Kajian Moral dan Kewarganegaraan https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa <p>Kajian Moral dan Kewarganegaraan ini merupakan jurnal online yang diterbitkan oleh Program Studi S-1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Jurusan PMP-KN Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Unesa. Jurnal yang terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Februari, Juni, dan Oktober ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang pendidikan, idiologi, politik, sosial, humaniora, moral, dan kewarganegaraan.&nbsp;</p> en-US oksianajatiningsih@unesa.ac.id (Oksiana Jatiningsih) listyaningsih@unesa.ac.id (Listyaningsih, S.Pd., M.Pd.) Mon, 30 Aug 2021 20:55:14 +0000 OJS 3.1.1.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 STRATEGI ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DEMOKRATIS REMAJA PUTUS SEKOLAH DI WILAYAH PESISIR PANTAI KLAYAR LAMONGAN https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/42616 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini menganalisis strategi orang tua dalam pembentukan karakter demokratis remaja putus sekolah. Substansi ini dicermati dari teori pendidikan karakter Thomas Lickona bahwa pendidikan karakter adalah usaha sengaja (sadar) untuk mewujudkan kebajikan, yaitu kualitas kemanusiaan yang baik secara objektif, bukan hanya baik untuk individu perseorangan, tetapi juga baik untuk masyarakat secara keseluruhan. karakter berkaitan dengan konsep moral (<em>moral knonwing</em>), sikap moral (<em>moral felling</em>), dan perilaku moral (<em>moral behavior</em>). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Dalam penelitian ini terdapat 4 informan dengan meggunakan teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi kemudian data dianalisis dengan model analisis data Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa strategi yang telah dilakukan oleh orang tua dalam membangun karakter demokratis terdapat empat strategi. (1) Menjaga hubungan dengan baik antara orang tua dan anak. (2) Memberikan stimulus kepada anak yang dimaksud stimulus dalam strategi ini adalah menuruti keinginan anak namun tidak semua keinginan anak dipenuhi, orang tua akan mempertimbangkan sisi positif dan negatif.(3) Memberikan motivasi kepada anak. (4) Mendorong anak agar bergaul dengan teman, hal ini berguna agar anak mendapatkan pengetahuan yang luas. Hambatan-hambatan yang dialami oleh orang tua ketika strategi membangun karakter demokratis dilakukan yaitu, (1) Hambatan internal yaitu dari remaja putus sekolah itu sendiri yang bersikap acuh dan tidak perduli. (2) Hambatan eksternal yaitu di luar dari remaja putus sekolah yaitu dari orang tuanya yang terbatas dalam pengetahuan.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>karakter demokratis, orang tua, remaja putus sekolah.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The study analyzed parental strategies in the formation of democratic characters of dropout teenagers. This substance is observed from Thomas Lickona's character education theory that character education is a deliberate (conscious) effort to realize virtue, namely the quality of humanity that is good objectively, not only good for individual individuals, but also good for society as a whole. Character relates to moral concepts (moral knonwing), moral attitudes (moral felling), and moral behavior (moral behavior). This study uses qualitative approach with case study research design. In this study there were 4 informants using snowball sampling techniques. The data collection techniques used in this study were interviews, observations and documentation and then the data was analyzed with miles and huberman data analysis models. From the results of research that has been done that the strategy that has been done by parents in building democratic character there are 4 strategies. (1) Maintain a good relationship between parents and children. (2) Providing stimulus to the child in question is to obey the wishes of the child but not all the wishes of the child are fulfilled, the parents will consider the positive and negative side. (3) Provide motivation to the child. (4) Encourage childern to hang out with friends, this is useful so that childern gain broad knowledge. The obstacles experienced by parents when the strategy of building a democratic character is carried out, namely, (1) Internal obstacles that are from the teenagers who are indifferent and do not care. (2) External barriers are outside of the dropout teenagers i.e. from his parents who are limited in knowledge.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em>&nbsp;democratic character, parents, teen dropouts</em></p> Isnaini Saputri, Rr. Nanik Setyowati ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/42616 Mon, 30 Aug 2021 20:54:43 +0000 INTERNALISASI NILAI – NILAI KEBHINEKAAN ANGGOTA DALAM KEGIATAN RUTIN FORUM KAJIAN DAN DISKUSI 17-AN KOMUNITAS GUSDURIAN “GERDU SUROBOYO” https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/42625 <p><strong>Abstrak </strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan internalisasi nilai - nilai kebhinekaan pada anggota dalam forum kajian dan diskusi pitulasan (17-an) dalam Komunitas Gusdurian, Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Fokus penulisan ini pada anggota komunitas Gusdurian dalam menginternalisasi setiap nilai – nilai kebhinekaan pada forum kajian dan diskusi 17-an, subjeknya adalah anggota aktif komunitas gusdurian. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipasi pasif serta wawancara terstruktur. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan model dari Miles dan Huberman melalui empat tahapan dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dengan mensandingkan perspektif teori Operant Conditioning B.F Skinner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran Internalisasi nilai – nilai tersebut meliputi aspek kajian lintas agama, kajian isu terkini, serta kajian solidaritas sosial. Pertama, dalam kajian lintas agama banyak di peroleh bagaimana setiap peserta yang terlibat mempelajari setiap kultur agama yang ada, sekaligus memberikan rasa keadilan kepada setiap pemeluk kepercayaan tanpa memandang mayoritas maupun minoritas. Kedua dalam kajian isu terkini membahas bagaimana respon yang diberikan peserta mengenai topik – topik yang beredar di masyarakat dan dikaitkan dengan sembilan nilai Gus Dur. Kemudian ketiga membahas tentang nilai kebhinekaan pada aspek solidaritas sosial dalam hal menanggapi permasalahan yang berkaitan dengan narasi – narasi yang berkembang di masyarakat. Sehingga dari ketiga internalisasi tersebut memberikan dampak kepada anggota peserta forum kajian dan diskusi 17-an. Dampak tersebut di rasakan dalam beberapa diantaranya tahap penerimaan terhadap setiap aspek yang akan di bahas di forum kajian dan diskusi 17-an, kemudian dalam bentuk tindakan perilaku, sehingga berdampak pada perubahan cara pandang dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari – hari.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Nilai, Kebhinekaan, Pitulasan.</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This study aims to describe the internalization of the values of diversity among members in a review forum and discussion forum (17s) in the Gusdurian Community. The approach used is qualitative with an case study research design. The focus of this writing is on members of the Gusdurian community in internalizing each and every value of diversity in the 17's study and discussion forum, the subject is an active member of the Gusdurian community. Data collection techniques used passive participatory observation and structured interviews. The data collected was analyzed using the model from Miles and Huberman through four stages starting from data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions by juxtaposing the perspective of B.F Skinner's Operant Conditioning theory. The results of this study indicate that the role of internalizing these values includes aspects of interfaith studies, studies of current issues, and studies of social solidarity. First, in cross-religious studies, it was found how each participant involved studied every existing religious culture, while at the same time giving a sense of justice to every believer regardless of the majority or minority. Second, in the study of current issues, it discusses how the responses given by participants regarding topics circulating in the community are related to the nine values of Gus Dur. Then the third discusses the value of diversity in the aspect of social solidarity in terms of responding to problems related to narratives that develop in society. So that the three internalizations had an impact on the members of the 17's study and discussion forum participants. The impact is felt in several stages of acceptance of every aspect that will be discussed in the 17's study and discussion forum, then in the form of behavioral actions, so that it has an impact on changing perspectives and real actions in everyday life.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong> <em>Value, Kebhinekaan, Pitulasan.</em></p> Mita Amalia Rosa, Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/42625 Wed, 01 Sep 2021 20:27:50 +0000 PERAN ORANG TUA DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB ANAK PADA PEMBELAJARAN DARING DI DUSUN WINONG KABUPATEN NGAWI https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/42672 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam menumbuhkan karakter tanggung jawab anak pada pembelajaran daring di dusun Winong desa Kedunggalar kecamatan Kedunggalar kabupaten Ngawi. Ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini mengambil lima informan yaitu orang tua yang memiliki anak berusia 13-15 tahun dan masih duduk di bangku SMP dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan dokumentasi. Uji keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber. Teori yang digunakan dalam menganalisis adalah teori peran <em>(Role Theory)</em> yang dikemukanan oleh Biddle dan Thomas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam menumbuhkan karakter tanggung jawab anak pada pembelajaran daring yaitu: (a) peran orang tua sebagai pengasuh dan pendidik dapat dicapai dengan pengaturan hubungan baik antara orang tua dan anak serta pemberian perhatian lebih untuk menemukan minat dan bakat yang dimiliki oleh anak; (b) peran orang tua sebagai pembimbing dengan cara pemberian bantuan kepada anak pada saat mengalami kesulitan dalam belajar; (c) peran orang tua sebagai motivator dengan pemberian dukungan akan pentingnya belajar agar anak menjadi lebih bersemangat dalam belajar; (d) dan peran orang tua sebagai fasilitator dengan pemenuhan alat dan kebutuhan belajar anak seperti laptop, hp, dan kuota internet.</p> <p><strong>Kata kunci</strong> : peran orang tua, tanggung jawab, pembelajaran daring</p> Yuni Trisnawati, I Made Suwanda ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/42672 Mon, 06 Sep 2021 00:00:00 +0000 Pelaksanaan Pembelajaran PPKn Menggunakan Model Probing Prombting Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa Di SMP NEGERI 5 GRESIK https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/42654 <p>Sistem pendidikan Nasional yang diterapkan di Indonesia salah satunya berorientasi pada nilai. Banyaknya tenaga pendidik yang menerapkan metode ceramah sebagai model pembelajaran, berakibat kurangnya pemahaman siswadalam menyerap pembelajaran dengan baik. Dalam penelitian berikut memiliki tujuan guna mengetahui penerapan pembelajaran PPKn memakai model pembelajaran <em>ProbingPrombting </em>guna memberikanpeningkatanakan berpikir kritis siswa di SMPN 5 Gresik. Metode penelitian yang dipakaiyakni penelitian tindakan kelas, melaluipenggunaan metode survey deskriptif melalui pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanyamelaluipenggunaan model pembelajaran <em>ProbingPrombting</em> terbukti mampumemberikanpeningkatan pada berpikir kritis siswa di SMPN 5 Gresik. Karena melaluipenggunaan model pembelajaran tersebut peserta didik menjadi lebih mudah untuk menyerap pembelajaran dan lebih fokus untuk menerima pembelajaran PPKn yang berisi tentang sejarah terbentuknya negara Indonesia, aturan yang ada di Indonesia serta nilai dan norma yang ada di Indonesia.</p> <p>Kata Kunci: Pembelajaran, <em>ProbingPrombting</em>, Berpikir Kritis</p> <p><em>One of the national education systems implemented in Indonesia is value-oriented. The number of educators who use the lecture method as a learning model, results in a lack of student understanding in absorbing learning well. This study aims to determine the application of Civics learning using the Probing Probing learning model in order to improve students' critical thinking at SMPN 5 Gresik. The research method used is classroom action research, using a descriptive survey method through a quantitative approach. The results showed that using the Probing Prombting learning model was proven to improve students' critical thinking at SMPN 5 Gresik. Because by using this learning model, students become easier to absorb learning and are more focused on accepting Civics learning which contains the history of the formation of the Indonesian state, the rules that exist in Indonesia and the values ​​and norms that exist in Indonesia.</em></p> <p><em>Keywords:Learning, Probing Prombting, Critical Thinking</em></p> Ahmad Nashrudin Fahmi, Harmanto Harmanto ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/42654 Fri, 10 Sep 2021 00:00:00 +0000 PRAKTIK MULTIKULTURALISME ANTARA MASYARAKAT SURABAYA DAN MAHASISWA PAPUA DALAM MEWUJUDKAN HARMONISASI SOSIAL https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/42678 <p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik multikuturalisme masyarakat Surabaya dan mahasiswa Papua . Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori <em>cultural pluralism : mosaic analogy</em> oleh Berkson. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Hasil penelitian menunjukkan dalam parktik multikuturalisme antara masyarakat sekitar asrama Papua dan mahasiswa Papua ditunjukkan dengan Mahasiswa Papua dan masyarakat berkebutuhan hidup secara damai. Mereka saling bertegur sapa, namun karena perbedaan budaya, maka membatasi diri untuk saling berinteraksi menjadi pilihan di antara keduanya. Masyarakat lebih proaktif dalam mengajak berkomunikasi, tetapi mahasiswa Papua lebih menutup diri. Mahasiswa Papua mengekspresikan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan cara&nbsp; tidak meminta bantuan masyarakat saat menghadapi masalah, karena mereka tidak ingin merepotkan masyarakat. Harmonisasi social yang semestinya tampak sebagai kehidupan bersama yang indah, belum tampak karena sebenarnya masih terdapat jarak antara satu dengan yang lain. Mosaik Budaya belum terbangun antara mahasiswa Papua dan masyarakat.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Praktik<strong>, </strong>Multikuturalisme, Harmonisasi Sosial.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>This study aims to describe the practice of multiculturalism of the people of Surabaya and Papuan students. The theory used in this research is the theory of cultural pluralism: mosaic analogy by Berkson. This study uses a qualitative approach with a descriptive type of research. The data collection technique used is interview. The results of the study show that in the practice of multiculturalism between the community around the Papuan dormitory and Papuan students, it is shown by Papuan students and the community in need of living in peace. They greet each other, but because of cultural differences, limiting themselves to interact with each other is a choice between the two. The community is more proactive in inviting them to communicate, but Papuan students are more introverted. Papuan students express their concern for the community by not asking for help from the community when facing problems, because they do not want to inconvenience the community. Social harmonization, which should appear as a beautiful life together, has not been seen because in fact there is still a distance between one another. The Cultural Mosaic has not yet been established between Papuan students and the community.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Practice, Multiculturalism, Social Harmonization.</em></p> <p>&nbsp;</p> Vio Bintang, Warsono Warsono ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/42678 Sun, 12 Sep 2021 09:43:04 +0000 Penerapan Pendidikan Antikorupsi Melalui Kantin Kejujuran di SMA Antartika Sidoarjo https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/42693 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk &nbsp;mendeskripsikan penerapan kantin kejujuran di SMA Antartika Sidoarjo<em>, </em>mengetahui hubungan yang terjalin antara perspektif <em>moral knowing</em>, <em>moral feeling</em>, dan <em>moral behaviour </em>dalam penerapannya di kantin kejujuran SMA Antartika Sidoarjo, dan mengetahui tantangan yang dihadapi dalam penerapan kegiatan kantin kejujuran di SMA Antaratika Sidoarjo. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dan kualitatif, dimana data didapatkan dengan kuesioner, observasi, dan wawancara mendalam kepada guru dan siswa. Lokasi penelitian ini di SMA Antartika Sidoarjo. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif data yaitu, data dijabarkan dalam beberapa kategori dan analisis korelasi untuk dapat mengetahui hubungan yang terjadi antar kategori dengan menggunakan teori pendidikan karakter oleh Thomas Lickona. Ada tiga hal yang dapat menentukan karakter seseorang yaitu <em>moral knowing</em>, <em>moral feeling</em>, dan <em>moral behaviour</em>. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Hubungan yang terjadi antara kategori yang diteliti juga menunjukan hal yang baik. Untuk hubungan antara kategori <em>moral knowing </em>dengan <em>moral feeling</em> didapatkan koefisien korelasi sebesar 0.876, <em>moral knowing </em>dengan <em>moral action </em>didapatkan koefisien korelasi sebesar 0.764, <em>moral feeling </em>dengan <em>moral action</em> adalah sebesar 0.864 maka, hubungan tiap kategori kuat. Dalam pelaksanaan dari kantin kejujuran sudah baik dilihat dari persentase nilai pelaksanaan tiap kategori yang mencapai rata-rata 80%. Dalam pelaksanaan, para peserta didik sudah melaksanakan kegiatan dengan &nbsp;baik karena para peserta didik menggunakan moral sebagai dasar dalam berperilaku, adanya hubungan yang kuat antar kategori yang diteliti, serta &nbsp;ditemukannya beberapa tantangan yang harus dihadapi sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal.</p> <p><strong>Kata</strong><strong>&nbsp;Kunci: </strong>Korupsi, Pendidikan Karakter, Thomas Lickona</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The study aims to describe the application of the honestly canteen at the Antarctica Sidoarjo High School, to determine the relationship between the perspectives </em><em>of moral knowing, moral feeling, and moral behavior in its application in the honesty canteen of SMA Antarctica Sidoarjo, and to find out the challenges faced in implementing honesty canteen activities at SMA Antartika Sidoarjo. The approach used is quantitative and qualitative, where data were obtained by questionnaires, observations, and interviews with teachers and students. The location of this research in SMA Antartika Sidoarjo. The data collected were analyzed using descrivtive data analysis, the data explained in several categories and correlation analysis to determine the relationship between categories using Thomas Lickona’s tehori of character education.&nbsp; There are three things that can determine a person’s character are moral knowing</em>, <em>moral feeling</em>, dan <em>moral behaviour. For the relationship between the moral knowing and moral feeling categories a correlation coefficint of 0.876, moral knowing </em>and &nbsp;<em>moral action a correlation coefficint of 0.764, moral feeling and moral action categories a correlation coefficint of 0.864 then, the relationship between each category is strong. In the implementation of the honesty canteen is good seen from the percentage value of the implementation of each category which reaches an average of 80%. &nbsp;In practice the students have carried out the activities well because students use morals as a basis behavior, </em><em>there was a strong relationship between the categories studied, &nbsp;ass wel as the discovery&nbsp; of several challenges&nbsp; that must be faced in order&nbsp; to provide maximum result.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em>&nbsp;</strong><strong>: </strong><em>Corruption, Character Knowledge, Thomas Lickona</em></p> Erlinda Fatimah, Harmanto Harmanto ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/42693 Sun, 12 Sep 2021 12:22:04 +0000 IMPLEMENTASI PERDA NO.3 TAHUN 2015 TERKAIT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DAERAH INDUSTRI DESA REMEN KABUPATEN TUBAN (STUDI PADA PT. PERTAMINA (PERSERO)) https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/42669 <p><strong>Abstrak </strong></p> <p>Tuban merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang beberapa tahun terakhir ini kerap dijadikan sebagai objek industrialisasi. Hal tersebut berdasarkan atas SDA (Sumber Daya Alam) yang ada dan juga lokasi yang strategis. Hal terkait pendirian dan pengelolaan industrialisasi tersebut telah diatur dalam beberapa Perda salah satunya dalam Perda No.3 Tahun 2015 yang diangkat dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Perda No.3 Tahun 2015 terkait kesejahteraan masyarakat daerah industri di Pemukiman Warga Daerah Industrialisasi PT. Pertamina (Persero) Di Desa Remen Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban, dan mengidentifikasi dampak yang dialami masyarakat desa Remen. Ditinjau dari jenis datanya, pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Tuban, tepatnya di daerah pemukiman warga yang dekat dengan industrialisasi PT. Pertamina(PERSERO) di desa Remen kecamatan Jenu, dengan jangka waktu penelitiaan bulan Februari hingga Maret 2021, dengan melalui beberapa teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengimplementasian Perda No.3 Tahun 2015 tentang tanggung jawab sosial perusahaan pada industrialisasi PT. Pertamina (Persero) belum sepenuhnya terlaksana sehingga hal tersebut berpengaruh pada kesejahteraan kehidupan masyarakat dalam bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan alam.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Implementasi, Industrialisasi, Masyarakat.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Tuban is one of the regencies in East Java which in recent years has often been used as an object of industrialization. This is based on existing SDA (Natural Resources) and also a strategic location. Matters related to the establishment and management of industrialization have been regulated in several regional regulations, one of which is Regional Regulation No. 3 of 2015 which was adopted in this study. This study aims to describe the implementation of Regional Regulation No. 3 of 2015 related to the welfare of the industrial community in the Industrialization Residents' Settlement of PT. Pertamina (Persero) in Remen Village, Jenu Subdistrict, Tuban Regency, and Identification of the impacts experienced by the Remen village community. Judging from the type of data, the research approach used in this study is a qualitative approach. This research was conducted in Tuban Regency, precisely in a residential area close to the industrialization of PT. Pertamina (PERSERO) in Remen village, Jenu sub-district, with a research period from February to March 2021, with several data collections, namely observations, interviews, literature studies, and documentation. The results of this study indicate that the application of Regional Regulation No. 3 of 2015 concerning corporate social responsibility in the industrialization of PT. Pertamina (Persero) has not been fully implemented so that it affects the welfare of people's lives in the economic, social and natural environment.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Implementation, Industrialization, Community. </em></p> Vina Dwi Rohmawati, Agus Satmoko Adi ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/42669 Mon, 13 Sep 2021 03:41:17 +0000 STRATEGI SEKOLAH DALAM PENERAPAN NILAI RELIGIUS DAN TANGGUNG JAWAB DI MAN SIDOARJO https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/42717 <p>Penerapan nilai karakter sangat penting bagi generasi penerus bangsa karena nilai menjadi suatu hal yang dijunjung tinggi dalam kehidupan sehari-hari dan nilai karakter dapat mempengaruhi tindakan seseorang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi sekolah dalam penerapan nilai religius dan tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi sekolah dalam penerapan nilai religius dan tanggung jawab di MAN Sidoarjo, mendeskripsikan daya dukung yang dimiliki oleh sekolah dalam membentuk karakter religius dan tanggung jawab. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori belajar Albert Bandura (1997) yang terdiri atas fase <em>attention, retension, reproduction</em> dan <em>motivasion</em>. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasannya penerapan nilai religius dan tanggung jawab di MAN Sidoarjo menggunakan teknik modeling yang diterapkan dalam program sekolah dan program pembinaan. Program sekolah meliputi program BTQ, tahfidz qur’an dan <em>boarding school</em>. Tujuan penerapan nilai religius di MAN Sidoarjo sebagai bentuk pendidikan karakter yang diupayakan oleh sekolah agar peserta didik dapat membentengi diri dengan ilmu agama, karena semakin hari jaman akan semakin berkembang sehingga segala informasi dan budaya dapat masuk di Indonesia secara bebas, sedangkan nilai tanggung jawab diterapkan untuk meminimalisir pelanggaran yang dilakukan oleh peserta didik.</p> Viochita Navyanda Rindianingkasih, Harmanto Harmanto ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/42717 Mon, 13 Sep 2021 03:43:12 +0000 Strategi Penanaman Sikap Toleransi Di Sekolah Inklusi SMPN 3 Krian Sebagai Perwujudan Education For All https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/42724 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Sekolah dengan orientasi inklusif merupakan lembaga yang efektif dalam mengatasi diskriminasi, mengembangkan sikap dan perilaku toleran. Dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah inklusi antara siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus wajib mengedepankan sikap toleransi sehingga penanaman sikap toleransi pada diri siswa sangat penting untuk diimplementasikan. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan strategi penanaman sikap toleransi yang dilakukan guru PPKn, guru BK, dan guru pembimbing khusus serta hambatan yang terjadi dalam penanaman sikap toleransi di sekolah inklusi SMPN 3 Krian. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori belajar sosial Albert Bandura (1997) yang terdiri dari empat fase yaitu <em>attention, retension, reproduction, </em>dan<em> motivasion</em>. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan dalam penanaman sikap toleransi di sekolah inklusi SMPN 3 Krian dilakukan melalui kegiatan pembelajaran di kelas. Selain itu penanaman sikap toleransi juga melalui program sosialisasi setiap tahun ajaran baru, pemantapan materi siswa inklusi di ruang belajar ceria serta program <em>Go Clean </em>agar terjalin interaksi yang baik antar siswa. Hambatan yang terjadi dalam proses penanaman sikap toleransi siswa reguler terkadang bertindak jail. Di sisi lain siswa berkebutuhan khusus sulit untuk mengontrol diri karena keterbatasan yang dimilikinya.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Sikap toleransi, Siswa Reguler, Siswa ABK</p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Schools with an inclusive orientation are effective institutions in overcoming discrimination, developing tolerant attitudes and behaviors. In teaching and learning activities in inclusive schools, regular students and students with special needs must prioritize an attitude of tolerance so that it is very important to implement an attitude of tolerance in students. The purpose of this study is to describe the strategy of inculcating tolerance attitudes carried out by PPKn teachers, BK teachers, and special supervisors as well as obstacles in inculcating tolerance in inclusive schools at SMPN 3 Krian. The theory used in this study is Albert Bandura's (1997) social learning theory which consists of four phases, namely attention, retention, reproduction, and motivation. This research method uses a qualitative approach with a descriptive design. Data analysis using the Miles and Huberman model includes data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that the strategy used in inculcating a tolerance attitude in the inclusion school of SMPN 3 Krian was carried out through classroom learning activities. In addition, the cultivation of tolerance is also carried out through a socialization program every new academic year, strengthening the material for inclusive students in cheerful study rooms and the Go Clean program so that there is good interaction between students. Obstacles in the process of inculcating a tolerance attitude of regular students sometimes act mischievously. On the other hand, students with special needs find it difficult to control themselves because of their limitations.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Tolerance, Regular Students, Students With Special Needs</em></p> <h1><strong>&nbsp;</strong></h1> <p>&nbsp;</p> Naila Suroyyah ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/42724 Fri, 17 Sep 2021 02:10:21 +0000 Kesadaran Hukum Masyarakat Desa Jabontegal Pungging Mojokerto Dalam Memiliki Kartu Identitas Anak https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/42688 <p>Kebijakan nasional mengenai penerbitan kartu identitas anak (KIA) diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2016. Sesuai dengan Pasal 2 dalam peraturan ini menyatakan bahwa penerbitan KIA bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara. Banyak sekali hambatan bagi pemerintah dalam penerbitan kartu ini yaitu disebabkan oleh kurangnya kesadaran hukum yang dimiliki oleh masyarakat. Kesadaran hukum masyarakat dalam memiliki KIA dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang saling terkait. Seperti teori yang disampaikan oleh Berl Kutchinsky menjelaskan tentang kesadaran hukum bahwa aturan-aturan hukum dengan pola perilaku terjadi adanya keterkaitan, dalam hal ini kaitannya dengan fungsi hukum dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan bagaimana kesadaran hukum masyarakat dalam memiliki KIA. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan mengacu pendapat Miles dan Huberman dengan mensandingkan perspektif teori kesadaran hukum Berl Kutchinsky. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan jumlah informan sebanyak 5 warga Desa Jabontegal Pungging Mojokerto. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesadaran hukum yang cukup baik dari warga Desa Jabontegal, yang menumbuhkan motivasi untuk segera memiliki kartu identitas anak, meskipun motivasi mereka untuk memiliki kartu tersebut beragam dan masih jauh dari makna penting memilikinya.</p> <p><strong>Kata Kunci: Kesadaran Hukum, KIA, Masyarakat</strong></p> <p><em>The national policy regarding the issuance of child identity cards (KIA) is regulated in the Minister of home affairs regulation number 2 of 2016. In accordance with article 2 of this regulation, it is stated that the issuance of KIA aims to improve data collection, protection and fulfillment of the constitutional rights of citizens.&nbsp; There are many obstacles for the government in issuing this card, that is due to the lack of legal awareness owned by the community Public legal in having KIA is influenced by interrelated internal and external factors. As the theory presented by Berl Kutchinsky explains that the rule of law with poal behavior occurs in connection, in this case it relates to the function of law in society. The purpose of this study is to illustrate how the legal awareness of the community in owning KIA. Data collection techniques used are &nbsp;interviews and observation. The data collected was analyzed by referring to the opinios of Miles and Huberman by juxtaposing the perspective of Berl Kutchinsky’s legal awareness theory. This study uses qualitative research design with the number of informants as many as 5&nbsp;residents of Jabontegal Pungging Mojokerto Village.&nbsp;&nbsp;The results of the study indicate that there is a fairly good legal awareness of the residents of Jabontegal village, which fosters the motivation to immediately have a child’s identity card, even thought their motivation to have the card is varied and is still far from the importance of having it.</em></p> <p><em><strong>Keywords:</strong>&nbsp;<strong>awareness of the law, identity cards of children, the&nbsp;society</strong></em></p> Serly Dwi Marlisa, Rahmanu Wijaya ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/42688 Thu, 23 Sep 2021 00:00:00 +0000 PERLINDUNGAN PADA PESERTA DIDIK DARI TINDAK KEKERASAN DI SMA NEGERI 2 TRENGGALEK https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/42780 <p><em>This study aims to determine the forms of violence against students and to determine the impact and protections provided by schools in dealing with cases of violence. The metod used in this research is a qualitative method with a case study design. Collecting data in this study by means of observation and semi structured interviews, as well as informants in this study, namely Counseling Guidance teachers, Child Friendly School team teachers, and also victims of cases of violence. The data analysis technique in this study is data collection, data editor, and data presentation. The results of this study indicate that the form of violence that occurs in schools is physical violence that causes injuries to students who are victims of violence. As for the protection provided by schools against cases of violence that occur, the school coordinates with related agencies, namely the Social Service and the Health Office so that the handling of cases correct. The protection provided by high school 2 Trenggalek is very good, this is evidenced by the completion of this case of violence properly and not detrimental to either party, and of course the school in providing protection is also in accordance with the Law on Child Protection Number 35 of 2014. Even now high school 2 Trenggalek is one of the best examples of school in Trenggalek.It is the duty of every school providing protection to their students so that they are comfortable and safe in the school environment.</em></p> <p>&nbsp;</p> Dining Hanifah Citra Kumala, Listyaningsih Listyaningsih ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/42780 Sun, 26 Sep 2021 12:09:30 +0000