kemampuan interaksi sosial. Jenis angket yang digunakan adalah angket tertutup dengan 4 pilihan jawaban yang terdiri dari sangat sesuai, sesuai, kurang sesuai dan tidak sesuai. Analisis data yang digunakan adalah statistik non parametric dengan uji tanda. Setelah diadakan analisis dengan menggunakan uji tanda, dapat diketahui bahwa &rho; = 0,008 lebih kecil dari &alpha; sebesar 5% = 0,05.&nbsp; Artinya setelah penyelenggaraan kelompok belajar siswa mengalami peningkatan kemampuan interaksi sosial.</p> <p>Hasil analisis menunjukkan bahwa penyelenggaraan kelompok belajar dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan kemampuan interaksi sosial siswa setelah diberikan perlakuan dengan menyelenggarakan kegiatan kelompok belajar.</p> <p>Kata Kunci :Kelompok Belajar , Interaksi Sosial</p> TSANY LUTFIYANTI ##submission.copyrightStatement## 2014-01-27 2014-01-27 4 1 Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Remedial Teaching dengan Strategi Mind Maping untuk Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6774 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Remedial Teaching dengan Metode Mind Maping untuk mengatasi kesulitan belajar siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Remedial Teaching dengan Metode Mind Maping dijadikan sebagai alternatif bantuan bagi siswa yang memiliki kesulitan belajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia, bimbingan kelompok selain memiliki fungsi pencegahan (preventif) juga memiliki fungsi penyembuhan (kuratif).</p> <p>Subyek penelitian adalah siswa kelas X Reguler SMA Al Azhar Menganti Gresik yang memiliki kesulitan belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dari hasil pre-test ditemukan 8 siswa yang memiliki kesulitan belajar pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia diketahui dari perolehan nilai ulangan mata pelajaran Bahasa Indonesia yang berada dibawah Kriteria Ketuntasan Minimum mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang SMA yaitu sebesar 75.</p> <p>Setelah diberikan perlakuan bimbingan kelompok teknik remedial teaching dengan metode mind maping, hasil post-test menunjukkan adanya penurunan tingkat kesulitan belajar dari delapan siswa yang ditandai dengan meningkatnya perolehan nilai ulangan mata pelajaran bahasa Indonesia dari semula kurang dari kriteria ketuntasan minimum naik melampaui kriteria ketuntasan minimum mata pelajaran bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah Pre-Test dan Post-Test One Group Design. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan observasi dan wawancara. Metode analisis data yang digunakan adalah uji jenjang bertanda Wilcoxon, dapat diketahui nilai paling kecil menjadi T<sub>hitung </sub>= 0 bila (&alpha;) taraf kesalahan 5% (uji 2 fihak), maka T <sub>tabel </sub>= 6 dengan N=8. Dengan demikian (T<sub>hitung</sub> &lt;&nbsp; T <sub>tabel</sub>) atau&nbsp; (0 &lt; 6). Maka dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok teknik remedial teaching dengan metode mind maping dapat mengatasi kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Bimbingan kelompok teknik remedial teaching, mind maping, kesulitan belajar pada mata pelajaran bahasa Indonesia.</strong></p> HANIF KUNCAHYA P ##submission.copyrightStatement## 2014-01-27 2014-01-27 4 1 PENERAPAN KONSELING KELOMPOK RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII G SMP YAYASAN PENDIDIKAN 17 SURABAYA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-bk-unesa/article/view/6800 <p>Motivasi belajar memiliki peranan yang penting dalam kegiatan belajar. Motivasi belajar menentukan seberapa jauh siswa akan belajar dari kegiatan pembelajaran atau seberapa jauh siswa menyerap informasi yang disajikan oleh pengajar. Begitu pentingnya peranan motivasi belajar untuk dimiiki seorang siswa, namun tidak semua siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi motivasi belajar, dimana salah satunya adalah persepsi kognitif siswa itu sendiri mengenai kemampuannya dalam keberhasilannya belajar. Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, kecenderungan motivasi belajar yang rendah karena persepsi kognitif irasional dimiliki oleh tujuh orang siswa kelas VIII G dari SMP Yayasan Pendidikan 17 Surabaya . Dalam layanan bimbingan dan konseling terdapat layanan konseling kelompok rational emotive behavior, salah satu bentuk layanan dalam bimbingan dan konseling yang sangat efektif untuk membantu menyelesaikan masalah yang dialami oleh beberapa siswa atau anggota kelompok yang memiliki masalah disebabkan oleh persepsi kognitif irasional. Fakta ini yang kemudian melatar belakangi peneliti untuk mengkaji lebih dalam terkait penerapan konseling kelompok rational emotive behavior untuk membantu meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII G. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan &ldquo;penerapan konseling kelompok rational emotive behavior untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII G SMP Yayasan Pendidikan 17 Surabaya&rdquo;. Rancangan penelitian dalam penelitian ini adalah rancangan pre eksperimen dengan model One Group Pre-Test and Post- Test Design dengan pemberian konseling kelompok rational emotive behavior sebagai bentuk perlakuan. Subyek penelitian ini adalah tujuh siswa kelas VIII G. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket tertutup. Analisis data menggunakan statistic nonparametrik yaitu uji jenjang wilcoxon. Dari hasil analisis data kelompok dengan menggunakan penghitungan SPSS 14.0 for windows evaluation diketahui Asymp. Sig (2 - tailed) mempunyai nilai sebesar 0,018 dan karena &alpha; = 0,05 , maka Asymp. Sig (2 - tailed) &lt; &alpha; (0,018 &lt; 0,05) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi, hipotesis penelitian yang berbunyi &rdquo;terdapat perbedaan yang signifikan pada skor motivasi belajar siswa antara sebelum dan sesudah penerapan konseling kelompok rational emotive behavior&rdquo; telah terbukti.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci</strong> : Konseling kelompok rational emotive behavior therapy, motivasi belajar</p> DESI DWI HARIYANTI ##submission.copyrightStatement## 2014-01-27 2014-01-27 4 1