Analisis Kurikulum Pembinaan Atlet Spemda Hockey Club Surabaya
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi kurikulum pembinaan atlet hoki yang diterapkan pada SPEMDA Hockey Club. Surabaya, mengidentifikasi komponen-komponen pendukung didalamnya, mengukur efektivitasnya dalam meningkatkan prestasi atlet. Penelitian studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum pembinaan, komponen pendukung, efektivitas prestasi, serta kendala pada SPEMDA Hockey Club Surabaya. Subjek penelitian (pengurus, pelatih, dan atlet) ditentukan melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi sumber serta tahapan interaktif (reduksi, penyajian data, kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPEMDA Hockey Club Surabaya belum memiliki dokumen kurikulum pembinaan tertulis yang terstruktur secara periodik. Program latihan berjalan fleksibel berfokus pada kelompok usia pembinaan dasar (KU-13 hingga KU-18) dengan dominasi metode game-based training untuk mencegah kejenuhan atlet. Meskipun fleksibel, pembinaan terbukti efektif meningkatkan prestasi, ditandai dengan raihan Juara 1 Piala Walikota Surabaya 2025, Juara 2 Piala KONI Surabaya, serta keberhasilan regenerasi atlet ke tingkat daerah hingga internasional. Kendala utama meliputi keterbatasan prasarana (lapangan rusak/tidak standar), fluktuasi kehadiran atlet, dan keterbatasan dana institusi yang disiasati melalui kolaborasi paguyuban orang tua.
Kata Kunci: Kurikulum Pembinaan, Hockey, SPEMDA Hockey Club Surabaya.
Downloads
Article Details
References
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2009). Handbook Of Qualitative Research. diterjemahkan oleh Dariyatno. In Badrus Samsul Fata, Abi, John Rinaldi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Eime, R. M., Young, J. A., Harvey, J. T., Charity, M. J., & Payne, W. R. (2013). Participation in sport and physical activity: Associations with socio-economic status and rurality. BMC Public Health, 13(1), 1-10.
Harsono, H. (2005). Ilmu latihan olahraga: Teori dan aplikasinya. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Hastie, P. A., Watson, S. S., & Hay, P. J. (2011). Sport education: A framework for promoting positive youth development through sport. Physical Education and Sport Pedagogy, 16(3), 235-252.
Hidayat, M., & Saputro, D. (2021). Faktor keberhasilan pembinaan atlet. Jurnal Sport Performance.
Nugraha, A., et al. (2022). Evaluasi efektivitas pembinaan olahraga prestasi daerah. Jurnal Olahraga Prestasi, 18(2), 88–97.
Nur, H. (2018). Evaluasi Konteks Program Pembinaan Prestasi Cabang Olahraga Hockey di Jawa Timur. In Journal Of Sport Science And Education (jossae) (Vol. 3, Issue 1).
Rahman, F., & Kurniawan, B. (2019). Sarana prasarana dalam pembinaan olahraga. Jurnal Olahraga Prestasi
Saputra, A., & Hidayat, T. (2021). Kompetensi pelatih dalam pembinaan olahraga. Jurnal Keolahragaan Indonesia
Sari, D., & Kurniawan, A. (2021). Manajemen program latihan dalam pembinaan olahraga prestasi. Jurnal Keolahragaan, 9(2), 115–123.
Setiawan, D., & Nugroho, A. (2020). Perencanaan program latihan olahraga. Jurnal Kepelatihan Olahraga.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2014). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta
The International Hockey Federation. (2021). Rules of hockey including explanations: Effective from January 2019 updated in January 2021. January, 67.
Wibowo, S., et al. (2021). Game-based learning dalam pembelajaran olahraga. Jurnal Pendidikan Jasmani.
Yulianto, E., et al. (2022). Pengaruh fasilitas terhadap performa atlet. Jurnal Ilmu Keolahragaan.