Jurnal Pendidikan IPS https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-ips <p>Jurnal Online Program Studi S-2 Pendidikan Ips - Pasca Sarjana UNESA</p><p>Jurnal ini terbit tiga kali setahun, berisi tulisan ilmiah tentang pendidikan dan pembelajaran IPS.</p> <p><strong>Penanggung Jawab :</strong></p><p><strong>Kaprodi S-2 Pendidikan IPS: </strong>Nasution,<strong> </strong>M.Hum., M.Ed., Ph.D.</p><p><strong>Penyunting Ahli:</strong></p><ol><li>Dr. Harmanto, M.Pd</li><li>Prof. Dr. Sarmini, M.Hum</li><li>Prof. Dr. Warsono, MS</li><li>Dr. Ketut Prasetyo, MS</li><li>Prof. Dr. Aminuddin Kasdi, MS</li><li>Prof. Dr. Ali Haidar, MA</li><li>Dr. Nugroho Hari Purnomo, M.Si</li><li>Dr. M. Jacky, M.Si</li></ol><p><strong>E-Journal Redaksi:</strong></p><p>Lukman Ramdhani Firmansyah</p><p>Ahmad Imam Khairi</p><p>Wahyu Furqondari</p><p><strong> </strong></p><p><strong>Alamat Redaktur:</strong></p><p>Prodi S-2 Pendidikan IPS Pascasarjana UNESA</p><p>Jl. Ketintang, Surabaya</p><p>Telp. (031-8293484)</p><p>Ã�</p> en-US Jurnal Pendidikan IPS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PENGAJUAN SOAL (PROBLEM POSING) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 1 LAMONGAN https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-ips/article/view/7374 <p style="text-align: center;"><strong>Abstrak</strong></p> <p>Selama ini guru dalam pembelajaran hanya mengajarkan dengan memberi contoh soal dan menyelesaikannya secara langsung, tidak memberi kesempatan siswa menunjukkan idenya sendiri secara kreatif untuk membuat pertanyaan sehingga hal ini menghambat kemampuan siswa kreatif dalam bertanya. Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan diskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran IPS kelas VIII-G&nbsp; di SMPN 1 Lamongan dengan menggunakan model pembelajaran pengajuan soal (problem posing).</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa (Fleksibilitas dan Kefasihan) berdasarkan jumlah pertanyaan persentase peningkatannya 18,75%, sedangkan kualitas pertanyaan 9,1% untuk pertanyaan pemahaman dan 27,77% untuk pertanyaan kausalitas. Untuk peningkatan keterlaksanaan RPP persentasenya dari 79% menjadi 86% atau meningkat 7% dan persentase aktivitas siswa dari 80% menjadi 92,5% atau meningkat 12,5%. Simpulan peneliti bahwa model pembelajaran pengajuan soal (problem posing) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa SMP.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci:&nbsp; </strong>Model Pembelajaran Pengajuan Soal (Problem Posing), Berpikir Kreatif.</p> BUHADI AZIZ ##submission.copyrightStatement## 2014-04-04 2014-04-04 2 2 PENERAPAN PEMBELAJARAN IPS TOPIK PENYIMPANGAN SOSIAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN SOFT SKILLS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 3 BALAESANG KABUPATEN DONGGALA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-ips/article/view/7375 <p style="text-align: center;"><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan soft skills dan prestasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran IPS&nbsp; topik penyimpangan sosial menggunakan model pembelajaran berdasarkan masalah pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 3 Balaesang Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan metode deskriptif kuantitatif yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII A berjumlah 28 siswa terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar pengamatan soft skills siswa, dan tes prestasi belajar (pre test dan post test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan model pembelajaran berdasarkan masalah soft skills dan prestasi belajar siswa meningkat pada tiap siklus, meliputi keterampilan berkomunikasi meningkat&nbsp; dari siklus I rata-rata 75, pada siklus II menjadi 80; keterampilan berperan serta meningkat dari siklus I rata-rata 76, pada siklus II menjadi 83; keterampilan memecahkan masalah meningkat dari siklus I rata-rata 60, pada siklus II menjadi 79, dan keterampilan empati sosial meningkat dari siklus I rata-rata 79, pada siklus II menjadi 86. Peningkatan prestasi belajar siswa sebagai berikut, pree test diperoleh rata-rata sebesar 67, post test siklus I rata-rata sebesar 80, dan post test siklus II rata-rata sebesar 81. Presentase ketuntasan secara klasikal pree test 46%, ketuntasan klasikal post test siklus I diperoleh 75%, sedangkan ketuntasan klasikal post test siklus II meningkat menjadi 86%.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>Pembelajaran Berdasarkan Masalah, Soft Skills, Prestasi Belajar<strong></strong></p> EDI KUSWANDI ##submission.copyrightStatement## 2014-04-04 2014-04-04 2 2 PENGGUNAAN MEDIA SINOPSIS BERASPEK MULTIKULTURALISME DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN APRESIASI KEBERAGAMAN SISWA DI SMP NEGERI 1 SAYAN KABUPATEN MELAWI https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-ips/article/view/7376 <p style="text-align: center;"><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan mencari dan menjelaskan fakta penyebab&nbsp; kurangnya apresisi keberagaman siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Sayan Kabupaten Melawi dan&nbsp; menjelaskan bahwa pelaksanaan pembelajaran IPS dengan media sinopsis beraspek multikultural efektif untuk meningkatkan apresiasi keberagaman siswa di kelas tersebut. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek yang diteliti relatif terbatas, tetapi menyangkut variabel dan fokus penelitian sangat luas dimensinya karena menyangkut dimensi sosial siswa sekaligus psikologisnya yang banyak dipengaruhi oleh kehidupan sosial-kemasyarakatan. Implementasi strategi ini dilakukan pengamatan proses belajar IPS dengan media sinopsis beraspek&nbsp; multikultural. Fenomena dan gejala di catat dan&nbsp; dianalisis mulai dari Silabus, RPP, penyusunan bahan ajar ataupun pemakaian media yang sesuai sehingga menggugah&nbsp; minat siswa untuk mengerti konsep-konsep multikultural. Siswa juga mengisi angket berisi skala sikap berisi opini siswa tentang keragaman etnik, agama di sekolah dan di luar sekolah. Bentuk kuisionair dalam skala likert hasilnya diamati dan disimpulkan untuk mengetahui layak tidaknya pernyataan kuisener menunjukkan apresisi keberagaman siswa. Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut:&nbsp; kurangnya apresiasi keberagaman siswa karena kualitas pembelajaran di sekolah tersebut kurang dengan faktor utama lemahnya kualitas dan kuantitas guru IPS, faktor sosial ekonomi masyarakat sekitar yang miskin, tertinggal dari warga pendatang. Penyebab lain,&nbsp; konstelasi politik tingkat lokal sebagai akibat penerapan otonomi daerah yang salah arah. Setelah dilakukan pembelajaran&nbsp; siswa mulai mengerti apa arti dan makna konsep-konsep multikulturalisme. Siswa mau bergaul dan bekerja kelompok tanpa ada hambatan perbedaan kultur. Ketika dilakukan evaluasi pembelajaran bermuatan multikulturalisme hasilnya memuaskan rata-rata memperoleh skor 78.6 yang berarti tuntas dan siswa mengerti konsep-konsep multikulturalisme. Selanjutnya dari analisis angket diketahui bahwa semua siswa menyetujui keberagaman dan mengapresisi perbedaan kultur.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Media Sinopsis, Multikulturalisme, Pembelajaran IPS, Apresiasi Keberagaman.</p> SUTARTO ##submission.copyrightStatement## 2014-04-04 2014-04-04 2 2 UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN  HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS DENGAN MODEL COURSE REVIEW HORAY (CRH) DI KELAS 8A SMP NEGERI  1  KEMBANGBAHU LAMONGAN https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-ips/article/view/7377 <p style="text-align: center;"><strong>A</strong><strong>bstrak</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran di kelas dengan menggunakan model Course review horay (CRH). Permasalahan pembelajaran terbatas di kelas 8A yaitu rendahnya aktivitas belajar dalam pembelajaran IPS yang berakibat juga rendahnya hasil belajar. Tolok ukur keberhasilan hasil belajar adalah nilai KKM (Kreteria Ketuntasan Minimal). KKM di kelas 8A SMP Negeri Kembangbahu adalah 78.</p> <p>Desain penelitian ini adalah CAR (Classroom Action Researtc) atau&nbsp; Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilakukan secara ber-siklus, dengan menggunakan model pembelajaran CRH. Hasil penelitian siklus 1, rata-rata aktivitas siswa dalam pembelajaran adalah 81,49% dan dikategorikan baik. Hasil belajar siswa secara klasikal 84,62% mencapai KKM dan 15,38% siswa belum mencapai KKM. Ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus 1 belum tercapai. Saran dari supervisor dan kolaborator pada akhir siklus 1 sebagai bahan refleksi dan akan dilakukan perbaikan kualitas pembelajaran pada siklus berikutnya. Hasil penelitian siklus 2 adalah&nbsp; rata-rata aktivitas siswa dalam pembelajaran 82,94% dan dikategorikan baik. Hasil belajarsecara klasikal 88,46% mencapai KKM dan 11,54% belum mencapai KKM.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Aktivitas belajar siswa, Model Course Review Horay (CRH), hasil belajar.</p> SUWINYANTORO ##submission.copyrightStatement## 2014-04-04 2014-04-04 2 2