Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-jasmani Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan Dan Rekreasi - Fakultas Ilmu Keolahragaan UNESA, Jurnal ini mempublikasikan artikel-artikel dari mahasiswa yang berisi hasil penelitian dibidang pendidikan jasmani dan olahraga<br /> en-US Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan 2338-7981 LITERASI FISIK MAHASISWA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN DAN KESEHATAN (FIKK): PERBEDAAN ANTARA AKTIVIS DAN NON-AKTIVIS https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-jasmani/article/view/58654 <p>Abstrak</p> <p>Literasi fisik adalah kemampuan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan setiap individu dan berdampak pada kehidupan dalam masa mendatang atau jangka panjang. Dalam penelitian ini, peneliti memiliki tujuan untuk mengukur perbedaan tingkat literasi fisik pada mahasiswa-mahasiswi Fakultas Ilmu Olahraga di Universitas Negeri Surabaya. Peneliti menggunakan partisipan mahasiswa aktif angkatan 2018 Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Surabaya yang berjumlah 60 orang, terdiri dari kelompok aktivis yang aktif dalam organisasi dan non aktivis atau mahasiswa-mahasiswi yang tidak mengikuti kegiatan organisasi. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yang mana peniliti telah mengetahui karakteristik sampel terlenih dahulu. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen <em>Perceived Physical Literacy Instrument</em> (PPLI) validitas sebesar 0,43 yang berarti kriteria validitas cukup, sedangkan reliabilitas dengan nilai sebesar 0,60 yang berarti tinggi. Instrumen telah diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia terdiri dari 9 item pertanyaan dan menggunakan skala likert. Kemudian data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan uji beda mann-whitney u yang diuji menggunakan SPSS 20. Hasil dalam penghitungan yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa aktivis dan non aktivis Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Surabaya memiliki literasi fisik tingkat sedang. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan literasi fisik yang signifikan antara mahasiswa aktivis dan non aktivis dengan p-value sebesar 0.128 (p&gt;0.05).</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>literasi fisik; mahasiswa aktivis; mahasiswa non aktivis</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Physical literacy is a ability that cannot be separated from the of individual life and has an impact on life in the future or long run. In this study, researchers aimed to measure differentces in physical literacy levels among students at the Faculty of Sports Science at Surabaya State University. Researchers used active student participants from the 2018 class of the Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Surabaya, totaling 60 peolple consisting of activist groups who were active in organizations and non-activist or students who did not take part in oraganizational activities. The sample selection in this study used a purposive sampling technique where the researhcher knew the characteristic of the selected sample first. Data was collected using the Perceived Physical Literacy Instrument (PPLI) with a validity of 0.43, which means the validity criteria are sufficient, while the reliability value is 0.60 wich means high. The intrument has been translated into Indonesian and consist of 9 question items and uses a likert scale. Then the collected data wa analyzed using the Mann-Whitney u test using SPSS 20. The results showed that most of the activist and non-activist students had moderate levels of physical literacy. The results of the hypothesis test showed that there was no significant difference in physical literacy between activist and non-activist students with a p-value of 0.128 (p&gt;0.05).</p> <p><strong>Keywords: </strong>physical literacy; activist student; non activist student</p> <p>&nbsp;</p> Aisyah Iffa Mufida Ali Maksum ##submission.copyrightStatement## 2024-06-30 2024-06-30 1 6 KUALITAS TIDUR DI ERA PANDEMI COVID-19 SISWA SMA MUHAMMADIYAH 2 SURABAYA https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-jasmani/article/view/60083 <p>Pandemi covid-19 membawa dampak bagi aktivitas makhluk hidup di dunia bahkan di Indonesia, sehingga aktivitas yang dilakukan di luar rumah seperti bekerja, bersosialisasi, dan bersekolah dibatasi dengan adanya protokol kesehatan yang sangat ketat. Pembelajaran siswa dilaksanakan dengan bantuan dari gawai atau <em>smartphone </em>untuk memudahkan proses belajar mengajar. Namun dengan adanya penggunaan gawai tersebut siswa dapat menyalahkan gunakan media tersebut dengan menggunakannya lebih dari waktu seharusnya. Hal ini dapat berpengaruh terhadap kebiasaan sehari-hari yang dilakukan siswa, seperti kualitas tidur. Penulis melakukan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas tidur siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya selama pandemi covid-19. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan mengambil sampel dari siswa kelas XI. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner <em>Pitsburgh Sleep Quality Index (PSQI)</em>. Analisis data menggunakan presentase. Berdasarkan&nbsp; hasil pengolahan data dapat dijelaskan bahwa kualitas tidur sebanyak 20 siswa (28, 98%) dinyatakan sangat baik,&nbsp; responden dinyatakan baik sebanyak 22 siswa (31, 88 %) , responden kurang, 27 siswa (39,13%). Hal yang diakibatkan karena pola tidur yang kurang baik adalah dapat mengurangi&nbsp; konsentrasi dalam menerima materi pada saat pembelajaran dan menurunnya kesehatan fisik akibat kelelahan, karena tidak mendapat istirahat yang cukup.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>pandemi covid-19, Kualitas tidur, Siswa&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> Arifiani Nur Rahma Faridha Nurhayati ##submission.copyrightStatement## 2024-06-12 2024-06-12 7 12 MINAT PESERTA DIDIK BARU DALAM MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA (DI SMA TAMANSISWA KOTA MOJOKERTO TAHUN 2023) https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-jasmani/article/view/58014 <p>Abstrak</p> <p>Minat peserta didik adalah keinginan pada diri seseorang dengan adanya rasa senang atau ketertarikan terhadap suatu objek atau kegiatan tertentu. Sedangkan faktor yang mempengaruhi minat peserta didik adalah segala sesuatu yang menimbulkan adanya minat untuk melakukan sesuatu. Minat yang timbul dari seseorang dipengaruhi oleh dua faktor internal dan faktor eksternal, yaitu faktor dari dalam seperti rasa senang, perhatian, dan persepsi sedangkan faktor dari luar seperti lingkungan, pengalaman, dan keluarga.&nbsp;Tujuan penelitian ini adalah memperoleh data tentang minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA Tamansiswa kota Mojokerto. Untuk mengetahui faktor penyebab minat siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA Tamansiswa Kota Mojokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Kesimpulan dari hasil penelitian survei minat peserta didik baru dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA Tamansiswa kota Mojokerto diperoleh sebanyak 45 siswa (25,28) memiliki minat ekstrakurikuler dengan kategori sangat tinggi, sebanyak 67 siswa (37,64) memiliki minat ekstrakurikuler dengan kategori tinggi, sebanyak 55 siswa (30,90) memiliki minat ekstrakurikuler dengan kategori rendah, sebanyak 11 siswa (6,16) memiliki minat ekstrakurikuler dengan kategori sangat rendah. Dari survei yang dilakukan peneliti terhadap dua faktor terebut faktor minat siswa cenderung mengarah pada faktor ekternal yang diperoleh sebanyak 81 siswa dengan persentase&nbsp; (45,50%).</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>minat; ekstrakurikuler; olahraga</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Student interest is a person's desire to feel happy or interested in a particular object or activity. Meanwhile, factors that influence student interest are anything that creates an interest in doing something. The interests that arise from a person are influenced by two internal factors and external factors, namely internal factors such as pleasure, attention and perception, while external factors such as the environment, experience and family. The aim of this research is to obtain data about students' interest in participating in extracurricular sports activities at Taman siswa High School, Mojokerto city. To find out the factors causing students' interest in extracurricular sports activities at Tamansiswa High School, Mojokerto City. The method used in this research is descriptive with a quantitative approach. The conclusion from the research results of a survey of new students' interest in participating in extracurricular sports activities at Tamansiswa High School, Mojokerto city, was that 45 students (25.28) had extracurricular interests in the very high category, 67 students (37.64) had extracurricular interests in the high category. , as many as 55 students (30.90) had extracurricular interests in the low category, as many as 11 students (6.16) had extracurricular interests in the very low category. From the survey conducted by researchers on these two factors, student interest factors tended to lead to external factors, which was obtained by 81 students with a percentage of (45.50%).</p> <p><strong>Keywords: </strong>extracurricular; interests; sport</p> Eko Wahyu Widodo Fifukha Dwi Khory ##submission.copyrightStatement## 2024-06-20 2024-06-20 13 20 AKTIVITAS FISIK SISWA SMKN 2 BUDURAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-jasmani/article/view/58669 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pemerintah mengeluarkan surat edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pembelajaran dari rumah pada masa darurat COVID-19 akibat dampak Corona Virus Disease 19 (COVID-19) saat ini ada pada kegiatan pembelajaran. Surat edaran tersebut antara lain menyebutkan seluruh materi pelajaran diajarkan secara daring. Hal ini berdampak pada pembelajaran berbasis gerakan, termasuk pendidikan jasmani, olah raga, dan pendidikan kesehatan, karena aktivitas fisik siswa tidak dipantau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat aktivitas fisik siswa SMKN 2 Buduran di tengah pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan sampel sebanyak 60 orang (laki-laki = 7 orang dan perempuan = 53 orang) yang diambil melalui prosedur basic random sampling dari populasi siswa (laki-laki = 284 orang dan perempuan = 598 orang pada kelas X dan XI). Kuesioner Aktivitas Fisik Remaja (PAQ-A) adalah alat yang digunakan pada tahun 2004. Data dikumpulkan secara online menggunakan Google Formulir, dan rumus persentase digunakan untuk analisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat aktivitas fisik siswa SMKN 2 Buduran di tengah pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan sampel sebanyak 60 orang (laki-laki = 7 orang dan perempuan = 53 orang) yang diambil melalui prosedur basic random sampling dari populasi siswa (laki-laki = 284 orang dan perempuan = 598 orang pada kelas X dan XI). . Kuesioner Aktivitas Fisik Remaja (PAQ-A) adalah alat yang digunakan pada tahun 2004. Data dikumpulkan secara online menggunakan Google Formulir, dan rumus persentase digunakan untuk analisis.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>aktivitas fisik; covid-19; siswa</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>The government issued the circular letter of the Secretary General of the Minister of Education and Culture No. 15 of 2020 about the implementation of learning from home during the COVID-19 emergency due to the impact the present Corona Virus Disease 19 (COVID-19) has on learning activities. The circular letter states, among other things, that all subject matter is taught online. This has an impact on movement-based learning, including physical education, sports, and health education, since pupils' physical activity is not monitored. The aim of this study was to track the physical activity levels of SMKN 2 Buduran pupils in the midst of the COVID-19 pandemic. The study employed a descriptive quantitative methodology, utilizing a sample of 60 individuals (male = 7 and female = 53) drawn through a basic random sampling procedure from the population of students (male = 284 and female = 598 in the X and XI classes). The Physical Activity Questionnaire Adolescents (PAQ-A) was the tool utilized in 2004. Data was gathered online using a Google Form, and the percentage formula was utilized for analysis. The aim of this study was to track the physical activity levels of SMKN 2 Buduran pupils in the midst of the COVID-19 pandemic. The study employed a descriptive quantitative methodology, utilizing a sample of 60 individuals (male = 7 and female = 53) drawn through a basic random sampling procedure from the population of students (male = 284 and female = 598 in the X and XI classes). The Physical Activity Questionnaire Adolescents (PAQ-A) was the tool utilized in 2004. Data was gathered online using a Google Form, and the percentage formula was utilized for analysis.</p> <p><strong>Keywords:</strong> physical activity; covid-19; students</p> Eko Septian Cahyo Ardiansyah Setiyo Hartoto ##submission.copyrightStatement## 2024-06-20 2024-06-20 21 26