PERANGKAT PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) MENGGUNAKAN MEDIA EDUKASI MONOPOLI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN DASAR LISTRIK DAN ELEKTRONIKA

  • Hadi Apriyanto Wananda
  • Agus Budi Santosa
Keywords: Media Edukasi Monopoli, Perangkat Pembelajaran, TGT

Abstract

Permasalahan yang menjadi latar belakang dalam artikel ini adalah kurangnya variasi model pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di SMK di mana dalam kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran dasar listrik dan elektronika hanya menggunakan model pembelajaran langsung, yang menyebabkan siswa sering merasa bosan dan tidak memperhatikan penjelasan guru. Sehingga dibutuhkan proses kegiatan belajar mengajar yang dapat melibatkan siswa untuk terlibat belajar secara aktif, salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif. Partisipasi dalam pengalaman pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi akademik dan pertumbuhan kognitif, motivasi dan sikap positif terhadap pembelajaran. Pembelajaran kooperatif merujuk kepada berbagai macam metode pengajaran di mana para siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu sama lainnya dalam mempelajari materi pelajaran. Pembelajaran kooperatif Team Games Tournament (TGT), merupakan model pembelajaran pertama dari John Hopkins pada tahun 2009. Dalam metode ini, para siswa dibagi dalam tim belajar yang terdiri atas empat sampai lima orang yang berbeda-beda tingkat kemampuan, jenis kelamin, dan latar belakang etniknya. Perangkat pembelajaran yang dihasilkan dalam artikel ini
adalah Rencana Pelaksanaan Pembelejaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), Lembar penilaian dan media edukasi Monopoli. Media edukasi monopoli berisikan mata pelajaran dasar listrik dan elektronika dalam satu semester ganjil. Metode Teams Games Tournament (TGT) merupakan salah satu bentuk dari pembelajaran kooperatif yang memberikan konstribusi efektif dalam keberhasilan pembelajaran. Metode ini melibatkan siswa untuk terlibat aktif dalam membentuk pengetahuannya dan pengetahuan rekannya yang memiliki kemampuan lebih rendah, sehingga tidak hanya menjadi pendengar dengan pembelajaran tradisional. TGT memiliki unsur permainan didalamnya dan melibatkan seluruh peserta didik. Hal tersebut mendorong siswa untuk terlibat penuh dalam pembelajaran.

Published
2020-09-01