REDESAIN MESIN LINE BORING MANUAL MENJADI SEMI-MEKANIKAL OTOMATIS DENGAN METODE REVERSE ENGINEERING

  • Hanin Rais Nabila Habibi Universitas Negeri Surabaya
  • Agung Prijo Budijono Universitas Negeri Surabaya
Keywords: line boring, transmisi, mekanisme, RE

Abstract

Line boring adalah proses pengeboran dua buah lubang atau lebih dalam satu komponen supaya mempunyai diameter sama dan sumbu aksial saling memotong (inline/intersect). Contoh pengerjaan ini terdapat pada lubang pin komponen arm dan bucket ekskavator. PT SMS selalu mengerjakan line boring pada produk tersebut dengan menggunakan mesin line boring manual. Kendala yang dialami dalam pengerjaan ini adalah pengoperasian manual, sehingga diperlukan penelitian tentang perancangan mesin line boring semi otomatis sesuai kebutuhan user dengan basis metode reverse engineering. Adapun tahapan penelitian ini, pertama adalah mengamati cara kerja mesin line boring perusahaan, mencari informasi mekanisme mesin yang beredar dipasaran. Mengidentifkasi mesin perusahaan meliputi mekanisme gerak mesin, komponen dan fungsinya. Membuat mekanisme mesin line boring semi otomatis yang berbeda dengan mekanisme mesin yang beredar di pasaran. Dilanjutkan dengan perancangan dan pemodelan mesin line boring semi otomatis dengan bantuan software Solidworks 2014. Bagian akhir penelitian ini adalah analisa desain berupa Interference Detection dan Motion Study pada unit-unit mekanisme mesin line boring semi otomatis. Pada hasil penelitian, desain mesin telah dilakukan simulasi interference detection dan motion study menggunakan Solidworks 2014. Uji interference detection terakhir menunjukan tidak adanya kesalahan berupa tabrakan komponen rakitan. Hasil motion study menunjukan bahwa komponen-komponen mesin dengan dimensi yang dimiliki dapat melakukan gerak satu sama lain. Hal ini menandakan desain transmisi menghasilkan output rpm leadscrew dan gerakan maju pemakanan sesuai keinginan. Hasil motion study juga menunjukan ketika posisi netral tidak menggerakkan leadscrew sehingga tidak adanya laju pemakanan.

References

Belgiu, G., & Cărăuș, C. (2018). Management of the reverse engineering process in the plastics industry, 238, 729–736. https://doi.org/10.1016/j.sbspro. 2018.04
Juniono R. 2016. Perancangan Marine diesel 4 Langkah 125 HP Dengan Metode Reverse engineering. Skripsi. Tidak Diterbitkan. Fakultas Teknologi Kelautan. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Korena. Y, Z.J. Paseka, Szuba P. 1999. Design of a Precision, Agile Line Boring Station. Sci. University of Michigan. https://doi.org/10.1016/S0007-8506(07)63191-6
Kumar, A., Jain, P. K., & Pathak, P. M. 2013. Reverse Engineering in Product Manufacturing: An Overview. 665–678. https://doi.org/10.2507/daaam.scibook.2013.39
L. Wood, Kristin, et.all. 2001. Reverse Enginering and redisgn: Courses to Incrementally and Systematically. Journal of Engineering Education : Amerika Serikat. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/j.2168-9830.2001.tb00615.x
Raja, Videsh dan Kiran J Fernandes. (2008). Reverse Engineering : An Perspective Manudacturing. London : Spinger Series. https://doi.org/10.2507/daaam.scibook.2013.39
Tamarez, Frank. 2007. A Reverse Engineering Process For Mechanical Engineering Systems. Rochester: RIT Scholar Works. htp://scholarworks.rit.edu/theses
Syahrul Syah, Syeihan. 2019. Perancangan Mesin Penakar Tepung Otomatis Berbasis Reverse Engineering Dan Kebutuhan Customer. Jurnal Teknik Mesin: Surabaya. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jtm-unesa/article/view/29651/27162
Published
2021-03-24
Section
Pendidikan Teknik Mesin