Pengembangan Media Trainer Instalasi Penerangan Listrik 1 Fasa Berbasis Model Pembelajaran Problem Based Learning pada Mata Pelajaran Instalasi Penerangan Listrik Kelas XI TITL di SMKN 2 Bojonegoro

  • DENY MUHAMMAD CAHYONO
  • TRI WRAHATNOLO

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan trainer sebagai media pembelajaran yang layak digunakan untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah meliputi kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Media trainer yang dikembangkan dilengkapi dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), experiment sheet, materi pembelajaran, dan lembar penilaian (LP). Subjek uji coba pada penelitian ini adalah siswa kelas XI Teknik Instalasi Tenaga Listrik 1 di SMKN 2 Bojonegoro. Pendekatan penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan one shot case study.
Tingkat kevalidan media trainer memperoleh hasil validitas berikut: (1) trainer mendapatkan rerata 92,66% dikategorikan sangat valid; (2) RPP instalasi penerangan listrik (IPL) mendapatkan rerata 95,09% dikategorikan sangat valid; (3) experiment sheet mendapatkan rerata 93,09% dikategorikan sangat valid; (4) materi pembelajaran mendapatkan rerata 89,58% dikategorikan sangat valid; (5) LP ranah kognitif mendapatkan rerata 89,58% dikategorikan sangat valid; (6) LP ranah psikomotor mendapatkan rerata 91,66% dikategorikan sangat valid; (7) LP ranah afektif mendapatkan rerata 91,66% berkategori sangat valid.
Tingkat kepraktisan ditinjau dari keterlaksanaan pembelajaran melalui pengamatan guru TITL SMK Negeri 2 Bojonegoro mendapatkan rerata 93,33% menunjukkan bahwa media trainer sangat praktis untuk digunakan. Tingkat keefektifan diperoleh hasil sebagai berikut: (1) hasil belajar ranah kognitif yang diukur menggunakan soal uraian serta dianalisis menggunakan teknik one sample t-test. Nilai rerata hasil belajar ranah kognitif sebesar 79,11 yang berarti nilai rerata hasil belajar ranah kognitif siswa lebih besar dari KKM; (2) hasil belajar ranah psikomotor yang diukur menggunakan tes kinerja, pengamatan serta dianalisis menggunakan teknik one sample t-test. Nilai rerata hasil belajar ranah psikomotor sebesar 83,19 yang berarti nilai rerata hasil belajar ranah psikomotor siswa lebih besar dari KKM; (3) hasil belajar ranah afektif yang diukur melalui pengamatan sikap siswa mendapatkan nilai rerata 81, yang berarti nilai rerata siswa lebih besar dari KKM.
Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa media trainer yang dikembangkan layak untuk digunakan pada pembelajaran ditinjau dari 3 aspek yaitu aspek kevalidan, aspek kepraktisan, aspek keefektifan.

Kata kunci: media pembelajaran trainer, kevalidan, kepraktisan, keefektifan.

Published
2020-01-13
Section
Articles
Abstract View: 38
PDF Download: 17